WorksheetsPENILAIAN HARIAN 2 MATERI NOVEL
Total questions: 40
Worksheet time: 2hrs 0mins
Dan bila orang mendarat dari pelayaran entah dari jauh, entahlah dekat, ia akan berhenti di satu tempatbeberapa puluh langkah dari dermaga. Ia akan mengangkat sembah di hadapannya berdiri sela baginda, sebuah tugu batu berpahat dengan prasasti peninggalan Sri Airlangga. Bila ia meneruskan langkahnya, semua saja jalanan besar yang dilaluinya, jalanan ekonomi sekaligus militer. Ia akan selalu berpapasan dengan pribumiyang berjalan tenang tanpa gegas, sekalipun di bawah matahari terik.
(Pramudya Ananta Toer)
Nilai yang terkandung dalam penggalan novel di atas adalah ....
moral
budaya
agama
pendidikan
sosial
Bu Mus mendekati setiap orang tua murid di bangku panjang tadi, berdialog sebentar dengan ramah, dan mengabsen kami. Semua telah masuk ke dalam kelas dan mendapatkan teman sebangkunya masing-masing, kecuali aku anak laki-laki kotor berambut keriting merah yang tak terkenal tadi. Ia tak bisa tenang. Anak itu berbau hangus seperti karet terbakar.
“Anak Pak Cik akan sebangku dengan Lintang,” kata Bu Mus pada ayahku.
(Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Tahapan alur yang tepat pada penggalan novel tersebut adalah ...
Pengenalan situasi cerita
pengungkapan peristiwa
Menuju terjadinya konflik
Puncak konflik (klimaks)
penyelesaian (endingg)
Para tawanan di dalam kamp mendengarkan letusan-letusan itu dengan mati rasa. Mereka terharu pahlawan-pahlawan tanah air telah mendahului mereka, gugur sebagai bunga bangsa mempertahankan kehormatan dan kemuliaan bangsa. Pak Lurah menangis (salah seorang di antara tahanan) tersedu sedu, sementara dalam dada tiap tawanan yang lain tumbuh bermacam-macam perasaan yang sukar dilukiskan. Bagi mereka yang telah tiada itu, memang tetap hidup semboyan. Merdeka atau mati!
Arti ungkapan mati rasa dan bunga bangsa yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah ....
peduli , pahlawan
tidak kuasa, patriot
tidak peduli, patriot
tidak kuasa, pahlawan
tidak peduli, pahlawan
….
1) Ifing terlalu peka oleh pengaruh kematian kakaknya. 2) Beberapa titik air matanya tetes di pipiku. Hangat. 3) Gadis itu terlalu perasa. 4) “Tak ada yang bisa meramal kematian. 5) Tak ada!” aku menyakinkannya. “Ia bukan dewa.” 6) Aku tersentak.7) Pengantin perempuan telah keluar dari jayungnya. 8) Musik mengalun dalam irama yang riang. 9) Dua pemuda mengapitku.10) Pengantin bertemu di kou. 11) Didudukkan di atas gong. 12) Seorang balian1 memercik bunga-bungaan di atas kepala kami pertanda pembukaan upacara.
( Upacara karya Korrie Layuan Rampan)
1balian: dukun
Kalimat yang membuktikan adanya setting pada penggalan novel tersebut adalah ...
6, 8, 10, 11
1, 2, 3, 4
3, 6, 7, 8
5, 8, 9, 10
3, 5, 7, 9
“Sekolah itu kan tempat priyayi, Gus. Emakmu ini apa? Tidak elok kalau berada di tempat itu”. “Mak, priyayi itu zaman dulu, sekarang ini orang sama saja, yang membedakan itu kan isinya,” aku menekan telunjuk ke keningku. “Itulah Gus yang Emak maksudku priyayi. Emak tidak mau ke tempat yang angker itu. Nanti Emakmu ini hanya akan jadi tontonan, karena plonga-plongo kayak kerbau. Kasihan kamu, Gus. Sudah, aku di rumah saja”.
(Emak yang Perkasa oleh Agus Fakri H.)
Amanat yang tersirat dalam penggalan novel tersebut adalah …
Jadilah anak yang menghormati orang tua.
Orang tua harus rendah hati di hadapan orang lain.
Jangan sombong dengan posisi yang dimiliki saat ini.
Pikiran semua orang sama.
Anak harus mengasihani keadaan orang tua.
Malin : “Sudah ku cari kemana-mana, tapi baru kelihatan batang hidungmu Kundang”.
Kundang: “Ada apa kamu mencari aku Malin?’
Malin : “Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatanmu, hape yang kamu jual kemarin itu hasil curian ya?”
Malin : “Kamu jangan asal tuduh Malin, itu hapeku sendiri”.
Kundang : “Kalau itu memang hapemu sendiri, mengapa di dalam hape itu ada kartu memori orang lain?”
Watak tokoh yang paling dominan dari kutipan novel tersebut adalah ...
sombong
angkuh
iri hati
congkak
pembohong
Ia ingin menemui anak gadisnya itu pikirannya, cuma anak gadisnya yang masih mau menyambut dirinya. Mungkin ibunya, seorang janda yang renta tubuhnya, masih berlapang dada menerima kepulangannya tanpa ketakutan; ingin ia mendekapnya, mencium bau keringatnya.
Unsur intrinsik yang dominan pada kutipan novel tersebut adalah ...
penokohan
latar
tema
alur
amanat
Hobi mereka adalah menunggu senja tiba di Parangtritis sambil melihat matahari tenggelam. Bagi mereka, itu adalah hal yang menyenangkan. Sangat menyenangkan, walau Andin sebenarnya sangat sering mengantuk saat menunggu matahari tenggelam bersama kakaknya. Tapi Lina tidak memperdulikan hal itu. Karena sebenarnya, bukan tanpa alasan Lina mengajak Andin ke sini setiap sore.
Latar penggalan novel tersebut adalah ....
pagi hari di tepi pantai
pagi hari di teras rumah
sore hari di ruang tamu
malam hari di tepi pantai
sore hari di tepi pantai
“Hanya biola ini milik kami yang masih berharga,”ucap Mak Cik sedih. Nurmi memeluk biolanya kuat-kuat. Air matanya mengalir. Dia tak rela melepaskan biola itu.
“Nurmi ...,”panggil ibunya.
Nurmi berupaya keras menguat-nguatkan dirinya. Dia mendekati ibuku. Langkahnya terseret-seret untuk menyerahkan koper biolanya. Air matanya berurai-urai.
“Jangan sekali-kali kau pisahkan Nurmi dari biolanya, Maryamah. Kalau berasmu habis, datang lagi ke sini.”
Nurmi cepat-cepat menarik tangannya dan kembali memeluk biolanya. Dia tersedu-sedan.
Mata Arai berkaca-kaca melihat Mak Cik bergandengan tangan dengan anak-anaknya sambil menenteng setengah karung beras.
Andrea Hirata: Sang Pemimpi
Amanat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ....
Jangan berupaya memisahkan benda kesayangan dari seorang anak.
Diperlukan pengertian untuk dapat membahagiakan seorang kerabat.
Menangislah untuk menunjukkan rasa bahagia karena perlakuan seseorang.
Memberikan beras adalah bagian dari sebuah pengertian sosial.
Belajar dari kesulitan orang lain agar selalu pandai bersyukur.
Hujan mulai menetes turun ketika Rana sampai rumahnya. Kilat menyambar-nyambar di langit kelam. Rana merasa tubuhnya demikian berat. Setelah seharian bekerja di depan komputer. Pak Arya akan berangkat ke luar negeri sehingga Rana harus menyelesaikan seluruh materi presentasinya. Rumah sunyi, belum ada tanda-tanda berpenghuni. Ia masuk dan melepas lelah di sofa.
Andrei Aksana: Cinta Penuh Air Mata
Latar tempat yang terdapat dalam kutipan novel tersebut adalah ...
dapur
ruang tamu
kantor
lobi
luar negeri
“Walau apa katamu terhadapku, walau kaucaci maki aku, kaukutuki aku, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Masri dan Arni hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
(Kemarau, A.A. Navis)
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anak-anaknya.
Tuhan melarang perkawinan beda agama.
Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ....
kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
ayah menentukan kehidupan anaknya dan harus dituruti oleh anaknya
orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Hatiku kembali luluh oleh kata-katanya. Masih tak kupercaya kalau ia seorang pembocor soal UUB. Seorang yang kini kubenci, orang yang tak lagi kusegani, seorang yang di mataku bagaikan seonggok daging yang di dalamnya terlukis noktah-noktah hitam. Aku hanya bisa berguman dalam hati, “Pak Guru, oh kasihan engkau. Oh, Pak Guru!”
Dalam penggalan tersebut nilai yang akan disampaikan oleh pengarang adalah nilai….
moral
pendidikan
religius
budaya
sosial
Tiba-tiba aku muak. Aku ingin muntah. Aku merasa jijik melihatnya. Aku benci perasaan yang tak pernah timbul kini begitu tajamnya mencekam hatiku. Dan aku memegang kasar tangannya yang meraba bahuku. Niat hendak mengenyahkannya. Tapi dia memegang lenganku kuat-kuat. Aku harus lepas! Aku mau melepaskan diriku. Dan aku menolehkan mukaku menghindari ciumannya. Darahku tersirap.
Nilai moral yang terkandung dalam kutipan di atas adalah ...
Orang yang keras kepala dan sombong.
Orang yang berusaha menjaga harga dirinya.
Orang yang ingin dikatakan teguh pendiriannya.
Orang yang ingin menunjukkan kemampuan membela diri.
Orang yang berusaha melawan kekuatan laki-laki.
Melalui Kopral Pujo yang han itu pulang kembali ke markasnya di Dawuan aku menitipkan pesan kepada Sersan Slamet. Aku minta izin beristirahat barang empat lima hari. “Mencari seseorang yang bisa menjaga nenek yang sudah sangat renta,” begitu pesanku. Ternyata usahaku menemukan seseorang itu sangat mudah. Aku terkejut ketika menyadari semua orang di tanah airku yang kecil itu siap memenuhi segala keinginanku.
(Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohani)
Nilai moral yang terdapat dalam penggalan cerita di atas adalah ....
kepentingan keluarga lebih utama daripada kepentingan pribadi
rakyat kecil sangat menghormati pejabat
hidup senang membuat orang lupa diri
membiarkan orang tua hidup sendirian
kemewahan membuat orang lupa diri
Cit . . . auw. Tubuhku terpental beberapa meter setelah berciuman dengan sebuah bodi kijang super.
“Tabrakan . . . tabrakan Orang-orang berlarman ke arahku. Badanku ngilu-ngilu terbanting ke aspal. Mataku berkunang-kunang. Mungkin gagar otak sedikit. Kupaksakan juga untuk berdiri. Aku tak mau jadi korban tabrak Iari. Cepat kutangkap tangan orang yang mau keluar dan mobil itu. Mampus. Mobil sudah terkepung. Orang-orang pasar memang terkenal solidernya.
Nilai yang terkandung dalam penggalan cerpen tersebut adalah nilai ….
moral
pendidikan
sosial
pendidikan
religius
Kemudian Pak Balam membuka matanya dan memandang mencari muka Wak Katok. Ketika pandangan mereka bertaut. Pak Balam berkata kepada Wak Katok. “Akuilah dosa-dosamu, Wak Katok, dan sujudlah ke hadirat Tuhan. Mintalah ampun kepada Tuhan Yang Maha Penyayang dan Maha Pengampun, akuilah dosa-dosamu, juga supaya kalian dapat selamat keluar dari rimba ini, jauh dari bahaya yang dibawa hariman ... biarlah aku yang jadi korban ...”
Nilai-nilai yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ....
menasihati orang-orang yang telah berbuat kejahatan
melakukan tobat dan meminta ampun atas dosa-dosa
meminta ampun kepada Tuhan dengan cara selalu bersujud
mengakui kesalahan dan dosa-dosa yang dilakukan
berbicara dengan membuka mata dan memandang lawan bicara
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor ….
1
2
3
4
5
" Akhirnya Badu mengakui kekalahannya",
kalimat tersebut termasuk pada nilai ….
moral
pendidikan
sosial
agama
budaya
“Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudah rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”
Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….
Anak durhaka yang tidak perlu dicontoh
Ibu yang durhaka
Anak yang pamer
Anak baik dan sopan santun
Anak buruk hati
“Apapun yang kamu katakan terhadapku, kutak peduli. Walau kaucaci maki, kaukutuki, aku terima. Tapi, untuk membiarkan Math dan Arcy hidup sebagai suami istri, padahal Tuhan telah melarangnya, o ... o... o .... itu telah melanggar prinsip hidup setiap orang yang percaya pada-Nya. Kau memang telah berbuat sesuatu yang benar sebagai ibu yang mau memelihara kebahagiaan anaknya. Tapi, ada lagi kebenaran yang lebih mutlak yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yakni kebenaran yang dikatakan Tuhan dalam kitab-Nya. Prinsip hidup segala manusialah menjunjung kebenaran Tuhan”
Nilai agama yang terdapat dalam kutipan novel tersebut ...
Segala keputusan hendaknya selalu dikembalikan pada ajaran agama.
Kesabaran seorang ayah dalam menghadapi perilaku anakanaknya
Tuhan melarang perkawinan beda agama.
Keikhlasan seorang ibu dalam membahagiakan anaknya.
Melanggar prinsip agarna mendatangkan kesengsaraan.
Bacalah kutipan novel berikut dengan seksama!
Empat hari kemudian aku duduk di samping sopir truk yang membawa hasil panen dari desa ke kota. Waktu itu umurku hampir enam belas tahun. Sudah dua tahun aku tidak bersekolah. Keputusan yang diambil ayahku merupakan peraturan yang harus diturut tanpa dirunding pihak yang bersangkutan. Pada waktu itu aku menerimanya dengan kewajaran abadi penuh ketaatan. Ayahku orang yang menentukan dalam kehidupan kami. Dan aku yang dibesarkan dalam lingkungan adat kepala tunduk untuk mengiyakan semua orang tua. Tidak melihat alasan apa pun buat membantahnya. Padahal waktu itu aku khawatir. Tetapi juga gembira. Keduanya disebabkan karena aku akan tinggal di kota ….
Nilai adat (budaya) yang menonjol dalam penggalan novel tersebut adalah ...
kebiasaan mengangkut hasil panen dari desa ke kota
anak perempuan yang beranjak remaja ditentukan jodohnya
orang tua yang menyerahkan anak gadisnya kepada orang lain
ayah menentukan kehidupan anaknya dan haranaknyaus dituruti oleh anaknya
orang tua yang memberi doa yang baik kepada anaknya
Siang itu sangat terik. Matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara. Tiang-tiang layar perahu bagai gemetaran dipermainkan angin dan ombak, hingga perahu-perahu tua itu bagai menari-nari di bibir pantai. Namun, kehidupan para nelayan terus berjalan, dalam rutinitas, mengikuti kehendak sang alam.
Di atas pasir hitam, tak jauh dari sebuah perahu yang terus menari, Kardi mengemasi bekal-bekal pelayaran, jala dan kail, juga keranjang-keranjang ikan, lalu menaikkannya ke geladak perahunya. Tiba-tiba ombak besar menghantam dinding perahu sehingga terguncang keras. Kardi yang sedang berpegang pada bibir perahu hampir terpental.
Latar tempat dari kutipan cerita di atas adalah ...
Siang itu sangat terik
Matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara
perahu-perahu tua itu bagai menari-nari di bibir pantai
Di atas pasir hitam
Tiba-tiba ombak besar menghantam dinding perahu
Siang itu sangat terik. Matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara. Tiang-tiang layar perahu bagai gemetaran dipermainkan angin dan ombak, hingga perahu-perahu tua itu bagai menari-nari di bibir pantai. Namun, kehidupan para nelayan terus berjalan, dalam rutinitas, mengikuti kehendak sang alam.
Di atas pasir hitam, tak jauh dari sebuah perahu yang terus menari, Kardi mengemasi bekal-bekal pelayaran, jala dan kail, juga keranjang-keranjang ikan, lalu menaikkannya ke geladak perahunya. Tiba-tiba ombak besar menghantam dinding perahu sehingga terguncang keras. Kardi yang sedang berpegang pada bibir perahu hampir terpental.
Latar suasana pada cerita di atas adalah ...
Siang itu sangat terik
Matahari membakar pantai berpasir hitam hingga terasa membara
perahu-perahu tua itu bagai menari-nari di bibir pantai
mengikuti kehendak sang alam
Di atas pasir hitam
Di atas pasir hitam, tak jauh dari sebuah perahu yang terus menari, Kardi mengemasi bekal-bekal pelayaran, jala dan kail, juga keranjang-keranjang ikan, lalu menaikkannya ke geladak perahunya. Tiba-tiba ombak besar menghantam dinding perahu sehingga terguncang keras. Kardi yang sedang berpegang pada bibir perahu hampir terpental.
Karena guncangan itu, keranjang-keranjang yang dia tenteng terlepas dan hanyut terseret ombak. Dengan cepat Kardi mengejarnya dan berhasil meraihnya. Tapi sial yang tertangkap hanya satu keranjang yang paling kecil. Dengan cepat dan sekenanya dia melemparkan keranjang itu ke perahu sehingga hampir saja mengenai kawannya yang sedang berdiri di geladak, merapikan letak tali layar perahu dan jaring-jaring ikan.
Kutipan Cerita di atas termasuk ke urutan alur ...
Pengenalan
Konflik
Klimaks
Anti Klimaks
Penyeleseian
Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas melonal ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawakan. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri. Salim kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak.
"Pelaut macam apa kau! Baru begitu saja sudah mau pingsan," ejek Salim. Kardi hanya tersenyum pahit sambil terus merebahkan tubuhnya di pinggir geladak.
Kutipan cerita di atas termasuk urutan Alur ...
Pengenalan
konflik
Klimaks
Anti klimaks
Penyelesian
Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas melonal ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawakan. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri. Salim kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak. "Pelaut macam apa kau! Baru begitu saja sudah mau pingsan," ejek Salim. Kardi hanya tersenyum pahit sambil terus merebahkan tubuhnya di pinggir geladak.
Amanat yang bisa diambil dari kutipan cerita di atas adalah ...
Harus saling tolong menolong
Harus saling mengigatkan teman
Jangan saling mengejek
Kalau menolong harus iklas
Kalau menolong jangan sambil mengejek
Aminudin sangat kecewa setelah mengetahui bahwa gadis itu bukanlah Mariamin. Agar ayahnya tidak malu dan kecewa, Aminudin menerima gadis itu sebagai isterinya. Aminudin berkirim surat kepada Mariamin bahwa ia sudah menikah dengan gadis pilihan ayahnya. Aminudin menjelaskan duduk perkaranya. Sebelum surat itu selesai dibacanya, Mariamin sudah pingsan. la lalu jatuh sakit. Ayah Aminudin merasa bersalah dan minta maaf kepada Mariamin dan ibunya. la berjanji akan tetap bersahabat dengan keluarga Sutan Baringin. Setelah satu tahun Aminudin menikah, Mariamin pun terpaksa menikah dengan seorang kerani bernama Kasibun dari Padangsidempuan. Hidupnya sangat menyedihkan karena tabiat suaminya sangat kasar. (Novel Azab dan Sengsara, Merari Siregar)
Unsur budaya yang tampak pada cuplikan novel di atas adalah …
kawin paksa
konflik keluarga
penolakan cinta
eratnya hubungan orang tua dan anak
kekuasaan suami yang lebih besar
Lalu, katanya "Kalau Nyonya melarangku datang kemari, itu hak Nyonya, Tapi, menyambutku dengan semburan begini, rasanya Nyonya telah membuat kekeliruan bertamu. Nyonya harus mempersilakan tamu Nyonya masuk, bukan memakinya.
Nilai adat istiadat yang terdapat pada kutipan cerita tersebut adalah ...
Nyonya bertindak benar
saling menghargai antarsesama
kita harus senantiasa berkorban
kita harus menghargai tamu
setiap orang berbeda kepribadiannya
Kebanyakan perempuan yang jatuh ke dalam tangan Datuk Meringgih ini semata-mata karena uangnya juga. Sebab lain daripada itu, tak ada yang dapat dipandandang padanya. Rupanya buruk, umurnya telah lanjut, pakaian dan rumah tangganya kotor, adat dan kelakuannya kasar dan bengis, bangsanya rendah dan kepandaiannya pun tak ada, selain daripada kepandaian berdagang. (Novel Siti Nurbaya, Marah Rusli)
Tradisi atau kebiasaan yang terungkap di dalam cuplikan novel di atas adalah ...
uang sebagai daya tarik pernikahan
kelakuan kasar dan bengis dari suami
kepandaian sangat utama dalam berumah tangga
penampilan penting bagi seseorang yang akan berkeluarga
ketaatan seorang istri dan tanggung jawab seorang suami
Aku juga merasa cemas. Aku cemas karena melihat Bu Mus yang resah dan karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku. Meskipun beliau begitu ramah pagi ini tapi lengan kasarnya yang melingkari leherku mengalirkan degup jantung yang cepat. Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga. Menyekolahkan anak berarti mengikatkan diri pada biaya selama belasan tahun dan hal itu bukan perkara gampang bagi keluarga kami. (Novel Laskar Pelangi, Andrea Hirata)
Nilai kehidupan yang dominan tersirat dalam penggalan novel di atas adalah ...
etika
sosial
agama
budaya
moral
Serba susah, serba salah. Ini tak kuat, ini tak sanggup. Dan sementara itu pikiran dan semangat selalu dikacaukan dan diharubirukan oleh sesal tak putus, sedih tak berkesudahan. Teringat sawah dan rumah pusaka bapak, yang telah dijual dan dihabiskan! Terkenang kebaikan istri, yang telah meninggalkan dunia karena makan hati oleh perbuatan dan kelakukan diri sendiri. Di mana tinggal kemegahan selama ini. Akan pelengah-lengah pikiran dan akan membeli nasi Mak Iyah mau tak mau. Ia pun bekarja juga menganyam topi dari pandan seperti pada malam itu. Akan tetapi, perasaannya selalu tergoda, semangatnya senantiasa terganggu!
Isi penggalan novel tersebut mengungkapkan …
kesengsaraan tokoh menghadapi masa lalu
kebingungan tokoh menghadapi sesuatu
kelesuan tokoh untuk melakukan sesuatu
nostalgia tokoh di masa lampaunya
penyesalan tokoh atas perbuatannya sendiri
Aku ingin membuktikan bahwa kata-kata Ihsan itu salah. Aku masih memiliki hati dan pikiranku. Di sini, di pesantren ini, aku masih sadar bahwa aku belajar. Aku nyantri sebab aku ingin mendalami ilmu agama. Lebih dari itu, kedatanganku ke sini jauh-jauh dari Jakarta tidak hanya untuk mendalami agama saja, melainkan juga untuk mempraktikkan ajaran-ajaran agama yang aku anut. Aku tidak ingin meninggalkan apa yang telah aku peroleh dan aku tetap memiliki keinginan yang kuat untuk meraih keilmuan yang belum aku raih di sini. Aku tetap ingin mengaji. Aku tetap ingin menghafal ayat-ayat al-Qur’an dan hadis-hadis nabi. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hidupku, sebab sudah lama aku menyia-nyiakannya.
(Novel Syahadat Cinta karya Taufiqurrahman al-Azizy, 2008)
Watak tokoh dalam kutipan novel tersebut adalah ...
mudah goyah
senang belajar di Jakarta
menyia-nyiakan hidup
hanya mendalami agama
teguh pendirian
Cermati kutipan novel berikut!
“Ingin makan apa, Las? Ayam goreng, rendang Padang, apa masakan Cina?” tanya Handarbeni setelah mobil meluncur di Jalan Cikini.
Lasi tetap membeku.
“Las, kamu ingin makan apa?”
“Anu. Terserah. Saya ikut saja.”
“Aku lebih senang kamu ada permintaan.”
“Saya tak punya permintaan apa-apa, kok.”
“Atau ayam kalasan di Arya Duta?”
“Terserah saja.”
“Ah, aku lupa. Setengah darahmu adalah Jepang. Sudah pernah menikmati sukiyaki atau tempura?”
“Apa itu?”
“Hidangan dari negeri ayahmu, Jepang.”
Latar yang tergambar dalam kutipan novel tersebut adalah ...
sebuah rumah makan
dalam mobil
rumah makan Jepang
rumah makan Arya Duta
Jalan Cikini
Cermati kutipan novel berikut!
Seorang gadis gemuk yang duduk paling belakang menggerakkan kepalanya. Namanya Sally. Semua temannya memutar kepala untuk melihatnya. Dia menunduk karena didengarnya bisik-bisik, ”Oh, si raksasa itu.” Wajah Sally terasa merah dan panas. Ia ingin menangis. Semua kawannya menjuluki dia si gemuk, si raksasa, bola, ah .... Ia baru mengangkat wajahnya ketika anak-anak sudah tidak memandangnya lagi, kini mereka memandangnya dengan takut.
Sally memandang Nona Lily yang ramping manis itu. Ia ingin menjadi Nona Lily. Selalu jadi pusat perhatian anak-anak. Kalau dia itu Nona Lily, tak seorang pun anak yang akan mengejeknya.
”Rupanya kalian sudah tahu siapa dia. Sally Harifa. Seorang anak yang akan selalu saya ingat. Lihat dia, patuh, cerdas, pendiam.... Tidak seperti kalian. Ribut, ribut, pikiran ke mana-mana.”
Sampai jam pelajaran selesai, Nona Lily terus memuji Sally. Ia ingin mencambuk anak-anak lain agar terdorong untuk serius dan pandai seperti Sally. Anak-anak diam, mereka serba salah. Iri, sebenarnya mereka pun mengagumi kecerdasan Sally. (Jendela Kecil, Souzan Kresida).
Amanat kutipan novel tersebut adalah ...
Hargailah semua teman sekelas, karena mereka bisa diajak bekerja sama.
Hormatilah guru yang telah memberi bekal ilmu kepada para siswa.
Pujilah semua orang yang telah berprestasi dengan baik.
Berbahagialah orang-orang yang telah diberi kelebihan daripada yang lain.
Hargailah setiap orang karena kepandaiaannya, bukan karena keadaan fisiknya.
Bacalah teks novel berikut!
(1) Teman teman fajar bersorak gembira, (2) Daffa terkulai lemas karena layang-layang putus. (3) Senja pun tiba. (4) Ketika terdengar suara azan, anak-anak mulai membubarkan diri untuk pergi ke masjid. (5) Berita kemenangan Fajar atas daffa makin menambah keyakinan anak-anak desa itu bahwa layang-layang milik fajarmemang sakti. (6) Fajar menjadi makin tinggi hati.
Bukti nilai agama terdapat pada kalimat bertanda nomor …
1
2
3
4
5
Bacalah kutipan novel berikut
Namun takdir berkata lain, di malam sebelum pertunangan mereka, Bali terserang Bom (Bom Jimbaran) dan keluarga Rosie menjadi korban. Nathan meninggal, Rosie yang tak mampu menahan kehilangan depresi.
Suasana yang terdapat dalam novel tersebut adalah ...
Gundah
Sedih
Tegang
Hening
Khusyuk
Cermati kutipan novel berikut!
Rumah idaman di kampung melayu yang tidak dapat dinamakan besat, sudah disambung dengan pelampang ke muka, lalu dihiasi dengan daun-daun beringin dan bunga-bunga teratai. Bunga kertas yang merumbai-umbai pun tidak pula ketinggalan, sebagai lazim diperbuat di kampung, tiap-tiap ada perhelatan.
Unsur Intrinsik yang dominan pada penggalan novel di atas adalah ...
Latar
Sudut Pandang
Perwatakan
Tema
Alur cerita
Cermatilah teks berikut dengan saksama!
Sejak pagi hari rumah tua itu mulai ramai. Suara tangis bayi mulai terdengar sayup-sayup. Makin lama suara tangis bayi itu makin keras. Terlihat wanita tua yang sedang mengelus-elus punggung bayi yang ada dipangkuannya. Sementara itu di halaman rumah sudah banyak bayi-bayi yang menunggu sentuhan tangan wanita tua itu.
Latar tempat yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah ...
Tempat berobat
Tempat potong rambut
Tempat pijat bayi
Tempat menunggu pasien
Tempat perawatan kecantikan
Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.
“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah …
Orang pertama pelaku utama
Orang ketiga serbatahu
Orang ketiga pelaku utama
Orang ketiga pelaku sampingan
Orang pertama pelaku dan ketiga
