WorksheetsPENILAIAN HARIAN 3 MATERI KRITIK DAN ESAI
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Aku memberi selamat kepada kedua pengantin. Mereka tersenyum kelihatan agak sungkan.
“Monggo, Den Yanto, silahkan duduk.”
Den Yanto! Ia memanggilku den, tidak lagi nak.
Aku tertarik pada seorang bocah patah di seblah Sumarni.
Entah mengapa aku ingin menegurnya. Apakah karena matanya mirip dengan Sri?
“Sopo jenengmu, cah ayu?” tanyaku sambil men-jawil pipinya.
“Yanti …,” jawabnya dengan cukup kenes.
(Perkawinan, I Yudhi Sunarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan adalah…
Cerpen “Perkawinan” memiliki cerita yang menarik walaupun bahasanya sangat sederhana, tetapi tetap segar dan komunikatif.
Pembaca cerpen “Perkawinan” dihadapkan pada etika berbahasa yang berlaku di Jawa, terutama penggunaan kata sapaan “Den”.
Penggunaan bahasa Jawa dalam cerpen “Perkawinan” agak mengganggu karena tidak semua pembaca memahami makna pilihan katanya.
Cerpen “Perkawinan” mengisahkan cerita yang kurang menarik karena alur cerita agak berbelit-belit dan susah dipahami.
I. Yudhi Sunarto telah sukses merangkai peristiwa menjadi alur yang menarik dalam cerpen “Perkawinan”.
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemersik adalah aku, yang menghantarkan panas dan dingin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan layang-layangku kepadamu, kepada kalian.
(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi kutipan tersebut adalah ...
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.
Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerita.
Pasca maraknya sajak – sajak sosial , sejak awal tahun 2000 hingga kini , perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing – masing penyair dalam mencipta . Gaya dan tema sajak – sajak Indonesia mutakhir , seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar , majalah , jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam . Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia Akhir – akhir ini muncul sajak – sajak naratif yang panjang, seperti banyak dimuat di harian umum . Tetapi sajak – sajak pendek juga tetap muncul di rubik – rubik sastra . selain itu , masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif , seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku – buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990 – an .
Kesimpulan teks esai di atas adalah ...
Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir .
Antologi puisi semakin marak di Indonesia.
Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia.
Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini.
Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren.
Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....
Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....
Kebebasan bukan berarti sesuka hatinya.
Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.
Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi.
Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.
Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.
Suatu tulisan yang berisi penilaian suatu karya, disebut ....
resensi
esai
editorial
artikel
kritik
Cara menutup cerita membuat pembaca mengulang kembali agar dapat mengerti dan menikmati cerita yang disampaikan. Pembaca bertanya-tanya tentang akhir cerita selanjutnya. Banyaknya bahasa Melayu yang digunakan membuat pembaca tidak mengerti. Pemakaian ungkapan dan kiasan dalam kalimat membuat cerita agak terasa berat. Untuk dapat memahami cerita ini pembaca terpaksa berpikir lebih mendalam
Kalimat yang menyatakan kekurangan novel dalam petikan tersebut adalah ....
Cerita ini perlu berkali-kali dibsca untuk dapat memahaminya
Cerita kurang dapat dipahami karena jalan cerita tidak jelas
Perlu pemikiran dan konsentrasi untuk memahami cerita
Ungkapan yang sering digunakan menjenuhkan pembaca
Terdapatnya bahasa Melayu yang kurang dipahami pada masa kini
Berikut ini yang tidak termasuk prinsip yang perlu diperhatikan oleh kritikus adalah ....
merupakan seorang penyair
mempunyai data penunjang
menggunakan kajian teori
membaca karya secara serius
mengungkapkan kelemahan
Begitulah maka aku pun pernah jadi buah harap mereka. Buah cakap yang manis didengar dari gadis dan ibu-ibu di kampung. Tiap kali kalau kebetulan aku lewat di muka rumah mereka, dari celah celah kerai menjeling beberapa mata jelita. Dan tak jarang aku dapat gangguan ibu-ibu yang suka menyindir. Tapi, aku yang masih terlalu muda, tak mungkin sanggup memikirkan hal-hal yang sulit itu. Lagi pula ayahku (pentolan Serikat Islamnya Tjokroaminoto yang tergolong progresif) tak suka pada fiil macam itu.
Sumber : Djamil Suherman,
“Jadi Santri”
Kalimat kritik yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah…
Cerpen sulit dipahami karena bahasanya berbelit-belit dan mementingkan keindahan.
Cerpen itu kurang menarik karena menggunakan “akuan” yang jarang ditemukan dalam cerita lain.
Latar yang tidak jelas membuat cerpen tersebut tidak menarik si pembaca dan tidak bermakna.
Penyajian konflik dalam cerita dilakukan secara tersirat, yaitu melalui pikiran-pikiran tokoh.
Cerpen tersebut sulit dipahami karena memakai kata banyak kata asing lainnya.
Penyair meletup-letup, jujur dalam mengungkapkan realita kehidupan. Akan tetapi, kejujuran itu pantulan untuk orang lain semata. Seperti dalam puisi MAJOI karya Taufik Ismail. Jujur saja apakah pengarang sudah mengumpulkan fakta? Bagaimana kalau kata ganti "aku" dalam puisi digunakan "kita" agar lebih faktual.
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi penjelasan tersebut adalah ...
Dalam puisi MAJOI, Taufik Ismail sebaiknya menggunakan kata ganti "kita".
Tidaklah mudah menciptakan karya sastra bernilai dan bermutu.
Seorang penyair memang harus berani mengungkapkan fakta kehidupan.
Ungkapan sindiran dalam sebuah karya puisi dirasakan paling tepat.
Puisi MAJOI salah satu puisi pemberani untuk mengungkapkan fakta.
Perlu sekali kita mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpotensi bahwa karya sastranya akan dinikmati oleh seluruh umat manusia, karena dia sadar dia bukan seorang superman yang dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.
Kesimpulan teks esai di atas adalah ....
Sastrawan dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah
Sastrawan akan kecewa jika tidak berhasil memenangkan hadiah
Sastra kontekstual tercipta untuk semua kelompok konsumen
Karya sastra kontekstual akan dinikmati oleh seluruh umat manusia
Sastra kontekstual tercipta untuk kelompok konsumen tertentu yang tidak akan dinikmati oleh seluruh umat manusia.
Banyak buku lain yang memuat tulisan para anggota Forum Lingkar Pena (FLP), baik di pusat maupun di daerah-daerah. Buku ini bahasanya halus dan lancar. Pengarang berdakwah lewat cerita. Kekuatan visinya jelas. Yusakh Ananda, seorang yang sudah renta, tetapi masih setia menulis sambil berjualan di kantin sekolah, akan menerima seluruh royalti buku yang diterima para penulis sebagai sebuah dedikasi untuknya.
Keunggulan buku dijelaskan dalam kalimat …
Yusakh Ananda merupakan penulis renta yang tetap berkarya sambil berjualan di kantin sekolah.
Bahasa yang digunakan halus dan lancar, kekuatan visi cerita disampaikan melalui dakwah.
Para penulis yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena telah membuat banyak buku di pusat dan daerah.
Seluruh royalti yang diterima penulis anggota FLP akan disumbangkan kepada Yusakh Annada.
Para penulis anggota FLP sangat peduli terhadap pemakaian bahasa yang halus dalam karya mereka.
Beberapa tahun belakangan ini kesenjangan di Indonesia cenderung naik. Kesenjangan tersebut terlihat dengan adanya berbagai perubahan di negeri ini. Pertama, adanya peningkatan kesenjangan pemilikan lahan dalam sektor pertanian. Kedua, adanya kesenjangan akses untuk bergabung dalam aktivitas ekonomi sebagai sumber pendapatan. Misalnya saja di sektor pertanian, banyak petani kecil yang merasa kesulitan untuk mendapatkan kredit. Ketiga, adanya kesenjangan untuk mendapatkan akses pelayanan dasar bagi masyarakat, contohnya seperti mendapatkan pendidikan dan kesehatan.
Hal yang diungkapkan dalam esai di atas adalah …
Petani semakin sulit hidupnya sehingga lahan pertaniannya semakin menipis.
Kesenjangan yang terjadi antara petani dengan pemerintah Indonesia.
Petani kecil selalu mendapatkan kesulitan untuk memperoleh kredit dari pemerintah.
Pendidikan dan kesehatan semakin tidak dijangkau oleh petani.
Kesenjangan merupakan salah satu pokok persoalan ekonomi kita akhir-akhir ini.
Antibiotik merupakan substansi yang dihasilkan organisme hidup yang dalam konsentrasi rendah dapat membunuh organisme lainnya. Dengan kata lain, antibiotik adalah obat yang berfungsi untuk menanggulangi infeksi bakteri. Antibiotik memiliki peran yang sangat penting untuk melindungi tubuh dari penyakit karena infeksi bakteri dapat menyerang di bagian tubuh mana pun. Jika infeksi bakteri sampai menyerang otak, maka akan menjadi penyakit meningitis, sedangkan jika terkena paru-paru, maka akan menjadi penyakit bronkitis.
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah …
Infeksi bakteri yang menyerang bagian tubuh tertentu.
Antibiotik dihasilkan organisme hidup untuk menanggulangi infeksi bakteri.
Kegunaan antibiotik bagi tubuh manusia.
Infeksi yang menyerang otak manusia.
Infeksi yang mengenai paru-paru manusia.
Para penyair jujur dalam mengungkapkan realita kehidupan. Namun, kejujuran tersebut hanyalah pantulan untuk orang lain semata. Seperti dalam puisi MAJOI karya Taufik Ismail. Jujur saja apakah pengarang telah mengumpulkan fakta? Bagaimana jika kata “aku” dalam puisi tersebut digunakan kata “kita” agar terdegar lebih faktual.
Kalimat kritik yang sesuai dengan isi penjelasan di atas adalah …
Dalam puisi MAJOI, Taufik Ismail sebaiknya menggunakan kata ganti “kita”.
Ungkapan sindiran dalam sebuah karya puisi dirasakan paling tepat.
Puisi MAJOI salah satu puisi pemberani untuk mengungkapkan fakta.
Menjadi seorang penyair berarti harus berani mengungkapkan fakta kehidupan.
Menciptakan karya sastra yang bernilai dan bermutu tidaklah mudah.
Kalimat pembuka cerpen “Dadu” diikuti oleh kalimat-kalimat lain yang bernasib sama. Puitis, imajinatif, dan berlarut-larut dalam majas. Akibatnya, cerpen agak panjang karya Nirwan Dewanto ini terbata-bata dalam membentuk cerita. Padahal, di situ ada cerita. Sebuah interpretasi ulang dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Pasalnya, uraian Nirwan gagal menampilkan kejernihan peristiwa. Ada kabut tebal pada tiap kalimat Nirwan. Kabut yang menutupi peristiwa.
Kalimat kritik yang sesuai dengan penjelasan tersebut adalah …
Kalimat pembuka cerpen “Dadu” diikuti kalimat-kalimat puitis, imajinatif, dan berlarut-larut dengan majas yang berakibat cerpen agak panjang dan terbata-bata dalam membentuk cerita.
Cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto mengandung kabut tebal berupa majas, tetapi peristiwa yang disajikan menjadi jelas sehingga menjadikan suatu karya yang menarik.
Kalimat yang berlarut-larut dengan majas dalam cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto membuat cerita menjadi indah.
Kalimat-kalimat yang ditampilkan dalam cerpen “Dadu” karya Nirwan Dewanto ini berbelit-belit sehingga tidak menarik.
Cerpen “Dadu” sedikit kurang menarik karena banyak menggunakan kalimat yang puitis, imajinatif, dan bermajas sehingga sulit dipahami.
Berikut ini merupakan perbedaan kritik sastra da esai adalah ....
kritik sastra: objek kajian berupa karya
esai: objek kajian berupa fenomena/ kejadian
kritik sastra: objek kajian berupa fenomena/ kejadian
esai: objek kajian berupa karya
kritik sastra: ditulis dengan penilaian subsejktif
esai: ditulis dengan objektif berdasarkan data pendukung
kritik sastra: ditulis oleh penyair
esai: ditulis oleh peneliti
kritik sastra: ditulis dengan bahasa baku
esai: ditulis dengan menerapkan majas
Siapa yang tidak ingin bekerja? Orang tua membiayai anaknya sekolah sampai tingkat tinggi, bahkan kalau mampu hingga profesor doctor. Tujuannya agar dapat bekerja dan mencari nafkah. Akan tetapi, jika si anak sekolahnya gagal, pasti marah dan kecewa. Bukankah orang tua rela membiayai pendidikan agar anaknya hidup bahagia?
Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah …
Setiap orang tua pasti ingin anaknya bersekolah dan bertitel.
Salah satu upaya untuk mencapai kebahagiaan dengan bersekolah dan bekerja.
Orang tua rela membiayai pendidikan anaknya semahal apapun.
Orang tua pasti marah dan kecewa jika anaknya tidak masuk sekolah.
Para orang tua menyekolahkan anak mereka agar mudah mendapat pekerjaan.
Pada periode awal kepenyairannya, Taufiq Ismail cenderung menekankan citraan visual dalam menggabarkan pengalaman estetik yang dibentuk oleh pengamatannya yang tajam terhadap momen-momen penting peristiwa sejarah. Ia mendayagunakan kekuatan bahasa figurative (majas), puisi yang efektif untuk membangun imajinatif pembaca. Sejak tahun 1970-an hingga periode mutakhir kepenyairannya, sajak-sajak Taufiq cenderung “prosaik naratif”. Ia menggunakan bahasa diskursif yang diselingi dengan permainan kata yang indah dan memikat…
Kalimat simpulan esai sastra yang tepat adalah…
Dengan demikian, jelaslah bahwa bahasa yang digunakan Taufiq Ismail sangat membantu pembaca memahami puisinya sehingga karyanya tergolong komunikatif.
Jelaslah, bahwa Taufiq Ismail sangat memperhatikan pemakaian bahasa dalam setiap karyanya.
Jadi, secara garis besar perkembangan kepenyairan Taufiq Ismail dapat dibagi kedalam tiga periode.
Jadi, Taufiq menggunakan metode penciptaan puisi yang sama pada dua periode kepenyairannya.
Jelaslah, bahwa pada awal kepenyairannya Taufiq terlibat langsung dengan peristiwa sejarah dan pada periode berikutnya ia terlibat melalui perasaan dan pikirannya.
Tiada berapa lama antaranya datanglah dokter yang dipanggil Yusuf. Maria diperiksanya sangat teliti dan akhirnya ia tiada sangsi lagi bahwa Maria mendapat penyakit batuk darah. Sakit malaria yang sangat melemahkan badannya rupanya memberi kesempatan kepada penyakit TBC yang sudah lama dikandungnya dalam badannya untuk memecah keluar. Kepada Yusuf diberi dokter itu nasihat selekas-lekasnya membawa Maria kerumah sakit, supaya di sana dapat diperiksa dan diobati selanjutnya.
Layar Terkembang, Sutan Takdir Alisyahbana.
Kalimat kririk yang sesuai dengan kalimat tersebut adalah…
Penyajian kondisi tokoh kurang logis, (Maria) mengidap penyakit TBC yang aru diketahui dalam keadaan parah.
Penyakit malaria pada masa itu, 1920-an, memang merupakan penyakit yang berbahaya karena dapat mengakibatkan kematian.
Alangkah mulianya dokter yang dipanggil Yusuf mau dating kerumah dan memeriksa Maria dengan teliti.
Penyakit malaria memang selalu mengakibatkan timbulnya penyakit lain karna melemahnya daya tahan tubuh.
Penyakit TBC memang harus diwaspadai terutama pada orang-orang yang pernah terkena malaria tropi.
…
Akulah Jibril, yang angin adalah aku, yang embun adalah aku, yang asap adalah aku, yang gemerisik adalah aku, yang menghantarkan panas dan angin. Aku mengirimkan kesejukan, pikiiran segar yang mengajak giat belajar. Aku adalah yang menyodorkan keheranan dan sekaligus jawaban. Aku di kebuun rimbun, aku di padang pasir, aku di laut, aku di gunung, aku di udara, kukirimkan laying-layangku kepadamu, kepada kalian.
…
(Mereka Toh Tidak Mungkin Menjaring Malaikat: Danarto)
Danarto dikenal sebagai penulis cerpen yang religius, tercermin dalam tokoh cerpen yang telah ditulisnya.
Menuntut pembaca harus lebih cermat untuk memahami isi cerita karena banyak menggunakan kata-kata lambang.
Penggunaan kalimat yang sederhana memudahkan pembaca untuk memahami isi cerpen.
Cerpen Danarto pada umumnya beraliran religius sesuai dengan latar belakang pendidikan beliau.
Penggunaan kalimat-kalimat yang unik membuat cerpen ini diminati pembacanya.
