NEW
Font size
WorksheetsRoot Cause Analysis and Decision Making 2023
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Analisis persona pelanggan adalah analisis yang digunakan untuk memahami keluhan pelanggan secara mendalam dengan mengenali detail informasi secara konkret dan nyata.
Benar
Salah
Persona Canvas dapat digunakan untuk memberikan suatu segmen pelanggan sebuah ‘wajah’ dan nama, sehingga memudahkan kita untuk melangkah ke posisi pelanggan.
Benar
Salah
Kita dapat menggunakan tiga tools untuk menatapkan sumber masalahnya, yaitu Fishbone Diagram, Root Cause Problem Analysis (RCPS) dan Mind Mapping.
Benar
Salah
Cara berpikir yang sistematis akan membantu untuk dapat mencari akar permasalahan yang terdalam.
Benar
Salah
Diagram tulang ikan atau fishbone adalah salah satu metode atau tool di dalam meningkatkan kualitas. Sering juga diagram ini disebut dengan diagram Sebab–Akibat atau cause effect diagram. Penemunya adalah seorang ilmuwan jepang pada tahun 90-an. Bernama Dr. Kaoru Ishikawa
Benar
Salah
RCPS (Root Cause Problem Solving) adalah sebuah tools problem solving untuk membantu memahami akar permasalahan dengan tujuan menghilangkan akar penyebab tersebut dan mencegah masalah muncul kembali.
Benar
Salah
Mulailah mengumpulkan data mengenai efek-efek samping yang mungkin terjadi (berkaitan dengan solusi yang akan diambil). Anda harus yakin bahwa semua anggota tim yang terlibat dalam proyek ini memahami solusi yang diambil. Jangan mengevaluasi solusi pada saat brainstorming.
Benar
Salah
Ide-ide yang terkumpul sebisa mungkin dilihat dari berbagai kemungkinan solusi. Hindari untuk mengungkapkan hal-hal yang dirasa aneh, konyol dan tidak masuk akal.
Benar
Salah
Ide-ide alternatif solusi dapat dikelompokkan pada penerapan ERRC Grid. Kepanjangan ERRC adalah Empower, Requirment, Resource, Compose.
Benar
Salah
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.
Benar
Salah
Penilaian Mandiri pada Matriks Dampak Usaha dilakukan dengan melalui konsultan ahli dan berdasarkan kearifan lokal.
Benar
Salah
Penilaian Konsensus pada Matriks Dampak Usaha dilakukan melalui Focus Group Discussion yang dilakukan dengan rekan kerja, maupun melalui Workshop yang melibatkan tenaga ahli, pihak berwenang maupun atasan.
Benar
Salah
Alijoyo (2006) memberikan definisi risiko berdasarkan dua sudut pandang:
Sudut pandang Input dan Sudut pandang Kebijakan
Benar
Salah
Tujuan dari analisis risiko adalah untuk menentukan risiko minor yang dapat diterima (acceptable) dan risiko mayor yang tidak dapat diterima (unacceptable) sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Benar
Salah
Inisiatif perbaikan yang sudah dipilih dapat dituliskan dalam bentuk Framework Pengembangan Solusi (FPS) sebagai draft usulan sebelum dituliskan dalam bentuk usulan program/kajian.
Benar
Salah
Terdapat beberapa jenis pelanggan, yaitu:
Pelanggan Internal
Pelanggan Eksternal
Pelanggan Perantara
Semuanya Benar
Tujuan melakukan analisis persona pelanggan adalah untuk:
Merubah karakteristik pelanggan berdasarkan kondisi realitas yang konkret dan nyata
Memahami pola perilaku pelanggan secara detail
Membuat dan membagi gambaran spiritual mengenai pelanggan bersama anggota tim
Semuanya Benar
Perumusan masalah dalam Persona Canvas memperhatikan hal-hal berikut ini:
Bedakan fakta dengan opini.
Rumuskan masalah secara implisit, singkat dan umum.
Menyatakan masalah seperti sebuah solusi yang tersembunyi.
Semuanya Benar
Setelah melakukan analisis persona pelanggan dengan menggunakan Persona Canvas, perlu dilakukan upaya tindak lanjut berupa:
Mencari kesalahan-kesalahan terhadap asumsi hasil analisis persona pelanggan jika dirasa perlu.
Evaluasi ketepatan kita dalam berinteraksi dengan pelanggan. Lakukan penyesuaian jika dirasa masih kurang pas.
Evaluasi efektivitas keluhan pelanggan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sudahkah kita memahami pelanggan secara mendetail?
Semuanya Benar
Karakteristik “Causal Tree” yang baik:
Dimulai dengan masalah umum yang dapat dikualifikasi dalam hal waktu, frekuensi, jumlah produksi atau uang.
Menembus hingga akar permasalahan dengan satu kali menanyakan “mengapa” masalah tersebut ada (misal tiap cabang/ranting menjawab penyebab isu di level sebelumnya)
Mutually, Exclusive, Collectively, Exhaustive (MECE). Yang memiliki arti: Berkaitan, Spesifik, Terkelompokkan, Lengkap
Semuanya Benar
Tahapan penetapan penyebab masalah adalah sebagai berikut:
Cukupkah data masalah?; Apa penyebab masalahnya?; Apa akar Penyebabnya?
Cukupkah data masalah? ; Apa akar Penyebabnya?; Apa penyebab masalahnya?
Apa akar Penyebabnya?; Apa penyebab masalahnya?; Cukupkah data masalah?
Apa akar Penyebabnya?; Cukupkah data masalah?; Apa penyebab masalahnya?
Mengembangkan daftar ide-ide untuk mencapai solusi dengan cara:
Bertanya dan Mendorong lahirnya ide-ide yang kreatif.
Menggunakan pengalaman masa lalu.
Melibatkan orang lain untuk memberikan sebuah perspektif baru (teknisi, customers, atau suppliers).
Semuanya Benar
Pengambilan keputusan dapat menggunakan matriks berikut ini:
Matriks Dampak Usaha
Decision Grid
Keduanya Benar
Keduanya Salah
Dalam Mencari gagasan dan ide dengan Brainstorming pada tahap penulisan ide/gagasan dalam sebuah post it dengan cara :
Tuliskan sebebas dan sekreatif mungkin
Biarkan ditulis dulu
Ide gila atau di luar kebiasaan ditulis dulu
Semuanya Benar
Penggunaan Matriks Dampak Usaha menggambarkan Dampak Besar dan Usaha Sulit, merupakan pilihan jangka panjang, namun lebih kompleks untuk dijalankan merupakan :
Prioritas Utama
Prioritas Kedua
Bukan Prioritas
Hindari
Penggunaan Matriks Dampak Usaha menggambarkan Dampak Besar dan Usaha Mudah, merupakan pilihan terbaik ketika mengacu pada usaha yang dikeluarkan dan dampak yang dihasilkan merupakan :
Prioritas Utama
Prioritas Kedua
Bukan Prioritas
Hindari
Penggunaan Matriks Dampak Usaha menggambarkan Dampak Kecil dan Usaha Sulit, merupakan pilihan yang perlu dihindari karena hanya akan menghabiskan waktu dan sumber daya yang besar dengan dampak yang kecil merupakan :
Prioritas Utama
Prioritas Kedua
Bukan Prioritas
Hindari
Penggunaan Matriks Dampak Usaha menggambarkan Dampak Kecil dan Usaha Mudah, merupakan pilihan yang tidak membutuhkan usaha yang besar namun dampak yang dihasilkan juga tidak seberapa merupakan :
Prioritas Utama
Prioritas Kedua
Bukan Prioritas
Hindari
Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan Matriks Dampak Usaha adalah:
Mengkaji kembali seluruh hasil penilaian tingkat kemudahan usaha dan dampak.
Memasukkan hasil penilaian ke dalam matriks.
Memberikan keputusan berdasarkan kriteria prioritas
Semuanya Benar
Dalam mengambil keputusan, perlu adanya pertimbangan dengan mengacu kepada beberapa faktor:
EFFECTIVE & EFFICIENT
FEASIBLE & SIMPLE
TIMING
Semuanya Benar
Mulailah mengumpulkan data mengenai efek-efek samping yang mungkin terjadi (berkaitan dengan solusi yang akan diambil). Anda harus yakin bahwa semua anggota tim yang terlibat dalam proyek ini memahami solusi yang diambil.
Benar
Salah
Jangan mengevaluasi solusi pada saat brainstorming. Biarkan ide mengalir secara alami.
Benar
Salah
Seaneh apa pun ide tersebut jangan disampaikan karena ada batasan ide yang dapat disampaikan.
Benar
Salah
Teknik Brainstorming adalah pengembangan teknik mencari satu solusi dengan mengumpulkan gagasan dan ide baru kemudian mencari pola gagasan yang dapat dikembangkan menjadi alternatif solusi.
Benar
Salah
Ide-ide alternatif solusi dapat dikelompokkan pada penerapan ERRC Grid. Konsep dilakukan dengan menghilang-kan sliding door pada lemari buku. Ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk mempercepat proses kerja yang dilakukan oleh pengguna lemari.
Reduce
Rise
Create
Eliminate
Ide-ide alternatif solusi dapat dikelompokkan pada penerapan ERRC Grid. Jika sebelumnya sebuah tempat parkir menggunakan dua bata untuk menghentikan mobil, dengan konsep Reduce dikurangi satu bata di setiap area mobil. Dan ternyata sudah cukup untuk menghentikan mobil.
Reduce
Rise
Create
Eliminate
Ide-ide alternatif solusi dapat dikelompokkan pada penerapan ERRC Grid. Untuk memastikan apakah mesin AC bekerja atau tidak, dapat menambahkan pita pada AC tersebut, sehingga kita bisa mengetahui apakah AC bekerja atau tidak.
Reduce
Rise
Create
Eliminate
Ide-ide alternatif solusi dapat dikelompokkan pada penerapan ERRC Grid. Untuk memberikan fasilitas para pesepeda di zebra cross, dibuatkan jalur penyebrangan sepeda di samping zebra cross sehingga tidak mengganggu pejalan kaki.
Reduce
Rise
Create
Eliminate
Langkah-langkah Matriks Dampak Usaha adalah sebagai berikut :
1. Lakukan Skoring Penilaian Mandiri dengan melihat: Dampak yang dimunculkan. ; Tingkat kemudahan usaha.
2. Review gagasan yang akan dipilih.
3. lakukan Skoring Penilaian Konsensus untuk memastikan objektivitas.
4. Lakukan pengambilan keputusan sesuai dengan matriks dampak-usaha. Selalu pilih prioritas utama.
Urutan Langkah yang benar adalah :
1 – 2 – 3 – 4
2 – 1 – 3 – 4
3 – 4 – 1 – 2
3 – 4 – 2 – 1
Penilaian Konsensus pada Matriks Dampak Usaha dilakukan melalui Focus Group Discussion yang dilakukan dengan rekan kerja, maupun melalui Workshop yang melibatkan tenaga ahli, pihak berwenang maupun atasan.
Benar
Salah
Langkah-langkah yang dilakukan untuk melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan Matriks Dampak Usaha adalah:
1. Memasukkan hasil penilaian ke dalam matriks.
2. Mengkaji kembali seluruh hasil penilaian tingkat kemudahan usaha dan dampak.
3. Memberikan keputusan berdasarkan kriteria prioritas
Urutan Langkah yang benar adalah :
1 – 2 – 3
2 – 1 – 3
3 – 2 – 1
2 – 3 – 1
Tujuan dari analisis risiko adalah untuk menentukan risiko minor yang dapat diterima (acceptable) dan risiko mayor yang tidak dapat diterima (unacceptable) sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Benar
Salah
Ketika solusi diimplementasikan maka akan ada kemungkinan terjadinya kecelakaan atau kerugian yang diakibatkan terkait dengan dimensi ruang lingkup kerja seperti ketersediaan informasi, material, SDM, kegagalan alat, SOP area implementasi teknologi. Semua hal tersebut harus diidentifikasi, diukur tingkat risikonya dan dilakukan analisis untuk pengendalian risiko tersebut agar tidak terjadi atau menurunkan level risikonya.
Benar
Salah
Sebuah risiko dapat dianalisis berdasarkan:
Probabilitas kejadian (kemungkinan) terhadap kejadian/faktor risiko
Dampak (konsekuensi) yang mungkin terjadi ketika solusi dilakukan.
Keduanya Benar
Keduanya Salah
Risiko merupakan fungsi dari probabilitas kejadian dan dampak (impact) yang tidak dapat terjadi.
Benar
Salah
Analisis risiko dilakukan dengan mempertimbangkan konsekuensi (consequence) atau dampak dan kemungkinan (likelihood) atau probabilitas suatu risiko dapat terjadi dan juga harus mempertimbangkan pengendalian yang ada (existing controls).
Benar
Salah
Semakin besar kemungkinan dan dampaknya, maka faktor risiko tersebut akan diutamakan untuk diambil sebagai solusi. Di sisi lain penggunaan matriks risiko akan tidak dapat menghindari kondisi bencana di masa mendatang.
Benar
Salah
Mitigasi Risiko :Perencanaan mitigasi risiko adalah proses pengembangan opsi dan tindakan untuk meningkatkan peluang dan mengurangi ancaman terhadap tujuan proyek. Implementasi mitigasi risiko adalah proses pelaksanaan tindakan mitigasi risiko.
Jokowinarno, 2009
Alijoyo (2006)
COSO Integrated Framework 2004
ISO 31000: 2009
Berdasarkan dari kontrol yang akan dilakukan, kita perlu menyusun mitigasi risiko untuk memastikan kontrol dapat dijalankan. Dengan kata lain, tindakan mitigasi dilakukan untuk bisa menjalankan aktivitas kontrol dan mengantisipasi kegagalan kontrol yang kita lakukan.
Benar
Salah
RASCI Chart adalah diagram yang dipergunakan untuk menggambarkan peran, untuk menyelesaikan aktivitas atau hasil dari sebuah proses bisnis.
Benar
Salah
