NEW
Font size
WorksheetsULANGAN HARIAN
Total questions: 21
Worksheet time: 19mins
Tingkatan seorang hamba dalam menghadapi ujian dari Allah subhanahu wa ta’ala yang tidak disukainya terbagi atas dua, yaitu rida dan sabar. Rida adalah keutamaan yang dianjurkan, sedangkan sabar adalah kewajiban dan keharusan atas seorang mukmin. Keutaman sifat rida dalam menyikapi ujian dari Allah diantaranya ialah ….
Orang yang rida terkadang dapat memperhatikan hikmah dari sebuah ujian dan segi positifnya bagi dirinya, serta tidak berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Orang yang rida terkadang merasakan kemarahan dari sebuah ujian yang ia alami serta berburuk sangka kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Orang yang rida sering merasa bahwa dirinya adalah orang yang paling menderita dan selalu menyalahkan Allah atas semua yang ia alami.
Orang yang rida selalu bersyukur saat Allah memberikan kelimpahan rizki dan merasa dihinakan oleh Allah Ketika diberi musibah.
Orang yang rida akan selalu merasa bahwa Allah selalu mengawasi dirinya sehingga ia akan hati-hati dalam setiap perbuatan.
Perbuatan Syirik adalah sesuatu yang sangat dilarang oleh Allah swt. Jika syirik tetap dilakukan, padahal sebelumnya sudah melakukan banyak kebaikan, maka kerugian akan dirasakan sendiri oleh manusia. Kerugian itu yang dimaksud adalah …………….
Amal kebaikannya akan menjadi tabungan di akherat kelak
Amal kebaikannya akan menjadi milik saudaranya
Amal kebaikannya akan berlipat ganda
Amal kebaikannya akan bertambah-tambah
Amal kebaikannya akan sia-sia
Iman kepada Qada dan Qadar artinya percaya dan yakin dengan sepenuh hati bahwa Allah subhanahu wa ta’ala telah menentukan segala sesuatu bagi makhluk-Nya. Iman kepada Qada dan Qadar meliputi empat prinsip, diantaranya kecuali ….
Iman kepada ilmu Allah subhanahu wa ta’ala yang Qadim (tidak berpermulaan), dan Dia mengetahui perbuatan manusia sebelum mereka melakukannya.
Iman bahwa semua Qadar Allah subhanahu wa ta’ala telah tertulis di Lauh Mahfuzh.
Iman kepada adanya kehendak Allah subhanahu wa ta’ala yang berlaku dan kekuasaan- Nya yang bersifat menyeluruh.
Iman bahwa Allah subhanahu wa ta’ala adalah Zat yang mewujudkan makhluk. Allah subhanahu wa ta’ala adalah Sang Pencipta dan yang lain adalah makhluk.
Iman bahwa semua Qadar Allah subhanahu wa ta’ala bergantung pada apa yang diusahakan oleh manusia.
Dalam hidup ini kita tidak perlu memikirkan hal yang tidak kita ketahui seperti, Ilmu Allah, Kehendak Allah, dan Lauhul Mahfudz. Allah akan mewujudkan segala sesuatu di dunia ini sesuai dengan kehendaknya. Kita hanya perlu memikirkan hal yang bisa kita lakukan dan berusaha sungguh-sungguh dalam melakukan sesuatu. Islam telah memberikan rumus keberhasilan dalam sebuah usaha. Dibawah ini rumus keberhasilan dalam sebuah usaha sesuai dengan cara Islam ialah ….
Pertama dengan berserah diri, kemudian berusaha sungguh-sungguh, setelah itu dengan berdo’a kepada Allah.
Pertama dengan berdo’a, kemudian berusaha sungguh-sungguh, setelah itu berserah diri kepada Allah.
Pertama dengan semangat bekerja keras, kemudian berusaha sungguh-sungguh, setelah itu mengevaluasi diri.
Pertama dengan berdo’a kemudian berserah diri, setelah itu berusaha sungguh-sungguh.
Pertama dengan berusaha sungguh-sungguh, kemudian berdo’a, setelah itu berserah diri kepada Allah.
Beriman kepada Qada dan Qadar menuntun seseorang untuk berfikir strategis yang dimulai dengan tujuan akhir, yakni kita inginkan akhir dari seluruh ikhtiar dan aktivitas kita merupakan takdir terbaik dari Allah subhanahu wa ta’ala Perilaku seseorang yang mencerminkan kesadaran beriman kepada Qada dan Qadar Allah subhanahu wa ta’ala dicerminkan dalam beberapa perilaku seseorang di antaranya sebagai berikut, kecuali ….
Selalu menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Banyak bersyukur dan bersabar
Bersikap optimis dan giat bekerja
Selalu berserah diri dan tidak melakukan apapun.
Selalu tenang jiwanya
Orang yang beriman selalu memperhatikan hikmah dari sebuah ujian serta apapun peristiwa yang ia alami. Sikap tersebut sangat penting sebagai salah satu implementasi iman kepada Qada dan Qadar. Dibawah ini hikmah beriman kepada Qada dan Qadar, kecuali ….
Semakin meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam ini tidak lepas dari sunnatullah.
Meningkatkan optimisme dalam menatap masa depan dengan ikhitar yang sungguh-sungguh.
Meningkatkan keyakinan bahwa usaha sungguh-sungguh menjadi satu-satunya sebab keberhasilan.
Meningkatkan kekebalan jiwa dalam menghadapi segala rin- tangan dalam usaha sehingga tidak berputus asa ketika mengalami kegagalan.
Menyadarkan manusia bahwa dalam kehidupan ini dibatasi oleh peraturan-peraturan Allah subhanahu wa ta’ala yang tujuannya untuk kebaikan manusia itu sendiri. Bersikap optimis, Ikhtiar dan Tawakkal sebagai implementasi beriman kepada Qada dan Qadar Allah subhanahu wa ta’ala.
Dibawah ini termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi suatu usaha dapat berhasil kecuali ….
Tawakal kepada Allah
Memiliki disiplin ilmu
Usahanya didasari rasa ikhlas
Mohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala
Siapa yang berusaha akan berhasil
Tidak semua doa yang dipanjatkan dikabulkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Pernyataan di bawah ini kemungkinan belum dikabulkannya doa tersebut, kecuali . . .
Saatnya belum tepat
Sebagai hukuman
Sebagai tabungan di akhirat
Ditangguhkan sampai di akhirat
tidak baik hasilnya
Perhatikanlah pernyataan berikut ini!
1) Penuh optimis dalam menjalani hidup
2) Senantiasa berorientasi kepada prestise
3) Tidak memiliki harga diri dalam bergaul
4) Pandai memanfaatkan kesempatan dalam hidup
5) Memiliki etos kerja yang rendah dalam beraktivitas
6) Tidak mudah putus asa bila menghadapi kegagalan
Pernyataan di atas yang tidak termasuk hikmah beriman kepada Qadha' dan Qadar adalah nomor . . . .
1), 2) dan 4)
2), 3) dan 5)
2), 3) dan 4)
1), 4) dan 6)
1), 5) dan 6)
Takdir Allah subhanahu wa ta’ala. merupakan iradah (kehendak) Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh sebab itu, takdir tidak selalu sesuai dengan keinginan kita. Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala, menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir). Hal ini terdapat dalam…
QS Al Qamar, 54: 47
QS Al Qamar, 54: 48
QS Al Qamar, 54: 49
QS Al Qamar, 54: 50
QS Al Qamar, 54: 51
Dia Bilal bin Rabbah ra, atau biasa dipanggil Abu Abdillah, dijuluki sebagai Muadzin Ar-Rasul (pengumandang azan Rasul). Bilal dilahirkan di Makkah sekitar 43 tahun sebelum hijriyah. Ayahnya bernama Rabah, sedangkan ibunya bernama Hamamah, seorang budak wanita berkulit hitam yang tinggal di Makkah. Bilal hanyalah budak dengan ras kulit hitam yang tak memiliki apa-apa, kecuali mengabdi kepada tuannya. Namun, cahaya iman mengubah sosok ini menjadi tokoh penting yang kelak berhasil menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah Islam. Apa yang terjadi pada bilal tersebut termasuk ….
Takdir mualaq
Takdir mubram
Kanaah
Sabar
Tawakal
Tegaknya prinsip “Amar ma’ruf nahi munkar” yaitu perintah atau seruan/ajakan melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk dan saling menasihati untuk berbuat hikmah dan manfaat yang kita dapatkan dari sikap bersyukur dan ketulusan beribadah. Hal itu di antaranya sebagai berikut, kecuali ….
Mendapatkan keberkahan dari setiap rizki yang kita terima
Menemukan ketenangan batin dan kedamaian hati dalam menjalani semua aktivitas sehari-hari karena kerelaannya dalam menyikapi pemberian Allah subhanahu wa ta’ala.
Menjadi sebab semakin berkurangnya ujian keimanan dari Allah subhanahu wa ta’ala dari waktu ke waktu.
Terhindar dari siksa api neraka, karena telah menjadi hamba yang tahu diri dengan selalu bersyukur atas karunia Allah subhanahu wa ta’ala.
Mendapatkan rida Allah subhanahu wa ta’ala yang kemudian dengan rida-Nya, insyaallah mengantarkan kedalam surga-Nya.
Sebagai muslim yang beriman harus menyadari tentang pentingnya mengambil hikmah dan manfaat dari beribadah dan bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala sehingga dengan itu akan mendorong semangat menerapkan perilaku mulia dari nilai-nilai kebaikan yang diperoleh. Maka, sikap dan perilaku mulia yang dapat dikembangkan dari tema ibadah dan bersyukur di antaranya ialah sebagai berikut, kecuali ….
Bersikap qana’ah, yaitu menerima semua jenis kenikmatan yang dianugerahkan Allah subhanahu wa ta’ala.
Meningkatkan semangat dan otimisme bahwa segala permasalahan mampu diatasi hanya dengan kerja keras.
Berusaha mengesakan Allah subhanahu wa ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apapun.
Berusaha mentaati Allah subhanahu wa ta’ala dalam segala keadaan dan menjauhi larangan- Nya sebagai bentuk syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Memperbanyak amal salih / perbuatan yang bermanfaat bagi sesama sebagai bentuk nyata dari ungkapan rasa syukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Umat Islam dilarang melakukan perbuatan dzalim. Adapun perbuatan zalim terbesar ialah ….
Menentang orang tua
Tidak membaca Al Qur'an
Menyekutukan Allah subhanahu wa ta’ala
Menyakiti anak yatim
Korupsi
Nikmat iman adalah nikmat yang akan menentukan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat, nikmat ini seolah-olah menjadi nikmat yang seakan-akan bukan nikmat oleh manusia yang lalai dalam bersyukur sehingga nikmat tersebut tidak terasa. Apa yang membuat nikmat iman terasa hilang ….
Nikmat ini hilang bila manusia tidak mensyukurinya saat dalam keadaan sehat.
Nikmat ini hilang saat manusia tidak mensyukuti waktu luang yang ia miliki.
Nikmat ini hilang saat manusia mensyukuri anugerah yang telah Allah berikan.
Nikmat ini hilang saat manusia mencintai dunia dan takut akan kehilangan apa yang telah ia peroleh di dunia.
Nikmat ini hilang saat manusia mencintai akhirat lebih dari ia mencintai dunia.
Neraka adalah tempat yang disediakan Allah subhanahu wa ta’ala sebagai tempat tinggal bagi manusia yang dosanya lebih banyak dari amal baiknya. Tidak melihat apakah itul laki-laki ataupun perempuan. Meskipun begitu suatu ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam mengatakan dalam sebuah hadits riwayat Bukhari no. 5197 dan Muslim no. 907 bahwa penghuni neraka kebanyakan adalah wanita. Apa yang menyebakan wanita dikatakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam sebagai penghuni neraka paling banyak …
Karena kufur (tidak bersyukur) kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Karena kufur (tidak bersyukur) kepada suami mereka.
Karena tidak menutup aurat.
Karena tidak menjaga kehormatan diri.
Karena tidak beribadah dengan sempurna.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar. Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (QS. Luqman: 13-14). Apa isi pesan Luqman dalam QS Luqman tersebut ….
Larangan bersyukur kepada subhanahu wa ta’ala
Larangan mempersekutukan subhanahu wa ta’ala
Tinggalkan sesuatu yang baru
Larangan bagi laki-laki dalam berhias
Tata cara berbicara yang baik kepada anak
Imam Al Ghazali menerangkan bahwa bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala dapat dilakukan dengan empat cara. Dibawah ini cara bersyukur menurut imam Al Ghazali, kecuali ….
Bersyukur dengan hati.
Merawat kenikmatan.
Bersyukur dengan Tindakan.
Bersyukur dengan lisan.
Bersyukur di media social.
Bersyukur bisa diwujudkan kepada Allah Swt. dan sesama manusia. Perwujudan rasa syukur kepada manusia adalah dengan cara ………..
Berkata-kata yang kurang bermakna
Mencela orang lain
Berbuat baik kepada sesama manusia
Mengoreksi kesalahan manusia, seperti tiada satupun kebaikannya
Memutar balikkan kenyataan orang lain demi kepentingan dirinya
Setiap muslim wajib beriman kepada qadha dan qadar Allah yang berlaku untuk seluruh mahluk-Nya, baik taqdir yang menguntungkan dirinya, maupun sebaliknya. Diantara tanda-tanda beriman kepada qadha dan qadar dalam kehidupan sehari-hari ialah…...
Mendorong untuk kemajuan dan berkarya untuk kemanfaatan lebih banyak lagi
Senantiasa pasrah total kepada Allah tanpa usaha karena apapun yang terjadi merupakan kehendak Allah.
Setiap manusia ketika berusaha dipastikan akan berhasil 100 % jika dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Kegagalan merupakan ketentuan Allah sehingga tidak perlu diupayakan lagi karena hal itu sudah cukup.
Baik dan buruk yang akan di alami manusia sudah digariskan oleh Allah, maka manusia menerima saja ketentuan itu. Dan kewajiban manusia adalah berusaha. Allah yang menentukan.
Sebenarnya, sukses atau gagal, kaya atau miskin, sedih atau gembira, bahkan menang atau kalah, semua itu dapat dipilih manusia, jika manusia dapat memahami dengan benar adanya takdir Allah Swt. Oleh karena itu jangan salah memahami makna takdir yang sesungguhnya. Banyak hikmah beriman kepada takdir yang dapat diraih, salah satu diantaranya adalah… .
Adanya jalinan kerja sama antara panca indera, emosi dan jiwa
Manusia diberi pilihan, tergantung jalan mana yang akan ditempuhnya
Keliru memahami takdir, berakibat tidak sesuainya ikhtiar dengan amal
Kegagalan pasti terjadi, tergantung cara manusia berusaha menyikapinya
Keberhasilan hidup manusia sangat tergantung dari perbuatan dan harapan
