wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Esai Sastra

Total questions: 10

Worksheet time: 4mins

Name
Class
Date
1.

Karangan yang membahas suatu masalah secara sepintas dari sudut pandang pribadi penulisnya disebut...

a)

Esai

b)

Editorial

c)

Kritik

d)

Artikel

2.

Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....


Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah...

a)

Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.

b)

Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.

c)

Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.

d)

Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.

e)

Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.

3.

Pasca maraknya sajak – sajak sosial , sejak awal tahun 2000 hingga kini , perpuisian Indonesia kembali pada kemerdekaan masing – masing penyair dalam mencipta . Gaya dan tema sajak – sajak Indonesia mutakhir , seperti dapat kita amati pada rubrik sastra surat kabar , majalah , jurnal puisi serta sebagai kumpulan antologi puisi kembali beragam . Heterogenitas tema dan gaya pengucapan kembali mewarnai perpuisian Indonesia Akhir – akhir ini muncul sajak – sajak naratif yang panjang , seperti banyak dimuat di harian umum . Tetapi sajak – sajak pendek juga tetap muncul di rubik – rubik sastra . selain itu , masih ada kesan yang kuat bahwa tradisi perpuisian Indonesia mutakhir kembali terperangkap dalam orientasi kuantitatif , seperti yang diungkap Budi Darma ketika melihat maraknya buku – buku antologi puisi yang diterbitkan oleh komunitas sastra di tanah air sejak awal 1990 – an .


Kesimpulan teks esai di atas adalah ...

a)

Kebebasan gaya dan keberagaman tema puisi Indonesia mutakhir.

b)

Antologi puisi semakin marak di Indonesia.

c)

Heterogenitas tema dan gaya cerita mewarnai perpuisian Indonesia.

d)

Sajak- sajak naratif yang panjang mewarnai dunia perpuisian Indonesia saat ini.

e)

Awal tahun 2000 hingga kini dunia perpuisian mengalami perubahan tren.

4.

Esai yang dapat melukiskan subjek atau objek apa saja yang dapat menarik perhatian pengarang. Tipe esai jenis ini yaitu...

a)

Esai pribadi

b)

Esai kritik

c)

Esai deskriptif

d)

Esai tajuk

5.

Bacalah paragraf esai berikut!

Jika saya katakan penyair membebaskan diri dari kata-kata ialah sikap penyair yang tidak atau kurang mengacuhkan kata-kata. Berbeda dengan kecermatan dan hiraunya Amir hamzah dan Chairil Anwar terhadap kata-kata. Bebas dari kata-kata cenderung menyebabkan kata-kata menjadi kurang penting. Penyair tidak lagi memedulikan apakah kata yang ditampilkannya itu terlalu denotatif, kurang puitis, kurang imajinatif berlebihan (kurang hemat), dan semacamnya. Ia bebas terhadap kata-kata....

Kalimat yang tepat untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah....

a)

Kata-kata sangat dipentingkan dalam proses kreatif pembuatan puisinya.

b)

Kata-kata tidak lagi menjadi taruhan bagi kepenyairannya.

c)

Penyair kurang cermat terhadap kata-kata atau daya seleksinya kurang.

d)

Penyair cenderung menulis prosa dalam puisinya.

e)

Puisi yang dihasilkan penyair disebut puisi kontemporer.

6.

Cermatilah kutipan novel berikut


“Dia bibi saya, Bu” jelas Teja seperti mengerti kebingungan Ratna.

“Ibu saya menjadi TKW di Arab Saudi sejak saya berusia dua tahun. Sampai sekarang ibu saya tidak pernah pulang, kirimannya pun sudah terhenti sejak enam tahun yang lalu. Ayah tidak pernah berhasil mencari tahu keberadaan ibu.” Jelas Teja. Kemudian dengan suara yang semakin bergetar Teja melanjutkan pembicaraannya.

“Mungkin ibu tidak betah tinggal dan mengajar di sini. Padahal, kami suka belajar dengan ibu, walaupun susah tetapi kami ingin bisa. Tolong Bu, beri kesempatan pada kami untuk bisa belajar dengan Ibu lebih lama lagi!” ucap Teja sambil meneteskan air mata tak kuasa menahan perasaannya.

“Maafkan ibu juga Ja, tapi …”

“Tapi Ibu merasa terkekang di sini. Di sini Ibu tidak bisa mewujudkan cita-cita Ibu, begitu kan?” serobot Teja lagi.

Ratna tak mengira muridnya punya keberanian untuk berbicara seperti itu.


Kalimat esai yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah …..

a)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan guru yang ditempatkan di pedesaan, cerita ini mampu menampilkan konflik batin sang guru. Bahasa yang digunakan lugas dan jelas.

b)

Sebagai cerita yang mengisahkan kehidupan di desa cerita ini mengisahkan seorang guru yang ditugaskan di desa. Ia hidup di tengah masyarakat desa yang hidup serba kekurangan.

c)

Tema cerita ini terlalu biasa yaitu tentang kehidupan di desa yang serba kekurangan. Tentunya dapat dipahami jika di desa serba kekurangan karena tempatnya jauh.

d)

Orang desa memang banyak yang menjadi TKW karena kehidupan di desa serba kekurangan. Jadi hal ini tidak menarik untuk dijadikan bahan cerita.

e)

Sosok Teja adalah seorang siswa yang begitu menyayangi gurunya. Karena gurunya mengajar penuh kasih seperti ibunya. Ia sangat kecewa ketika ia mengetahui bahwa gurunya berniat untuk pindah.

7.

Bacalah dengan cermat paragraf esai sastra berikut!

Karya rekaan atau karya sastra merupakan analisis dan pengamatan pengarang terhadap realitas sosial suatu masyarakat. Suatu realitas kondisi masyarakat dengan permasalahan yang begitu kompleks dan tak pernah usai. Suka duka kehidupan dan cara manusia mengatasinya di kemas pengarang dengan sentuhan imajinasi. ….


Kalimat yang sesuai untuk melengkapi paragraf esai tersebut adalah …

a)

Hal inilah yang dapat menjadikan sebuah karya sastra lebih bermakna sehingga dapat pula menjadi renungan bagi pembaca.

b)

Memang karya rekaan itu merupakan cermin rekaman kehidupan manusia.

c)

Karya rekaan atau karya sastra dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencari

hiburan sekaligus pengetahuan tentang kehidupan.

d)

Karya sastra merupakan hasil imajinasi pengarangnya.

e)

Memang, karya rekaan atau karya sastra merupakan paduan antara realitas kehidupan dan imajinasi pengarangnya.

8.

Bacalah dengan cermat kutipan esai berikut!

Kita perlu mengembangkan apa yang disebut sebagai sastra kontekstual. Dalam jenis sastra ini, para sastrawan sadar benar bahwa dia mencipta untuk kelompok konsumen tertentu. Dia tidak berpretensi bahwa karya sastranya akan dinikmati seluruh umat manusia, karena dia sadar bahwa seorang superman dapat terbang keluar dari kenyataan konteks sejarah. Dia tidak kecewa kalau dia tidak berhasil memenangkan hadiah Nobel.

Hal yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ….

a)

penulis sastra kontekstual bukanlah sperman

b)

sastra kontekstual saat ini perlu dikembangkan

c)

sastra kontekstual memiliki konsumen tertentu

d)

penulis tidak kecewa bila tidak mendapat hadiah

e)

sastra

kontekstual adalah jenis sastra tertentu

9.

Bacalah dengan cermat!

Dari sebuah kantong di dalam keranjang besarnya, Wak Katok mengeluarkan daun ramu-ramuan. Mereka membersihkan luka-luka Pak Balam dengan air panas dan Wak Katok menutup luka besar di betis dengan ramuan daun-daun yang kemudian mereka membungkus dengan sobekan sarung Pak Balam. Wak Katok merebus ramuan obat-obatan sambil membaca mantera-mantera, dan setelah air mendidih, air obat dituangkan ke dalam mangkok dari batok kelapa. Setelah air agak dingin, wak Katok meminumkannya kepada Pak Balam sedikit demi sedikit.

Harimau-Harimau, karya Muchtar Lubis


Masalah yang diungkapkan dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

pengobatan

b)

pengorbanan

c)

kesetiakawanan

d)

penderitaan

e)

kebudayaan

10.

Cermati paragraf esai berikut!

Saat ini banyak orang yang tidak memperhatikan aturan dalam menciptakan pantun yang digunakan dalam forum-forum pertemuan sebagai pembuka dan penutup pembicaraan. Padahal, pantun, di samping memperhatikan tujuan isinya ( untuk nasihat, sindiran, keagamaan, atau jenaka), harus pula memperhatikan aturan pembentukannya, misalnya jumlah suku kata, kata, baris dalam satu bait, rima, serta sampiran dan isi. Pantun yang tidak memperhatikan hal yang demikian belumlah dapat dikatakan pantun yang memiliki nilai-nilai. ...


Kalimat simpulan yang sesuai dengan isi paragraf tersebut adalah ...

a)

Sangat mudah menciptakan pantun karena siapa pun dapat menciptakan dan menggunakannya dalam forum tertentu.

b)

Ternyata pantun yang tergolong puisi lama sekarang sudah mulai digunakan dalam forum-forum pertemuan.

c)

Oleh sebab itu, pantun perlu dilestarikan kembali sebagai hal yang berguna untuk pembuka dan penutup acara.

d)

Jadi, sebuah pantun yang bernilai adalah yang memperhatikan tujuan, isi dan aturan-aturan penulisannya.

e)

Dengan demikian, pantun lebih menonjolkan bunyi-bunyi sehingga membacakannya menggunakan irama.