WorksheetsAssesmen Formatif Strategi Pergerakan Indonesia
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Strategi pergerakan radikal adalah menempuh cara …
Kerjasama dengan pihak Belanda untuk mencapai tujuan
Menentang dengan keras pemerintah kolonial Belanda
Masuk dalam lembaga-lembaga pemerintah kolonial
Menghindari bentrok dengan pemerintah Belanda
Menganggap Belanda adalah musuh
Sikap moderat kooperatif yang ditempuh beberapa organisasi pergerakan antara lain dalam bentuk …
Perjuangan dengan menjadikan Belanda sebagai musuh
Berjuang dengan tidak bekerjasama dengan Belanda
Bersikap keras dan menentang pemerintahan Belanda
Menempuh cara lunak dan kerjasama dengan Belanda
Menjadi kaki tangan Belanda di lembaga pemerintah
Perhatikan Organisasi berikut :
1) Perhimpunan Indonesia
2) Partai Nasional Indonesia
3) Parindra
4) Partindo
5) GAPI
Organisasi pergerakan yang menempus strategi pergerakan radikal non kooperatif adalah …
1),2) dan 3)
1),2) dan 4)
2),3) dan 4)
2),3) dan 5)
3),4) dan 3)
Organisasi berikut ini yang menempuh strategi moderat adalah …
PNI, Parindra dan GAPI
Parindra, Partindo dan GAPI
Parindra, PNI-Baru dan GAPI
Parindra, Gerindo dan GAPI
Partindo, PKI, dan GAPI
Salah satu hal yang menyebabkan sebagian tokoh-tokoh pergerakan berubah haluan dari strategi radikal ke moderat adalah …
Adanya kebebasan berserikat oleh pemerintah kolonial Belanda
Tokoh-tokoh pergerakan merasa tidak mungkin mencapai tujuan
Organisasi pergerakan dibubarkan paksa oleh Belanda
Strategi radikal tidak cocok diterapkan di Indonesia
Banyak tokoh-tokoh pergerakan yang ditangkap oleh Belanda
Persamaan strategi pergerakan antara radikal dengan moderat adalah …
Keduanya berjuang secara nasional untuk Indonesia merdeka
Sama-sama memanfaatkan Belanda dalam perjuangan
Keduanya sama-sama menolak kerjasama dengan Belanda
Keduanya sama-sama memanfaatkan kerjasama dengan Belanda
Radikal dan moderat memiliki tokoh-tokoh pemimpin yang sama
Perbedaan strategi pergerakan radikal dengan moderat adalah … .
Strategi Radikal non kooperatif, Strategi Moderat kooperatif
Strategi Radikal bersikap lunak, Strategi Moderat bersikap keras
Strategi Radikal perjuangan nasional, Strategi Moderat perjuangan kedaerahan
Strategi Radikal pada umumnya masih tergantung pada tokoh raja, Strategi Moderat dipimpin tokoh-tokoh agama, masyarakat, kaum terpelajar
Strategi Radikal memanfaatkan kerjasama dengan Belanda, Strategi Moderat menolak kerjasama dengan Belanda
Perhatikan pernyataan berikut :
1) Dipimpin oleh Soekarno
2) Merupakan pecahan dari PNI
3) Menempuh strategi moderat
4) Menempuh strategi radikal
Persamaan Organisasi Partindo dan PNI-Baru ditunjukkan pada angka …
1 dan 2
1 dan 4
2 dan 3
2 dan 4
3 dan 4
Persamaan cara perjuangan organisasi-organisasi yang menempuh strategi moderat adalah …
Berjuang dengan menolak kerjasama dengan pihak Belanda
Sama-sama menentang kehadiran kolonial Belanda di Indonesia
Perjuanagan dengan bersikap keras menuntut Indonesia merdeka
Berjuang melalui Volksraad (Dewan Rakyat) yang dibentuk Belanda
Menolak kehadiran volksraad karena hanya menguntungkan Belanda
Perbedaan Partindo dan Parindra adalah …
Partindo menempuh strategi moderat, sedangkan Parindra radikal
Partindo menjalin kerjasama dengan Belanda, sedangkan Parindra tidak kerjasama
Partindo menempuh strategi radikal, sedangkan Parindra moderat
Partindo berjuang secara nasional, sedangkan Parindra berjuang secara modern
Partindo kooperatif sedangkan Parindra non kooperatif
Hasil positif dari kongres Boedi Oetomo pada desember 1930 adalah ...
Ruang lingkup Boedi Oetomo untuk Jawa dan Madura
Boedi Oetomo berjuang secara total dalam bidang politik
Boedi Oetomo terbuka untuk penduduk seluruh penduduk Indonesia
Boedi Oetomo menjadi badan hukum yang di akui oleh Belanda
Boedi Oetomo melakukan fusi dengan organisasi PNI
Anggoa Serekat Dagang Islam yang dipengaruhi oleh ajaran Marxisme dalam perjuangannya adalah ...
Soedirman dan Darsono
Soekarno dan Soeharto
Semaun dan Darsono
Soedirman dan Douwes Dekker
Ki Hadjar Dewantara dan Ciptop Mangunkusumo
Yang menjadi alasan pemerintah Kolonial Belanda menolak permohonan pengakuan dari Indische Partij adalah karena..
Indische Partij dianggap sebagai organisasi keagamaan
Belanda menganggap Indische Partij adalah mata – mata Jepang
Indische Partij berdasarkan politik dan dianggap akan mengancam serta merusak keamanan
Belanda sedang sibuk mengurusi Perang Asia Timur Raya
Indische Partij memusatkan perjuangannya di bidang pendidikan yang dapat menaikkan harkat penduduk pribumi
Serikat Dagang Islam kemudian berubah namanya menjadi Sarekat Islam dengan tujuan....
Untuk mendapatkan dukungan dari pemerintah kolonial
Untuk menyatukan seluruh umat Islam dalam menghadapi Pan Islamisme
Untuk mendukung pemerintah Belanda menghadpi radikalisme
Agar keanggotannya menjadi lebih luas sehingga bukan hanya dari golongan pedagang
Agar mendapat dukungan dari negara- negara Timur Tengah
Kemajuan bagi Hindia adalah tujuan samar dari berdirinya Boedi Oetomo. Tokoh yang menjadi pelopor pendirian ini adalah....
Soekarno dan Mohammad Hatta
Wahidin Soedirohusodo dan Soetomo
Agus Salim dan Samhudi
Suwardi Suryaningrat dan Ki Hajar Dewantara
Mohammad Hatta dan Mohammad Yamin
Yang bukan merupakan faktor internal pemicu muncul dan berkembang pergerakan nasional adalah...
Munculnya golongan terpelajar
Kejayaan akan masa lampau
Penderitaan akibat politik drainage
Kemenangan Jepang dalam perang melawan Rusia
Adanya diskriminasi rasial
Berdirinya organisasi seperti Parindra,Partindo,dan GAPI muncul ketika Pergerakan Nasional Indonesia memasuki masa...
Pembentukan
Radikal
Non Kooperasi
Moderat
Non Kooperasi
Latar belakang pembentukan Sarekat Dagang Islam adalah untuk....
Memutuskan jaringan perdagangan Eropa di Indonesia
Mencegah masuknya paham – paham Kristenisasi
Memajukan para pedagang – pedagang Arab di Indonesia
Memompa semangat perjuangan para pedagang Arab
Melawan dominasi para pedagang – pedagang Cina dibidang perdagangan batik
Tokoh yang menjadi pembentuk Sarekat Dagang Islam adalah....
H.O.S. Cokroaminoto
R.N Noto Suroto
Sutan Kesayanan
Ali Sastroamidjojo
Haji Samanhudi
Status Indische Partij dalam Sejarah kepartaian di Indonesia adalah...
Partai politik pertama di Indonesia
Partai politik terbesar pada masa pergerakan
Partai politik berbasis keagamaan pertama di Indonesia
Partai politik pendukung kolonial pertama di Indonesia
Partai politik pemenang PEMILU pertama di indonesia
