wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Financial Audit

Total questions: 20

Worksheet time: 17mins

Name
Class
Date
1.

SPI adalah suatu proses integral yang didesain dan diimplementasikan oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai terhadap pencapaian tujuan entitas terkait dengan, kecuali:

a)

Efektivitas dan efisiensi operasi

b)

Keandalan dari laporan keuangan

c)

Pelayanan prima kepada masyarakat

d)

Pengamanan aset

2.

Yang tidak termasuk cara melakukan prosedur analitis dalam pemeriksaan LKPD yaitu

a)

analisis data

b)

teknik prediktif

c)

penilaian SPI

d)

analisis rasio dan tren

3.

BPK menetapkan nilai Risiko Pemeriksaanyang sama untuk semua entitas pemeriksaan LKPD yaitu sebesar

a)

1%

b)

3%

c)

4%

d)

5%

4.

Batas salah saji yang masih dapat diterima oleh pemeriksa sehingga atas salah saji tersebut tidak diperlukan jurnal koreksi, disebut:

a)

Projected Misstatement

b)

Tolerable Misstatement

c)

Planning Materiality

d)

Tolerable Materiality

5.

Pemeriksa menilai bahwa pengendalian terkait akun adalah efektif, maka penilaian risiko pengendalian sebesar

a)

30%

b)

50%

c)

70%

d)

100%

6.

Jika audit risk = tinggi, inherent risk = rendah, control risk = rendah, detection risk = tinggi, maka jumlah bukti pemeriksaan:

a)

tinggi

b)

moderat

c)

rendah

d)

belum dapat ditentukan

7.

Pemeriksa dapat mempertimbangkan kelayakan jumlah sampel disesuaikan dengan kondisi senyatanya, hal yang tidak perlu menjadi pertimbangan yaitu:

a)

cost dan benefit

b)

waktu pemeriksaan

c)

signifikansi akun yang diuji terhadap laporan keuangan

d)

perubahan struktur manajemen entitas yang diperiksa

8.

SPI yang dikembangkan oleh Committee of Sponsoring Organizations (COSO), terdiri lima komponen pengendalian internal meliputi

a)

a) Lingkungan Pengendalian (Control Environment)z b) Penilaian Risiko (Risk Assessment); c) Gaya manajemen (Mahagement Style); d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication); dan e) Pemantauan (Monitoring)

b)

a) Lingkungan Pengendalian (Control Environment) b) Penilaian Risiko (Risk Assessment); c) Aktivitas Pengendalian (Control Activities); d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication); dan e) Pemantauan (Monitoring)

c)

a) Lingkungan Pengendalian (Control Environment)z b) Penilaian Risiko (Risk Assessment); c) Aktivitas Pengendalian (Control Activities); d) Informasi dan Komunikasi (Information and Communication); dan e) Auditing

d)

semua jawaban salah

9.

Dalam tahap perencanaan, pemeriksa telah menetapkan materialitas pada tingkatan apa saja?

a)

Materialitas awal tingkat laporan keuangan dan materialitas akhir tingkat akun laporan keuangan

b)

Materialitas akhir tingkat laporan keuangan dan materialitas awal tingkat akun laporan keuangan.

c)

Materialitas awal tingkat laporan keuangan dan materialitas pelaksanaan tingkat akun laporan keuangan

d)

Materialitas akhir tingkat laporan keuangan dan materialitas akhir tingkat akun laporan keuangan.

10.

Kepemimpinan yang kondusif Pimpinan entitas harus memiliki komitmen terhadap pengendalian internal, nilai-nilai dasar, serta kompetensi dan keteladanan. Pimpinan entitas menetapkan kode etik, konseling dan penilaian kinerja yang mendukung tujuan pengendalian internal, serta etika operasi. Dengan sekurang-kurangnya melakukan, kecuali

a)

mempertimbangkan risiko dalam pengambilan keputusan

b)

menerapkan manajemen berbasis kinerja

c)

memilih pimpinan Instansi Pemerintah yang memiliki kemampuan manajerial dan pengalaman teknis yang luas dalam pengelolaan Instansi Pemerintah

d)

mendukung fungsi tertentu dalam penerapan SPIP

11.

Apa yang dimaksud dengan pengertian materialitas?

a)

Besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji, dilihat dari keadaan yang melingkupinya, mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut

b)

Besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji, dilihat dari personel inti yang melingkupinya, mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut

c)

Besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji, dilihat dari kecurangan yang melingkupinya, mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut

d)

Besarnya informasi akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji, dilihat dari ketidakpatuhan yang melingkupinya, mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut

12.

Salah saji yang mempengaruhi opini adalah salah saji yang tidak dapat dikoreksi dengan alasan?

a)

Entitas bersedia melakukan koreksi akuntansi namun secara teknis koreksi tersebut tidak dapat dilakukan karena terikat pada peraturan perundangan

b)

Entitas tidak bersedia melakukan koreksi akuntansi dan secara teknis koreksi tersebut dapat dilakukan karena terikat pada peraturan perundangan

c)

Entitas bersedia melakukan koreksi akuntansi dan secara teknis koreksi tersebut tidak dapat dilakukan karena terikat pada peraturan perundangan

d)

Entitas tidak bersedia melakukan koreksi akuntansi dan secara teknis koreksi tersebut tidak dapat dilakukan karena terikat pada peraturan perundangan

13.

Tingkat materialitas untuk tingkat keseluruhan LK berdasarkan pemahaman awal pemeriksa terhadap struktur pengendalian intern entitas yang diperiksa dan informasi penting lainnya adalah:

a)

Tolerable Misstatement

b)

Tolerable Materiality

c)

Planning Materiality

d)

Planning Misstatement

14.

Ketidakmampuan pemeriksa dalam menerapkan suatu prosedur tidak boleh dianggap sebagai pembatasan lingkup pemeriksaan, kecuali

a)

Pemeriksa dapat menjalankan prosedur alternatif

b)

Pemeriksa tidak dapat menjalankan prosedur alternatif.

c)

Pemeriksa tidak memiliki keterbatasan waktu dalam melakukan cek fisik

d)

Pemeriksa tidak memiliki kecukupan anggaran dalam melakukan cek fisik

15.

Saat menentukan tingkat materialitas dari suatu kesalahan penyajian, pemeriksa juga harus mempertimbangkan seberapa besar pengaruh salah saji tersebut terhadap Laporan Keuangan secara keseluruhan. Pengaruh semacam ini disebut sebagai:

a)

audit impact

b)

misstatement

c)

pervasiveness

d)

audit materiality

16.

Apabila ditemukan salah saji yang material baik secara individual maupun agregat, dan pervasive terhadap akun lainnya, maka BPK dapat memberikan opini

a)

WTP

b)

WDP

c)

TW

d)

TMP

17.

Pelaksanaan Prosedur Tambahan diperlukan dalam tahap pelaksanaan pemeriksaan, kecuali jika

a)

1. Pemeriksa merasa bahwa bukti yang diperoleh dari hasil pengujian substantif dirasa belum memadai dari segi kecukupan dan ketepatan

b)

2. Pemeriksa menemukan indikasi terjadi kecurangan dalam proses pengujian pengendalian atau pengujian substantif

c)

1 dan 2 benar

d)

1 dan 2 salah

18.

Kondisi jika laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, realisasi anggaran, perubahan saldo anggaran lebih, posisi keuangan, operasional arus kas, dan perubahan ekuitas, serta CaLK sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum (SAP).

a)

WDP

b)

WTP

c)

TMP

d)

TW

19.

Dokumen yang berfungsi mengidentifikasi dan mendeteksi adanya risiko kecurangan pada entitas yang diperiksa yang berpotensimengakibatkan salah saji dalam laporan keuangan

a)

Bussiness Risk Matrix

b)

Fraud Risk Assessment Matrix

c)

Fraud report

d)

Control Risk Matrix

20.

Yang tidak termasuk Juknis dalam Pemeriksaan Keuangan adalah

a)

Penetapan Batas Materialitas

b)

Pemeriksaan LKPD

c)

Pemahaman dan Penilaian Risiko

d)

Pemeriksaan Pengadaan Barang dan Jasa