NEW
Font size
WorksheetsInovasi Teknologi Biologi (Bioteknologi)
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 15mins
Sekelompok peserta didik melakukan percobaan proses fermentasi dengan membuat acar sayuran. Sayuran yang telah dicuci bersih lalu diletakkan dalam toples. Selanjutnya, ditambahkan garam ke dalamnya.
Bakteri menguntungkan yang sudah ada di sayuran akan melangsungkan proses fermentasi. Setelah 5 hari, cairan tersebut terasa masam. Hal ini terjadi disebabkan karena...
Mikroba mengubah gula dalam sayuran menjadi asam asetat
Mikroba memproduksi asam asetat saat melakukan fermentasi
Sayuran memproduksi asam cuka saat direndam dalam garam
Garam mengubah kandungan vitamin dalam sayuran menjadi asam sitrat
Garam yang terdapat dalam sayuran akan bereaksi dengan udara menghasilkan asam cuka
Sinta berniat untuk membuat makanan tradisional dari beras ketan yang difermentasi. Ia berangkat ke sebuah toko untuk membeli ragi, penjual di toko tersebut menyodorkan beberapa bungkus ragi.
Berdasarkan penawaran tersebut. Bantulah Sinta untuk menentukan ragi yang harus dibeli agar bisa membuat makanan tersebut, dengan bahan dasar yang ia miliki. Dari berbagai macam ragi yang ada, kesimpulannya Sintaq harus membeli …
Bungkus E
Bungkus D
Bungkus C
Bungkus B
Bungkus A
Grafik tersebut menunjukkan data pertumbuhan bakteri Lactobacillus bulgaricus yang dikultur pada suhu berbeda-beda.
Sumber gambar: diadaptasi dari Gonzaga (2015)
Berdasarkan grafik di atas, pernyataan yang sesuai adalah…
Pembuatan yoghurt paling baik pada suhu 43°C
Suhu tidak berpengaruh terhadap pembuatan nata de coco
Suhu terbaik untuk pembuatan nata de coco adalah 43°C
Suhu merupakan variabel terikat pada percobaan tersebut
Semakin tinggi suhu maka semakin bagus kualitas yoghurt
Perhatikan tabel produksi enzim dari aktivitas 𝘙𝘩𝘪𝘻𝘰𝘱𝘶𝘴 𝘰𝘭𝘪𝘨𝘰𝘴𝘱𝘰𝘳𝘶𝘴 berikut.
Berdasarkan tabel tersebut, pernyataan mengenai produksi enzim dari aktivitas 𝘙𝘩𝘪𝘻𝘰𝘱𝘶𝘴 𝘰𝘭𝘪𝘨𝘰𝘴𝘱𝘰𝘳𝘶𝘴 yang sesuai adalah...
Kenaikan suhu mempercepat proses fermentasi
Kualitas yoghurt terbaik dihasilkan pada suhu 30°C
Suhu optimum untuk pembuatan tempe adalah 30°C
Suhu tidak berpengaruh terhadap kecepatan fermentasi
Nata de coco tidak dapat diproduksi pada suhu di atas 40°C
Perhatikan gambar berikut.
Seorang peserta didik ingin membuktikan fermentasi ragi. Peserta didik tersebut membuat dua perangkat percobaan seperti gambar.
Sumber: diadaptasi dari Shutterstock (2019)
Percobaan 1: air ditambahkan ragi
Percobaan 2: air ditambahkan ragi dan gula
Kedua perangkat percobaan dilakukan pada suhu kamar. Pernyataan yang paling sesuai dengan hasil percobaan tersebut adalah…
Gula pada percobaan 2 berperan sebagai substrat
Gas yang dihasilkan pada percobaan 2 adalah oksigen
Fermentasi pada percobaan 1 gagal karena suhunya rendah
Percobaan 2 menghasilkan asam laktat dan karbon dioksida
Percobaan 1 tidak menghasilkan gas karena tidak ada enzim
Seorang peneliti mengembangbiakkan jamur Penicillium notatum pada media agar-agar selama 5-6 hari. Selanjutnya, pada media tersebut diinokulasikan agar-agar yang sangat tipis mengandung bakteri Micrococcus luteus.
Hasil percobaan ditampilkan seperti pada gambar berikut.
Sumber gambar: diadaptasi dari Roboguru (2023)
Berdasarkan gambar di atas, simpulan dari percobaan tersebut adalah….
Jamur dapat berkembangbiak secara bersamaan dengan bakteri
Bakteri Micrococcus luteus menghasilkan antibiotik yang cukup banyak
Bakteri berkembang dengan baik pada medium agar hasil fermentasi jamur
Penicillium notatum menghasilkan zat yang mendukung pertumbuhan bakteri
Penicillium notatum menghasilkan zat yang menghambat pertumbuhan bakteri
Perhatikan gambar berikut ini.
Sumber gambar: diadaptasi dari Shutterstock (2019)
Ketika memotong roti panggang, akan terlihat lubang-lubang kecil seperti pada gambar. Penunjuk X pada gambar adalah lubang, yang menunjukkan bahwa pada saat pembuatan roti terjadi proses.…
Produksi alkohol
Pembakaran etanol
Dihasilkangas O2
Pembentukan asam laktat
Pembentukan O2
Bioteknologi memanfaatkan jenis mikroorganisme, terutama yang memiliki enzim. Hubungan antara produk yang dihasilkan, nama mikroba, dan golongan mikroba berikut yang tepat adalah….
Bakteri
Aspergillus wentii
Bakteri
Saccharomyces cerevisae
Bakteri
Lactobacillus bulgaricus
Bakteri
Penicillium notatum
Jamur
Aspergillus wentii
Kedelai dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan seperti kecap dan tempe dengan menerapkan bioteknologi konvensional yaitu fermentasi.
Sumber gambar: diadaptasi dari Shutterstock (2019)
Hal ini menunjukkan bahwa dari bahan yang sama dapat menghasilkan produk bioteknologi yang berbeda karena….
Kecap dan tempe difermentasikan oleh mikroba yang berbeda
Kecap dan tempe difermentasikan oleh jamur yang berbeda
Kecap difermentasikan oleh bakteri, sedangkan tempe difermentasikan oleh jamur
Perbedaan lama fermentasi menghasilkan jenis produk yang berbeda
Tempe dan kecap tidak memerlukan media steril
Dua kelompok peserta didik kelas X melakukan percobaan pembuatan tape singkong dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Singkong dibuka dua hari kemudian dan menunjukkan bahwa tapai singkong milik kelompok 2 belum lunak dan tidak tercium bau alkohol. Sedangkan tapai singkong milik kelompok 1 lunak dan tercium bau alkohol. Setelah diselidiki, ternyata kelompok 2 tidak menutup bagian atas singkong dengan daun pisang dan wadahnya tidak tertutup dengan rapat. Pernyataan yang menjelaskan penyebab gagalnya tapai singkong milik kelompok 2 adalah....
Wadah yang terbuka menyebabkan masuknya bakteri yang mematikan ragi sehingga tidak terjadi proses fermentasi pada singkong. Selain itu suhu udara dalam wadah tidak stabil sehingga proses fermentasi tapai singkong terganggu.
Ragi yang berperan dalam proses fermentasi tidak dapat berkembangbiak dengan baik karena ada oksigen yang masuk
Ragi tidak bekerja dengan baik karena tapai singkong tidak ditutup daun pisang sehingga tidak terjadi proses fermentasi
Singkong yang digunakan adalah singkong muda sehingga tidak dapat mengalami fermentasi
Singkong yang digunakan adalah singkong muda sehingga tidak dapat mengalami fermentasi
Bioteknologi modern merupakan salah satu metode yang marak dikembangkan saat ini.
Berikut adalah beberapa contoh dari pengaplikasian metode ini, yang telah dikembangkan dalam berbagai bidang:
1) In Vitro Fertilization (IVF)
2) Teknik bioremediasi
3) Teknik hibridoma
4) Teknik kultur jaringan
5) Teknologi transgenik
Contoh pengaplikasian secara modern dalam bidang lingkungan dan pertanian adalah....
1 dan 2
2 dan 3
2 dan 5
3 dan 4
3 dan 5
Kultur jaringan merupakan salah satu aplikasi pemanfaatan agen biologi pada metode bioteknologi modern. Kultur jaringan dapat terjadi pada tingkat seluler maupun molekul.
Penerapan kultur jaringan dapat dilakukan pada tanaman. Setiap tanaman memiliki musim tumbuh dan berkembang yang berbeda. Apabila pada suatu tanaman semusim akan diaplikasikan perbanyakan dengan metode ini, yang akan terjadi adalah....
Gen-gen dominan termutasi menjadi gen resesif
Kualitas tanaman menurun akibat usia sel-sel memasuki masa tua
Reproduksi menurun karena gen-gen unggul tergeser
Sel semakin tidak adaptif terhadap lingkungan
Sel selalu mengalami perubahan sampai mengalami fase tidak produktif
Mendel telah menemukan fakta bahwa DNA, membawa materi genetik. Melalui perkembangan bioteknologi muncul teknik rekayasa genetika. Dalam bidang kedokteran teknik rekayasa genetika dimanfaatkan untuk menghasilkan....
Insulin manusia dan antibodi monoklonal
Antibiotik dan hormon pertumbuhan
Vaksin hepatitis B dan asam amino
Protein sel tunggal dan enzim restriksi
Vaksin covid-19 dan insulin manusia
Vaksin merupakan salah satu produk bioteknologi dalam bidang kesehatan. Vaksin disebut sebagai produk bioteknologi karena....
Diproduksi dalam skala besar dengan memanfaatkan mikroorganisme
Diproduksi dalam skala besar dengan memanfaatkan detritus
Proses pembuatannya melalui teknik rekayasa genetika dengan memanfaatkan A. wentii
Proses pembuatannya melalui proses fermentasi dengan pemanfaatan Saccharomyces sp.
Proses pembuatannyamelalui teknik rekayasa genetika
dengan memanfaatkan Saccharomyces sp.
Gambar tersebut merupakan salah satu produk bioteknologi konvensional yang dapat dihasilkan dengan bantuan mikroorganisme Saccharomyces cerevicae.
Sumber gambar: diadaptasi dari Shutterstock (2019)
Apa yang terjadi jika produk tersebut dibuat menggunakan bantuan mikroorganisme yang lain ?
Produk tidak akan jadi tapai
Produk tetap akan jadi dan dengan kualitas yang sama dengan produk yang menggunakan mikroorganisme
Saccharomyces cerevicae
Produk akan jadi tapi tidak akan bertahan lama dalam penyimpanannya
Produk akan menjadi produk lain yang serupa tapai
Produk akan tetap jadi namun kualitas, aroma, rasa, dan kandungan gizinya akan berubah dan cenderung menurun dari kualitas aslinya
