WorksheetsTugas Bindo Drama 2
Total questions: 15
Worksheet time: 9mins
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : “Apa-apaan sih? Kok posterku disobek?” (menahan
marah)
Aji : “[ ...]”
Rina : “Maaf.. maaf enak saja!”
Aji : “(Dengan amat menyesal) Iya deh, aku ganti
postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?”
Rina : “Ya. Lain kali kamu jangan ceroboh.”
Aji : “(Dengan tersenyum) Oke, Bos!”
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah ...
Maafin aku, Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku Aji. Aku tidak sengaja.
Begitu saja kok kamu marah, Rin.
Baiklah aku akan beli yang baru.
Jangan marah ya Rin. Aku tidak sengaja.
Perhatikan teks drama berikut!
Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum
di rumah?”
Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?
Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik
motor.”
Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih
SMP, belum berhak punya SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti
kita dulu.”
Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."
Sikap Elis terhadap anaknya pada percakapan tersebut adalah ...
sayang
bijaksana
memanjakan
mendidik
tegas
Perhatikan teks drama berikut!
Elis : (Datang dari ruang dalam) “Ya ... Pak. Ada apa, Pak?
Kakek : “Mana Ari dan Adi? Sudah sore begini belum
di rumah?”
Elis : “Main ... Pak. Tadi bawa motor.”
Kakek : “Aduh, Elis. Bagaimana Anda membesarkan anak?
Akan jadi apa cucuku kelak?”
Elis : “Sudahlah ... Pak. Kan, Adi dan Ari sudah biasa naik
motor.”
Kakek : “Kau dan suamimu memanjakannya. Mereka masih
SMP, belum berhak punya SIM.”
Elis : “Biar masa kecil mereka senang, Pak! Tidak seperti
kita dulu.”
Kakek : “Aduh ... Lis! Itu, cara mendidik anak yang salah."
Tokoh Utama dalam penggalan drama tersebut adalah ....
Ari dan Adi
Elis dan Kakek
Kakek, Adi, dan Ari
Kakek, Ari, Adi, dan Elis
Ari dan Kakek
Diceritakan di sebuah desa tinggalah seorang gadis cantik bersama neneknya. Gadis yang berusia 17 tahun itu bernama
Maurina Anindya. Ia yatim piatu sejak balita.
Uraian tersebut dalam naskah drama disebut . . .
prolog
epilog
dialog
monolog
berikut ini adalah ciri utama drama, kecuali...
memiliki tujuan untuk dipentaskan
berbentuk cerita
berbentuk dialog
tema bervariasi
Dahlan : "Kamis malam Jumat. Jumat apa?"
Rosana : "Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?"
Dahlan : "Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya."
Rosana : "Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna"
Dahlan : "Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?"
Rosana : "Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?"
Dahlan : "Apa? Bapak rasa tidak ada!" (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : "Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!"
Dahlan : "Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!"
Pesan atau amanat yang dapat diambil dari penggalan naskah drama di atas adalah ....
Nasib manusia sudah ditentukan oleh Tuhan YME.
Berusahalah sekeras mungkin agar hidup tidak jatuh miskin.
Sifat serakah dan kebiasaan berjudi bisa menghancurkan orang.
Baik dan buruknya sifat anak tergantung dari kebiasaan dan didikan orang tua
Jadilah orang yang mengakui kesalahan agar hidup lebih tenang.
Akhirnya, keluarga mengetahui maksud Otong berbohong adalah agar tidak disuruh mencangkul sawah. Kesal betul ayah dan ibunya dibohongi hingga panik kesana kemari. Setelah puas memarahi Otong, merekapun pergi meninggalkan Otong yang termenung malu meratapi kemalasannya yang merepotkan.
Paragraf di atas merupakan naskah drama bagian ....
Epilog
Resolusi
Konflik
Prolog
Dialog
Sukro : Sudahlah, Min! Suatu saat pasti berhasil. Jangan mudah putus asa!
Tasmin : Tapi, saya sudah keluar modal banyak. Kapan sepeda motorku bisa kembali?
Watak tokoh Sukro berdasarkan dialog di atas adalah ....
Pesimis
Pemarah
Optimis
Kritis
Penyabar
Romeo : "Petunjuk cinta yang gaib telah mempersatukan aku ke hadapanmu. Dan untuk cinta yang kudapatkan akan kutaruhkan segalanya. Tapi, aku seorang Montague..."
Juliet : "Dan aku seorang Capulet. Mengapa kita punya nama? Biarlah aku menjadi bukan Capulet dan kau bukan Montague, Romeo!"
Berdasarkan dialog di atas, tema yang tersirat adalah ....
Kekuasaan
Percintaan
Persahabatan
Pendidikan
Keluarga
Pagi itu terasa amat dingin menusuk kulit, ketika Rian dan Alma sama-sama meneguk kopi bersama untuk sekadar menghangatkan hubungan mereka yang nyatanya lebih dingin dari udara. Mereka bingung akan memulai dari mana. Setelah beberapa menit hanya diam, akhirnya Alma membuka percakapan pagi itu dengan suara lirihnya.
Paragraf di atas merupakan bagian dari naskah drama bagian ....
Epilog
Resolusi
Konflik
Prolog
Dialog
Pagi itu terasa amat dingin menusuk kulit, ketika Rian dan Alma sama-sama meneguk kopi bersama untuk sekadar menghangatkan hubungan mereka yang nyatanya lebih dingin dari udara. Mereka bingung akan memulai dari mana. Setelah beberapa menit hanya diam, akhirnya Alma membuka percakapan pagi itu dengan suara lirihnya.
Paragraf di atas merupakan bagian dari naskah drama bagian ....
Epilog
Resolusi
Konflik
Prolog
Dialog
Dahlan: Kamis malam Jumat. Jumat apa?
Rosana : Malam Jumat Kliwon, Pak! Bukankah hari kelahiran ibu juga jatuh pada hari Jumat Kliwon?
Dahlan : Ya, beutl! Ibumu waktu mau meninggal kurang satu minggu sudah ada tanda-tanda.....nasihat-nasihat berharga. Masa hidupnya banyak meninggalkan kesan teladan. Tetapi....juga ada kelemahannya.
Rosana : Kelamahan? Memang manusia tidak ada yang sempurna
Dahlan : Ya, jangan sampai menurun pada anak cucu. Ibumu dahulu sakit-sakitan karena banyak pikiran. Ikut-ikutan orang jual-beli perhiasan. Barangnya hilang, ibumu gigit jari menanggung hutang. Siapa lagi kalau bukan Bapak yang turun tangan?
Rosana : Bukankah pada diri Bapak juga ada kelemahannya?
Dahlan : Apa? Bapak rasa tidak ada! (Tongkat terjatuh, kemudian dipungut lagi)
Rosana : Maaf, Pak.. ibu bertambah sakit akibat Bapak dahulu sering mabuk judi, bukan? Ros masih ingat barang-barang rumah dilelang. Habis terjual!
Dahlan : Ya...., itu akibat perbuatan ibumu, tahu! (keras). Serakah dan mau menang sendiri. Mudah-mudahan pengalaman pahit, miskin, tidak terulang lagi!
Pesan atau amanat yang terkandung dalam penggalan drama di atas adalah....
sifat serakah dan suka berjudi membuat orang hancur
nasib manusia ditentukan oleh Tuhan
sifat buruk menurun pada anak
manusia berusaha untuk sempurna
Waktu itu sudah hampir jam satu. Sekolahsudah usai. Bahwa Yanti belum pulang itulah yang menyebabkan Asdiarti terkejut.
Asdiarti : Kau masih ada di sini, Yanti. Belum pulang?
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca.)
Penggalan drama tersebut memuat latar....
tempat
waktu
suasana
alat
Satilawati : Pengecut! Sedikit diserang kritik orang, engkau hendak melarikan diri. Untuk menjaga nama supaya jangan merosot. Aku sudah maklum.
Ishak : (Sambil menunjuk ke luar) Pergi daripadaku. Engkau boleh memusuhi aku. Untuk cita-cita aku bersedia mengorbankan segalanya juga cintaku.
Watak tokoh Ishak dalam penggalan drama di atas adalah....
pemarah
pembual
pemberani
sombong
Fenita : Kamu harus menentukan sikap. Pilih aku atau dia, sekarang juga!
Verri : Beri aku kesempatan sekali lagi....
Fenita : Tidak perlu basa-basi, kalau tidak aku yang memutuskan, titik!
Penggalan dialog di atas menunjukkan drama sampai pada bagian....
konflik
klimaks
resolusi
penyelesaian
