Font size
WorksheetsInduk Akhlak Terpuji (Hikmah, Iffah, Syaja'ah, 'Adalah)
Total questions: 20
Worksheet time: 32mins
يٰيَحْيٰى خُذِ الْكِتٰبَ بِقُوَّةٍ ۗوَاٰتَيْنٰهُ الْحُكْمَ صَبِيًّاۙ
Menurut ayat di atas makna al-hikmah adalah
Kebijaksanaan
Nubuwah
Pemahaman dan ilmu
al-Qur'an
wahyu
Al-Hikmah sebagai perkataan yang tepat lagi tegas yang diikuti dengan dalil-dalil yang dapat menyingkap kebenaran dan melenyapkan keserupaan. Definisi tersebut disampaikan oleh
Mahmud Syaltut
Rasyid Ridha
Ibnu Hajar al Aqalani
Musthafa al-Maraghi
Muhammad Abduh
وَلَا تَأْكُلُوْهَآ اِسْرَافًا وَّبِدَارًا اَنْ يَّكْبَرُوْا
Tindakan durhaka
Memakan harta orang lain
Pikiran buruk
Ucapan tercela
Perbuatan maksiat
Untuk mengembangkan sikap ‘iffah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh seorang muslim, antara lain, kecuali
Senantiasa menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat mengundang fitnah
Mengontrol diri dalam urusan makan, minum dan berpakaian secara Islam
Mempertimbangkan teman bergaul
Mengendalikan diri agar tetap menegakkan Sunnah Rasul
Mengasingkan diri dan mengurung diri dari keramaian
Sifat berani yang mendorong seorang muslim untuk melakukan pekerjaan berat dan mengandung resiko dalam rangka membela kehormatannya disebut
Syaja'ah
'adalah
al Jubn
Iffah
al Hikmah
Berikut ini adalah beberapa pengertian adil, kecuali
memperlakukan semua orang secara sama tanpa pertimbangan apa pun
berpihak dan berpegang teguh kepada kebenaran
menempatkan sesuatu pada tempatnya
memperlakukan hak dan kewajiban secara sama
tidak berat sebelah
ألظلم وضع الشئ في غير محله
Adil
Bijak
Sabar
Zalim
Ihsan
Cara berlaku adil kepada orang lain adalah dengan cara
Menghiburnya ketika menghadapi musibah
Membiarkannya supaya hidupnya mandiri
Menegurnya bila ia melakukan kesalahan
Membantunya ketika dalam kekurangan
Memberikan haknya secara proporsional
Dalil tentang Iffah, yang berkenaan dengan perintah menjaga kesucian lisan, terdapat dalam salah satu ayat yang berbunyi
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ
وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِيْنَ لَا يَجِدُوْنَ نِكَاحًا حَتّٰى يُغْنِيَهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ
وَلَا تَأْكُلُوْهَآ اِسْرَافًا وَّبِدَارًا اَنْ يَّكْبَرُوْا
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
Munculnya sikap syaja’ah tidak terlepas dari keadaan-keadaan sebagai berikut, kecuali
Berani membenarkan yang benar dan berani mengingatkan yang salah
Berani membela hak milik, jiwa dan raga, dalam kebenaran.
Berani menentang syari'at agama
Bersikap obyektif terhadap diri sendiri
Menahan nafsu di saat marah
Sikap adil akan mendekatkan seseorang kepada
(a)
Secara bahasa al-hiikmah berarti
(a)
Menempatkan sesuatu pada tempatnya disebut
(a)
Menjaga diri dari hal-hal yang negatif disebut
(a)
Keberanian yang kelihatan atau tampak disebut
(a)
Salah satu makna al-hikmah adalah mencegah pelakunya dari terjerumus dalam kemarahan atau biasa disebut dengan
(a)
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا
Ayat tersebut merupakan dalil naqli tentang
(a)
Kebalikan dari sifat syaja'ah
(a)
Syaja'ah terbagi menjadi dua, yakni
(a)
Konsekuensi dari perilaku Iffah adalah memiliki sifat
(a)
