NEW
Font size
WorksheetsBAB VIII TEKS DRAMA
Total questions: 50
Worksheet time: 49mins
Pengertian drama adalah . . . . .
Suatu karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dan dengan maksud dipertunjukkan oleh aktor.
Suatu paragraf yang isinya berupa ajakan atau bujukan kepada pembaca agar melakukan atau mengikuti apa yang penulis ungkapkan di dalam paragraf.
Suatu teks yang berisi ulasan/penilaian/review terhadap suatu karya (Film atau drama).
Uraian atau paparan yang bertujuan menjabarkan maksud dan tujuan (Misalkan suatu karangan).
Drama dalam arti luas adalah . . . . .
Cerita atau keterangan mengenai kejadian atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat/sedang terjadi.
Pemberitahuan yang bertujuan mendorong atau membujuk khalayak.
Bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair secara imajinatif dan disusun dengan pengonsentrasian struktur fisik serta struktur batinnya.
Bentuk tontonan atau pertunjukan yang mengandung cerita yang dipentaskan di depan khalayak umum.
Berikut ini adalah jenis drama tradisional, KECUALI . . . . .
Sandiwara
Tonil
Sendratari
Farce
Sandiwara diambil dari Bahasa Jawa, yang berarti . . . . .
Pengajaran yang dilakukan dengan perlambang atau secara tidak langsung.
Pertunjukan serangkaian tari-tarian yang dilakukan oleh sekelompok orang penari dan mengisahkan suatu cerita dengan tanpa menggunakan percakapan.
Drama yang menampilkan kisah dengan sikap dan posisi pemain dibantu pencerita.
Drama yang menyerupai dagelan, tetapi tidak sepenuhnya sama, ada perbedaan ketika dalam penyampaiannya.
Kata Tonil atau Toneel diambil dari Bahasa . . . . .
Jawa
Belanda
Indonesia
Daerah
Berikut ini adalah arti Lakon, KECUALI . . . . .
Cerita yang dimainkan dalam drama, wayang, atau film.
Karangan yang berupa cerita sandiwara.
Pertunjukan yang pemainnya tidak mengeluarkan dialog.
Perbuatan, kejadian, peristiwa.
Berdasarkan penyajiannya, drama dibagi menjadi . . . . .
Tragedi, Komedi, Tragekomedi, Opera, Melodrama, Farce, Tablo, dan Sendratari.
Drama panggung, radio, film, televisi, wayang, dan boneka.
Drama tradisional dan modern.
Sandiwara, lakon, tonil, sendratari, dan tablo.
Pengertian Melodrama adalah . . . . .
Drama yang menceritakan tentang kesedihan.
Drama yang menceritakan tentang kelucuan yang bertujuan untuk menghibur.
Drama yang cara penyampaian dialognya diucapkan dan diiringi dengan suara musik atau lagu.
Drama yang lebih dominan dengan melakukan gerak dan para pemainnya tidak mengeluarkan ucapan dialog.
Drama yang cara penyampaian dialognya melalui nyanyian atau musik adalah . . . . .
Farce
Opera
Tablo
Melodrama
Drama film adalah . . . . .
Drama yang menggunakan layar lebar serta biasanya dipertunjukkan di bioskop.
Drama yang dimainkan oleh para aktor yang dipentaskan di atas panggung.
Drama yang tidak bisa diraba dan hanya bisa ditonton.
Drama yang tidak bisa ditonton secara langsung, tetapi hanya bisa di dengar.
Berikut ini adalah unsur-unsur teks drama, KECUALI . . . . .
Watak
Alur
Sudut pandang
Prolog
Penokohan dibagi menjadi . . . . .
Protagonis, antagonis, dan tritagonis.
Tokoh utama dan figuran.
Prolog, dialog, dan epilog.
Tokoh baik dan jahat.
Berikut ini yang merupakan latar suasana adalah . . . . .
Di sekolah, di rumah, dan taman kota.
Menakutkan, menyedihkan, dan menyenangkan.
Dahulu kala, pagi hari, dan pukul 08.00 WITA.
Pukul 07.00 WITA, di Kota Balikpapan, menyenangkan.
Dalam suatu drama, terdapat tokoh yang bersifat antagonis, yang artinya . . . . .
Tokoh yang bersifat baik.
Tokoh yang merupakan lawan dari tokoh utama.
Tokoh yang terkadang bersifat baik dan ada pulanya bersifat tidak baik.
Tokoh penengah.
Amanat tersirat adalah . . . . .
Pesan yang disampaikan oleh penulis sudah terdapat pada teks.
Pesan yang disampaikan penulis tidak terdapat pada teks.
Amanat yang langsung disampaikan oleh penulisnya sendiri.
Amanat yang disampaikan oleh penonton setelah menonton drama.
Sudut pandang dibagi menjadi 2, yaitu . . . . .
Akuan dan diaan
Tersirat dan tersurat
Antagonis dan protagonis
Maju dan mundur
Berikut ini merupakan ciri-ciri drama, KECUALI . . . . .
Seluruh cerita yang ada dalam drama biasanya berupa dialog.
Dalam dialog drama tidak menggunakan tanda petik dua.
Naskah drama dilengkapi dengan petunjuk tertentu yang perlu diperhatikan oleh para tokoh.
Cerita dalam drama diakhiri dengan prolog.
Berikut ini merupakan struktur teks drama, KECUALI . . . . .
Prolog
Dialog
Epilog
Monolog
Drama yang tidak menggunakan dialog disebut . . . . .
Tablo
Farce
Lakon
Tonil
Dalam drama dipastikan ada dialog. Dialog adalah . . . . .
Bagian pengantar dari sebuah naskah/cerita drama.
Bagian drama yang tokohnya bercerita atau berbicara sendiri.
Bagian penutup dari naskah/cerita drama yang berisi kesimpulan.
Komunikasi antartokoh atau pemain yang terjadi dalam sebuah drama.
Berikut ini adalah tujuan teks drama, KECUALI . . . . .
Memberikan tontonan dan hiburan untuk para penonton.
Memeroleh pengetahuan dan pengalaman, utamanya yang berkaitan dengan seni keindahan.
Menyampaikan amanat/pesan-pesan tertentu kepada penonton.
Menunjukkan bakat masing-masing pemain di atas panggung.
Cerita dalam drama disampaikan dalam bentuk . . . . .
Larik
Bait
Dialog
Paragraf
Drama tradisional yang berbentuk lisan, spontan, dan berwujud sebagai cerita daerah adalah drama . . . . .
Tutur
Rakyat
Wayang
Bangsawan
Amran: (Bicara sendiri) Sudah jam setengah delapan lewat. Ke mana perginya, Anhar?
Gunadi: (Masih di dalam) Ya, Kak. (Keluar menemui Amran)
Amran: (Duduk) Ke mana katanya, Anhar tadi?
Gunadi: Mau memancing ke tempat kita mendapat ikan besar dahulu, Kak.
Amran: Kenapa kau bolehkan saja? Kalau ayah dan ibu tahu, tentu akan marah.
Latar tempat dan waktu kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Di teras depan rumah; malam hari
Di teras belakang rumah; malam hari
Di ruang keluarga; tengah malam
Di halaman belakang; tengah malam
Amran: (Bicara sendiri) Sudah jam setengah delapan lewat. Ke mana perginya, Anhar?
Gunadi: (Masih di dalam) Ya, Kak. (Keluar menemui Amran)
Amran: (Duduk) Ke mana katanya, Anhar tadi?
Gunadi: Mau memancing ke tempat kita mendapat ikan besar dahulu, Kak.
Amran: Kenapa kau bolehkan saja? Kalau ayah dan ibu tahu, tentu akan marah.
Watak tokoh Amran pada kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Penakut
Pemberani
Penyabar
Peduli
Amran: (Bicara sendiri) Sudah jam setengah delapan lewat. Ke mana perginya, Anhar?
Gunadi: (Masih di dalam) Ya, Kak. (Keluar menemui Amran)
Amran: (Duduk) Ke mana katanya, Anhar tadi?
Gunadi: Mau memancing ke tempat kita mendapat ikan besar dahulu, Kak.
Amran: Kenapa kau bolehkan saja? Kalau ayah dan ibu tahu, tentu akan marah.
Konflik dalam kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Tokoh Amran marah karena adik semata wayangnya tidak ada.
Tokoh Gunadi khawatir karena ayah dan ibunya belum pulang.
Tokoh Amran cemas menunggu kepulangan adiknya, Anhar.
Tokoh Amran dan tokoh Gunadi takut dimarahi kedua orang tuanya.
Ibu: Tidak biasanya ia terlambat seperti ini. Mana hujan tidak reda-reda.
Kata Ia pada kutipan naskah drama tersebut mengacu . . . . .
Tokoh Ibu
Tokoh Anis
Tokoh Ayah
Tokoh Mang Asep
Bacalah kutipan drama berikut!
Rona : "Guru, terima kasih atas ilmu yang telah guru berikan kepadaku. apalah artinya diriku andai tidak ada guru."
Guru : "Rona, Rona! Kamu harus tahu, meskipun kita mempunyai ilmu yang hanya sedikit, tetapi tetap harus diberikan kepada orang lain." (Istri Rona masuk ke ruangan membawa teh hangat).
Istri Rona : "Lebih baik kalau ngobrolnya sambil minum teh hangat." (Menyodorkan cangkir).
Guru : "Bisa saja istri kamu, Ron."
Latar tempat kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Rumah guru
Rumah Rona
Ruang kerja
Ruang kelas
Bacalah kutipan drama berikut!
Brilian : "Sekarang serahkan HP kalian! Kami akan minta uang tebusan!" (Mendorong Doni masuk).
Doni : "Ka . . . . . Ka . . . . . Kami tidak bawa HP." (Gugup).
Brilian : "Periksa kantongnya!"
Tio : "Siap, Bos!" (Memeriksa kantong).
Marchell : "Ada nggak? Ini tempat apa?" (Matanya melotot).
Tio : "Ruang penyimpan perkakas bekas." (Sambil meraba kantong si anak). "Ini Bos, HPnya." (Mengeluarkan HP).
Marchell : "Tanyakan nomor HP orang tuanya! Hubungi untuk minta tebusan!"
Tio : "Siap, Bos!"
Suasana pada kutipan drama di atas adalah . . . . .
Haru
Tegang
Sedih
Gembira
Perhatikan kutipan naskah drama berikut!
Rina : "Apa-apaan, sih? Kok posterku disobek?" (Menahan marah).
Aji : [ . . . . .]
Rina : "Maaf . . . . . Maaf. Enak saja!"
Aji : (Dengan amat menyesal). "Iya deh, aku ganti postermu. Tapi kamu mau maafin aku kan?"
Rina : "Ya, lain kali kamu jangan ceroboh."
Aji : (Dengan tersenyum). "Oke, Bos!"
Dialog yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Maafin aku, Rina. Aku tidak sengaja.
Maafin aku, Aji. Aku tidak sengaja.
Ah, begitu saja kamu marah, Rin.
Baiklah! aku akan beli yang baru.
Roni memerankan seorang tokoh dalam sebuah drama. ia membawa cangkul dan memakai caping.
Tokoh apakah yang diperankan oleh Roni?
Nelayan
Pembantu
Petani
Pedagang
Naskah drama disusun dalam bentuk . . . . .
Dialog
Prolog
Epilog
Monolog
Pesan yang ingin disampaikan penulis kepada para penonton disebut . . . . .
Alur
Latar
Sudut pandang
Amanat
Watak atau karakter tokoh dalam drama dapat ditampilkan melalui beberapa hal berikut, KECUALI . . . . .
Gesture
Blocking
Dialog
Ekspresi
Bacalah naskah drama berikut!
Ibu : "Saya dengar Nana masuk rumah sakit. Apa benar, La?"
Lala : "Benar, Bu. Kami akan menjenguknya besok."
Ibu : "Nana sakit apa?"
Lala : "Nana sakit demam berdarah, Bu."
Adik : "Kak, besok aku ikut menjenguk, ya?"
Lala : "Hus . . . Anak kecil tidak boleh ikut!"
Ibu : "Adik di rumah saja sama Ibu."
Lala : "Sebaiknya kami membawa apa, Bu?"
Ibu : "Bawa jus jambu saja karena bisa membantu menaikkan trombosit."
Lala : "Ide yang bagus, Bu!"
Tokoh utama dalam kutipan naskah drama di atas adalah . . . . .
Ibu dan Lala
Ibu dan Adik
Lala dan Adik
Lala dan Nana
Perhatikan kutipan drama berikut!
Ani : "Tolong Santi, tugasmu membersihkan papan tulis! Aku akan menyapu lantai dulu."
Santi : "Baiklah, Ani. Oh ya, Andi belum datang? Padahal dia anggota regu piket kita."
Ani : "Belum. Mungkin sebentar lagi Andi datang. Kita tunggu saja."
Santi : "Itu dia sudah datang. Cepat Andi, tolong bersihkan meja dan bangku dengan kemoceng!"
Andi : "Baik Santi."
Latar tempat dalam kutipan drama di atas adalah . . . . .
Di dalam kelas
Di halaman sekolah
Di halaman rumah
Di dalam rumah
Cermati naskah drama berikut!
Amir : "Di, kita berangkat sekolah sekarang." (Amir berdiri di depan pintu, lalu Dodi mendekat).
Dodi : "Maaf, Mir. Tunggu sebentar!" (Dodi menyuruh Amir duduk).
Amir : "Sebentar, apalagi yang akan kamu kerjakan?"
Dodi : "Biasa, mengisi dua bak mandi setiap hari."
Amanat cuplikan naskah drama di atas adalah . . . . .
Berangkat sekolah harus lebih pagi.
Bekerjalah sebaik mungkin.
Jadilah anak yang rajin.
Selesaikan pekerjaan di rumah dengan baik.
Bacalah penggalan naskah drama berikut!
Ibu : "Kenapa kamu mencontek lagi?"
Rani : "Tidak, Bu."
Ibu : "Jangan bohong! Saya punya saksi."
Rani : "[ . . . . . ]"
Ibu : "Bagus! Kamu sudah jujur. Sekarang silakan kamu belajar dulu. Setelah itu, temui saya untuk mengulang tes."
Kalimat yang tepat untuk melengkapi dialog yang rumpang di atas adalah . . . . .
Sudahlah!!
Ya, Bu. Saya mengaku. semua saya lakukan karena saya tidak belajar.
Mencontek itu cara pintas, walaupun membuat tidak pintar.
Tidak mau ah, malas.
Perhatikan naskah drama berikut!
Bu Mulyono : "Pak, sebenarnya apa dosa kita sampai anak kita menderita seperti ini? Saya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi."
Pak Mulyono : "Bersabarlah, Bu. Pasti Yang Maha Kuasa akan memberikan jalan."
Drama tersebut menunjukkan sebuah suasana . . . . .
Terluka
Gembira
Jenuh
Haru
Perhatikan penggalan naskah drama berikut!
"Dari mana saja kau, Badrun? Hari sudah petang, tapi kau kau baru pulang." Tanya ayah sambil berkacak pinggang.
Dialog di atas diucapkan dengan nada . . . . .
Keras sambil bercanda
Marah dan serius
Penuh kasih sayang
Merasa dendam
Perhatikan ilustrasi berikut!
Di atas panggung, Wawan berjalan sambil membungkukkan badannya. Dia memakai peci, kumis, dan janggutnya yang putih. Dia melangkah ke depan sambil memegang tongkat.
Tokoh yang diperankan oleh Wawan adalah . . . . .
Dukun
Kakek
Pak kyai
Pahlawan
"Ah, sudahlah!! Semua usahaku sia-sia. AKu tak akan berhasil memperbaikinya."
Nada yang tepat untuk mengucapkan dialog di atas adalah . . . . .
Cemas
Putus asa
Lega
Malas
Pernyataan yang berkaitan dengan kegiatan memerankan tokoh drama berikut ini benar, KECUALI . . . . .
Berlatih peran diawali dengan membaca dan memahami isi dialog drama.
Menunjukkan ekspresi sesuai dengan keinginanmu agar terkesan alami.
Mengucapkan kata-kata dengan jelas.
Menghafalkan teks dialog dengan baik.
Berikut ini termasuk persiapan pementasan drama, KECUALI . . . . .
Memahami cerita
Blocking dan ekspresi
Latihan vokal
Meditasi dan mediasi
Salah satu alasan perlunya berlatih pernapasan dalam memerankan drama adalah . . . . .
Membantu pengaturan dan pertahanan vokal selama pentas berlangsung.
Membantu pengaturan dan pertahanan nada selama pentas berlangsung.
Memperjelas ekspresi dan gerak anggota tubuh dalam mendukung peran.
Mempermudah pembedaan karakter dan sifat dasar pemain.
Berikut ini termasuk unsur yang harus ada dalam pementasan drama, kecuali . . . . .
Panggung
Pemain
Penonton
Naskah
Pada tahap persiapan pementasan drama, seorang sutradara melakukan seleksi untuk memilih pemeran yang sesuai dengan peran yang akan dimainkan. Tahapan ini disebut . . . . .
Akting
Casting
Editing
Lighting
Agar terlihat bermuka jahat, pemeran antagonis memerlukan jasa . . . . .
Seni tata rias
Seni tata busana
Seni vokal
Seni tari
Asdiarti : "Sudah jam satu siang, kamu masih disini, Yanti. Belum pulang?"
Yanti : (Tidak menjawab. Ia hanya menggeleng dan terus melanjutkan membaca).
Penggalan drama di atas memuat latar . . . . .
Tempat
Waktu
Suasana
Tempat, waktu, dan suasana
Kesenian berikut yang TIDAK termasuk drama tradisional adalah . . . . .
Opera
Ketoprak
Lenong
Ludruk
