wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit

Total questions: 20

Worksheet time: 11mins

Name
Class
Date
1.

Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) yang menjelaskan tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah ....

a)

No.58 Tahun 2014

b)

No.1333 Tahun 1999

c)

No.1198 Tahun 2004

d)

No.36 Tahun 2014

2.

Standar Pelayanan Kefarmasian adalah tolok ukur yang dipergunakan sebagai …. bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian.

a)

tantangan

b)

pedoman

c)

sikap

d)

motivasi

3.

Untuk menjamin mutu Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit, harus dilakukan Pengendalian Mutu Pelayananan Kefarmasian yang meliputi .... 

a)

monitoring

b)

evaluasi

c)

monitoring dan evaluasi (monev)

d)

motivasi

4.

Ruang lingkup pelayanan kefarmasian di rumah sakit meliputi ....³

a)

Pimpinan dan staf, Fasilitas dan Peralatan, Kebijakan dan Prosedur, Pengembangan Staff dan Program Pendidikan, Evaluasi dan Pengendalian Mutu 

b)

Administrasi dan Pengelolaan, Pimpinan dan staf, Fasilitas dan Peralatan, Kebijakan dan Prosedur, Pengembangan Staff dan Program Pendidikan 

c)

Administrasi dan Pengelolaan, Pimpinan dan staf, Fasilitas dan Peralatan, Pengembangan Staff dan Program Pendidikan, Evaluasi dan Pengendalian Mutu

d)

Administrasi dan Pengelolaan, Pimpinan dan staf, Fasilitas dan Peralatan, Kebijakan dan Prosedur, Pengembangan Staff dan Program Pendidikan, Evaluasi dan Pengendalian Mutu 

5.

Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi kegiatan ....

a)

Pengelolaan sediaan farmasidan perbekalan kesehatan

b)

Farmasi klinik

c)

Monitoring dan evaluasi (monev) 

d)

D. Manajerial dan farmasi klinik 

6.

Pelayanan farmasi rumah sakit yang masih bersifat konvensional hanya berorientasi pada .... 

a)

A. Produk 

b)

B. Farmasi klinik 

c)

C. Perawatan 

d)

D. Pasien 

7.

Instalasi Farmasi Rumah Sakit dipimpin oleh .... 

a)

A. Asisten Apoteker 

b)

B. Apoteker 

c)

C. Dokter 

d)

D. Analis Kesehatan 

8.

Tenaga kesehatan yang membantu apoteker dalam menjalankan pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah ....

a)

A. Asisten Apoteker 

b)

B. Apoteker 

c)

C. Dokter 

d)

D. Analis Kesehatan

9.

Keputusan Menteri Kesehatan tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit sebelum dikeluarkan PMK No.58 Tahun 2014 adalah .... 

a)

A. No.1333 Tahun 2004 

b)

B. No.1197 Tahun 2004 

c)

C. No.1198 Tahun 2004 

d)

D. No.36 Tahun 2014

10.

Yang bukan kegiatan pengendalian mutu untuk pelayanan kefarmasian di rumah sakit adalah ....

a)

A. pemantauan 

b)

B. penilaian 

c)

C. tindakan 

d)

D. monitoring

11.

Instalasi di rumah sakit yang membidani tentang distribusi sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan adalah ....

a)

A. Instalasi Gizi 

b)

B. Instalasi Rekam Medik 

c)

C. Instalasi Farmasi 

d)

D. Instalasi Gawat Darurat

12.

Kepala Instalasi dipimpin oleh seorang ....

a)

A. Sarjana Farmasi 

b)

B. Dokter 

c)

C. Ahli Madya Farmasi 

d)

D. Apoteker

13.

IFRS berperan sangat sentral terhadap pelayanan di rumah sakit terutama pengelolaan dan pengendalian ....

a)

Sediaan farmasi

b)

Perbekalan kesehatan

c)

Makanan dan minuman

d)

Sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan

14.

Unit pelayanan di IFRS yang menyelenggarakan proses pencucian, pengemasan, sterilisasi terhadap semua alat atau bahan yang membutuhkan kondisi steril adalah ....

a)

. ICU

b)

CSSD

c)

IGD

d)

ICCU

15.

) Kegiatan pemantauan setiap respons terhadap obat yang tidak dikehendaki (ROTD) yang terjadi pada dosis lazim yang digunakan pada manusia untuk tujuan profilaksis, diagnosa, dan terapi adalah

a)

MESO

b)

EPO

c)

PIO

d)

ESO

16.

Pelayanan langsung yang diberikan kepada pasien dalam rangka meningkatkan outcome terapi dan meminimalkan risiko terjadinya efek samping karena obat disebut pelayanan ....

a)

Farmasi Klinik

b)

Farmasi Industri

c)

Farmasi Terapan

d)

Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit

17.

Mengembangkan pelayanan farmasi yang luas dan terkoordinasi dengan baik dan tepat untuk memenuhi kebutuhan unit pelayanan di rumah sakit adalah ....

a)

Tanggung jawab IFRS

b)

Fungsi IFRS

c)

Tujuan IFRS

d)

Fungsi IFRS

18.

Yang bukan tujuan dari pengelolaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan adalah ....

a)

Mengelola sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang efektif dan efisien

b)

Menerapkan farmakoekonomi dalam pelayanan

c)

Meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga farmasi

d)

Melakukan perencanaan yang akurat

19.

Visite juga dapat dilakukan pada pasien yang sudah keluar rumah sakit atas permintaan pasien yang biasa disebut ....

a)

. Pelayanan Farmasi Komunitas

b)

Pelayanan Farmasi Masyarakat

c)

Pelayanan Farmasi Terapan

d)

Pelayanan kefarmasian di rumah (home pharmacy care)

20.

Infeksi yang diperoleh di rumah sakit disebut ....

a)

Infeksi bakteri

b)

Infeksi kuman

c)

Infeksi nosokomial

d)

Infeksi virus