NEW
Font size
WorksheetsPENGAYAAN US BI #2
Total questions: 10
Worksheet time: 15mins
Nisa :
(Menghampiri Faris dengan menyandang tas sekolah di punggung) “Ris, ayo berangkat! Nanti keburu hujan!” Faris :
(Memindahkan bola dengan kedua tangannya).”Males, Nis. Masa, dari dulu sampai sekarang les melulu. Kapan main bolanya?”
Nisa :
”Jangan begitu, Ris! Les itu kebutuhan siapa, coba? Kebutuhan kita sendiri, ‘kan?”
Faris :
”Masa, dari dulu hanya latihan mengerjakan soal-soal terus. Bosan, ah.”
Nisa :
”Itu semua untuk mempersiapkan kita menghadapi Ujian Sekolah. Kalau sampai nggak lulus, baru tahu rasa kau, Ris!”
Faris :
”Haaah, peduli amat! Sana, sana, pergi sendiri aja! Aku mau main bola dulu!”
Nisa :
”Oke, kalau begitu. Aku berangkat dulu.”
Faris :
”Silahkan! Selamat mengerjakan soal-soal, Nis!” (Ha ... ha ... ha)
Ummi:
(Keluar dari dalam rumah) ”Ini hari Rabu, pukul setengah tiga. Bukankah kamu seharusnya les IPA , Ris? Kenapa tidak masuk!”
Faris :
(Menggaruk-garuk kepala) ”Anu, Mi ... libur! Ya, libur! Diganti minggu depan.”
Ummi:
”Benar katamu, Ris? Ibu dengar, tadi Nisa ke sini menghampirimu? Kenapa Nisa masuk, sedang kamu tidak?”
Faris :
(Menundukkan kepala) ”Hmm ... Faris ingin main bola dulu, Bu.”
Ummi:
(Membelai kepala Doni) ”Faris, main bola besok sore ‘kan bisa. Sekarang les dulu. Sana, siap-siap! Nanti Ibu antar!”
Faris:
(Masuk sambil bersungut-sungut) ”Baik. Tapi nanti Faris dibelikan gado-gado di warung Bude Rian ya, Bu.”
Ummi:
(Menggandeng Faris) ”Tentu, sayang.”
Tokoh utama dalam teks drama di atas adalah ....
Nisa
Ummi
Faris
Bude Rian
Nisa :
(Menghampiri Faris dengan menyandang tas sekolah di punggung) “Ris, ayo berangkat! Nanti keburu hujan!” Faris :
(Memindahkan bola dengan kedua tangannya).”Males, Nis. Masa, dari dulu sampai sekarang les melulu. Kapan main bolanya?”
Nisa :
”Jangan begitu, Ris! Les itu kebutuhan siapa, coba? Kebutuhan kita sendiri, ‘kan?”
Faris :
”Masa, dari dulu hanya latihan mengerjakan soal-soal terus. Bosan, ah.”
Nisa :
”Itu semua untuk mempersiapkan kita menghadapi Ujian Sekolah. Kalau sampai nggak lulus, baru tahu rasa kau, Ris!”
Faris :
”Haaah, peduli amat! Sana, sana, pergi sendiri aja! Aku mau main bola dulu!”
Nisa :
”Oke, kalau begitu. Aku berangkat dulu.”
Faris :
”Silahkan! Selamat mengerjakan soal-soal, Nis!” (Ha ... ha ... ha)
Ummi:
(Keluar dari dalam rumah) ”Ini hari Rabu, pukul setengah tiga. Bukankah kamu seharusnya les IPA , Ris? Kenapa tidak masuk!”
Faris :
(Menggaruk-garuk kepala) ”Anu, Mi ... libur! Ya, libur! Diganti minggu depan.”
Ummi:
”Benar katamu, Ris? Ibu dengar, tadi Nisa ke sini menghampirimu? Kenapa Nisa masuk, sedang kamu tidak?”
Faris :
(Menundukkan kepala) ”Hmm ... Faris ingin main bola dulu, Bu.”
Ummi:
(Membelai kepala Doni) ”Faris, main bola besok sore ‘kan bisa. Sekarang les dulu. Sana, siap-siap! Nanti Ibu antar!”
Faris:
(Masuk sambil bersungut-sungut) ”Baik. Tapi nanti Faris dibelikan gado-gado di warung Bude Rian ya, Bu.”
Ummi:
(Menggandeng Faris) ”Tentu, sayang.”
Latar waktu dalam teks drama di atas adalah ….
pagi hari
tengah hari
sore hari
siang hari
Nisa :
(Menghampiri Faris dengan menyandang tas sekolah di punggung) “Ris, ayo berangkat! Nanti keburu hujan!” Faris :
(Memindahkan bola dengan kedua tangannya).”Males, Nis. Masa, dari dulu sampai sekarang les melulu. Kapan main bolanya?”
Nisa :
”Jangan begitu, Ris! Les itu kebutuhan siapa, coba? Kebutuhan kita sendiri, ‘kan?”
Faris :
”Masa, dari dulu hanya latihan mengerjakan soal-soal terus. Bosan, ah.”
Nisa :
”Itu semua untuk mempersiapkan kita menghadapi Ujian Sekolah. Kalau sampai nggak lulus, baru tahu rasa kau, Ris!”
Faris :
”Haaah, peduli amat! Sana, sana, pergi sendiri aja! Aku mau main bola dulu!”
Nisa :
”Oke, kalau begitu. Aku berangkat dulu.”
Faris :
”Silahkan! Selamat mengerjakan soal-soal, Nis!” (Ha ... ha ... ha)
Ummi:
(Keluar dari dalam rumah) ”Ini hari Rabu, pukul setengah tiga. Bukankah kamu seharusnya les IPA , Ris? Kenapa tidak masuk!”
Faris :
(Menggaruk-garuk kepala) ”Anu, Mi ... libur! Ya, libur! Diganti minggu depan.”
Ummi:
”Benar katamu, Ris? Ibu dengar, tadi Nisa ke sini menghampirimu? Kenapa Nisa masuk, sedang kamu tidak?”
Faris :
(Menundukkan kepala) ”Hmm ... Faris ingin main bola dulu, Bu.”
Ummi:
(Membelai kepala Doni) ”Faris, main bola besok sore ‘kan bisa. Sekarang les dulu. Sana, siap-siap! Nanti Ibu antar!”
Faris:
(Masuk sambil bersungut-sungut) ”Baik. Tapi nanti Faris dibelikan gado-gado di warung Bude Rian ya, Bu.”
Ummi:
(Menggandeng Faris) ”Tentu, sayang.”
Watak ibu dalam teks drama di atas adalah ....
pemarah
suka mengatur
penyayang
galak
Kisah Uwais Al-Qarni
Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda yang tidak terkenal, miskin, dan memiliki penyakit kulit. Tak ada orang yang mengenalnya bahkan namanya pun tak pernah dikenal. Namun ia merupakan pemuda yang pernah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit.
Sebab kecintaan Allah kepadanya yaitu dikarenakan ia patuh dan menghormati ibunya yang sakit lumpuh. Suatu waktu, Uwais meminta izin kepada sang ibu untuk pergi ke Madinah dalam rangka untuk melepaskan kerinduannnya kepada Rasulullah. Sang ibu memberinya izin untuk pergi, namun dengan syarat agar setelah berjumpa Rasulullah ia cepat pulang kembali karena ibunya yang sakit-sakitan.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, Uwais tidak mendapati Rasulullah di rumahnya karena sedang memimpin peperangan. Meski kerindunya amat besar terhadap Rasulullah, Uwais lekas pulang demi ibunya. Ia hanya menitip pesan kepada Siti Aisyah ra.
Kemudian pada kesempatan yang lain, sang ibu meminta Uwais untuk mengantarkannya pergi haji. Uwais tidak mau menolak walaupun mereka merupakan keluarga yang miskin, dengan sekuat tenaga ia menggendong ibunya yang lumpuh itu untuk berziarah ke Baitullah.
Meski belum pernah berjumpa dengan Nabi, Rasulullah seperti sudah mengenal betul pemuda miskin itu. Ia memuji Uwais dengan mengatakan kepada para Sahabat yang lain, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi,” (HR. Ahmad). Karena bakti yang tulus dan ikhlas kepada ibundanya, membuat nama Uwais Al-Qarni terkenal di langit, meski di bumi ia bukan siapa-siapa.
Kalimat tanya yang tepat untuk mengupas isi dari paragraf pertama adalah ....
Apa yang dilakukan Uwais Al-Qarni setellah melakukan perjalnan panjang?
Mengapa Uwais Al-Qarni sngat dicintai oleh Allah?
Bagaimana ara untuk menjadi terkenal di langit?
Siapakah Uwais Al-Qarni?
Kisah Uwais Al-Qarni
Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda yang tidak terkenal, miskin, dan memiliki penyakit kulit. Tak ada orang yang mengenalnya bahkan namanya pun tak pernah dikenal. Namun ia merupakan pemuda yang pernah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit.
Sebab kecintaan Allah kepadanya yaitu dikarenakan ia patuh dan menghormati ibunya yang sakit lumpuh. Suatu waktu, Uwais meminta izin kepada sang ibu untuk pergi ke Madinah dalam rangka untuk melepaskan kerinduannnya kepada Rasulullah. Sang ibu memberinya izin untuk pergi, namun dengan syarat agar setelah berjumpa Rasulullah ia cepat pulang kembali karena ibunya yang sakit-sakitan.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, Uwais tidak mendapati Rasulullah di rumahnya karena sedang memimpin peperangan. Meski kerindunya amat besar terhadap Rasulullah, Uwais lekas pulang demi ibunya. Ia hanya menitip pesan kepada Siti Aisyah ra.
Kemudian pada kesempatan yang lain, sang ibu meminta Uwais untuk mengantarkannya pergi haji. Uwais tidak mau menolak walaupun mereka merupakan keluarga yang miskin, dengan sekuat tenaga ia menggendong ibunya yang lumpuh itu untuk berziarah ke Baitullah.
Meski belum pernah berjumpa dengan Nabi, Rasulullah seperti sudah mengenal betul pemuda miskin itu. Ia memuji Uwais dengan mengatakan kepada para Sahabat yang lain, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi,” (HR. Ahmad). Karena bakti yang tulus dan ikhlas kepada ibundanya, membuat nama Uwais Al-Qarni terkenal di langit, meski di bumi ia bukan siapa-siapa.
Amanat yang terkandung pada cerita di atas adalah ….
gendonglah ibumu
lakukanlah perjalanan yang panjang
jadilah terkenal
berbaktilah kepada orang tua
Kisah Uwais Al-Qarni
Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda yang tidak terkenal, miskin, dan memiliki penyakit kulit. Tak ada orang yang mengenalnya bahkan namanya pun tak pernah dikenal. Namun ia merupakan pemuda yang pernah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit.
Sebab kecintaan Allah kepadanya yaitu dikarenakan ia patuh dan menghormati ibunya yang sakit lumpuh. Suatu waktu, Uwais meminta izin kepada sang ibu untuk pergi ke Madinah dalam rangka untuk melepaskan kerinduannnya kepada Rasulullah. Sang ibu memberinya izin untuk pergi, namun dengan syarat agar setelah berjumpa Rasulullah ia cepat pulang kembali karena ibunya yang sakit-sakitan.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, Uwais tidak mendapati Rasulullah di rumahnya karena sedang memimpin peperangan. Meski kerindunya amat besar terhadap Rasulullah, Uwais lekas pulang demi ibunya. Ia hanya menitip pesan kepada Siti Aisyah ra.
Kemudian pada kesempatan yang lain, sang ibu meminta Uwais untuk mengantarkannya pergi haji. Uwais tidak mau menolak walaupun mereka merupakan keluarga yang miskin, dengan sekuat tenaga ia menggendong ibunya yang lumpuh itu untuk berziarah ke Baitullah.
Meski belum pernah berjumpa dengan Nabi, Rasulullah seperti sudah mengenal betul pemuda miskin itu. Ia memuji Uwais dengan mengatakan kepada para Sahabat yang lain, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi,” (HR. Ahmad). Karena bakti yang tulus dan ikhlas kepada ibundanya, membuat nama Uwais Al-Qarni terkenal di langit, meski di bumi ia bukan siapa-siapa.
Nilai moral positif yang terkandung pada cerita di atas adalah ....
kesabaran
keberanian
kepercayaan
ketulusan dan keikhlasan
Kisah Uwais Al-Qarni
Uwais Al-Qarni merupakan seorang pemuda yang tidak terkenal, miskin, dan memiliki penyakit kulit. Tak ada orang yang mengenalnya bahkan namanya pun tak pernah dikenal. Namun ia merupakan pemuda yang pernah disebut oleh Rasulullah SAW sebagai pemuda yang sangat dicintai oleh Allah dan terkenal di langit.
Sebab kecintaan Allah kepadanya yaitu dikarenakan ia patuh dan menghormati ibunya yang sakit lumpuh. Suatu waktu, Uwais meminta izin kepada sang ibu untuk pergi ke Madinah dalam rangka untuk melepaskan kerinduannnya kepada Rasulullah. Sang ibu memberinya izin untuk pergi, namun dengan syarat agar setelah berjumpa Rasulullah ia cepat pulang kembali karena ibunya yang sakit-sakitan.
Setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, Uwais tidak mendapati Rasulullah di rumahnya karena sedang memimpin peperangan. Meski kerindunya amat besar terhadap Rasulullah, Uwais lekas pulang demi ibunya. Ia hanya menitip pesan kepada Siti Aisyah ra.
Kemudian pada kesempatan yang lain, sang ibu meminta Uwais untuk mengantarkannya pergi haji. Uwais tidak mau menolak walaupun mereka merupakan keluarga yang miskin, dengan sekuat tenaga ia menggendong ibunya yang lumpuh itu untuk berziarah ke Baitullah.
Meski belum pernah berjumpa dengan Nabi, Rasulullah seperti sudah mengenal betul pemuda miskin itu. Ia memuji Uwais dengan mengatakan kepada para Sahabat yang lain, “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah doa dan istighfarnya. Dia adalah penghuni langit, bukan orang bumi,” (HR. Ahmad). Karena bakti yang tulus dan ikhlas kepada ibundanya, membuat nama Uwais Al-Qarni terkenal di langit, meski di bumi ia bukan siapa-siapa.
Keteladanan yang dapat diambil dari tokoh Uwais Al-Qarni adalah ....
berbuat baik dengan mengharapkan balasan
mengabaikan perintah orang tua
meragukan ketetapan Allah
berbakti kepada ibundanya dengan tulus dan ikhlas
Cara Membuat Mie Goreng Instan
(1) Taburkan bawang goreng dan mie lat siap disajikan.
(2) Tiriskan mie, kemudian campurkan mie ke dalam campuran bumbu di piring, aduk hinga merata.
(3) Sementara mie direbus, campurkan bumbu, minyak bumbu, kecap manis, dan bubuk cabe ke dalam piring.
Rebus mie dalaam 400 cc air mendidih selama 3 menit sambil diaduk.
Susunan yang tepat untuk cara membuat telur asin di atas adaalah ....
(4) – (2) – (1) – (3)
(4) – (3) – (2) – (1)
(4) – (3) – (1) – (2)
(4) – (2) - (3) – (1)
Kegiatan Pesantren Ramadha\n ini merupakan kegiatan rutin di bulan Ramadhan dalam rangka memotivasi para siswa agar berakhlak dan berkeperibadian baik … . Apabila dalam penyelenggaraan kegiatan ini banyak kekurangan, panitia mohon maaf.
Kalimat yang tepat untuk melengkapi pidato tersebut adalah ....
Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang senantiasa memberikan kenikmatan kepada kita.
Kami atas nama panitia mengucapkan selamat datang untuk melaksanakan Pesantren Ramadhan.
Demikian sambutan dari saya selaku ketua panitia, sehingga kegiatan ini bermanfaat.
Saya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya dalam kegiatan Pesantren Ramadhan ini
Bintang dan Anugerah mengikuti acara “Dokter Cilik 2022”. Acara tersebut dilaksanakan di puskesmas pemuda, Surabaya, pada hari sabtu 24 agustus 2022. Para peserta termasuk Bintang dan Anugerah diberi pengetahuan dasar tetang cara hidup sehat di sekolah dasar tentang cara hidup sehat di sekolah, di rumah, dna lingkungannya.
Perbaikan ejaan untuk kalimat yang bercetak tebal adalah ....
Acara tersebut dilaksanakan di Puskesmas Pemuda, Surabaya, pada hari sabtu, 24 agustus 2022.
Acara tersebut dilaksanakan di Puskesmas pemuda, Surabaya, pada hari Sabtu, 24 agustus 2022.
Acara tersebut dilaksanakan di Puskesmas Pemuda, Surabaya, pada hari Sabtu, 24 Agustus 2022.
Acara tersebut dilaksanakan di Puskesmas Pemuda, Surabaya, pada hari sabtu, 24 agustus 2022.
