wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Latihan fabel

Total questions: 40

Worksheet time: 1hrs 20mins

Name
Class
Date
1.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

2.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

3.

Berikut ini yang merupakan kalimat seru adalah....

a)

Namun tiba-tiba…

b)

Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

c)

Ia sangat menyesal.

d)

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

4.

Penulisan kalimat langsung yang benar pada kutipan fabel adalah....

a)

“Anjing, kenapa kau menangis,” tanya si Kupu.

b)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.

c)

“Anjing, kenapa kau menangis” tanya si Kupu.

d)

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu."

5.

Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!

Lebah dan Semut


Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....

a)

judul dikembangkan berdasarkan latar cerita

b)

judul berasal dari nama tokoh

c)

judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh

d)

judul diambil dari tema

6.

Perhatikan kutipan fabel berikut!

Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”

“Namaku Didi. Namamu siapa?”

“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.

“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Kutipan cerita fabel di atas merupakan struktur fabel bagian….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

7.

Berikut ini kalimat yang menggunakan kata untuk menyatakan hubungan waktu bersamaan adalah....

a)

Setelah itu, kuda itu kembali bersembunyi di dalam semak-semak.

b)

Ketika dia menuju hutan lebat, di tengah jalan kuda itu melihat sesuatu.

c)

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat

baik.

d)

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut.

8.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar

9.

Pesan yang disampaikan secara langsung oleh pengarang disebut....

a)

pesan eksplisit

b)

pesan implisit

c)

pesan moral

d)

pesan tersirat

10.

Perhatikan kutipan cerita fabel berikut dengan saksama!

Pada suatu malam di sebuah rumah sederhana yang ukurannya tidak begitu besar, ada sebuah keluarga kelinci yang sedang mengadakan pesta. Keluarga kelinci itu terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya bernama Tita dan Tuti. Keluarga kelinci itu sedang merayakan hari ulang tahun Tita dan Tuti.

Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, kutipan fabel di atas termasuk jenis fabel....

a)

fabel alami

b)

fabel dengan koda

c)

fabel tanpa koda

d)

fabel adaptasi

11.

Bacalah kutipan fabel berikut!

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut.

Semut hanya bisa menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang

karena ia berjalan.

Pola pengembangan watak tokoh pada kutipan fabel di atas adalah....

a)

deskripsi fisik tokoh

b)

kegiatan tokoh

c)

dialog tokoh dengan diri sendiri

d)

dialog dengan tokoh lain

12.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan atas kesalahan penggunaan kata depan di pada kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

dihutan, di saat, di ajak

b)

di hutan, di tubuhnya, disaat

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

dihutan, disaat, di ajak

13.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak. Namanya landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landak tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya.

Setiap hari landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa di ajak berbicara dan bermain.

Perbaikan kesalahan penggunaan huruf kapital pada tokoh dalam kutipan fabel tersebut adalah ....

a)

Landak, Landa

b)

landak, landa

c)

Landak, landa

d)

landak, Landa

14.

Bacalah kutipan fabel berikut!

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.

Kutipan teks cerita tersebut termasuk ke dalam struktur teks fabel pada bagian…...

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

15.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”

Variasi pola pengembangan orientasi ceritas tersebuta diawali dengan....

a)

deskripsi latar

b)

latar dan kegiatan tokoh

c)

latar di masa lalu

d)

perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

16.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

17.

Bacalah dengan saksama teks berikut!

(1) Ada beberapa cara menanam buah naga yang bisa kamu lakukan di rumah. Jika ingin menikmati buah naga secara gratis tanpa harus membelinya, kamu dapat menanam buah naga pada pot yang sekaligus dapat kamu jadikan sebagai hiasan di depan rumah.


(2) Di sebuah telaga di daerah Kalimantan Barat, tersebutlah seekor tupai bersahabat denganseekor ikan gabus. Persahabatan tersebut sangatlah erat.Pada suatu hari si ikan gabus jatuh sakit. Badannya sangat lemas. Dengan setia, si tupai menunggui temannnya itu. Sudah beberapa hari si ikan gabus tidak enak makan si tupai berusaha membujukknya untuk makan. Namun, si ikan gabus hanya mau makan kalo diberi makan hati ikan Yu. Mendengar permintaan si ikan gabus, si tupai menjadi sangat sedih sulit sekali memenuhi permintaan sahabatnya itu. Ikan Yu adalah hewan yang sangat ganas dan hanya hidup di lautan lepas.


(3) Nama kecil Ki Hajar Dewantara adalah Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Ia berasal dari lingkungan keluarga Keraton Yogyakarta. Meskipun demikian, ia sangat sederhana dan ingin dekat dengan rakyatnya.


(4) Bacharuddin Jusuf Habibie atau lebih dikenal dengan B.J. Habibie lahir di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.


Yang merupakan teks fabel ditandai dengan nomor ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

18.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

19.

Simak kutipan teks cerita fabel berikut!


1) Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.


2) "Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.


3) "Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.


4) Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.


5) Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.


6) "Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.


Susunan yang tepat atas kutipan teks cerita fabel acak di atas adalah ....

a)

4 - 2 - 3 - 1 - 5 - 6

b)

4 - 6 - 2 - 1 - 3 - 5

c)

4 - 1 - 3 - 2 - 5 - 6

d)

4 - 6 - 3 - 2 - 1 - 5

20.

Bacalah teks berikut!

Hangat sinar matahari menyentuh kulit burung hantu digunakan untuk mendeskripsikan suasana pagi

Latar yang digunakan pada teks tersebut adalah....

a)

waktu

b)

tempat

c)

suasana

d)

sosial

21.

Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .

a)

“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”

b)

“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”

c)

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.

d)

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”

22.

Bukti kutipan cerita bahwa Buaya mempunyai watak bodoh adalah ....

a)

“Ada apa Kancil sebenarnya, ayo cepat katakan,” kata buaya.

b)

“Huaahhh… siapa yang teriak-teriak siang-siang begini.. mengganggu tidurku saja.” “Hei Kancil, diam kau.. kalau tidak aku makan nanti kamu.”

c)

“Tanpa berpikir panjang, buaya-buaya itu segera mengambil posisi, berbaris berjajar dari tepi sungai satu ke tepi sungai lainnya, sehingga membentukseperti jembatan"

d)

“Ha!….huaahh… sialan… Kancil nakal, ternyata kita cuma dibohongi. Aws kamu ya.. kalau ketemu lagi saya makan kamu,”

23.

Latar tempat pada fabel tersebut adalah ....

a)

Di dalam hutan

b)

di pinggir sungai.

c)

Di bawah pohon dan di pinggir sungai.

d)

Di dalam hutan dan di pinggir sungai.

24.

Buaya setuju. Ia lalu memasukkan moncongnya ke dalam air dan membuat gelembung-gelembung. Burung penyanyi bernyanyi. Suara nyanyiannya sangat pas dengan suara gelembung-gelembung air yang dibuat buaya. Buaya senang sekali dan sejak itu mereka berdua selalu melakukan hal itu setiap hari.

Cuplikan teks fabel tersebut termasuk ke dalam....

a)

koda

b)

resolusi

c)

komplikasi

d)

abstrak

25.

(1) Agar burung penyanyi masuk lagi ke dalam mulutnya, (2) buaya selalu memberitahu dulu sebelum membuka mulutnya. (3) “Wow, rukun ya mereka...!”

Bagian cerita yang menggunakan kosakata percakapan ditandai dengan nomor....

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(1) dan (3)

26.

Ia melayang terjun dari sarang, lalu lenyap. Si pohon melihat ke segala arah mencarinya. Ia tidak menemukan. “Ia telah hilang sejak pukul sembilan tadi”tukas Gagak. Ia sangat cemas. “Sekarang pun masih pukul sembilan,”tukas si Pohon.

Waktu terjadinya cerita itu adalah....

a)

pagi

b)

siang

c)

sore

d)

malam

27.

Di hutan, hiduplah seekor singa yang dijuluki si Raja Hutan. Dijuluki demikian karena ia besar dan sangat kuat. Ia menjadi pemimpin seluruh binatang yang ada di hutan tersebut. Jika mengaum, suaranya sangat keras. Menakutkan, dan menggetarkan seluruh isi hutan....

Kalimat yang tepat untuk melengkapi cuplikan fabel tersebut adalah....

a)

Di sana hidup seekor singa buas.

b)

Semua binatang ingin melawannya.

c)

Ia sangat berwibawa.

d)

Kancil pernah disakitinya.

28.

Tetapi buaya tidak peduli. Dia tidak takut kepada biri-biri itu. Dia naik ke titian itu, membuka mulutnya lebar-lebar dan siap melahap si Sulung. Si Sulung melompat, menerjang buaya dengan kukunya. Kena mata buaya. Dia kesakitan. Lalu, ditanduknya perut buaya itu hingga berdarah. Buaya menjerit kesakitan dan menjatuhkan dirinya ke air.

Yang dimaksud kata sandang dalam cuplikan tersebut adalah....

a)

pada

b)

si

c)

oleh

d)

agak

29.

Apa definisi dari teks cerita fabel?

a)

cerita tentang manusia yang berperilaku seperti hewan / binatang

b)

cerita mengenai kehidupan binatang / hewan yang berperilaku seperti / mirip manusia.

c)

cerita mengenai binatang dan manusia yang kehidupannya sangat mirip

d)

cerita tentang kehidupan binatang / hewan yang penuh makna seperti / mirip manusia

30.

Di bawah ini adalah struktur teks cerita fabel, yaitu

a)

orientasi - komplikasi - klimaks - koda

b)

orientasi - klimaks - resolusi - koda

c)

orientasi - komplikasi - resolusi - koda

d)

orientasi - klimaks - resolusi - koda

31.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Ikan tertua meninggalkan kolam tersebut pada sora hari dengan seluruh keluarganya. Ikan kedua melihat nelayan datang di kejauhan pada pagi hari dan meninggalkan kolam tersebut dengan seluruh keluarganya. Ikan ketiga tetap menolak untuk pergi. Nelayan tersebut pun datang dan menangkap semua ikan yang tertinggal di kolam. Keberuntungan ikan ketiga tidak menyelamatkannya, dia juga tertangkap dan dibunuh.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

klimaks

d)

resolusi

32.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Suatu ketika, terdapatlah tiga ikan yang hidup di sebuah kolam. Di suatu sore, beberapa nelayan melewati kolam tersebut dan melihat ikan-ikan itu. “Kolam ini penuh dengan ikan”, mereka berbicara satu sama lain dengan bergairah. “Kita belum pernah memancing di sini sebelumnya. Kita harus datang lagi besok pagi dengan jaring kita dan manangkap ikan-ikan ini!” Kemudian nelayan-nelayan tersebut pergi.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

33.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Ketika ikan yang paling tua mendengar ini, dia gelisah. Dia memanggil ikan-ikan yang lain dan berkata, “Apakah kamu dengar apa yang dikatakan nelayan itu? Kita harus meninggalkan kolam ini. Nelayan itu akan kembali besok dan membunuh kita semua!” Ikan kedua setuju. “Kamu benar”, dia berkata. “Kita harus meninggalkan kolam ini.” Tetapi ikan yang paling muda tertawa. “Kamu cemas tanpa ada alasan”, dia berkata. “Kita telah tinggal di kolam ini semur hidup kita, dan tidak ada nelayan yang datang kesini. Kenapa harus orang-orang itu kembali? Saya tidak akan pergi ke mana-mana keberuntunganku akan menyelamatkan ku.”

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

koda

b)

resolusi

c)

klimaks

d)

komplikasi

34.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Ikan yang cemas dahulu dan bertindak sebelum nelayan datang dan ikan yang tertindak ketika nelayan datang berhasil selamat. Tetapi ikan yang mempercayakan hanya pada keberuntungan dan tidak berbuat apa-apa semuanya mati. Begitu juga pada kehidupan.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

resolusi

b)

koda

c)

komplikasi

d)

orientasi

35.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita tersebut adalah satu rencana yang berjalan lebih baik daripada seribu rencana yang masih diragukan.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

resolusi

d)

koda

36.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

"Saya hanya tahu satu cara untuk menjauh dari anjing" kata si kucing. "Kamu harus mengajari saya beberapa trik menjauh dari anjing".

"Oke, mungkin suatu hari nani, saat saya punya waktu, saya bisa mengajarkan kamu beberapa trik sederhana" jawab rubah enteng.

Saat itu mereka mendengar gonggongan dari anjing dari kejauhan. Lama-kelamaan anjing itu datang ke arah mereka

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

orientasi

b)

komplikasi

c)

klimaks

d)

resolusi

37.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Seketika itu pun kucing berlari ke arah pohon terdekat dan naik ke cabang di luar jangkauan anjing tersebut "Ini adalah trik yang satu-satunya aku tahu" kata si kucing. "Mana seribu trik yang akan kau gunakan?".

Rubah itu pun duduk diam di bawah pohon, bertanya-tanya pada dirinya trik apa yang harus dipakai. Sebelum dia akan mengambil keputusan, anjing-anjing tersebut tiba, dan anjing itu menghajar rubah dan mencabik-cabiknya.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian …

a)

koda

b)

resolusi

c)

komplikasi

d)

klimaks

38.

Bacalah dengan saksama penggalan teks cerita fabel berikut!

Suatu hari, ada seekor rubah dan seekor kucing sedang mengobrol. Si rubah adalah hewan yang sombong, yang membual betapa pintarnya dia. "Kenapa, saya tahu setidaknya seribu cara untuk menjauh dari musuh kita bersama, yaitu anjing" katanya.

Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian …

a)

orientasi

b)

resolusi

c)

komplikasi

d)

klimaks

39.

Pada zaman dahulu, ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Para penduduk setempat menamakannya Gunung Tikus. Orang-orang mengisahkan cerita yang aneh tentang penamaan gunung ini.


Unsur intrinsik yang tidak tampak pada cuplikan dongeng di atas adalah ....

a)

penokohan

b)

latar

c)

tema

d)

amanat

40.

Pada suatu ketika, selama bertahun-tahun, hujan tidak kunjung turun. Sungai mengering. Udara sangat panas. Orang-orang tidak dapat bercocok tanam karena tak ada air. Pepohonan menjadai kering. Binatang ternak mati karena kelaparan dan kehausan. Kelaparan yang paling dahsyat itu membuat oranag sampai harus memakan anjing dan kucing. Tidak sedikit dari mereka yang mati kelapran dan kehausan.


Cuplikan dongeng tersebut lebih banyak mengungkapkan unsur ....

a)

tema

b)

latar

c)

penokohan

d)

alur