Worksheetsulangan titrasi asam basa
Total questions: 265
Worksheet time: 3hrs 16mins
Titran merupakan....
Zat yang konsentrasinya ingin diketahui
Zat yang konsentrasinya hilang
Zat yang konsentrasinya sudah diketahui
Zat yang bersifat penyangga
Titrasi menggunakan metode analisis yang digunakan untuk menentukan .... larutan
konsentrasi
massa
densitas
volume
Fungsi penambahan indikator dalam titrasi adalah...
sebagai penentu konsentrasi larutan
sebagai penanda terjadinya proses titrasi
sebagai penanda dimulainya titrasi
sebagai penanda tercapainya titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna indikator tersebut.
Pada saat asam dan basa telah habis bereaksi saat titrasi, maka akan dicapai...
titik kritis
titik awal
titik ekuivalen
titik akhir
Sebanyak 25 mL CH3COOH dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Setelah titrasi, larutan NaOH yang diperlukan sebanyak 30 mL. Tentukan konsentrasi dari CH3COOH tersebut!
0,1 M
0,01 M
0,12 M
0,012 M
Titrat merupakan zat yang...
konsentrasinya ingin diketahui
konsentrasinya tetap
konsentrasinya sudah diketahui
konsentrasinya berbanding terbalik
Ketika 10mL larutan HCl mulai dititrasi dengan larutan NaOH 1 M, maka bagaimana pH larutan tersebut?
pH larutan tetap
pH larutan akan naik
pH larutan menjadi 7
pH larutan akan turun
Contoh penggunaan metode titrasi dalam bidang biokimia adalah...
penentuan kadar glukosa dalam air kelapa
penentuan BOD air sungai
penentuan kadar oksigen air tanah
penentuan kualitas air limbah
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan titrasi adalah sebagai berikut, kecuali...
Penggunaan indikator yang sesuai
Volume titrat harus tepat
Konsentrasi titran telah diketahui
Volume titran harus tepat
Berdasarkan grafik tersebut, larutan yang berperan sebagai titrat adalah...
asam kuat
asam lemah
basa lemah
NaOH
Kurva tersebut menggambarkan perubahan pH pada titrasi...
asam lemah ditetesi basa kuat
asam kuat ditetesi basa kuat
asam lemah ditetesi basa lemah
asam kuat ditetesi basa lemah
Sebanyak 25 mL larutan asam asetat dititrasi dengan larutan natrium hidroksida 0,5 M. Jenis titrasi tersebut adalah...
Titrasi asam kuat-basa kuat
Titrasi asam lemah-basa kuat
Titrasi asam lemah-basa lemah
Titrasi asam kuat-basa lemah
pH titik ekuivalen pada titrasi HCl dengan KOH adalah..
kurang dari 7
7
lebih dari 7
mendekati 7
Ketika asam kuat dititrasi oleh basa lemah, berapakah pH titik ekuivalennya? Mengapa?
7, karena terhidrolisis sempurna
> 7 , karena basa
< 7 karena terjadi reaksi hidrolisis menghasilkan ion H+ yang berlebih
< 7 karena terjadi reaksi hidrolisis menghasilkan ion OH- yang berlebih
Mengapa metode titrasi sering digunakan untuk analisis di berbagai cabang ilmu kimia?
rangkaian alatnya sulit
biayanya murah
kurang teliti
dapat dilakukan berkali-kali
Metode penentuan kadar suatu zat dengan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya disebut
Analit
Titrasi
Titran
Geometri
Titrimetri
Zat yang diletakkan dalam buret disebut ....
Analit
Asam
Basa
Larutan standar
Titrat
Pada titrasi 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan Larutan NaOH 0,1 M. Saat pH = 7, Maka volume larutan NaOH adalah ....
20 mL
30 mL
40 mL
50 mL
100 mL
Pada titrasi larutan asam klorida dengan larutan kalium hidroksida, digunakan indikator PP. Saat indikator berubah warna menunjukkan ....
Keadaan titrasi
Titrasi
Titik ekuivalen
Titik akhir titrasi
Mol asam = mol basa
Berikut alat-alat yang dipergunakan dalam titrasi, kecuali ....
Labu corong
Statif
Buret
Erlenmeyer
Beaker glass
Pada Titrasi larutan asam klorida dengan larutan natrium hidroksida, saat tercapai titik ekuivalen, menunjukkan pH = ....
6
7
8
9
10
Pada titrasi 50 mL larutan CH3COOH 0,1 M dengan 100 mL larutan NaOH 0,1 M, maka pernyataan yang benar adalah ....
pH larutan makin naik
titik ekuivalen pada pH = 7
pH larutan makin turun
Indikator tidak mengalami perubahan warna
Indikator diteteskan pada larutan NaOH
Zat yang diletakkan dalam buret adalah ....
Analit
Titer
Titrat
Titrasi
Basa
Pada titrasi 50 mL larutan H2SO4 dengan larutan KOH 0,4 M ternyata memerlukan 80 mL larutan KOH, maka konsentrasi larutan asam sulfat adalah ....
0,15 M
0,2 M
0,25 M
0,3 M
0,32 M
Pada titrasi Larutan asam cuka dengan larutan NaOH, maka indikator yang paling tepat adalah ....
PP
MO
BTB
MM
Alizarin
Fungsi penambahan indikator pada analit adalah ....
Sebagai penanda proses titrasi
sebagai penanda mulai titrasi
Sebagai penanda titik ekuivalen
Sebagai penanda titik akhir titrasi
Indikator PP dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna ....
pink ke tak berwarna
kuning menjadi tak berwarna
Tak berwarna menjadi pink
Tak berwarna menjadi kuning
kuning menjadi merah
Titran merupakan ....
zat yang ingin diketahui konsentrasinya
zat yang sudah diketahui konsentrasinya
zat yang konsentrasinya hilang
zat yang konsentrasinya habis
Prosedur kerja titrasi :
1. menghentikan titrasi zaat indikator berubah warna
2. menambah indikator ke dalam erlenmeyer
3. memasukkan larutan analit ke erlenmeyer
4. memasukkan larutan standar ke buret
5. melakukan titrasi
urutan yang benar adalah ....
4 - 3 - 1 - 2 - 5
3 - 2 - 4 - 5 - 1
4 - 5 - 1 - 2 - 3
pH titik ekuivalen pada titrasi lakutan NaOH dengan larutan HCl adalah ....
kurang dari 7
7
mendekati 7
lebih dari 7
zat yang akan ditentukan konsentrasinya diletakkan dalam ...
buret
gelas ukur
erlenmeyer
gelas corong
Berikut alat-alat titrasi yang tepat adalah ....
gelas ukur, buret, erlenmeyer
erlenmeyer, gelas kimia, buret
erlenmeyer, statif, buret
statif, corong, buret
Larutan asam sulfat sebanyak 20 mL dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Jika memerlukan 30 mL larutan NaOH, kemolaran larutan asam sulfat adalah ....
0,3 M
0,2 M
0,15 M
0,1 M
0,075 M
Pada titrasi larutan NaOH 0,4 M sebanyak 10 mL pada larutan HNO3 0,1 M, diperlukan larutan HNO3 sebanyak ....
10 mL
20 mL
30 mL
40 mL
50 mL
Titrasi menggunakan metode analisis yang digunakan menentukan .... larutan
konsentrasi
massa
volume
densitas
kadar
Titran merupakan....
Zat yang konsentrasinya ingin diketahui
Zat yang konsentrasinya hilang
Zat yang konsentrasinya sudah diketahui
Zat yang bersifat penyangga
Zat yang tidak punya konsentrasi
Titrasi menggunakan metode analisis yang digunakan untuk menentukan .... larutan
konsentrasi
massa
densitas
volume
jati diri
Fungsi penambahan indikator dalam titrasi adalah...
sebagai penentu konsentrasi larutan
sebagai penanda terjadinya proses titrasi
sebagai penanda dimulainya titrasi
sebagai penanda tercapainya titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna indikator tersebut.
sebagai penentu kapan titrasi harus dimulai
Pada saat asam dan basa telah habis bereaksi saat titrasi, maka akan dicapai...
titik kritis
titik awal
titik ekuivalen
titik tengah
titik koma
Sebanyak 25 mL CH3COOH dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Setelah titrasi, larutan NaOH yang diperlukan sebanyak 30 mL. Tentukan konsentrasi dari CH3COOH tersebut!
0,1 M
0,01 M
0,12 M
0,012 M
0,015
Titrat merupakan zat yang...
konsentrasinya ingin diketahui
konsentrasinya tetap
konsentrasinya sudah diketahui
konsentrasinya berbanding terbalik
konsentrasinya tidak ingin diketahui
Ketika 10mL larutan HCl mulai dititrasi dengan larutan NaOH 1 M, maka bagaimana pH larutan tersebut?
pH larutan tetap
pH larutan akan naik
pH larutan menjadi 7
pH larutan akan turun
pH larutan berubah
Berdasarkan grafik tersebut, larutan yang berperan sebagai titrat adalah...
asam kuat
asam lemah
basa lemah
NaOH
KOH
pH titik ekuivalen pada titrasi HCl dengan KOH adalah..
kurang dari 7
7
lebih dari 7
mendekati 7
menjauhi 7
Indikator Fenolftalein (PP) dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna ... .
Tidak berwarna menjadi merah muda
Tidak berwarna menjadi kuning
Kuning menjadi merah muda
Kuning menjadi tidak berwarna
Merah muda menjadi tidak berwarna
Nama alat disamping adalah......
Gelas Kimia
Gelas Ukur
Gelas Erlenmeyer
Gelas Buret
Termometer
Gambar di atas merupakan alat laboratorium yang digunakan dalam titrasi. Alat tersebut adalah ... .
Statif
Klem
Buret
Erlenmeyer
Pipet gondok
sebanyak 10 mL larutan NaOH 0,4 M dititrasi dengan larutan HNO3 sebanyak 40 mL. berapakah konsentrasi HNO3 tersebut?
0,1 M
0,4 M
0,2 M
0,3 M
0,5 M
Metode penentuan kadar suatu zat dengan zat lain yang sudah diketahui konsentrasinya disebut
Analit
Titrasi
Titran
Geometri
Titrimetri
Zat yang diletakkan dalam buret disebut ....
Analit
Asam
Basa
Larutan standar
Titrat
Pada titrasi 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan Larutan NaOH 0,1 M. Saat pH = 7, Maka volume larutan NaOH adalah ....
20 mL
30 mL
40 mL
50 mL
100 mL
Indikator PP dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna ....
pink ke tak berwarna
kuning menjadi tak berwarna
Tak berwarna menjadi pink
Tak berwarna menjadi kuning
kuning menjadi merah
Pada titrasi 50 mL larutan H2SO4 dengan larutan KOH 0,4 M ternyata memerlukan 80 mL larutan KOH, maka konsentrasi larutan asam sulfat adalah ....
0,15 M
0,2 M
0,25 M
0,3 M
0,32 M
20 mL larutan H2SO4 tepat bereaksi dengan 25 mL larutan Ba(OH)2 0,2 M, konsentrasi larutan H2SO4 adalah..
0,25 M
0,5 M
1 M
1,5 M
2 M
Berikut ini data hasil titrasi 25 mL asam cuka dengan NaOH 0,3 M menggunakan indikator fenolftalein. Tentukan konsentrasi asam cuka!
0.05M
0,06 M
0 24 M
0,10 M
0,12
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
20 mL larutan H2SO4 tepat bereaksi dengan 25 mL larutan Ba(OH)2 0,2 M, konsentrasi larutan H2SO4 adalah..
0,25 M
0,5 M
1 M
1,5 M
2 M
Hasil suatu titrasi menunjukkan bahwa 5 mL CH3COOH dapat dinetralkan dengan 3 mL NaOH 0,1M. Konsentrasi CH3COOH tersebut adalah ... .
0,015 M
0,02 M
0,06 M
0,16 M
0,2 M
Indikator Fenolftalein (PP) dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna dari ... menjadi ...
Tidak berwarna - merah muda
Tidak berwarna - kuning
Kuning - merah muda
Kuning - tidak berwarna
Merah muda - tidak berwarna
Berikut ini data hasil titrasi 25 mL asam cuka dengan NaOH 0,1M menggunakan indikator fenolftalein
0.05M
0,06 M
0 08M
0,10 M
0,12
Sebanyak 10 mL suatu sampel cuka makan diencerkan dengan air hingga 250 mL. Ternyata, 20 mL larutan hasil pengenceran ini tepat beraksi dengan 15 ml NaOH 0,2 M. Jika diketahui massa jenis cuka makan adalah 1 kg L-1, maka kadar asam asetat dalam cuka makan tersebut adalah ... (Ar H = 1, C = 12 dan O = 16)
3,75%
15%
20%
22,5%
25%
Di bawah ini yang bukan peralatan untuk titrasi adalah ....
Prosedur kerja titrasi adalah sebagai berikut :
- Menghentikan titrasi saat terjadi perubahan warna
- menambahkan indikator ke dalam erlemeyer
- memasukan larutan yang tidak diketahui konsentrasinya dalam erlemeyer
- memasukan larutan yang konsentrasinya diketahui dalam buret
- melakukan titrasi
Urutan yang benar tentang prosedur titrasi adalah ...
3,2,4,5,1
4,5,1,2,3
4,3,1,2,5
Dalam titrasi, larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya disebut ... dan larutan yang ingin diketahui konsentrasinya disebut ... .
titrat dan titer
titrat dan analit
analit dan titer
analit dan titrat
titer dan titrat
Sebanyak 3,7 gram kristal Ca(OH)2 (Mr = 74 g mol-1) dilarutkan dalam 50 mL air. Larutan yang terbentuk digunakan untuk menitrasi 25 mL larutan H2S. Jika titik ekuivalen tercapai pada penambahan 5 mL Ca(OH)2, berapa konsentrasi H2S yang dititrasi?
0,4 M
0,3 M
0,2 M
0,1 M
0,5 M
Pada titrasi larutan HCl 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1 M, ion yang jumlahnya paling dominan pada titik ekuivalen adalah ....
H+
OH-
Na+
Cl-
Na+ dan Cl-
Perubahan pH reaksi asam lemah dan basa kuat digambarkan oleh kurva ....
Pada penetapan kadar larutan asam cuka yang dititrasi dengan larutan NaOH sebaiknya menggunakan indikator ....
fenolftalein (8,3-10)
metil oranye 3,2-4,4)
alizarin kuning (10,1-12,0)
bromtimol biru (6,0-7,6)
metil merah (4,2-6,3)
Data hasil titrasi 25 mLlarutan NaOH 0,2 M dengan larutan HCl 0,25 M seperti pada tabel. Dari data tersebut yang menunjukkan terjadinya titik netralisasi terletak pada nomor ....
1
2
3
4
5
0,25 M
0,2 M
0,15 M
0,04 M
0,02 M
0,32%
0,49%
0,54%
1,30%
4,90%
1,71.10-2 gram
3,42.10-2 gram
5,13.10-1 gram
6,84.10-1 gram
8,55.10-1 gram
Penentuan konsentrasi suatu asam kuat dapat dilakukan dengan titrasi menggunakan basa kuat. Misalnya 50 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein (PP). Titrasi dihentikan ketika larutan berubah warna menjadi merah muda secara tiba-tiba.
Alasan yang paling tepat terkait dengan terjadinya perubahan warna pada saat titrasi adalah.
NaOH bersifat basa kuat sehingga larutan HCl menjadi merah
larutan indikator pp akan memberikan warna merah pada larutan asam
pada saat volume NaOH berlebih maka larutan menjadi merah
volume HCl sama dengan volume NaOH
mol HCl = mol NaOH dan pH larutan > 8,5
(1) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
10,0%
25,5%
35,0%
50,0%
62,5%
Sebanyak 1,5 gram asam asetat (Mr = 60) dilarutkan ke dalam 100 ml air. Larutan tersebut diambil 20 ml dan dititrasi dengan 25 ml larutan Barium hidroksida hingga bersifat netral. Konsentrasi larutan Barium hidrokasi yang digunakan untuk menitrasi larutan asam asetat ...
0,1 M
0,2 M
0,3 M
0,4 M
0,5 M
ke 1)
ke 2)
ke 3)
ke 4)
ke 5)
Sebuah basa LOH dengan volume 20 ml memiliki massa 1,6.10-1 tepat dititrasi dengan asam HBr 0,1 M dengan volume 40 ml. Jika Ar O = 16 dan Ar H = 1, massa molekul relatif (Ar) dari logam L adalah ....
19
20
23
24
30
Di tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang berupa larutan asam bervalensi satu terdapat satu botol larutan yang labelnya sudah hilang. Kemudian siswa ditugaskan melakukan eksperimen untuk mengetahui konsentrasi asam tersebut. Guru menyiapkan larutan basa bervalensi dua dengan konsentrasi 0,1 M. Setiap siswa mengambil masing-masing 25 mL larutan asam yang ditetesi dengan indikator phenophtalein, kemudian dititrasi menggunakan larutan basa bervalensi satu sebanyak 3 kali berturut-turut sampai memberikan warna merah muda. Titrasi I, II dan III membutuhkan larutan basa berturut-turut adalah 19 mL, 20 mL dan 21 mL, maka konsentrasi dari asam tersebut adalah ... M
0,08 M
0,16 M
0,2 M
0,25 M
0,8 M
Dibawah ini yang bukan merupakan peralatan titrasi adalah
Buret
Erlenmeyer
Indikator
Statip
Klem
Zat yang bisa memberikan warna berbeda dalam suasana asam dan basa disebut
Fenoftalein
Indikator
Bromo Timol Blue
Metil Orange
larutan
Pada titrasi asam kuat dengan basa kuat, maka indikator yang cocok digunakan adalah
Metil Merah
Metil Orange
Bromo Timol Blue
Fenoftalein
BTB
Larutan Asam Sulfat 0,5 M sebanyak 100 mL dapat berubah menjadi 0,2 M apabila ditambahkan air sebanyak
50
100
150
200
250
Trayek pH indikator Bromo Timol Blue (BTB) adalah 4,6 sd 7,6. Perubahan warna yang terjadi adalah dari kuning ke biru. Warna apakah yang terjadi jika pH larutan sama dengan 7 ketika ditetesi indikator PP?
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Jingga
Zat yang akan dititrasi biasanya diletakkan dalam erlenmeyer dan dibawah buret. Zat tersebut dinamakan
titran
titrat
tiran
titer
titrasi
Larutan NaOH 0,2 M sebanyak 50 mL dititrasi dengan larutan H2SO4 0,0625 M. Volume H2SO4 yang diperlukan agar tepat netral sebesar.... mL
20
40
60
80
160
Perubahan warna indikator fenoftalein (PP) adalah tidak berwarna ke metah muda. Trayek pH indikator ini adalah dari 8 sd 10. Warna apakah yang terjadi pada larutan jika pHnya 12 dengan penambahan indikator ini?
bening
putih
merah muda
merah
merah muda pekat
Suatu larutan yang konsentrasinya telah diketahui secara pasti disebut larutan.....
titrasi
asam
basa
standar
asam basa
Sebanyak 30 mL larutan H2SO4 dititrasi dengan larutan baku NaOH 0,1 N sebanyak 15 mL. Hitunglah kemolaran H2SO4!
0,010
0,015
0,020
0,025
0,045
Metode untuk menentukan konsentrasi larutan dengan cara mereaksikannya dengan larutan lain yang sudah diketahui konsentasinya disebut....
Titik akhir titrasi
Titik ekuivalen
Titrasi
Hidrolisis
Buffer
Berikut ini alat yang digunakan untuk titrasi asam basa, kecuali.....
Buret
Erlenmeyer
Statif
Klem
Tabung reaksi
Larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dinamakan.....
Titran
Titrat
Analit
Asam
Basa
Indikator yang tepat digunakan untuk titrasi larutan asam asetat dengan NaOH adalah.....
Metil merah
Bromtimol biru
Fenolftalein
Metil jingga
Bromkesol hijau
Alat yang digunakan untuk menempatkan titrat saat melakukan titrasi adalah......
erlenmeyer
gelas kimia
buret
labu takar
gelas ukur
Larutan asam bromida ditambah 3 tetes indikator fenolftalen, lalu dititrasi dengan larutan kalsium hidroksida.
berdasarkan pernyataan diatas, spesi yang berperan sebagai titran adalah........
asam bromida
natrium hidroksida
kalsium hidroksida
fenolftalein
asam sulfat
sebanyak 10 mL larutan NaOH 0,4 M dititrasi dengan larutan HNO3 sebanyak 40 mL. berapakah konsentrasi HNO3 tersebut?
0,1 M
0,4 M
0,2 M
0,3 M
0,5 M
Sebanyak 10 mL HCl yang tidak diketahui konsentrasinya dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Pada titik akhir titrasi diperoleh rata-rata volume NaOH yang diperlukan adalah 12,5 mL. Hitunglah konsentrasi HCl yang dititrasi!
0,125 M
12,5 M
1,25 M
2,5 M
0,25 M
Perhatikan gambar-gambar berikut ini, yang merupakan alat bernama statif adalah....
Titik pada titrasi saat asam-basa tepat habis bereaksi disebut dengan ....
titik stationer
titik akhir
titik didih
titik ekuivalen
titik kulminasi
Proses titrasi dapat dihentikan saat ....
indikator berubah bentuk
larutan habis bereaksi
indikator berubah warna
indikator tak berubah
indikator habis
Titrasi asam basa yang tidak mungkin dilakukan adalah....
Titrasi asam kuat dengan basa kuat
Titrasi asam lemah dengan basa kuat
Titrasi basa kuat dengan asam kuat
Titrasi basa lemah dengan asam kuat
Titrasi basa kuat dengan asam lemah
Jika kita ingin menentukan kadar zat yang bersifat asam, maka zat yang menitrasi adalah zat yang bersifat....
basa
stabil
amfoter
netral
asam
20 mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran asam sulfat tersebut adalah....
0,075 M
0,10 M
0,15 M
0,20 M
0,30 M
Pasangan asam basa yang sesuai dengan gambar kurva titrasi diatas adalah......
HCl dengan NaOH
CH3COOH dengan KOH
H2S dengan NH3
HCl dengan Al(OH)3
HCN dengan KOH
Titrasi asam basa termasuk dalam reaksi....
Penetralan
Penggaraman
Asam
Basa
Redoks
Indikator Fenolftalein (PP) dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna dari ... menjadi ...
Tidak berwarna - merah muda
Tidak berwarna - kuning
Kuning - merah muda
Kuning - tidak berwarna
Merah muda - tidak berwarna
Hasil suatu titrasi menunjukkan bahwa 5 mL CH3COOH dapat dinetralkan dengan 3 mL NaOH 0,1M. Konsentrasi CH3COOH tersebut adalah ... .
0,015 M
0,02 M
0,06 M
0,16 M
0,2 M
Perubahan pH reaksi asam lemah dan basa kuat digambarkan oleh kurva ....
Data hasil titrasi 25 mLlarutan NaOH 0,2 M dengan larutan HCl 0,25 M seperti pada tabel. Dari data tersebut yang menunjukkan terjadinya titik netralisasi terletak pada nomor ....
1
2
3
4
5
Manakah dari berikut ini yang bukan merupakan alat titrasi ….
Biuret
Statif
Erlenmeyer
Klem Biuret
Gelas Ukur
Apabila fenol merah digunakan sebagai indikator dalam titrasi larutan NaOH dengan larutan HCl, indikator cenderung berubah warna dari kuning menjadi merah pada titik ekuivalen. Perubahan warna ini terjadi dengan tiba-tiba karena ….
fenol merah cenderung bereaksi irreversibel dalam larutan basa
larutan yang dititrasi cenderung mengalami perubahan pH yang besar mendekati akhir titrasi
fenol merah adalah suatu asam kuat yang mampu terionisasi secara cepat
fenol merah adalah asam lemah yang berwarna merah dan basa konjugatnya berwarna kuning
fenol merah terlibat dalam langkah penentu laju reaksi antara H3O+ dan OH-
0,070 M
0,075 M
0,080 M
0,133 M
0,143 M
Kurva titrasi di samping sesuai dengan titrasi antara larutan …
CH3COOH dititrasi dengan larutan NaOH
NaOH dititrasi dengan larutan HCl
HCl dititrasi dengan larutan H2SO4
H2SO4 dititrasi dengan larutan Ba(OH)2
HCl dititrasi dengan larutan NH4OH
Massa jenis HCl pekat 36% massa 1,015 kg/L (Mr HCl = 36,5). Untuk memperoleh 1000 mL larutan HCl 0,125 M, diperlukan HCl pekat sebanyak ….
0,175 mL
6,25 mL
12,48 mL
36,0 mL
36,5 mL
MgCl(aq)
MgCl(aq) + H2(g)
MgCl(s) + H2(g)
MgCl2(aq) + H2O(l)
MgCl2(s) + H2O(l)
NaSO4(s)
Na2SO4(s)
CaCO3(s)
CaSO4(s)
CaHCO3(s)
Suatu proses titrasi, untuk menetralkan 100 mL asam sulfat dibutuhkan 100 mL NaOH 0,2 M. Apabila asam sulfat tersebut ditambahkan dengan larutan BaCl2 berlebih akan terbentuk endapan BaSO4 (Ar O = 16, S = 32, Ba = 137) sebanyak ….
2,33 gram
4,66 gram
23,30 gram
46,60 gram
93,20 gram
AlSO4(aq)
AlHSO4(aq)
Al2SO4(aq)
Al2(SO4)3(aq)
Al3(SO4)2(aq)
BaPO4(aq)
Ba3(PO4)2(aq)
Ba3(PO4)2(s)
Ba3(PO3)2(aq)
Ba3(PO3)2(s)
Timol biru
Metil jingga
Metil merah
Kresol ungu
Bromtimol biru
Basa lemah LOH 0,1 M memiliki pH = 11 akan dijadikan pH = 10, maka air yang ditambahkan ke dalam 10 mL larutan tersebut adalah ….
990 mL
1000 mL
90 mL
100 mL
900 mL
Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan ... suatu larutan.
Volume
Massa
Massa jenis
Konsentrasi
Massa molekul relatif
Gambar di atas merupakan alat laboratorium yang digunakan dalam titrasi. Alat tersebut adalah ... .
Statif
Klem
Buret
Erlenmeyer
Pipet gondok
Hasil suatu titrasi menunjukkan bahwa 5 mL CH3COOH dapat dinetralkan dengan 3 mL NaOH 0,1M. Konsentrasi CH3COOH tersebut adalah ... .
0,015 M
0,02 M
0,06 M
0,16 M
0,2 M
Indikator Fenolftalein (PP) dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna ... .
Tidak berwarna menjadi merah muda
Tidak berwarna menjadi kuning
Kuning menjadi merah muda
Kuning menjadi tidak berwarna
Merah muda menjadi tidak berwarna
Grafik berikut yang menunjukkan kurva titrasi basa kuat dengan asam lemah adalah…
Berikut ini data hasil titrasi HCl dengan larutan NaOH 0,1M
0,07 M
0,075
0080
0,09
0,095
20 mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran asam sulfat tersebut adalah....
0,075 M
0,10 M
0,15 M
0,20 M
0,30 M
Dalam titrasi, larutan standar yang telah diketahui konsentrasinya disebut ... dan larutan yang ingin diketahui konsentrasinya disebut ... .
titrat dan titer
titrat dan analit
analit dan titer
analit dan titrat
titer dan titrat
konsentrasi larutan NaOH sebesar 0,05 M
konsentrasi larutan NaOH sebesar 0,1 M
konsentrasi larutan NaOH sebesar 0,5 M
konsentrasi larutan NaOH sebesar 1M
Titrasi asam kuat dan basa kuat ditunjukkan oleh gambar...
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
20 mL larutan H2SO4 tepat bereaksi dengan 25 mL larutan Ba(OH)2 0,2 M, konsentrasi larutan H2SO4 adalah..
0,25 M
0,5 M
1 M
1,5 M
2 M
Titik akhir titrasi adalah
Titik dimana mol larutan standar sama dengan mol larutan yang diukur
Titik dimana titrasi dihentikan karena ada perubahan warna indikator
Titik dimana mol larutan standar konstan
Titik dimana mol larutan yang diperiksa konstan
Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan ... suatu larutan.
Volume
Massa
Massa jenis
Konsentrasi
Massa molekul relatif
Hasil suatu titrasi menunjukkan bahwa 5 mL CH3COOH dapat dinetralkan dengan 3 mL NaOH 0,1M. Konsentrasi CH3COOH tersebut adalah ... .
0,015 M
0,02 M
0,06 M
0,16 M
0,2 M
Indikator Fenolftalein (PP) dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna dari ... menjadi ...
Tidak berwarna - merah muda
Tidak berwarna - kuning
Kuning - merah muda
Kuning - tidak berwarna
Merah muda - tidak berwarna
20 mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran asam sulfat tersebut adalah....
0,075 M
0,10 M
0,15 M
0,20 M
0,30 M
Titran merupakan....
Zat yang konsentrasinya ingin diketahui
Zat yang konsentrasinya hilang
Zat yang konsentrasinya sudah diketahui
Zat yang bersifat penyangga
Fungsi penambahan indikator dalam titrasi adalah...
sebagai penentu konsentrasi larutan
sebagai penanda terjadinya proses titrasi
sebagai penanda dimulainya titrasi
sebagai penanda tercapainya titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna indikator tersebut.
Pada saat asam dan basa telah habis bereaksi saat titrasi, maka akan dicapai...
titik kritis
titik awal
titik ekuivalen
titik akhir
Sebanyak 25 mL CH3COOH dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Setelah titrasi, larutan NaOH yang diperlukan sebanyak 30 mL. Tentukan konsentrasi dari CH3COOH tersebut!
0,1 M
0,01 M
0,12 M
0,012 M
Titrat merupakan zat yang...
konsentrasinya ingin diketahui
konsentrasinya tetap
konsentrasinya sudah diketahui
konsentrasinya berbanding terbalik
Ketika 10mL larutan HCl mulai dititrasi dengan larutan NaOH 1 M, maka bagaimana pH larutan tersebut?
pH larutan tetap
pH larutan akan naik
pH larutan menjadi 7
pH larutan akan turun
Gambar di atas merupakan alat laboratorium yang digunakan dalam titrasi. Alat tersebut adalah ... .
Statif
Klem
Buret
Erlenmeyer
Pipet gondok
Pada titrasi 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan Larutan NaOH 0,1 M. Saat pH = 7, Maka volume larutan NaOH adalah ....
20 mL
30 mL
40 mL
50 mL
100 mL
Pada titrasi 50 mL larutan H2SO4 dengan larutan KOH 0,4 M ternyata memerlukan 80 mL larutan KOH, maka konsentrasi larutan asam sulfat adalah ....
0,15 M
0,2 M
0,25 M
0,3 M
0,32 M
Prosedur kerja titrasi :
1. menghentikan titrasi zaat indikator berubah warna
2. menambah indikator ke dalam erlenmeyer
3. memasukkan larutan analit ke erlenmeyer
4. memasukkan larutan standar ke buret
5. melakukan titrasi
urutan yang benar adalah ....
4 - 3 - 1 - 2 - 5
3 - 2 - 4 - 5 - 1
4 - 5 - 1 - 2 - 3
Berikut alat-alat titrasi yang tepat adalah ....
gelas ukur, buret, erlenmeyer
erlenmeyer, gelas kimia, buret
erlenmeyer, statif, buret
statif, corong, buret
Larutan asam sulfat sebanyak 20 mL dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Jika memerlukan 30 mL larutan NaOH, kemolaran larutan asam sulfat adalah ....
0,3 M
0,2 M
0,15 M
0,1 M
0,075 M
Pada titrasi larutan NaOH 0,4 M sebanyak 10 mL pada larutan HNO3 0,1 M, diperlukan larutan HNO3 sebanyak ....
10 mL
20 mL
30 mL
40 mL
50 mL
Hasil reaksi yang antara HCl dan KOH adalah...
NaCl dan H2O
KCl dan H2O
K2O dan Na2O
KCl dan K2O
Na2O dan KO
Hasil reaksi antara H2SO4 dengan KOH adalah...
K2SO4 dan H2O
KSO4 dan H2O
KSO3 dan H2O
K2SO4
KSO4
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
20 mL larutan H2SO4 tepat bereaksi dengan 25 mL larutan Ba(OH)2 0,2 M, konsentrasi larutan H2SO4 adalah..
3 M
2,5 M
2 M
1,5 M
1 M
pH campuran yang terbentuk dari 50 mL larutan HCl 0,1 M dengan 50 mL larutan NaOH 0,2 M adalah...
4
5
7
10
13 + log 5
pH campuran yang terbentuk antara 50 mL larutan HBr 0,0003 M dengan 50 mL larutan KOH 0,0002 M adalah...
3
3 - log 5
2
2 - log 5
1
Campuran antara 50 mL larutan CH3COOH 0,4 M dengan 50 mL larutan NaOH 0,4 M menghasilkan campuran yang bersifat
Terbentuk garam terhidrolisis sebagian dan bersifat basa
Terbentuk garam terhidrolisis sebagian dan bersufat asam
Terbentuk garam terhidrolisis sempurna dan bersifat netral
Terbentuk garam terhidrolisis sebagian dan bersifat basa
Terbentuk buffer asam
Campuran antara 50 mL larutan HCl 0,01 M dengan 50 mL larutan NH4OH 0,01 M, akan membentuk...
Garam terhidrolisis sebagian dan bersifat basa
Garam terhidrolisis sebagian dan bersifat asam
Garam terhidrolisis sempurna dan bersifat basa
Garam terhidrolisis sempurna dan bersifat asam
Garam terhidrolisis sebagian dan bersifat netral
Campuran antara 50 mL larutan HCl 0,02 M dengan 50 mL larutan NH4OH 0,02 M mempunyai pH sebesar...
4
5
6 - log 2
6
7
Campuran antara 50 mL larutan HCOOH 0,01 M dengan 50 mL larutan NaOH 0,01 M, mempunyai pH sebesar....
8
9 + log 2
9 + log 4
10
10 + log 2
Di bawah ini yang termasuk asam menurut teori Arrhenius adalah...
HCl dan KOH
HBr dan HNO3
KOH dan NaOH
NH4OH dan Ca(OH)2
LiOH dan KOH
Zat berikut yg termasuk basa menurut teori Arrhenius adalah...
NaOH dan Ba(OH)2
HI dan HF
HBr dan HI
HNO3 dan HCl
KOH DAN HCOOH
pH larutan HCl 0,1 M adalah
1
2
3
4
5
pH larutan H2SO4 0,003 M adalah...
3 - log 6
4
5
6 + log 2
7
pH larutan larutan HNO3 0,0003 M adalah...
3
4 - log 3
4
5 - log 3
5
pH larutan KOH 0,01 M adalah...
14
13
12
11
9
pH larutan HCOOH 0,04 M adalah... (Ka = 10-4)
3 - log 2
3
4 - log 2
5
12
pH larutan Ca(OH)2 0,01M adalah...
12 + log 2
11 + log 2
10 + log 2
9
8
Dibawah ini yang merupakan pengertian titrasi asam basa adalah ....
Titrasi yang didasarkan pada konsentrasi larutan
Titrasi yang didasarkan pada volume larutan
Titrasi yang didasarkan pada rekasi ionisasi
Titrasi yang didasarkan pada reaksi asam basa
Titrasi yang didasarkan pada perubahan warna larutan asam
Indikator yang sering digunakan dalam titrasi asam kuat dengan basa kuat, karena lebih tajam warnanya adalah ....
Metil merah
Bromtimol biru
Fenolftalein
Lakmus merah
Metil jingga
Di bawah ini yang bukan peralatan untuk titrasi adalah ....
Fungsi penambahan indikator dalam titrasi adalah...
sebagai penentu konsentrasi larutan
sebagai penanda terjadinya proses titrasi
sebagai penanda dimulainya titrasi
sebagai penanda tercapainya titik akhir titrasi ditandai dengan perubahan warna indikator tersebut.
Grafik berikut yang menunjukkan kurva titrasi basa kuat dengan asam lemah adalah…
0,25 M
0,2 M
0,15 M
0,04 M
0,02 M
0,32%
0,49%
0,54%
1,30%
4,90%
1,71.10-2 gram
3,42.10-2 gram
5,13.10-1 gram
6,84.10-1 gram
8,55.10-1 gram
Penentuan konsentrasi suatu asam kuat dapat dilakukan dengan titrasi menggunakan basa kuat. Misalnya 50 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein (PP). Titrasi dihentikan ketika larutan berubah warna menjadi merah muda secara tiba-tiba.
Alasan yang paling tepat terkait dengan terjadinya perubahan warna pada saat titrasi adalah.
NaOH bersifat basa kuat sehingga larutan HCl menjadi merah
larutan indikator pp akan memberikan warna merah pada larutan asam
pada saat volume NaOH berlebih maka larutan menjadi merah
volume HCl sama dengan volume NaOH
mol HCl = mol NaOH dan pH larutan > 8,5
(1) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
10,0%
25,5%
35,0%
50,0%
62,5%
Sebanyak 1,5 gram asam asetat (Mr = 60) dilarutkan ke dalam 100 ml air. Larutan tersebut diambil 20 ml dan dititrasi dengan 25 ml larutan Barium hidroksida hingga bersifat netral. Konsentrasi larutan Barium hidrokasi yang digunakan untuk menitrasi larutan asam asetat ...
0,1 M
0,2 M
0,3 M
0,4 M
0,5 M
ke 1)
ke 2)
ke 3)
ke 4)
ke 5)
Sebuah basa LOH dengan volume 20 ml memiliki massa 1,6.10-1 tepat dititrasi dengan asam HBr 0,1 M dengan volume 40 ml. Jika Ar O = 16 dan Ar H = 1, massa molekul relatif (Ar) dari logam L adalah ....
19
20
23
24
30
Di tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang berupa larutan asam bervalensi satu terdapat satu botol larutan yang labelnya sudah hilang. Kemudian siswa ditugaskan melakukan eksperimen untuk mengetahui konsentrasi asam tersebut. Guru menyiapkan larutan basa bervalensi dua dengan konsentrasi 0,1 M. Setiap siswa mengambil masing-masing 25 mL larutan asam yang ditetesi dengan indikator phenophtalein, kemudian dititrasi menggunakan larutan basa bervalensi satu sebanyak 3 kali berturut-turut sampai memberikan warna merah muda. Titrasi I, II dan III membutuhkan larutan basa berturut-turut adalah 19 mL, 20 mL dan 21 mL, maka konsentrasi dari asam tersebut adalah ... M
0,08 M
0,16 M
0,2 M
0,25 M
0,8 M
0,25 M
0,2 M
0,15 M
0,04 M
0,02 M
0,32%
0,49%
0,54%
1,30%
4,90%
1,71.10-2 gram
3,42.10-2 gram
5,13.10-1 gram
6,84.10-1 gram
8,55.10-1 gram
Penentuan konsentrasi suatu asam kuat dapat dilakukan dengan titrasi menggunakan basa kuat. Misalnya 50 mL larutan HCl 0,1 M dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M menggunakan indikator fenolftalein (PP). Titrasi dihentikan ketika larutan berubah warna menjadi merah muda secara tiba-tiba.
Alasan yang paling tepat terkait dengan terjadinya perubahan warna pada saat titrasi adalah.
NaOH bersifat basa kuat sehingga larutan HCl menjadi merah
larutan indikator pp akan memberikan warna merah pada larutan asam
pada saat volume NaOH berlebih maka larutan menjadi merah
volume HCl sama dengan volume NaOH
mol HCl = mol NaOH dan pH larutan > 8,5
(1) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
(3) dan (5)
10,0%
25,5%
35,0%
50,0%
62,5%
Sebanyak 1,5 gram asam asetat (Mr = 60) dilarutkan ke dalam 100 ml air. Larutan tersebut diambil 20 ml dan dititrasi dengan 25 ml larutan Barium hidroksida hingga bersifat netral. Konsentrasi larutan Barium hidrokasi yang digunakan untuk menitrasi larutan asam asetat ...
0,1 M
0,2 M
0,3 M
0,4 M
0,5 M
ke 1)
ke 2)
ke 3)
ke 4)
ke 5)
Sebuah basa LOH dengan volume 20 ml memiliki massa 1,6.10-1 tepat dititrasi dengan asam HBr 0,1 M dengan volume 40 ml. Jika Ar O = 16 dan Ar H = 1, massa molekul relatif (Ar) dari logam L adalah ....
19
20
23
24
30
Di tempat penyimpanan bahan-bahan kimia yang berupa larutan asam bervalensi satu terdapat satu botol larutan yang labelnya sudah hilang. Kemudian siswa ditugaskan melakukan eksperimen untuk mengetahui konsentrasi asam tersebut. Guru menyiapkan larutan basa bervalensi dua dengan konsentrasi 0,1 M. Setiap siswa mengambil masing-masing 25 mL larutan asam yang ditetesi dengan indikator phenophtalein, kemudian dititrasi menggunakan larutan basa bervalensi satu sebanyak 3 kali berturut-turut sampai memberikan warna merah muda. Titrasi I, II dan III membutuhkan larutan basa berturut-turut adalah 19 mL, 20 mL dan 21 mL, maka konsentrasi dari asam tersebut adalah ... M
0,08 M
0,16 M
0,2 M
0,25 M
0,8 M
gg
gg
gg
gg
gg
mm
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
20 mL larutan HCl tepat bereaksi dengan 20 mL larutan NaOH 0,1 M... konsentrasi larutan HCl tersebut adalah....
0,1 M
0,12 M
0,3 M
0,35 M
0,4 M
Titik ekivalen adalah...
Titik dimana mol larutan standar sama dengan mol larutan yang diperiksa
Titik dimana titrasi dihentikan karena ada perubahan warna indikator
Saat dimana mol larutan standar konstan
Titik dimana mol larutan yang diperiksa konstan
Titik akhir titrasi adalah
Titik dimana mol larutan standar sama dengan mol larutan yang diukur
Titik dimana titrasi dihentikan karena ada perubahan warna indikator
Titik dimana mol larutan standar konstan
Titik dimana mol larutan yang diperiksa konstan
Titrasi asam kuat dan basa kuat ditunjukkan oleh gambar...
Titrasi merupakan suatu metode untuk menentukan ... suatu larutan.
Volume
Massa
Massa jenis
Konsentrasi
Massa molekul relatif
Hasil suatu titrasi menunjukkan bahwa 5 mL CH3COOH dapat dinetralkan dengan 3 mL NaOH 0,1M. Konsentrasi CH3COOH tersebut adalah ... .
0,015 M
0,02 M
0,06 M
0,16 M
0,2 M
Indikator Fenolftalein (PP) dari larutan asam ke larutan basa mengalami perubahan warna dari ... menjadi ...
Tidak berwarna - merah muda
Tidak berwarna - kuning
Kuning - merah muda
Kuning - tidak berwarna
Merah muda - tidak berwarna
Berikut ini data hasil titrasi HCl dengan larutan NaOH 0,1M
0,07 M
0,075
0080
0,09
0,095
20 mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran asam sulfat tersebut adalah....
0,075 M
0,10 M
0,15 M
0,20 M
0,30 M
Berikut ini data hasil titrasi 25 mL asam cuka dengan NaOH 0,1M menggunakan indikator fenolftalein
0.05M
0,06 M
0 08M
0,10 M
0,12
Sebanyak V mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila ternyata diperlukan 2V mL larutan NaOH, tentukan kemolaran asam sulfat yang dititrasi!
0,01 M
0,1 M
0,2 M
0,02 M
0,4 M
Sebanyak 10 mL suatu sampel cuka makan diencerkan dengan air hingga 250 mL. Ternyata, 20 mL larutan hasil pengenceran ini tepat beraksi dengan 15 ml NaOH 0,2 M. Jika diketahui massa jenis cuka makan adalah 1 kg L-1, maka kadar asam asetat dalam cuka makan tersebut adalah ... (Ar H = 1, C = 12 dan O = 16)
3,75%
15%
20%
22,5%
25%
Sebanyak 1,26 gram Asam Oksalat kristal H2C2O4.2H2O (Mr = 126) dilarutkan dalam air dan volume larutan dijadikan tepat 100 mL. Sebanyak 10 mL dari larutan itu dititrasi oleh suatu larutan NaOH dan ternyata tepat dinetralkan dengan 5 mL larutan NaOH. Molaritas larutan NaOH tersebut adalalah ... M
0,1
0,2
0,4
0,5
0,8
Proses yang digunakan untuk menentukan kadar suatu larutan dengan menggunakan larutan lain yang sudah diketahui kadarnya adalah....
Infiltrasi
Titrasi
Inhibtrasi
Dehidrasi
Metalurgi
Alat pada gambar di atas merupakan bagian yang digunakan untuk titrasi, alat tersebut dinamakan....
Klem
Statif
Burrete
Erlenmeyer
Gelas kaca
Larutan yang berada di atas dan diketahui kadar (molaritasnya)dan menjadi unsur penentu dalam menentukan kadar larutan lainnya disebut....
Titran
Titrat
Analit
Inhibitor
Indikator
Alat pada gambar di atas merupakan bagian yang digunakan untuk titrasi, alat tersebut dinamakan....
Klem
Statif
Burrete
Erlenmeyer
Gelas kaca
Larutan yang berada di Erlenmeyer yang akan dicari kadarnya disebut....
Titran
Analit
Indikator
Inhibitor
Enzim
Indikator yang tepat digunakan apabila kita melakukan titrasi, dimana NaOH sebagai titran sedangkan H2S analitnya adalah....
Metil Merah
Metil Jingga
Phenolftalein
Inhibitor
Lakmus merah
Indikator yang tepat digunakan apabila kita melakukan titrasi, dimana HCl sebagai titran sedangkan NH4OH analitnya adalah....
Metil Merah
Metil Jingga
Phenolftalein
Inhibitor
Lakmus merah
Berapa volume 0,116 M H2SO4 yang dibutuhkan untuk mentitrasi 25 mL Ba(OH)2 0,00840 M sampai titik ekivalen?
2,34 mL
0,56 mL
1,34 mL
2,05 mL
1,81 mL
20 mL Al(OH)3 0,25 M menetralisasi 75 mL larutan H2SO4. Berapakah konsentrasi H2SO4?
0,1 M
0,2 M
0,3 M
0,4 M
0,5 M
Berapa konsentrasi dari larutan asam asetat CH3COOH jika diketahui untuk titrasi 25 mL larutan CH3COOH tersebut diperlukan 15 mL larutan NaOH 0,05 M agar mencapai titik ekivalen?
0,01 M
0,02 M
0,03 M
0,04 M
0,05 M
Proses yang digunakan untuk menentukan kadar suatu larutan dengan menggunakan larutan lain yang sudah diketahui kadarnya adalah....
Infiltrasi
Titrasi
Inhibtrasi
Dehidrasi
Metalurgi
Alat pada gambar di atas merupakan bagian yang digunakan untuk titrasi, alat tersebut dinamakan....
Klem
Statif
Burrete
Erlenmeyer
Gelas kaca
Larutan yang berada di atas dan diketahui kadar (molaritasnya)dan menjadi unsur penentu dalam menentukan kadar larutan lainnya disebut....
Titran
Titrat
Analit
Inhibitor
Indikator
Alat pada gambar di atas merupakan bagian yang digunakan untuk titrasi, alat tersebut dinamakan....
Klem
Statif
Burrete
Erlenmeyer
Gelas kaca
Larutan yang berada di Erlenmeyer yang akan dicari kadarnya disebut....
Titran
Analit
Indikator
Inhibitor
Enzim
Indikator yang tepat digunakan apabila kita melakukan titrasi, dimana NaOH sebagai titran sedangkan H2S analitnya adalah....
Metil Merah
Metil Jingga
Phenolftalein
Inhibitor
Lakmus merah
Indikator yang tepat digunakan apabila kita melakukan titrasi, dimana HCl sebagai titran sedangkan NH4OH analitnya adalah....
Metil Merah
Metil Jingga
Phenolftalein
Inhibitor
Lakmus merah
Berapa volume 0,116 M H2SO4 yang dibutuhkan untuk mentitrasi 25 mL Ba(OH)2 0,00840 M sampai titik ekivalen?
2,34 mL
0,56 mL
1,34 mL
2,05 mL
1,81 mL
20 mL Al(OH)3 0,25 M menetralisasi 75 mL larutan H2SO4. Berapakah konsentrasi H2SO4?
0,1 M
0,2 M
0,3 M
0,4 M
0,5 M
Berapa konsentrasi dari larutan asam asetat CH3COOH jika diketahui untuk titrasi 25 mL larutan CH3COOH tersebut diperlukan 15 mL larutan NaOH 0,05 M agar mencapai titik ekivalen?
0,01 M
0,02 M
0,03 M
0,04 M
0,05 M
20 mL larutan H2SO4 tepat bereaksi dengan 25 mL larutan Ba(OH)2 0,2 M, konsentrasi larutan H2SO4 adalah..
3 M
2,5 M
2 M
1,5 M
Sebanyak 25 mL CH3COOH dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Setelah titrasi, larutan NaOH yang diperlukan sebanyak 30 mL. Tentukan konsentrasi dari CH3COOH tersebut!
0,1 M
0,01 M
0,12 M
0,012 M
Pada titrasi 50 mL larutan H2SO4 dengan larutan KOH 0,4 M ternyata memerlukan 80 mL larutan KOH, maka konsentrasi larutan asam sulfat adalah ....
0,2 M
0,25 M
0,3 M
0,32 M
Hasil suatu titrasi menunjukkan bahwa 5 mL CH3COOH dapat dinetralkan dengan 3 mL NaOH 0,1M. Konsentrasi CH3COOH tersebut adalah ... .
0,015 M
0,02 M
0,06 M
0,16 M
20 mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran asam sulfat tersebut adalah....
0,075 M
0,10 M
0,15 M
0,20 M
Sebanyak V mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 M. Bila ternyata diperlukan 2V mL larutan NaOH, tentukan kemolaran asam sulfat yang dititrasi!
0,01 M
0,1 M
0,2 M
0,02 M
0,4 M
Sebanyak 1,5 gram asam asetat (Mr = 60) dilarutkan ke dalam 100 ml air. Larutan tersebut diambil 20 ml dan dititrasi dengan 25 ml larutan Barium hidroksida hingga bersifat netral. Konsentrasi larutan Barium hidrokasi yang digunakan untuk menitrasi larutan asam asetat ...
0,1 M
0,2 M
0,3 M
0,4 M
20 mL larutan H2SO4 tepat bereaksi dengan 25 mL larutan Ba(OH)2 0,2 M, konsentrasi larutan H2SO4 adalah..
0,25 M
0,5 M
1,5 M
2 M
sebanyak 10 mL larutan NaOH 0,4 M dititrasi dengan larutan HNO3 sebanyak 40 mL. berapakah konsentrasi HNO3 tersebut?
0,1 M
0,4 M
0,2 M
0,3 M
15 mmol
30 mmol
45 mmol
60 mmol
Perhatikan pernyataan berikut!
(1) Titrasi asam basa adalah titrasi yang bertujuan menentukan kadar larutan asam dan kadar larutan basa sekaligus.
(2) Titrasi asam basa melibatkan asam maupun basa sebagai titrat ataupun titran
(3) Titrasi merupakan analisis kuantitatif untuk menentukan konsentrasi zat.
(4) Titrasi merupakan analisis kualitatif untuk menentukan sifat asam basa.
Pernyataan yang tepat tentang titrasi asam-basa adalah....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Perhatikan penerapan ilmu kimia dalam kehidupan berikut ini.
(1) Penentuan kadar iodin dalam betadin menggunakan natrium tiosulfat
(2) Penentuan vitamin C pada buah dengan iodin
(3) Penentuan kadar asam fosfat (H3PO4) dalam pupuk
(4) Penentuan kadar asam format (HCOOH) dalam formalin yang digunakan pada industri tekstil
Diantara penerapan kimia diatas, yang merupakan penerapan titrasi asam basa (asidimetri) adalah....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Larutan HCl ditambah tiga tetes metil merah, kemudian dititrasi dengan larutan NH4OH. Persamaan reaksi yang terjadi sebagai berikut.
HCl + NH4OH ¾¾®NH4Cl + H2O
Trayek metil merah adalah 4,4 - 6,2 dengan perubahan warna merah ke kuning. Berdasarkan pernyataan tersebut, titik akhir titrasi tercapai ketika....
larutan HCl berubah warna menjadi merah
larutan NH4Cl berubah warna menjadi merah
campuran berubah warna menjadi kuning
campuran berubah warna menjadi merah
campuran berubah warna menjadi jingga
Untuk menentukan kadar asam semut (HCOOH) dilakukan titrasi dengan NaOH sebagai titran. Titik ekivalen tercapai pada saat....
10 mL HCOOH 0,1 M dengan 25 mL KOH 0,2 M
10 mL HCOOH 0,1 M dengan 20 mL KOH 0,2 M
10 mL HCOOH 0,1 M dengan 15 mL KOH 0,2 M
10 mL HCOOH 0,1 M dengan 10 mL KOH 0,2 M
10 mL HCOOH 0,1 M dengan 5 mL KOH 0,2 M
Wage menentukan kadar asam sulfat (H2SO4) yang tidak diketahui konsentrasinya dengan larutan NaOH 0,1 M. Volume asam sulfat yang dititrasi Wage adalah 5 mL. Setelah mengetahui volume NaOH yang diperlukan, Wage melakukan perhitungan konsentrasi. Pasangan data asam sulfat dan NaOH berikut yang sesuai dengan percobaan Wage saat titik ekivalen tercapai adalah...
5 mL H2SO4 0,2 M, 20 mL NaOH 0,1 M
5 mL H2SO4 0,2 M, 10 mL NaOH 0,1 M
5 mL H2SO4 0,1 M, 25 mL NaOH 0,1 M
5 mL H2SO4 0,1 M, 20 mL NaOH 0,1 M
5 mL H2SO4 0,1 M, 5 mL NaOH 0,1 M
Perhatikan beberapa gambar alat berikut!
Disebuah laboratorium kimia tidak terdapat buret. Agar titrasi tetap dapat dilakukan alat di atas yang dapat dipergunakan untuk menggantikan buret adalah....
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
(3) dan (4)
Beberapa prosedur dalam titrasi asam-basa dilakukan seperti dua gambar berikut!
Berikut ini adalah empat pernyataan tentang kedua gambar tersebut!
(1) Pengisian buret pada gambar 1 sudah tepat dengan menggunakan corong dan cara pengisiannya juga sudah tepat.
(2) Pengisian buret pada gambar 1 sudah tepat dengan menggunakan corong tetapi cara pengisiannya kurang tepat.
(3) Penetesan titran ke titran pada gambar 2 kurang tepat seharusnya hanya menggunakan satu tangan saja.
(4) Penetesan titran ke titran pada gambar 2 sudah tepat dengan menggunakan kedua tangan tetapi posisi tangan kurang tepat.
(5) Penetesan titrat ke titran pada gambar 2 sudah tepat dengan menggunakan kedua tangan dan posisi tangan juga sudah tepat.
Pernyataan yang tepat tentang kedua gambar di atas adalah....
(1) dan (4)
(1) dan (5)
(2) dan (5)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Perhatikan gambar berikut!
Kurva di atas merupakan kurva titrasi....
asam lemah yang dititrasi dengan basa lemah
asam kuat yang dititrasi dengan basa lemah
asam lemah yang dititrasi dengan basa kuat
asam kuat yang dititrasi dengan basa kuat
basa kuat yang dititrasi dengan asam lemah
Berikut ini yang merupakan kurva titrasi antara 25 mL H2SO4 1 M dengan NH4OH 2 M sebagai titran adalah....
Perhatikan kurva titrasi berikut!
Titrasi asam-basa yang sesuai untuk kurva titrasi tersebut adalah....
Titrasi 25 mL HCl 0,1 M dengan NaOH 0,1 M sebagai titran
Titrasi 25 mL HCl 0,1 M dengan NH4OH 0,1 M sebagai titran
Titrasi 25 mL NaOH 0,1 M dengan HCl 0,1 M sebagai titran
Titrasi 25 mL NaOH 0,1 M dengan CH3COOH 0,1 M sebagai titran
Titrasi 25 mL CH3COOH 0,1 M dengan NaOH 0,1 M sebagai titran
Berikut ini grafik perubahan harga pH pada titrasi larutan asam lemah (Ka= 10-5) dengan larutan basa kuat:
Daerah kurva yang merupakan larutan penyangga terdapat pada nomor….
(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
Berikut ini adalah data beberapa indikator asam-basa!
Pada titrasi 25 mL HNO3 1 M dengan NaOH 1 M diperoleh bahwa titik ekivalen tercapai pada saat penambahan NaOH 25 mL. pH saat titik ekivalen dan indikator yang paling tepat dipergunakan untuk titrasi tersebut adalah....
pH = 4,0 ; indikator metil jingga
pH = 4,6 ; indikator metil merah
pH = 7 ; indikator phenolptalein
pH = 7 ; indikator bromtimol biru
pH = 9,3 ; indikator phenolptalien
Berikut ini adalah kurva titrasi asam-basa dan data beberapa indikator dan trayek pH.
Pasangan asam-basa dan indikator yang digunakan berturut-turut pada titrasi sesuai kurva tersebut adalah....
CH3COOH – NaOH – bromtimol biru
CH3COOH – KOH – fenolptalein
HCI – NaOH – fenolptalein
HCI – KOH – bromtimol biru
HCI – NH4OH – metil merah
Berikut ini data hasil percobaan titrasi sebuah obat maag yang diperkirakan hanya mengandung larutan Mg(OH)2. Obat maag dititrasi dengan larutan HCl 0,1 M.
Berdasarkan data tersebut massa Mg(OH)2 yang bereaksi adalah.... (Ar. Mg = 24 gram.mol-1 ; O =16 gram. mol-1 ; H = 1 gram. mol-1 )
0,058 gram
0,116 gram
0,232 gram
0,580 gram
1,160 gram
Berikut ini adalah hasil olahan buah apel berupa senyawa asam lemah.
Untuk mengetahui kadar produk tersebut, produk olahan dititrasi dengan NaOH 0,1 M. Hasilnya dalam tabel berikut.
Jika Ar C = 12, O = 16 dan H =1 tentukanlah kadar (%) produk olahan tersebut...
0,18%
0,36%
1,80%
3,60%
18,00%
