WorksheetsHydrocracking
Total questions: 88
Worksheet time: 2hrs 38mins
Walaupun menggunakan katalis dan prosesnya meng-cracking umpan, namun seringkali Hydrocracking tidak dikelompokkan ke dalam catalytic cracking.
Benar
Salah
Hydrocracking merupakan proses mengubah umpan berupa minyak berat menjadi produk-produk minyak yang lebih ringan dengan kehadiran hydrogen dengan bantuan katalis dan menggunakan tekanan rendah.
Benar
Salah
Catalyst pada hydrocracking yang digunakan berbasis silica alumina dengan kombinasi nikel, molybdenum, tungsten.
Benar
Salah
Feed hydrocracking yang umum adalah heavy atmospheric gas oil, heavy vacuum gas oil, catalytically gas oil, atau thermally cracked gas oil.
Benar
Salah
Feedstock hydrocracking diubah menjadi produk-produk dengan berat molekul yang lebih ringan dan biasanya dengan memaksimalkan produk naphtha atau distillates (kerosene atau diesel).
Benar
Salah
Product hydrocraking antara lain LPG, Naphtha, Kerosine, Gasoil.
Benar
Salah
Katalis yang digunakan dalam proses hydrocracking biasanya adalah mono-functional catalyst.
Benar
Salah
Acid function pada katalis hydrocracking digunakan untuk sulfur removal, nitrogen removal, olefin saturation, dan aromatic saturation.
Benar
Salah
Metal function pada katalis digunakan untuk proses hydrocracking.
Benar
Salah
Berkaitan dengan katalis hydrocracking, dikenal istilah supports dan promoters. Supports – menyediakan metal function.
Benar
Salah
Berkaitan dengan katalis hydrocracking, dikenal istilah supports dan promoters. Promoters – menyediakan acid function.
Benar
Salah
Contoh Supports yang menyediakan acid function adalah Amorphous dan Zeolite.
Benar
Salah
Contoh Promoters yang menyediakan acid function adalah Grup VI A (Mo/Molybdenum, W/Tungsten) dan Grup VIII A (Co/Cobalt, Ni/Nikel, Pd/Palladium, Pt/Platinum).
Benar
Salah
Reaksi utama yang terjadi pada reaksi hydrocracking adalah isomerisasi.
Benar
Salah
Reaksi lain yang terjadi pada reaksi hydrocracking adalah reaksi cracking paraffine.
Benar
Salah
Bersamaan dengan proses hydrocracking senyawa olefin tidak dijenuhkan.
Benar
Salah
Penghilangan sulfur dilakukan dengan cara mengubah senyawa sulfur organic menjadi ammonia dan hydrocarbon.
Benar
Salah
Penghilangan nitrogen dilakukan dengan cara mengubah senyawa nitrogen organic menjadi hydrogen sulfide dan hydrocarbon.
Benar
Salah
Penghilangan oksigen dilakukan dengan cara mengubah senyawa oksigen organic menjadi ammonia dan hydrocarbon.
Benar
Salah
Penghilangan halida dilakukan dengan cara mengubah senyawa halide menjadi hydrogen sulfide dan hydrocarbon.
Benar
Salah
Tujuan penjenuhan olefin adalah untuk peningkatan stabilitas produk saat penyimpanan (warna dan sediment).
Benar
Salah
Penjenuhan olefin dilakukan dengan cara menghydrogenasi senyawa parafin menjadi olefin.
Benar
Salah
Tujuan penjenuhan olefin adalah untuk peningkatan stabilitas produk saat penyimpanan (warna dan sediment).
Benar
Salah
Alasan penghilangan metal karena merupakan racun katalis yang permanen.
Benar
Salah
Reaksi hydrodesulfulisasi yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada sulfida yakni reaksi berikut :
Benar
Salah
Reaksi hydrodesulfulisasi yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada merkaptan yakni reaksi berikut :
Benar
Salah
Reaksi penghilangan nitrogen yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada quinoline yakni reaksi berikut :
Benar
Salah
Reaksi penghilangan nitrogen yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada pyridine yakni reaksi berikut :
Benar
Salah
Reaksi penjenuhan olefin yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada olefin siklik yakni reaksi berikut :
Benar
Salah
Reaksi penjenuhan olefin yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada olefin linier yakni reaksi berikut :
Benar
Salah
Reaksi penjenuhan aromatic yang umum terjadi di hydrocracker adalah seperti reaksi sebagai berikut :
Benar
Salah
Reaksi penghilangan oksigen yang umum terjadi di hydrocracker adalah seperti reaksi sebagai berikut :
Benar
Salah
Semua reaksi pada hydrocracking bersifat eksotermis sehingga temperatur akan naik saat feed melewati unggun katalis (catalyst bed).
Benar
Salah
Urutan kemudahan reaksi yang terjadi di hydrocracking adalah sebagai berikut (mulai dari yang paling susah hingga yang paling mudah) : 1. Penghilangan logam 2. Penjenuhan olefin 3. Penghilangan sulfur 4. Penghilangan nitrogen 5. Penghilangan oksigen 6. Penjenuhan cincin (heteroaromatic → multiring aromatic → monoaromatic) 7. Cracking naphthene (multiring naphthene → mono naphthene) 8. Cracking paraffin.
Benar
Salah
Aktifasi katalis dapat disebabkan oleh faktor umur katalis dan akumulasi senyawa ammonia pada katalis reaksi hydrotreating.
Benar
Salah
Umur katalis hydrocracker diukur berdasarkan kemampuan setiap satuan berat katalis hydrocracker untuk mengolah feed.
Benar
Salah
Akumulasi senyawa nitrogen pada katalis Reaksi hydrotreating yang terjadi di dalam reaktor hydrocracker akan mengubah senyawa nitrogen organic yang ada dalam umpan menjadi ammonia.
Benar
Salah
Coke dapat dapat terjadi karena hal sebagai berikut yakni Jumlah recycle gas yang berlebih dan Hhdrogen partial pressure yang tinggi.
Benar
Salah
Pada proses penghilangan logam dari umpan, senyawa logam organic terdekomposisi dan menempel pada permukaan katalis.
Benar
Salah
Keracunan katalis oleh logam bersifat sementara dan dapat hilang dengan cara regenerasi.
Benar
Salah
Air dapat dicegah masuk ke dalam reaktor dengan memasang filter 25 micron.
Benar
Salah
Regenerasi katalis yaitu proses penghilangan karbon, nitrogen, dan sulfur dari permukaan katalis dengan cara pendinginan.
Benar
Salah
Regenerasi katalis dapat dilakukan secara ex-situ (dilakukan di dalam hydrocracking plant).
Benar
Salah
Pada pemilihan skema proses hydrocracking, jika kapasitas besar maka sebaiknya dipilih single stage.
Benar
Salah
Pada pemilihan skema proses hydrocracking, jika kapasitas kecil maka sebaiknya dipilih single stage.
Benar
Salah
Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan single stage.
Benar
Salah
Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan once through.
Benar
Salah
Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan two stage.
Benar
Salah
Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan separate hydrotreat.
Benar
Salah
Kualitas feed hydrocracker tidak akan mempengaruhi : Temperatur, Jumlah hydrogen yang dikonsumsi, Umur katalis dan Kualitas produk.
Benar
Salah
Hal penting yang berkaitan dengan kualitas feed hydrocracker adalah viscosity, density, dew point.
Benar
Salah
LHSV didefinisikan sebagai (volume katalis, m3) / (fresh feed, m3/jam).
Benar
Salah
Kenaikan feed rate dengan volume katalis yang tetap akan menaikkan nilai LHSV.
Benar
Salah
Penurunan temperatur catalyst akan menyebabkan peningkatan kecepatan pembentukan coke pada permukaan katalis sehingga akan mengurangi umur katalis.
Benar
Salah
Hydrogen Partial Pressure didefinisikan sabagai (fresh feed + recycle feed)/(fresh feed).
Benar
Salah
Bottom fraksionator yang tidak terkonversi dikembalikan ke reaktor dengan tujuan untuk menurunkan panas yang dilepaskan oleh reaksi.
Benar
Salah
Selain digunakan untuk reaksi, hydrogen juga berfungsi untuk menjaga tingkat kecepatan pembentukan coke pada permukaan katalis.
Benar
Salah
Hydrogen partial pressure yang tinggi akan meningkatkan kecepatan deaktivasi katalis.
Benar
Salah
Hydrogen partial pressure dikendalikan dengan cara menjaga tekanan reaktor dan purity hydrogen dalam recycle gas.
Benar
Salah
Purity hydrogen dapat ditingkatkan dengan cara menurunkan kandungan hydrogen dari make up compressor.
Benar
Salah
Penurunan laju alir recycle gas akan meningkatkan rasio H2/HC.
Benar
Salah
Variabel yang dikendalikan untuk menjaga kualitas make up hidrogen adalah laju recycle gas, hydrogen purity dalam recycle gas, dan laju umpan.
Benar
Salah
Kenaikan temperatur akan menaikkan konversi yang kemudian akan menyebabkan penurunan laju deaktivasi katalis.
Benar
Salah
Kenaikan temperature yang mendadak dan sangat tinggi disebut dengan istilah temperature runaway.
Benar
Salah
Troubleshooting pada permasalahan feed filter yang disebabkan oleh umpan dari tangki mempunyai viskositas yang lebih tinggi sehingga pressure drop filter meningkat yakni kurangi umpan dari tangka lain dan lakukan cleaning tangka yang bermasalah.
Benar
Salah
Konsumsi hidrogen merupakan kebutuhan proses hidrogenasi dan hydrotreating pada proses hydrocracking.
Benar
Salah
Perhitungan konsumsi hidrogen dilakukan melalui pendekatan konsumsi kimia, yaitu make up hidrogen dikali kemurnian hidrogen ditambah hidrogen losses dan hidrogen sisa reaksi dibagi kemurnian masing-masing, kemudian hasil perhitungan dibagi dengan intake fresh feed.
Benar
Salah
Tingkat konversi merupakan banyaknya reaktan atau umpan yang dikonversi menjadi produk yang lebih berat melalui proses hydrocracking.
Benar
Salah
H₂/HC Ratio merupakan variabel proses yang berhubungan dengan jumlah minimal hidrogen yang harus diinjeksikan ke dalam fresh feed agar proses hydrocracking dapat berlangsung dengan baik dengan menghindari terbentuknya coke.
Benar
Salah
Nilai H₂/HC Ratio yang kurang dari kondisi desain dapat mengakibatkan meningkatnya potensi terbentuknya coke dan berdampak pada terjadinya deaktivasi katalis.
Benar
Salah
Combined Feed Ratio merupakan variabel proses yang digunakan untuk membagi beban operasi (severity) pada setiap reaktor.
Benar
Salah
Nilai CFR yang rendah mengindikasikan bahwa proses konversi yang terjadi di reaktor fresh feed tidak 100%, sehingga menghasilkan uncoverted product yang cukup banyak untuk diproses kembali di reaktor recycle feed sebagai recycle feed.
Benar
Salah
CPP merupakan variabel proses yang digunakan untuk mengetahui beban operasi tiap pass reaktor.
Benar
Salah
Nilai CPP yang tinggi merupakan indikasi bahwa konversi yang terjadi pada tiap pass reaktor tinggi.
Benar
Salah
Semakin tinggi CPP maka uncoverted product yang dihasilkan tinggi.
Benar
Salah
Tekanan parsial hidrogen merupakan variabel proses yang digunakan sebagai kontrol tekanan reaktor yang dipantau melalui vessel HPS (High Pressure Separator).
Benar
Salah
Tekanan parsial hidrogen yang rendah mengindikasikan bahwa konsumsi hidrogen untuk reaksi penjenuhan pada reaktor cukup rendah.
Benar
Salah
LHSV digunakan untuk mengetahui seberapa besar beban setiap m3 katalis dalam membantu reaksi hydrocracking pada umpan fresh feed di dalam reaktor.
Benar
Salah
WABT merupakan nilai rata-rata temperatur bed reaktor berdasarkan perbandingan jumlah berat katalis yang terkoversi tiap thermocouple yang terpasang secara axial di dalam reaktor.
Benar
Salah
WABT dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui tingkat reaksi yang tejadi pada tiap bed.
Benar
Salah
Jenis umpan tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya kebutuhan proses hydrocracking.
Benar
Salah
Jenis umpan naftenik lebih sedikit membutuhkan hidrogen daripada jenis parafinik dalam proses hidrogenasi.
Benar
Salah
Data tersaji di table berikut , Berapa konsumsi hydrogen (Nm3/m3) ?
319,6077
318,6077
320,6077
317,6077
Data tersaji di table berikut, Berapa Ratio H2/ HC ?
1203,295
1202,295
1201,295
1204,295
Data tersaji di table berikut , Berapa CFR ?
1,76
1,86
1,96
1,66
Data tersaji di table berikut , Berapa CPP (1/hari) ?
55,87
54,87
56,87
53,87
Data tersaji di table berikut , Berapa Tekanan Parsial Hidrogen (kg/cm2g) ?
156,43
157,43
155,43
153,43
Data tersaji di table berikut , Berapa LHSV (1/ hari) ?
0,579
0,559
0,589
0,569
