wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Hydrocracking

Total questions: 88

Worksheet time: 2hrs 38mins

Name
Class
Date
1.

Walaupun menggunakan katalis dan prosesnya meng-cracking umpan, namun seringkali Hydrocracking tidak dikelompokkan ke dalam catalytic cracking.

a)

Benar

b)

Salah

2.

Hydrocracking merupakan proses mengubah umpan berupa minyak berat menjadi produk-produk minyak yang lebih ringan dengan kehadiran hydrogen dengan bantuan katalis dan menggunakan tekanan rendah.

a)

Benar

b)

Salah

3.

Catalyst pada hydrocracking yang digunakan berbasis silica alumina dengan kombinasi nikel, molybdenum, tungsten.

a)

Benar

b)

Salah

4.

Feed hydrocracking yang umum adalah heavy atmospheric gas oil, heavy vacuum gas oil, catalytically gas oil, atau thermally cracked gas oil.

a)

Benar

b)

Salah

5.

Feedstock hydrocracking  diubah menjadi produk-produk dengan berat molekul yang lebih ringan dan biasanya dengan memaksimalkan produk naphtha atau distillates (kerosene atau diesel).

a)

Benar

b)

Salah

6.

Product hydrocraking antara lain  LPG, Naphtha, Kerosine, Gasoil.

a)

Benar

b)

Salah

7.

Katalis yang digunakan dalam proses hydrocracking biasanya adalah mono-functional catalyst.

a)

Benar

b)

Salah

8.

Acid function pada katalis hydrocracking digunakan untuk sulfur removal, nitrogen removal, olefin saturation, dan aromatic saturation.

a)

Benar

b)

Salah

9.

Metal function pada katalis  digunakan untuk proses hydrocracking.

a)

Benar

b)

Salah

10.

Berkaitan dengan katalis hydrocracking, dikenal istilah supports dan promoters. Supports – menyediakan metal function.

a)

Benar

b)

Salah

11.

Berkaitan dengan katalis hydrocracking, dikenal istilah supports dan promoters. Promoters – menyediakan acid function.

a)

Benar

b)

Salah

12.

Contoh Supports yang menyediakan acid function adalah Amorphous dan Zeolite.

a)

Benar

b)

Salah

13.

Contoh Promoters yang menyediakan acid function adalah Grup VI A (Mo/Molybdenum, W/Tungsten)  dan  Grup VIII A (Co/Cobalt, Ni/Nikel, Pd/Palladium, Pt/Platinum).

a)

Benar

b)

Salah

14.

Reaksi utama yang terjadi pada reaksi hydrocracking adalah isomerisasi.

a)

Benar

b)

Salah

15.

Reaksi lain yang terjadi pada reaksi hydrocracking adalah reaksi cracking paraffine.

a)

Benar

b)

Salah

16.

Bersamaan dengan proses hydrocracking senyawa olefin tidak dijenuhkan.

a)

Benar

b)

Salah

17.

Penghilangan sulfur dilakukan dengan cara mengubah senyawa sulfur organic menjadi ammonia dan hydrocarbon.

a)

Benar

b)

Salah

18.

Penghilangan nitrogen dilakukan dengan cara mengubah senyawa nitrogen organic menjadi hydrogen sulfide dan hydrocarbon.

a)

Benar

b)

Salah

19.

Penghilangan oksigen dilakukan dengan cara mengubah senyawa oksigen organic menjadi ammonia dan hydrocarbon.

a)

Benar

b)

Salah

20.

Penghilangan halida dilakukan dengan cara mengubah senyawa halide menjadi hydrogen sulfide dan hydrocarbon.

a)

Benar

b)

Salah

21.

Tujuan penjenuhan olefin adalah untuk peningkatan stabilitas produk saat penyimpanan (warna dan sediment).

a)

Benar

b)

Salah

22.

Penjenuhan olefin dilakukan dengan cara menghydrogenasi senyawa parafin menjadi olefin.

a)

Benar

b)

Salah

23.

Tujuan penjenuhan olefin adalah untuk peningkatan stabilitas produk saat penyimpanan (warna dan sediment).

a)

Benar

b)

Salah

24.

Alasan penghilangan metal karena merupakan racun katalis yang permanen.

a)

Benar

b)

Salah

25.

Reaksi hydrodesulfulisasi yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada sulfida yakni reaksi berikut :

a)

Benar

b)

Salah

26.

Reaksi hydrodesulfulisasi yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada merkaptan yakni reaksi berikut :

a)

Benar

b)

Salah

27.

Reaksi penghilangan nitrogen yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada quinoline yakni reaksi berikut :

a)

Benar

b)

Salah

28.

Reaksi penghilangan nitrogen yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada pyridine yakni reaksi berikut :

a)

Benar

b)

Salah

29.

Reaksi penjenuhan olefin yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada olefin siklik yakni reaksi berikut : 

a)

Benar

b)

Salah

30.

Reaksi penjenuhan olefin yang umum terjadi di hydrocracker antara lain pada olefin linier yakni reaksi berikut :  

a)

Benar

b)

Salah

31.

Reaksi penjenuhan aromatic yang umum terjadi di hydrocracker adalah seperti reaksi sebagai berikut :

a)

Benar

b)

Salah

32.

Reaksi penghilangan oksigen yang umum terjadi di hydrocracker adalah seperti reaksi sebagai berikut :

a)

Benar

b)

Salah

33.

Semua reaksi pada hydrocracking bersifat eksotermis sehingga temperatur akan naik saat feed melewati unggun katalis (catalyst bed).

a)

Benar

b)

Salah

34.

Urutan kemudahan reaksi yang terjadi di hydrocracking adalah sebagai berikut (mulai dari yang paling susah hingga yang paling mudah) : 1. Penghilangan logam 2. Penjenuhan olefin 3. Penghilangan sulfur 4. Penghilangan nitrogen 5. Penghilangan oksigen 6. Penjenuhan cincin (heteroaromatic → multiring aromatic → monoaromatic) 7. Cracking naphthene (multiring naphthene → mono naphthene) 8. Cracking paraffin.

a)

Benar

b)

Salah

35.

Aktifasi katalis dapat disebabkan oleh faktor umur katalis dan akumulasi senyawa ammonia pada katalis reaksi hydrotreating.

a)

Benar

b)

Salah

36.

Umur katalis hydrocracker diukur berdasarkan kemampuan setiap satuan berat katalis hydrocracker untuk mengolah feed.

a)

Benar

b)

Salah

37.

Akumulasi senyawa nitrogen pada katalis Reaksi hydrotreating yang terjadi di dalam reaktor hydrocracker akan mengubah senyawa nitrogen organic yang ada dalam umpan menjadi ammonia.

a)

Benar

b)

Salah

38.

Coke dapat dapat terjadi karena hal sebagai berikut  yakni Jumlah recycle gas yang berlebih dan Hhdrogen partial pressure yang tinggi.

a)

Benar

b)

Salah

39.

Pada proses penghilangan logam dari umpan, senyawa logam organic terdekomposisi dan menempel pada permukaan katalis.

a)

Benar

b)

Salah

40.

Keracunan katalis oleh logam bersifat sementara dan dapat hilang dengan cara regenerasi.

a)

Benar

b)

Salah

41.

Air dapat dicegah masuk ke dalam reaktor dengan memasang filter 25 micron.

a)

Benar

b)

Salah

42.

Regenerasi katalis yaitu proses penghilangan karbon, nitrogen, dan sulfur dari permukaan katalis dengan cara pendinginan.

a)

Benar

b)

Salah

43.

Regenerasi katalis dapat dilakukan secara ex-situ (dilakukan di dalam hydrocracking plant).

a)

Benar

b)

Salah

44.

Pada pemilihan skema proses hydrocracking, jika kapasitas besar maka sebaiknya dipilih single stage.

a)

Benar

b)

Salah

45.

Pada pemilihan skema proses hydrocracking, jika kapasitas kecil maka sebaiknya dipilih single stage.

a)

Benar

b)

Salah

46.

Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan single stage.

a)

Benar

b)

Salah

47.

Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan once through.

a)

Benar

b)

Salah

48.

Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan two stage.

a)

Benar

b)

Salah

49.

Skema alir proses hydrocracking berikut merupakan separate hydrotreat.

a)

Benar

b)

Salah

50.

Kualitas feed hydrocracker tidak akan mempengaruhi : Temperatur, Jumlah hydrogen yang dikonsumsi, Umur katalis dan Kualitas produk.

a)

Benar

b)

Salah

51.

Hal penting yang berkaitan dengan kualitas feed hydrocracker adalah viscosity, density, dew point.

a)

Benar

b)

Salah

52.

LHSV didefinisikan sebagai (volume katalis, m3) / (fresh feed, m3/jam).

a)

Benar

b)

Salah

53.

Kenaikan feed rate dengan volume katalis yang tetap akan menaikkan nilai LHSV.

a)

Benar

b)

Salah

54.

Penurunan temperatur catalyst akan menyebabkan peningkatan kecepatan pembentukan coke pada permukaan katalis sehingga akan mengurangi umur katalis.

a)

Benar

b)

Salah

55.

Hydrogen Partial Pressure didefinisikan sabagai (fresh feed + recycle feed)/(fresh feed).

a)

Benar

b)

Salah

56.

Bottom fraksionator yang tidak terkonversi dikembalikan ke reaktor dengan tujuan untuk menurunkan panas yang dilepaskan oleh reaksi.

a)

Benar

b)

Salah

57.

Selain digunakan untuk reaksi, hydrogen juga berfungsi untuk menjaga tingkat kecepatan pembentukan coke pada permukaan katalis.

a)

Benar

b)

Salah

58.

Hydrogen partial pressure yang tinggi akan meningkatkan kecepatan deaktivasi katalis.

a)

Benar

b)

Salah

59.

Hydrogen partial pressure dikendalikan dengan cara menjaga tekanan reaktor dan purity hydrogen dalam recycle gas.

a)

Benar

b)

Salah

60.

Purity hydrogen dapat ditingkatkan dengan cara  menurunkan kandungan hydrogen dari make up compressor.

a)

Benar

b)

Salah

61.

Penurunan laju alir recycle gas akan meningkatkan rasio H2/HC.

a)

Benar

b)

Salah

62.

Variabel yang dikendalikan untuk menjaga kualitas make up hidrogen adalah laju recycle gas, hydrogen purity dalam recycle gas, dan laju umpan.

a)

Benar

b)

Salah

63.

Kenaikan temperatur akan menaikkan konversi yang kemudian akan menyebabkan penurunan laju deaktivasi katalis.

a)

Benar

b)

Salah

64.

Kenaikan temperature yang mendadak dan sangat tinggi disebut dengan istilah temperature runaway.

a)

Benar

b)

Salah

65.

Troubleshooting pada permasalahan feed filter yang disebabkan oleh umpan dari tangki mempunyai viskositas yang lebih tinggi sehingga pressure drop filter meningkat yakni kurangi umpan dari tangka lain dan lakukan cleaning tangka yang bermasalah.

a)

Benar

b)

Salah

66.

Konsumsi hidrogen merupakan kebutuhan proses hidrogenasi dan hydrotreating pada proses hydrocracking.

a)

Benar

b)

Salah

67.

Perhitungan konsumsi hidrogen dilakukan melalui pendekatan konsumsi kimia, yaitu make up hidrogen dikali kemurnian hidrogen ditambah hidrogen losses dan hidrogen sisa reaksi dibagi kemurnian masing-masing, kemudian hasil perhitungan dibagi dengan intake fresh feed.

a)

Benar

b)

Salah

68.

Tingkat konversi merupakan banyaknya reaktan atau umpan yang dikonversi menjadi produk yang lebih berat melalui proses hydrocracking.

a)

Benar

b)

Salah

69.

H₂/HC Ratio merupakan variabel proses yang berhubungan dengan jumlah minimal hidrogen yang harus diinjeksikan ke dalam fresh feed agar proses hydrocracking dapat berlangsung dengan baik dengan menghindari terbentuknya coke.

a)

Benar

b)

Salah

70.

Nilai H₂/HC Ratio yang kurang dari kondisi desain dapat mengakibatkan meningkatnya potensi terbentuknya coke dan berdampak pada terjadinya deaktivasi katalis.

a)

Benar

b)

Salah

71.

Combined Feed Ratio  merupakan variabel proses yang digunakan untuk membagi beban operasi (severity) pada setiap reaktor.

a)

Benar

b)

Salah

72.

Nilai CFR yang rendah mengindikasikan bahwa proses konversi yang terjadi di reaktor fresh feed tidak 100%, sehingga menghasilkan uncoverted product yang cukup banyak untuk diproses kembali di reaktor recycle feed sebagai recycle feed.

a)

Benar

b)

Salah

73.

CPP merupakan variabel proses yang digunakan untuk mengetahui beban operasi tiap pass reaktor.

a)

Benar

b)

Salah

74.

Nilai CPP yang tinggi merupakan indikasi bahwa konversi yang terjadi pada tiap pass reaktor tinggi.

a)

Benar

b)

Salah

75.

Semakin tinggi CPP maka uncoverted product yang dihasilkan tinggi. 

a)

Benar

b)

Salah

76.

Tekanan parsial hidrogen merupakan variabel proses yang digunakan sebagai kontrol tekanan reaktor yang dipantau melalui vessel HPS (High Pressure Separator).

a)

Benar

b)

Salah

77.

Tekanan parsial hidrogen yang rendah mengindikasikan bahwa konsumsi hidrogen untuk reaksi penjenuhan pada reaktor cukup rendah.

a)

Benar

b)

Salah

78.

LHSV digunakan untuk mengetahui seberapa besar beban setiap m3 katalis dalam membantu reaksi hydrocracking pada umpan fresh feed di dalam reaktor.

a)

Benar

b)

Salah

79.

WABT merupakan nilai rata-rata temperatur bed reaktor berdasarkan perbandingan jumlah berat katalis yang terkoversi tiap thermocouple yang terpasang secara axial di dalam reaktor.

a)

Benar

b)

Salah

80.

WABT dapat digunakan sebagai acuan untuk mengetahui tingkat reaksi yang tejadi pada tiap bed.

a)

Benar

b)

Salah

81.

Jenis umpan tidak berpengaruh terhadap besar kecilnya kebutuhan proses hydrocracking.

a)

Benar

b)

Salah

82.

Jenis umpan naftenik lebih sedikit membutuhkan hidrogen daripada jenis parafinik dalam proses hidrogenasi.

a)

Benar

b)

Salah

83.

Data tersaji di table berikut , Berapa konsumsi hydrogen (Nm3/m3) ?

a)

319,6077

b)

318,6077

c)

320,6077

d)

317,6077

84.

Data tersaji di table berikut, Berapa Ratio H2/ HC ?

a)

1203,295

b)

1202,295

c)

1201,295

d)

1204,295

85.

Data tersaji di table berikut , Berapa CFR ?

a)

1,76

b)

1,86

c)

1,96

d)

1,66

86.

Data tersaji di table berikut , Berapa CPP (1/hari) ?

a)

55,87

b)

54,87

c)

56,87

d)

53,87

87.

Data tersaji di table berikut , Berapa Tekanan Parsial Hidrogen  (kg/cm2g) ?

a)

156,43

b)

157,43

c)

155,43

d)

153,43

88.

Data tersaji di table berikut , Berapa LHSV (1/ hari) ?

a)

0,579

b)

0,559

c)

0,589

d)

0,569