wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Fabel dan Legenda

Total questions: 50

Worksheet time: 50mins

Name
Class
Date
1.

Raja Agung mempunyai dua orang putri, yaitu Ajeng Ayu dan Ajeng Rara. Ajeng Ayu sangat cantik. Ia tidak pernah membeda-bedakan orang. Semua orang yang bertemu dengan dia disapanya. Semua orang sangat menyukai Ajeng Ayu. Ajeng Rara menjadi benci kepada saudaranya. Ajeng Rara juga menjadi tidak suka melihat kecantikan Ajeng Ayu. Karena itu, ia ingin mencelakakan saudaranya. Dia menyuruh pelayannya untuk membubuhkan racun ke dalam makanan saudaranya. Ia ingin saudaranya menjadi buruk rupanya. Watak yang dimiliki Ajeng Rara adalah ....

a)

Murah hati

b)

Iri hati

c)

Ramah

d)

Sombong

2.

Di suatu kampung yang damai, hidup sepasang suami istri yang miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk berdinding kulit kayu dan beratap rumbia di pinggir hutan. Sebagian atapnya sudah berlubang. Jika hujan datang, suami istri itu sibuk menambal atap tersebut dengan daun-daun kayu yang besar. Berdasarkan kutipan tersebut, latar tempat ceritanya adalah ....

a)

Pinggir hutan

b)

Tengah kota

c)

Tengah hutan

d)

Pinggir danau

3.

Dari judul cerita tersebut termasuk cerita rakyat yang berbentuk ....

a)

Fabel

b)

Epos

c)

Mitos

d)

Legenda

4.

Edo sangat menghormati orang tuanya. Dia juga sayang kepada keduanya, meskipun hanya sebagai pedagang sate. Sepulang sekolah, Edo selalu membantu orang tuanya melayani pembeli. Amanat yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah ....

a)

Pantang menyerah dalam mencapai cita-cita

b)

Berbakti kepada orang tua

c)

Bersabar dalam menjalani hidup

d)

Berusaha menjadi pelayan yang baik

5.

Setelah belajar Sasmita selalu memadamkan lampu belajarnya. Pada malam hari, di kamarnya yang menyala hanyalah lampu tidur. Ketika mandi pun, Sasmita menggunakan air secukupnya. Tema dari cerita tersebut adalah ....

a)

Pemborosan

b)

Hidup sederhana

c)

Hidup hemat

d)

Pendidikan

6.

Dari gambar tersebut termasuk ke dalam jenis dongeng ....

a)

Mite

b)

Sage

c)

Fabel

d)

Legenda

7.

Kalimat yang mengungkapkan hal-hal menarik dalam fabel adalah ....

a)

Saya suka membaca fabel itu karena ceritanya bagus

b)

Saya kesal membaca fabel itu karena ceritanya berbelit-belit

c)

Saya malas membaca fabel itu karena bahasanya sulit dipahami

d)

Buku itu dari sampulnya terlihat menarik tetapi isinya tidak semenarik sampulnya

8.

tokoh utama dalam fabel tersebut adalah . . . .

a)

Kancil dan Buaya

b)

Belalang

c)

Ikan

d)

Burung Gagak

9.

Dari gambar tersebut, termasuk ke dalam jenis dongeng ....

a)

Sage

b)

Mitos

c)

Legenda

d)

Fabel

10.

Perhatikan penggalan cerita berikut


a) kelinci tertidur dan akhirnya kura-kura menang

b) kelinci yang sombong mengejek kura-kura yang jalannya lambat

c) ketika lomba di mulai kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan kura-kura

d) kura-kura menantang kelinci untuk lomba lari

e) kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang

f) karena kelinci merasa kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon


Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel adalah….

a)

a-b-d-f-c-e

b)

b-e-d-f-c-a

c)

b- d-e-c-f-a

d)

b-d-c-e-f-a

11.

"Kura-kura melukis pemandangan gunung.”

Kalimat pasif yang tepat dari pengubahan kalimat aktif tersebut adalah

a)

”Pemandangan gunung itu dilukis oleh kura-kura.”

b)

”Pemandangan gunung terlukis dengan kura-kura.”

c)

”Kura-kura melukis pemandangan gunung.”

d)

”Gunung itu terlukis oleh kura-kura.”

12.

Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .

a)

“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”

b)

“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”

c)

“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.

d)

“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”

13.

Di hutan yang rindang, hidup seekor anak landak yang merasa kesepian. Landi namanya. Landi tidak mempunyai teman karena teman-temannya takut tertusuk duri tajam yang ada di badannya. "Maaf Landi, kami ingin bermain denganmu, tapi durimu sangat tajam," kata Cici dan teman-temannya. tinggalah Landi sendirian.

Berdasarkan struktur teks fabel, bagian kutipan fabel tersebut adalah

a)

Orientasi

b)

Komplikasi

c)

Klimaks

d)

Penyelesaian

14.

Legenda Malin Kundang menceritakan ....

a)

seorang anak miskin yang menjadi pejabat negara

b)

seorang anak yatim piatu yang menjadi kaya raya

c)

seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya

d)

seorang anak yang melupakan tanah kelahirannya

15.

(1) Setelah lama berjemur, kancil merasa lapar dan menemukan kebun ketimun di seberang sungai. (2) Buaya marah karena merasa ditipu oleh kancil. (3) Kancil mengelabuhi sekumpulan buaya untuk sampai ke seberang sungai. (4) Kancil jalan-jalan di pinggir hutan untuk berjemur dan mencari udara segar.

Urutan peristiwa yang sesuai adalah ....

a)

4-2-3-1

b)

4-1-3-2

c)

4-1-2-3

d)

4-3-2-1

16.

Bacalah kutipan cerita fabel berikut!

Pada zaman dahulu kala di dalam hutan tinggal seekor tikus kecil [. . .] lubang dalam gua. Di dalam lubang gua yang sama juga tinggal seekor singa besar yang buas. Suatu hari ketika singa sedang tidur, tikus menghampirinya. Singa terbangun [. . . ] tidurnya karena merasa terusik. Ia mengaum, “Berani sekali kamu menganggu tidurku! Aku bunuh kamu!”

Si tikus mencicit. “Oh, jangan bunuh aku! Aku akan berterimakasih padamu dan membantumu kapan pun kamu membutuhkan aku.”

Sang singa tertawa keras, “Buat apa sang raja hutan membutuhkan bantuan [. . . ] seekor tikus kecil?” Lalu ia menyambung, “Tapi aku akan melepaskanmu karena telah membuatku tertawa.”

Kata yang tepat untuk melengkapi fabel diatas adalah....

a)

pada, di, dan dari

b)

dari, pada, dan di

c)

di, dari, dan pada

d)

di, dari, dan dari

17.

Bacalah penggalan fabel berikut!


Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.

“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.

Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.

Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.


Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....

a)

Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.

b)

Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.

c)

Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.

d)

Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.

18.

Di bawah ini adalah struktur teks cerita fabel, yaitu

a)

orientasi - komplikasi - klimaks - koda

b)

orientasi - klimaks - resolusi - koda

c)

orientasi - komplikasi - resolusi - koda

d)

orientasi - klimaks - resolusi - koda

19.

”Jangan kuatir, Bu,” kata sang Ayah dengan congkak. ”Ini belum seberapa besarnya. Aku baru saja mulai menggelembungkan diriku.” Tapi si Ibu Katak tetap berusaha mencegah perbuatan itu. Karena terus diomeli, pada akhirnya Ayah Katak menjadi marah dan berkata, ”Kalau kau tak suka melihatnya, tinggalkan saja kami, jangan menggangguku dan urus saja dirimu. Ia terus menggelembungkan diri hingga akhirnya badan ayah Katak meletus seperti balon pecah.


Tema cerita di atas adalah ....

a)

Ketamakan

b)

Kegigihan

c)

Kesombongan

d)

Ketakutan

20.

Bacalah dialog berikut!

Kancil : ”Tuan, raja kami siap untuk berperang. Sebagai buktinya, raja kami pun mengirimkan kumisnya. (Kancil pun menyerahkan kumis Landak kepada Panglima Harimau). Panglima Harimau : ”ini kumis rajamu? ”Kancil : Iya, itu adalah kumis raja kami yang paling kecil. Raja kami menerima tantangan dari raja kalian”. (Para harimau sangat terkejut melihat kumis raja Pulau Kecil yang besar dan tajam). Prajurit Harimau : ”Kumis Raja Kancil sangat besar, sangat besar dari kumis raja kita. Kita pasti akan sulit untuk melawannya”. (Sambil berbisik kepada Panglima Harimau). Prajurit Harimau 2 : ”Lalu bagaimana?” Panglima Harimau : ”Sebaiknya kita segera pergi dari pulau ini”.

Berdasarkan dialog di atas ekspresi Panglima Harimau dan Prajurit harimau yang tepat adalah . . . .

a)

Merasa malu

b)

Berani dan melawan

c)

Merasa kecewa

d)

Merasa takut

21.

Dihutan belantara hiduplah seekor Landak, namanya Landa. Jarang sekali dia bermain dengan binatang lain. Si Landa tidak mau bermain dengan binatang lain karena khawatir duri yang ada ditubuhnya akan menusuk temannya. Setiap hari Landa bermain sendiri. Mencari makan pun dia hanya berani pada malam hari disaat binatang lain tidur pulas. Hatinya sedih karena tidak mempunyai teman yang bisa diajak berbicara dan bermain.

Perbaikan penulisan kata depan di pada kutipan cerita tersebut yaitu....

a)

di hutan, di tubuhnya, disaat

b)

dihutan, disaat, di ajak

c)

di hutan, di tubuhnya, di saat

d)

di hutan, ditubuhnya, di saat

22.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“Ba-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu di malam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chaky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

23.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks (puncak permasalahan) dalam sebuah fabel adalah ....

a)

Cici akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yangmusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

24.

Monyet sudah diberi pisang oleh Pak Kerbau. Rupanya, ia tetap ingin pisang yang ada di pohonnya. Sang monyet pun memetik pisang itu. “Dasar monyet, bisanya hanya mencuri!” teriak pak Kerbau ketika memergoki monyet.

Watak tokoh monyet pada cerita di atas adalah .....

a)

pemalas

b)

baik hati

c)

keras kepala

d)

rakus

25.

"Ah, kalau begini terus akan habislah binatang di hutan dimakan oleh si raksasa jahat itu. Maka, punahlah kita semua," demikian kata si Macan Loreng, raja hutan itu.

berdasarkan kutipan tersebut, yang menjadi tokoh jahat dalam cerita adalah....

a)

raksasa

b)

macan loreng

c)

raja hutan

d)

binatang hutan

26.

Ketika itu, Raden Banterang mengancam istrinya dengan sebilah senjata, tetapi Dewi Surati saat itu juga menceburkan dirinya ke sungai dan tenggelam. "Banyuwangi, istriku tidak bersalah!" seru Raden Banterang. Ketika itu, seketika memang tercium bau yang harum dari sungai itu.

Cuplikan di atas merupakan bagian dari jenis cerita....

a)

fabel

b)

legenda

c)

biografi

d)

kisah hidup

27.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian orientasi dalam sebuah fabel adalah….

a)

Cici akhirnya tahu ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing yang jahat. Ia berniat membalas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

28.

Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….

a)

Rini melirik jam dinding, ia gelisah adiknya belum pulang padahal matahari sudah semakin condong ke barat.

b)

Jam alarm Rosi berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.

c)

Saat Serigala tertidur, Ibu Domba merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak Kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.

d)

Pak Tani membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.

29.

Bacalah penggalan cerita berikut!


Si Lancang sudah mulai bosan dengan kehidupan yang serba kekurangan itu. Ia mulai mengeluh. Ia tampak mulai putus asa. Berkali-kali ibunya memberi nasihat kepada si Lancang agar anaknya itu tetap tekun bekerja.

“Sabarlah, Nak. Janganlah kamu terus-terusan mengeluh. Kita memang harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sehari-hari. Jangan putus asa dan jangan menyerah,” begitu ibu si Lancang menasihati anak semata wayangnya itu.


Watak tokoh ibu dalam kutipan cerita tersebut adalah….

a)

suka mengeluh

b)

mudah putus asa

c)

mudah menyerah

d)

suka menasihati

30.

Berikut ini pengungkapan komplikasi yang diawali dengan konflik batin adalah ….

a)

Semakin lama Kuda merasa hidupnya tak berguna lagi. Dia merasa hanya merepotkan teman-temannya. Dia sangat terpuruk dengan kepergian ibunya.

b)

Ketika Banteng sedang berada di tepi sungai untuk minum, Buaya langsung menyergapnya.

c)

Ketika Gajah memasuki perkampungan Semut Merah, tanpa diduga pasukan Semut Merah langsung menyerangnya.

d)

Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Bahkan, tahun pun silih berganti. Akan tetapi, kabar Ajisaka tidak kunjung diterima Sembada.

31.

Bacalah penggalan fabel berikut!


Pada suatu zaman di dalam hutan, tinggallah seekor rusa. Setiap kali ia pergi untuk minum di kolam, ia akan mengagumi dirinya, tertutama tanduknya yang indah. Akan tetapi, manakala ia melihat kakinya ia sangat malu karena sangat kurus dan buruk.

“Aku punya tanduk yang begitu indah, kalau saja kaki-kakiku tidak begitu kurus dan jelek seperti ini,” keluhnya.

Suatu hari rusa dikejar oleh seekor harimau besar. Rusa itu berlari kencang sekuat yang dapat dilakukan kaki-kakinya dan meninggalkan harimau itu. Tahu-tahu tanduknya tersangkut di cabang pohon. Rusa berusaha membebaskan diri, tetapi tidak bisa.

Tidak lama kemudian, harimau berhasil mengejar dan menerkam rusa itu. Rusa itu tersadar bahwa kaki-kakinya yang buruk ternyata lebih berguna daripada tanduknya yang indah.


Amanat dalam kutipan cerita tersebut adalah....

a)

Gunakan akal dan pikiranmu untuk menyelamatkan diri.

b)

Jangan suka menghina kekurangan makhluk lain.

c)

Jangan rakus karena akan berakhir dengan kesialan.

d)

Jangan menilai sesuatu dari penampilannya.

32.

Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan.

“Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong...!”


struktur teks fabel tersebut adalah ....

a)

koda

b)

orientasi

c)

komplikasi

d)

resolusi

33.

Pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan di Jawa Barat bernama Kutatanggeuhan. Kutatanggeuhan merupakan kerajaan yang makmur dan damai. Rakyatnya hidup tenang dan sejahtera karena dipimpin oleh raja yang bijaksana. Raja Kutatanggeuhan bernama Prabu Suwartalaya. Permaisurinya bernama Ratu Purbamanah. Prabu Surwartalaya dan Ratu Purbamanah belum dikaruniai keturunan sehingga mereka merasa kesepian. Rakyat pun sangat mengkhawatirkan keadaan tersebut. Mereka khawatir tidak ada yang meneruskan tahta kerajaan tersebut.


Paragraf tersebut dalam cerita legenda merupakan bagian ....

a)

Orientasi

b)

Koda

c)

Komplikasi

d)

Resolusi

34.

Perhatikan penggalan cerita fabel berikut!


Di keheningan malam Kura-kura nampak tidur pulas bersama Katak sahabat baiknya. Sudah dua bulan ini Kura-kura sakit dan sahabatnya dengan setia mendampinginya.


Berdasarkan penggalan cerita fabel diatas variasi latar diungkapkan dengan . . . .

a)

Diawali dengan deskripsi latar

b)

Diawali dengan latar dan kegiatan tokoh

c)

Diawali dengan latar masa lalu

d)

Diawali dengan perubahan latar

35.

Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian, kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. “Semut, peganglah erat-erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu.” Lalu, sang semut memegang erat ranting itu. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.


Kutipan tersebut termasuk struktur teks fabel bagian ....

a)

Komplikasi

b)

Koda

c)

Resolusi

d)

Orientasi

36.

Beri Beruang selalu minum dari mata air yang ada di tengah hutan. Bangsa semut juga biasanya mengambil air dari mata air itu. Pada suatu hari, Beri melihat ke mata air itu dan mengeluh. "Sepertinya air di mata air ini semakin sedikit saja. Pasti bangsa semut terlalu banyak mengambil air!"

Tiba-tiba Beri melihat seekor semut hitam berjalan membawa guti mungil di pundak, lalu berteriak. Namun, semut hitam kecil itu tidak memperhatikan teriakan Beri.

Ia terus berjalan menuju ke mata air.

Beri semakin marah karena semut hitam itu terus mengambil air di mata air. Semut hitam itu pun menjadi marah karena Beri selalu mengambil madu, buah, dan mem bangun sarang di seluruh lembah semut.

Beri beruang pun sangat marah. Namun, semut hitam sudah menghilang lagi ke bawah daun-daun kering. Beri mencarinya namun ia tidak melihat apa-apa di rumput. Akhirnya ia kembali dengan jengkel ke sarangnya di dekat pohon.

Semut-semut itu akhirnya hidup damai di lembah semut. Para semut dengan bebas pergi mencari makan dan minum di hutan.


Ide cerita yang terdapat dalam dongeng tersebut adalah ....

a)

persahabatan antara beri beruang dengan semut hitam

b)

perebutan air di mata air

c)

seekor beruang yang membutuhkan air

d)

pentingnya rasa saling menghargai

37.

Pada suatu hari, kakek dan nenek bersiap-siap berangkat ke hutan. Nenek tak lupa membawa bekal untuk makan siang mereka di hutan. Ketika sudah tiba di hutan, mereka melihat anak burung merpati putih menggelepar di tanah. Rupanya anak burung itu terjatuh dari pohon. ”Aduh, kasihan sekali anak burung ini ...” kata nenek sambil mengangkat merpati itu. Ia meletakkan anak burung itu di bakul makanan dengan hati-hati, ”Kita rawat saja ya, Kek ...” ujar Nenek. Kakek Chen mengangguk setuju.


Dari cuplikan cerita di atas, latar yang digambarkan adalah ....

a)

hutan

b)

rumah

c)

tempat berteduh

d)

tempat burung menggelepar

38.

(1)Si Semut semakin sombong dan terus berkata demikian kepada semua hewan yang ada di hutan.

(2) Sampai pada suatu hari, Si Semut terjebak dalam lumpur.

(3) Si Semut tidak tahu kalau ia berjalan di atas lumpur hidup yang bisa menarik dan menelannya ke dalam lumpur tersebut.

(4) Ia tidak tahu juga kalau akan segera mati.


Kalimat yang mengandung kata sifat pada kutipan fabel di atas adalah kalimat ke ....

a)

1

b)

2

c)

3

d)

4

39.

Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya seutas akar yang menjulai ke pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak pikir panjang diikatnya kakinya sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.


Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah …

a)

Tidak ada akar badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinya.

b)

Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang agar selamat.

c)

Seorang pepimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya.

d)

Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun.

40.

Pernyataan di bawah ini yang merupakan keterangan waktu adalah….

a)

Rini melirik jam dinding. Ia gelisah adiknya belum pulang.

b)

Jam alarm Rosi berbunyi sangat nyaring, namun ia masih tetap saja memejamkan matanya karena masih mengantuk.

c)

Saat Serigala tidur. Ibu kambing merobek perut Serigala dan mengeluarkan anak-anak kambing yang telah dimakan Serigala jahat itu.

d)

Pak Tani membuat jebakan di kebun wortelnya supaya Si Kancil yang suka memakan wortelnya tertangkap.

41.

Pernyataan berikut ini yang tepat digunakan pada bagian klimaks atau puncak masalah dalam sebuah fabel adalah….

a)

Cigi akhirnya tau ternyata Neneknya dimangsa oleh Si Kucing jahat. Ia berencana akan balas dendam.

b)

Di sebuah rumah manusia, hiduplah Cici Si Cicak bersama dengan neneknya.

c)

Cici Si Cicak yang cerdik selalu membantu neneknya bekerja baik di dalam maupun di luar sarang.

d)

Akhirnya kedua binatang yang saling bermusuhan itu sepakat untuk berdamai dan saling memaafkan.

42.

Ketika tiba di desa, Cuka kaget sekali. Tak satu orang pun yang mau mempercayai katakatanya. ”Tetapi sungguh!” demikian ia bersikeras. ”Ada lembah luas di balik gunung-gunung Abadi, dan di sana hiduplah binatang-binatang prasejarah. Mengapa kalian tidak percaya kepadaku?”

”Karena engkau selalu menceritakan halhal yang tidak benar. Jangan kaukira kami akan percaya pada cerita segila itu!”

Pada saat itulah si Kurcaci menyadari. Jika ia biasa berbohong, orang tidak akan percaya lagi meskipun ia mengatakan hal yang sebenarnya.


Amanat dongeng tersebut . . .

a)

Jangan kita usil kepada sesama teman.

b)

Kebiasaan berbohong membuat orang tidak percaya lagi pada kita.

c)

Jangan memercayai orang yang suka berbohong.

d)

Berceritalah dengan jujur.

43.

Di sebuah hutan yang sangat lebat, tinggallah bermacam-macam hewan. Ada semut, gajah, harimau, badak, burung, dan sebagainya. Pada suatu hari, datanglah badai yang sangat dahsyat. Badai itu seketika membuat panik seluruh hewan penghuni hutan itu. Semua hewan berlari ketakutan menghindari badai tersebut.


Penggalan teks fabel tersebut termasuk struktur teks cerita fabel bagian ….

a)

Komplikasi

b)

Resolusi

c)

Koda

d)

Orientasi

44.

”Jangan kuatir, Bu,” kata sang Ayah dengan congkak. ”Ini belum seberapa besarnya. Aku baru saja mulai menggelembungkan diriku.” Tapi si Ibu Katak tetap berusaha mencegah perbuatan itu. Karena terus diomeli, pada akhirnya Ayah Katak menjadi marah dan berkata, ”Kalau kau tak suka melihatnya, tinggalkan saja kami, jangan menggangguku dan urus saja dirimu. Ia terus menggelembungkan diri hingga akhirnya badan ayah Katak meletus seperti balon pecah.


Tema cerita di atas adalah ....

a)

ketamakan

b)

kegigihan

c)

kesombongan

d)

ketakutan

45.

Bacalah kutipan fabel berikut!


“Jadi, kaulah yang selama ini mencuri daunku?!” bentak Bunga Matahari

ketika melihat Ulat memetik daunnya. Ulat terkejut bukan kepalang, tangannya

gemetar ketakutan sehingga daun curian itu jatuh ke tanah.

“Dasar Ulat tak tahu terima kasih. Aku sudah membantumu membuatkan

rumah dari daun-daunku agar kau tak kena panas dan hujan. Tapi apa balasanmu

kepadaku? Kau ambil semua daunku?” bentak Bunga Matahari.

“Uhg…pelit amat kau, Bunga. Kau kan masih bisa punya daun lagi,” sahut

Ulat.

“Tahu kan hasil perbuatanmu, Ulat? Karena ulahmu aku akan mati,” kata

Bunga. Benar saja, semakin hari tubuh Bunga Matahari semakin layu. Dan

akhirnya mati.

Sumber: Aku Anak

Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019


Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah…

a)

Ulat tidak tahu berterima kasih kepada Bunga Matahari yang telah menolongnya.

b)

Ulat sering mencuri dan memakan daun Bunga Matahari setiap harinya.

c)

Bunga Matahari marah kepada Ulat karena telah memakan daunnya.

d)

Bunga Matahari semakin layu dan akhirnya mati.

46.

Bacalah kutipan fabel berikut!

“Mengapa kamu sendirian, teman? Di mana saudara-saudaramu?” tanya Semut Merah pada Gajah Kecil. Gajah Kecil sangat sedih karena terpisah dengan rombongan keluarganya.

“Tadi aku bersama keluargaku. Tapi aku bermain-main. Ternyata aku sudah jauh meninggalkan saudara-saudaraku. Aku masuk hutan serta menyusuri pinggir sungai dan akhirnya bertemu denganmu,” Gajah Kecil bercerita mengapa dia sendirian.

“Jangan sedih, teman. Pasti nanti kamu bertemu dengan saudaramu,” jawab Semut Merah menghibur Gajah Kecil.

“Ya, sudah, kutemani ya. Semoga kita bisa bertemu dengan keluargamu.”

Semut Merah naik ke punggung Gajah Kecil.

Sumber: Aku Anak Baik. Vitriya Mardiyati, dkk. Goresan Pena. Kuningan. 2019

Akibat konflik kutipan fabel tersebut adalah….

a)

Semut Merah menemani dan menghibur Gajah Kecil untuk mencari keluarganya.

b)

Semut Merah prihatin melihat Gajah Kecil yang sendirian di tengah hutan.

c)

Gajah Kecil merasa sedih karena tertinggal jauh di hutan dari keluarganya.

d)

Gajah Kecil senang ada teman yang menemaninya mencari keluarganya.

47.

Asal-usul Tari Guel

Setelah Lelah mengejar layang-layang yang putus, kedua kakak beradik itu kembali lagi

ke tepi laut untuk membawa itik - itiknya pulang. Namun, sesampainya disana, Muria dan Segenda tidak mendapati satu ekor itik pun karena seluruhnya telah hilang ditelan ombak lautan Dengan perasaan takut karena lalai dalam menjalankan tugas yang telah diberikan, akhirnya

mereka pulang untuk melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya

Sesampainya dirumah, mereka segera melapor. Mendengar lapaoran kedua anaknya

tersebut, sang ayah murka dan menyuruh mereka mencari itik-itik sampai dapat dan tidak boleh pulang kerumah sebulum dapat.

Akibat konflik dalam legenda tersebut adalah...

a)

Maria dan Segenda pulang hingga larut malam

b)

Maria dan Segenda takut untuk pulang ke rumah

c)

Maria dan Segenda disuruh mencaari itik sampai dapat

d)

Maria dan Segenda kehilangan layang-layang mereka

48.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Tamat

Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…

a)

rendah hati

b)

sombong

c)

serakah

d)

malas

49.

Bacalah cerita fabel berikut!

Ulat Yang Sombong


Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.

“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.

“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.

“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.

Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba…

“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.

Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

Kalimat langsung pada teks di atas adalah....

a)

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.

b)

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.

c)

“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.

d)

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.

50.

Perhatikan kutipan fabel berikut dengan saksama!

Burung Pipit merasa tertekan karena teman-temannya menjauhinya. Teman-temannya dihasut oleh si Jalak kalau makanan yang ia kumpulkan bersama teman-temannya disembunyikan oleh Burung Pipit untuk dimakan sendiri. Padahal Burung Pipit tidak pernah ada niat sedikit pun untuk menyembunyikan dan menghabiskan makanan itu sendrian.

Pola pengembangan komplikasi pada kutipan fabel tersebut adalah....

a)

diawali dengan konflik fisik

b)

diawali dengan konflik batin

c)

diawali dengan perubahan latar dan peristiwa tidak mengenakkan tokoh

d)

diawali dengan deskripsi latar