NEW
Font size
WorksheetsSOAL AL QUR'AN HADITS KELAS X
Total questions: 20
Worksheet time: 3600secs
Hadis juga merupakan pedoman bagi umat muslim, karena merupakan sumber hukum islam. Secara etimologi, kata hadis mempunyai beberapa arti, di antaranya adalah....
Perintah
Aturan
Dekat
Acara
Lama
Segala sesuatu yang ditetapkan oleh Nabi Saw, yang tidak terkait dengan masalah-masalah fardu dan wajib adalah pengertian hadis menurut ....
Ahli Usul Fikih
Ahli Kalam
Ulama Tabiin
Ahli Fikih
Ahli Hadis
Sunnah secara etimologi memiliki beberapa arti. Yang bukan merupakan arti sunnah secara etimologi adalah....
Cara
Tradisi
Jalan yang ditempuh
Baru
Ketetapan
Terdapat beberapa perbedaan antara hadis dan Sunnah. Menurut ahli hadis bahwa perbedaan hadis dengan sunnah adalah….
Sunnah lebih luas pengertiannya dari hadis.
Hadis dan sunnah sama saja.
Sunnah hanya khusus pada Nabi Muhammad Saw.
Hadis lebih kuat dari sunnah.
Hadis bisa disandarkan pada selain Nabi Muhammad Saw.
Dalam kaitanya dengan hadis ada beberapa penjelasan yang didalamnya adalah kata atsar. Kata atsar secara etimologi mempunyai arti ….
Do’a
Barang bekas
Sesuatu yang baru
Debu
Sisa dari sesuatu
Ahli hadis mendefinisikan khabar adalah ….
Suatu berita yang berasal dari ulama hadis
Suatu berita yang khusus dari sahabat Nabi
Suatu berita yang hanya mengandung hukum
Suatu berita yang diterima dari sahabat dan tabiin
Suatu berita yang diterima dari Nabi Muhammad Saw, sahabat dan tabiin
Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Nabi Saw, baik perkataan maupun perbuatan beliau, sedangkan hadis hanya khusus mengenai perbuatan beliau adalah menurut pendapat....
Ibnul Humam
Dr. Taufiq
Ahli Hadis
Ahli Fikih
Ahli Ushul
Secara garis besar persamaan antara sunnah dan hadis adalah ….
Keduanya merupakan perbuatan Nabi Saw
Keduanya merupakan perkataan Nabi Saw.
Keduanya merupakan taqrir Nabi Saw.
Keduanya bersumber kepada Nabi Saw.
Keduanya terkadang bersumber dari selain Nabi Saw
Berikut ini pernyataan yang tidak benar terkait dengan hadis, sunnah, khabar dan asar adalah ….
Sunnah lebih luas dari pada hadis
Hadis lebih luas daripada sunnah
Khabar selain dinisbahkan ke Nabi Saw, dapat juga dinisbahkan kepada Sahabat dan tabi'in
Khabar lebih umum daripada hadis
Atsar lebih sering digunakan untuk sebutan bagi perkataan sahabat
Pernyataan berikut ini yang bukan merupakan perbedaan al-Qur’an dengan hadis nabi adalah....
Al-Qur’an diturunkan bahasa dan maknanya dari Allah Swt sedang hadis dari Nabi.
Al-Qur’an tidak boleh diriwayatkan maknanya saja, hadis boleh.
Al-Qur’an baik lafaz dan maknanya merupakan mu’jizat, hadis bukan mu’jizat
Al-Qur’an diturunkan melalui perantara Jibril, hadis melalui mimpi Nabi.
Membaca al-Qur’an bernialai ibadah dan berpahala, membaca hadis tidak
Pada periode pertama penurunan hadis disebut juga sebagai (aqwal), af’al, dan taqrir Nabi yang bertujuan untuk menegakkan syariat Islam dan membentuk masyarakat Islam. Pada periode ini dijelaskan bahwa hadis berfungsi sebagai….
Menerangkan Al-Qur’an
Menyebar Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an
Menyimpan Al-Qur’an
Membukukan Al-Qur’an
Pada masa penerimaan hadis oleh para sahabat Nabi, ada yang langsung diterima dan ada yang tidak secara langsung. Yang merupakan penerimaan hadis secara langsung oleh para sahabat adalah….
Melalui utusan Nabi Muhammad
Mendengarkan dari para sahabat Nabi
Melalui ceramah, pengajian atau khotbah Nabi
Mendengarkan dari para ulama
Melihat langsung didalam kitab yang sudah dibukukan
Pada masa Nabi SAW, kepandaian baca tulis di kalangan para sahabat sudah bermunculan, hanya saja terbatas sekali. Karena kecakapan baca tulis di kalangan sahabat masih kurang. Tindakan yang dianjurkan oleh Nabi kepada para sahabat untuk lebih mudah memahami hadis adalah….
Menuliskan hadis
Menghafalkan hadis
Membukukan hadis
Meminta bantuan kepada para sahabat
Meminta langsung hadis tersebut dari Nabi
Pada periode kedua disebut ‘Ashr-At-Tatsabbut wa Al-Iqlal min Al-Riwayah’ (masa membatasi dan menyedikitkan riwayat). Nabi SAW wafat pada tahun 11 H. Kepada umatnya, beliau meninggalkan dua pegangan sebagai dasar bagi pedoman hidup. Kedua pesan atau pegangan tersebut adalah….
Menjaga lisan dan kehormatan
Menjaga diri dan keluarga
Menjaga harta dan ilmunya
Menjaga sikap dan tindakanya
Al-Qur’an dan As-Sunnah
Para sahabat juga berperan penting dalam menyebarkan hadis, Dalam praktiknya, para sahabat meriwayatkan hadis melalui dua cara. Kedua cara yang dilakukan oleh para sahabat tersebut adalah….
Dengan lafaz asli,dan maknanya saja
Dengan cara masuk kerumah warga dan khotbah
Dengan mengutus seseorang dan mendatanginya langsung
Dengan membacakanya dan menyuruh menghafalnya
Dengan menuliskanya dan menyuruh mengikutinya
Pada periode ketiga ini mulai muncul usaha pemalsuan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terjadi setelah wafatnya Sahabat Ali ra. Pada masa ini, umat Islam mulai terpecah-pecah menjadi 3 golongan. Ketiga golongan tersebut adalah….
Golongan Khawarij, syi’Ah dan Jumhur
Golongan kafir kurais, Mu’awiyah dan jumhur
Golongan umat muslim, kwawarij dan kafir kurais
Golongan Syi’Ah, umat muslim dan jumhur
Golongan Mu’awiyah, jumhur dan umat muslim
Terpecahnya umat Islam memacu orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendatangkan keterangan-keterangan palsu yang berasal dari Rasulullah SAW. untuk mendukung golongan mereka. Keterangan-keterangan palsu tersebut adalah….
Menyebarkan berita palsu
Menyebarkan Al-qur’an palsu
Munculnya Nabi palsu dari kalangan kafir kurais
Menyebarkan hadis-hadis palsu yang bukan dari Nabi
Menyampaikan ajaran sesat yang disampaikan oleh Nabi
Periode keempat disebut Ashr Al-Kitabah wa Al-Tadwin (masa penulisan dan pembukuan). Maksudnya, penulisandan pembukuan secara resmi. Masa pembukuan secara resmi dimulai pada awal abad II H, yakni pada masa pemerintahan Khalifah….
Abu Bakr Ibn Muhammad
Al-Laits, Al-Auza'i,
Umar Ibn Abdul Azis
Malik, Ibnu Ishaq
Abdir Rahman Ibn Sa'ad
Para ulama besar berlomba-lomba membukukan hadist atas anjuran Abu `Abbas As-Saffah dan anak-anaknya dari khalifah-khalifah ‘Abbasiyah. Berikut tempat dan nama-nama tokoh dalam pengumpulan hadits di kota mekah adalah….
Ibnu Juraij (80-150 H)
Ibnu Ishaq (w. 150 H)
Al-Rabi' Ibrl Shabih (w. 160 H)
Sufyan Ats-Tsaury (w. 161 H.)
Al-Auza'i (w. 95 H)
Kitab-kitab hadis yang telah dibukukan dan dikumpulkan dalam abad kedua , jumlahnya cukup banyak. Akan tetapi, yang rnasyhur di kalangan ahli hadis tidak terlalu banyak. Kitab yang berada pada urutan pertama paling masyur dikalangan ahli hadis adalah….
Al-Musnad, susunan Zaid Ibn Ali
A1-Musnad, susunan Abu Hanifah (150 H).
Al-Musnad, susunan Al-Imam Asy-Syafi'i (204 H).
Mukhtalif Al-Hadis, susunan Al-Imam Asy-Syafi'i.
Al-Muwaththa', susurran Imam Malik (95 H-179 H)
