Font size
WorksheetsSoal Bahasa Indonesia Kelas 7
Total questions: 40
Worksheet time: 57mins
(1) Bersajak a-a-a-a.
(2) Jumlah kata tiap baris bebas
(3) Bait pertama dan kedua merupakan sampiran
(4) Tiap baris terdiri dari 8 sampai 10 suku kata
Ciri-ciri syair ditandai oleh nomor . . . .
(1) dan (3)
(1) dan (4)
(2) dan (3)
(2) dan (4)
Yang merupakan ciri-ciri pantun adalah ….
Setiap baris terdiri atas empat bait
Bersajak a-b-a-b
Baris pertama dan kedua berupa isi
Baris ketiga dan keempat sebagai isi
Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
Berdasarkan pantun di atas, baris yang merupakan sampiran ….
Sari kelapa buah nira
Ibu datang bawa hadiah
Gembira hati tiada terkira
Nira diolah untuk sedekah
Berdasarkan ciri-cirinya, yang merupakan ciri-ciri gurindam adalah …
Terdiri dari dua baris dalam sebait
Berisi nasihat atau kata-kata mutiara
Bersajak a-a
Baris 1-4 merupakan isi
Bersajak a-a-a-a
Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi kenyataan. Sepeda itu, hadiah dari Ibu karena ia mendapat peringkat di kelas.
Pantun yang sesuai dengan ilustrasi tersebut adalah ....
Kota Jambi kota beradat
Tempat tinggal sanak saudara
Mari kita belajar giat
Supaya kelak tidak sengsara
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata
Buah duku buah durian
Dibeli ibu di pasar kenari
Senang hati dapat undian
Seperti mimpi siang hari
Ke Selat beli ikan selar
Beli juga tempoyak durian
Jika kita rajin belajar
Prestasi tinggi mudah diraih
Perhatikan pantun berikut!
Buah cempedak buah durian
Pergi ke pekan naik sepeda
[…] (1)
[…] (2)
(1) Jangan ragu berbuat baik
(2) Senyum saja sudah ibadah
(1) Pikir dulu sebelum bertindak
(2) Menyesal kemudian tiada guna
. (1) Supaya tidak sesal kemudian
(2) Diperlukan selalu sikap waspada
(1) Mari kita jalin silaturahmi
(2) Untuk menambah sanak saudara
Perhatikan larik-larik pantun berikut!
Ikan laut enak rasanya
Bila dimasak dan dimakan.
Mendapat kawan senang rasanya
Tentu boleh kita berkenalan.
Variasi bentuk sampiran dari kutipan pantun tersebut adalah . . .
Beli duku di pasar minggu,
Jangan lupa membeli baju
Lihatlah awan biru warnanya,
Ramai berarak seolah berjalan.
Buah durian enak rasanya
Apalagi ramai-ramai kita makan
Indahnya dunia dijalani bersama,
Selamanya tak kan terlupakan
Isi syair berikut adalah ....
Wahai ananda intan pilihan
Berterus terang janganlah segan
Apa yang benar engkau katakan
Apa yang salah engkau tunjukkan
Agar kita tidak durhaka pada kedua orang tua.
Agar anak selalu jujur kepada semua orang, berkata tidak bohong agar selalu selamat dunia akhirat.
Agar anak jangan malu-malu.
Agar kita berterus terang. Katakan salah jika salah, katakan benar jika benar.
Isi gurindam berikut adalah ....
Sebelum bekerja pikir dahulu
Agar pekerjaan selamat selalu
Bekerjalah dengan hati-hati agar tidak salah yang dapat membahayakan diri kita
Bekerjalah sesuka hati kita
Bekerjalah sesuai dengan kemampuan kita
Jangan bekerja terlalu pilih-pilih, yang penting mendapatkan pekerjaan.
Makna gurindam berikut adalah ....
Jika kau buat kebaikan dan keburukan,
maka balasan berdasar dari yang dilakukan
Orang yang berbuat jahat akan dibalas dengan hukuman yang setimpal
Orang yang berbuat baik akan dibalas dengan pahala berlipat
Setiap perilaku yang kita perbuat, baik dan buruk, akan dibalas setimpal
Janganlah berbuat keburukan kepada sesama karena akan dapat balasan
kisah hewan yang memiliki sifat seperti manusia disebut
fabel
dongeng
fiksi
fantasi
Bukti kutipan cerita yang menyatakan bahwa kancil memiliki watak licik adalah . . . .
“Sebenarnya aku hanya ingin menyeberang sungai ini, dan aku butuh jembatan untuk lewat. Kalau begitu saya ucapkan terima kasih pada kalian, dan mohon maaf kalau aku mengerjai kalian,”
“Buaya …buaya … ayo keluar … mau daging segar nggak?”
“Wah…. bagus kalian mau keluar, mana yang lain?” kata Kancil kemudian.
“Nah, sekarang aku harus menghitung dulu ada berapa buaya yang datang, ayo kalian para buaya pada baris berjajar hingga ke tepi sungai di sebelah sana,”
tokoh utama dalam fabel tersebut adalah . . . .
Kancil dan Buaya
Belalang
Ikan
Burung Gagak
Latar tempat pada fabel tersebut adalah ....
Di dalam hutan
di pinggir sungai.
Di bawah pohon dan di pinggir sungai.
Di dalam hutan dan di pinggir sungai.
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1) Karena kebiasaan itu majikannya memasang kalung lonceng di lehernya sebagai penanda jika anjing ini akan mendekat.
2) Anjing itu sangat bangga dan sengaja membunyikannya di setiap sudut pasar.
3) Dahulu kala ada seekor anjing yang punya kebiasaan mendekati tumit orang.
4) Si anjing menganggap bahwa lonceng tersebut sebagi ciri khasnya.
5) Tidak jarang pula anjing itu mengigit tumit dari orang yang ditemuinya.
Susunan yang tepat dari kalimat-kalimat tersebut agar menjadi teks fabel adalah ....
3, 5, 1, 4, 2
3, 5, 4, 1, 2
3, 2, 1, 4, 5
3, 1, 5, 4, 2
Perhatikan penggalan fabel berikut!
Burung hantu selalu tidur di siang hari. Ia akan bangun setelah matahari terbenam. Ketika cahaya merah memudar dari langit. Dia menggeliat dan berkedip dari lubangh pohon tua. Sekarang dia berseru, “ Hooo hooo hooo!” bergema melalui kayu yang rimbun dan ia mulai berburu serangga. Ia adalah seekor Burung Hantu Tua yang galak, terutama jika ada yang mengganggu saat ia tidur. Suatu sore musim panas yang hangat, saat ia tertidur jauh dalam lubang pohon tua. Belalang di dekatnya mulai menyanyikan lagu gembira tetapi sangat menyesakkan telinga. Burung Hantu Tua itu menengok dari lubang pohon yang digunakan sebagai pintu dan jendela. “Pergi dari sini, Tuan!” katanya kepada Belalalng tersebut.
Latar waktu terjadinya peristiwa dalam fabel tersebut adalah ....
Pada malam hari
Pada pagi hari
Pada siang hari
pada sore hari
Perhatikan penggalan cerita berikut!
Di sebuah hutan yang lebat hiduplah seekor singa perkasa yang semua makhluk lain sangat takut kepadanya. Raja hutan tersebut dikenal sangat mengerikan, tidak mengenal rasa takut dan dia merasa harus dihormati oleh semua makhluk yang ada di hutan.
Penggalan cerita tersebut termasuk jenis cerita ….
legenda
fabel
mite
sage
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, fabel dibedakan menjadi....
Fabel alami dan fabel adaptasi.
Fabel alami dan fabel tidak alami.
Fabel koda dan tanpa koda.
Fabel adaptasi dan fabel koda.
Sebutkan ukuran struktur dari fabel yang benar. ...
Orientasi, komplikasi, resolusi, koda
Komplikasi, koda, resolusi, orientasi
Orientasi, komplikasi, koda, resolusi
Koda, resolusi, komplikasi, Orientasi
Perhatikan kutipan soal berikut ini.
"siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Tempat tinggal si kancil, gajah, dan lainnya seakan terbakar. Kancil kehausan. ia berjalan jalan mencari air"
Bagian tersebut merupakan struktur bagian....
judul
Orientasi
komplikasi
resolusi
Fabel adalah sebuah cerita yang menceritakan tentang kehidupan
Tumbuhan
Binatang
Manusia
Hewan dan manusia
Cerita fiksi yang menceritakan kehidupan binatang yang digambarkan berperilaku menyerupai manusia disebut .....
Cerpen
Novel
Dongeng
Fabel
Cerita fiksi yang menceritakan kehidupan binatang yang digambarkan berperilaku menyerupai manusia disebut .....
Cerpen
Novel
Dongeng
Fabel
Dikisahkan hiduplah sekelompok binatang di sebuah kampung.
Pernyataan tersebut merupakan bagian struktur isi fabel, yaitu ….
Orientasi
Konflik
Klimaks
Resolusi
Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut.
Pernyataan tersebut merupakan bagian struktur isi fabel, yaitu .…
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Perbedaan mendasar antara fabel dan cerpen terletak pada .....
Tema
Tokoh
Latar
Alur
Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan.
Pernyataan tersebut merupakan bagian struktur isi, yaitu ….
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Bagian awal dari sebuah cerita fabel disebut .....
Orientasi
Resolusi
Koda
Klimaks
Perhatikan kutipan fabel berikut!
Setelah itu, Raja Kera melompat ke seberang sungai, berenang dengan susah payah. Dicarinya akar panjang di pohon kayu. Ujung akarnya dibawa ke seberang kembali. Maksudnya hendak dibuat jembatan untuk rakyatnya. Tetapi malang, akar itu tidak sampai. Kurang sedikit lagi. Dengan tidak berpikir panjang kakinya diikat sebelah, kemudian ia bergantung pada batang kayu.
Pesan moral yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ….
Tidak ada akar anggota badan pun berguna bagi rakyat yang dipimpinnya.
Melakukan sesuatu harus dengan perhitungan yang matang supaya selamat.
Seorang pemimpin harus mau membuat jembatan untuk rakyatnya sehingga berhasil.
Seorang pemimpin harus memikirkan nasib rakyatnya dalam keadaan bahaya sekalipun.
Berikut ini adalah bagian-bagian surat yang hanya terdapat dalam surat dinas, yaitu.....
Salam pembuka
Tanggal penulisan surat
Kepala surat
Identitas penulis surat
Contoh salam pembuka yg paling tepat buat sebuah surat dinas merupakan....
Selamat Pagi,
Salam Sejahtera,
Assalamualaikum,
Dengan hormat,
Sebuah surat dinas ditulis oleh lembaga resmi yang ditujukan pada ....
Pimpinan sebuah forum selaku sanak saudara
Orang lain lantaran alasan pribadi
Pejabat negara saja
Lembaga atau pihak lain lantaran tujuan dinas
Berikut yang termasuk pada surat pribadi merupakan...
Surat menurut seseorang anak yang memberikan kabar pada orang tuanya.
Surat dari ketua sekolah menugaskan anaknya yang seseorang pengajar buat ikut training.
Surat panggilan seseorang wali kelas kepada anak didiknya lantaran jarang masuk sekolah.
Surat dari seroang anak pada wali kelas buat memohon izin.
Sekian dulu, pikirkan buat ikut ya. Saya tunggu jawabanmu segera.
Kutipan di atas adalah bagian berdasarkan surat pribadi, yaitu bagian....
Ketua surat
Pembuka surat
Isi surat
Penutup surat
Dengan hormat,
Dalam rangka Ulang Tahun SMPN 5, kami bermaksud mengadakan acara seminar dengan tema "Berprestasi Tanpa Narkoba". Oleh karena itu, kami mohon Bapak berkenan menjadi narasumber. Kegiatan akan dilaksanakan pada
hari, tanggal : Selasa 18 Oktober 2016
pukul : 13.00 WIB
tmpat : Lapangan upacara SMPN 5
[ ... ]
Bagian penutup yang tepat untuk melengkapi surat tersebut adalah ...
Demikian permohonan ini disampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak kami ucapkan terima kasih.
Demikian informasi ini disampaikan. Atas kehadiran tepat waktu, kami ucapkan terima kasih.
Demikian permohonan ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Dengan hormat,
Kami mohon izin untuk menggunakan lapangan sebak bola di wilayah Bapak pada
hari : Sabtu
tanggal : 5 November 2018
acara : Pertandingan sepak bola antar sekolah
[ ... ]
Kalimat yang tepat untuk melengkap surat dinas di atas adalah ...
Atas izinnya, diucapkan terima kasih yang tulus.
Atas kerja sama dan izin Bapak, kami ucapkan terima kasih.
Atas izin Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Atas izinnya kami ucapkan beribu terima kasih.
SMP CEMERLANG
Jalan Bendi Kebayoran Lama Jakarta Selatan
______________________________________
Nomor : 11/S.0301/G/XI/09 1) ---------
Hal : Undangan
Yth. Para Guru dan Karyawan
SMP Cemerlang
di Jakarta
Dengan hormat,
(2) -----------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------
Demikian surat undangan ini kami sampaikan.
Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
Tanggal surat yang tepat untuk mengisi nomor (1) pada surat tersebut adalah ....
12 Nopember 2009
Jakarta, 12 November 2009
12 November 2009
Jakarta, 12 Nopember 2009
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Tamat
Watak tokoh /karakter Fintu pada fabel di atas adalah…
rendah hati
sombong
serakah
malas
Bacalah cerita fabel berikut!
Ulat Yang Sombong
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.
“B-baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.
Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.
Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji-bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman-temannya itu
Namun tiba-tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.
Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna-warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.
Kalimat langsung pada teks di atas adalah....
Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik.
Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya.
Perhatikan cerita fabel berikut dengan saksama!
Lebah dan Semut
Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas.
Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar. “Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air. Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.
“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.
Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.
Setelah mereka benar-benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas. Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah-buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.
Pola pengembangan judul pada cerita fabel tersebut adalah....
judul dikembangkan berdasarkan latar cerita
judul berasal dari nama tokoh
judul dikembangkan berdasarkan sifat tokoh
judul diambil dari tema
