wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS KIMIA MEDISINAL I

Total questions: 42

Worksheet time: 1hrs 24mins

Name
Class
Date
1.
Name
4 lines
2.
NIM
4 lines
3.
Fasa yang menggambarkan perjalanan obat di dalam tubuh, termasuk penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi, disebut:
a)
Fasa farmasetik
b)
Fasa farmakokinetik
c)
Fasa farmakodinamik
d)
Fasa eliminasi
e)
fasa distribusi
4.
Fasa yang mencakup interaksi obat dengan target biologis di dalam tubuh, menghasilkan efek farmakologis, dan mekanisme aksi obat, disebut:
a)
Fasa farmasetik
b)
Fasa farmakokinetik
c)
Fasa farmakodinamik
d)
Fasa eliminasi
e)
Fasa ekskresi
5.
Proses metabolisme obat di dalam tubuh melibatkan organ:
a)
Jantung
b)
Ginjal
c)
Otak
d)
Paru-paru
e)
Kulit
6.
Pilih semua jawaban yang benar, Berikut ini merupakan pernyataan tentang sifat kimia fisika obat :
a)
Penilisin V dalam bentuk garam lebih mudah larut dibandingkan bentuk biasa
b)
Novobiosin bentuk amorf lebih cepat larut dibanding bentuk kristal
c)
Novobiosin bentuk kristal lebih cepat larut dibanding bentuk amorf
d)
Penilisin V dalam bentuk cair lebih mudah larut dibandingkan bentuk garam
e)
Obat saking Maag bersifat asam
7.
Pilih semua jawaban yang benar, Faktor biologis yang mempengaruhi absirpsi obat
a)
pH saluran cerna
b)
sekresi cairan lambung
c)
waktu konsumsi obat
d)
luas permukaan cerna
e)
banyaknya sel darah putih dalam tubuh
8.
Absopsi obat dalam tubuh dilakukan oleh beberapa organ, salah satunya adalah melalui paru. Absorpsi obat melalui paru tergantung pada beberapa faktor kecuali :
a)
Kadar obat dalam alveoli
b)
Koefisien partisi gas/darah
c)
Kecepatan aliran darah paru
d)
Kecepatan aliran oksigen dalam paru
e)
Ukuran partikel obat
9.
Obat analgesik turunan p-aminofenol seperti asetanilid & 5 fenasetin, dalam tubuh mengalami metabolisme membentuk parasetamol (asetaminofen), aktif sebagai analgesic. Proses tersebtu disebut sebagai
a)
Bioaktivasi
b)
Biotoksifikasi
c)
Bioinaktivasi
d)
Detoksifikasi
e)
Metabolisme
10.
Pilih semua jawaban yang benar, Faktor yang mempengaruhi metabolisme obat
a)
Perbedaan umur
b)
Faktor genetic
c)
Tempat metabolism
d)
Kehamilan
e)
Waktu konsumsi
11.
Perbedaan umur mempengaruhi metabolism obat, berikut adalah contoh pengaruh umur terhadap metabolism obat kecuali :
a)
Heksobarbital
b)
Tolbutamide
c)
Klorampenikol
d)
Salisilat
e)
Amfetamin
12.
Salah satu jalur metabolisme obat yang umum adalah reaksi fungsionalisasi. Reaksi ini melibatkan penambahan atau penggantian gugus fungsional pada molekul obat. Contoh reaksi fungsionalisasi adalah:
a)
Oksidasi
b)
Reduksi
c)
Hidrolisis
d)
Sulfonasi
e)
Adisi
13.
Reaksi fungsionalisasi obat yang melibatkan penambahan gugus hidroksil (-OH) pada molekul obat disebut:
a)
Oksidasi
b)
Reduksi
c)
Hidrolisis
d)
Hidroksilasi
e)
Eliminasi
14.
Gugus hidrofilik pada obat cenderung bersifat:
a)
Polar
b)
Nonpolar
c)
Netral
d)
Basa
e)
Asam
15.
Aktivitas biologis senyawa dalam seri homolog sering kali ditentukan oleh:
a)
Gugus fungsi pada senyawa
b)
Massa molekul senyawa
c)
Warna senyawa
d)
Bentuk molekul senyawa
e)
Jumlah atom hidrogen dalam senyawa
16.
Ketika panjang rantai karbon dalam seri homolog meningkat, aktivitas senyawa cenderung:
a)
Menurun
b)
Meningkat
c)
Tetap
d)
Tidak berpengaruh
e)
Bergantung pada jenis gugus fungsi
17.
Perhatikan gambar ini, Pada obat tertentu → struktur berbeda, efek farmakologis sama, dan perubahan sedikit struktur tidak mempengaruhi efek. Obat diatas merupakan contoh obat
a)
Diuretic
b)
Maag
c)
Antibiotic
d)
Analgesic
e)
Antifungal
18.
Stereokimia dalam obat merujuk pada:
a)
Jumlah atom karbon dalam struktur obat
b)
Sifat fisik obat
c)
Konfigurasi spasial atom dalam obat
d)
Gugus fungsi dalam obat
e)
Massa molekul obat
19.
Isomer stereoisomer yang merupakan bayangan cermin satu sama lain disebut:
a)
Isomer enantiomer
b)
Isomer diastereomer
c)
Isomer konformasi
d)
Isomer geometri
e)
Isomer optisomer
20.
Berikut ini adalah obat turunan sulfonomida yang berfungsi sebagai
a)
Antikanker
b)
Antioksidasi
c)
Antiradiasi
d)
Antidiabetes
e)
Antibakteri
21.
Berikut ini adalah logam yang berperan dalam sistem biologis, kecuali
a)
Fe
b)
Mg
c)
Cu
d)
Mn
e)
Hg
22.
Aktivitas biologis obat dapat dipengaruhi oleh isomerisme. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah isomerisme optis. Terdapat dua tipe isomer optis yaitu enantiomer dan diastereomer. Berikut ini adalah pernyataan yang benar tentang enantiomer, kecuali:
a)
Enantiomer memiliki rumus molekul yang sama
b)
Enantiomer memiliki aktivitas optis yang berbeda
c)
Enantiomer memiliki sifat fisik yang sama
d)
Enantiomer tidak dapat dibedakan oleh sinar polarisasi
e)
Enantiomer dapat dipisahkan menggunakan metode kromatografi kiral
23.
Struktur kimia dari senyawa dapat mempengaruhi aktivitas biologisnya. Beberapa senyawa obat memiliki isomer yang memperlihatkan perbedaan aktivitas biologis yang signifikan. Salah satu contoh yang terkenal adalah isomer cis-trans. Berikut ini adalah contoh senyawa dengan isomer cis-trans, kecuali:
a)
Asam maleat dan asam fumarate
b)
N-butana dan isobutana
c)
Alkuna dan alkena
d)
Asam oleat dan asam linoleat
e)
But-1-ena dan but-2-ena
24.
Surfactant atau surfaktan adalah senyawa yang memiliki sifat dapat menurunkan tegangan permukaan antara dua fase yang tidak dapat bercampur. Hubungan antara surfaktan dengan aktivitas obat dapat terjadi dalam beberapa aspek, kecuali:
a)
Meningkatkan kelarutan obat dalam cairan tubuh
b)
Meningkatkan stabilitas obat dalam formulasi
c)
Mempercepat penyerapan obat melalui kulit
d)
Meningkatkan bioavailabilitas obat dalam tubuh
e)
Mengurangi efek samping obat
25.
Dalam formulasi obat, surfaktan dapat digunakan untuk meningkatkan stabilitas obat. Salah satu mekanisme yang dilakukan oleh surfaktan adalah:
a)
Menghambat degradasi obat oleh enzim tubuh
b)
Meningkatkan kelarutan obat dalam air
c)
Membentuk lapisan pelindung pada obat
d)
Mempercepat pelepasan obat dalam saluran pencernaan
e)
Memperbaiki rasa dan tekstur obat
26.
Aktivitas surfaktan yang mempengaruhi absorpsi obat tergantung pada beberapa faktor dibawah ini kecuali
a)
Kadar surfaktan
b)
Struktutur kimia surfaktan,
c)
Efek surfaktan terhadap membran biologis,
d)
Efek farmakologis surfaktan,
e)
Interaksi surfaktan dengan asam amino protein
27.
Interaksi obat terjadi ketika satu obat mempengaruhi kerja atau efek obat lainnya. Berikut ini adalah contoh interaksi obat yang KHAS terjadi, kecuali:
a)
Interaksi antara antikoagulan dan antibiotik
b)
Interaksi antara obat antasida dan antibiotik
c)
Interaksi antara obat antihipertensi dan obat penurun gula darah
d)
Interaksi antara obat antidepresan dan obat penenang
e)
Interaksi antara obat imunostimulan dan obat antiradang
28.
Interaksi obat dapat terjadi melalui berbagai mekanisme, termasuk interaksi farmakokinetik dan farmakodinamik. Berikut ini adalah contoh interaksi obat yang KHAS terjadi melalui mekanisme farmakokinetik, kecuali:
a)
Interaksi obat yang mengganggu absorbsi obat dari saluran pencernaan
b)
Interaksi obat yang meningkatkan metabolisme obat di hati
c)
Interaksi obat yang menghambat eliminasi obat melalui ginjal
d)
Interaksi obat yang bersaing untuk terikat pada protein plasma
e)
Interaksi obat yang mempengaruhi reseptor obat di sel target
29.
Berikut ini adalah fungsi dari Kompleks obat-protein, Kecuali
a)
Pengangkutan senyawa biologis
b)
Detoksifikasi keracunan logam berat
c)
Meningkatkan absorpsi obat
d)
menghambat metabolisme dan ekskresi obat, sehingga memperpanjang masa kerja obat.
e)
Mempercepat adsorpsi logam dalam tubuh
30.
Proses ekskresi obat melalui ginjal melibatkan filtrasi glomerulus, reabsorpsi, dan sekresi. Tujuan utama ekskresi obat adalah untuk:
a)
Meningkatkan efek terapeutik obat
b)
Mengurangi toksisitas obat
c)
Meningkatkan penyerapan obat
d)
Meningkatkan biotransformasi obat
e)
Meningkatkan distribusi obat
31.
Pilih semua jawaban yang benar. Contoh ligan dalam sistem biologis :
a)
glisin,
b)
sistein,
c)
riboflavin
d)
hipoxantin
e)
glukosa
32.
Stereokimia merujuk pada studi tentang isomer-isomer yang memiliki struktur molekul yang sama, tetapi tata letak ruang atom-atomnya berbeda. Salah satu jenis isomer stereoisomer yang sering ditemui dalam molekul obat adalah:
a)
Isomer struktural
b)
Isomer geometri
c)
Isomer optik
d)
Isomer tautomerik
e)
Isomer konformasional
33.
Sifat hidrofilik atau lipofobik berhubungan dengan kelarutan dalam air, sedangkan sifat lipofilik atau hidrofobik berhubungan dengan kelarutan dalam lemak. Berikut ini adalah gugus hidrofilik yang bersifat sedang kecuali
a)
-OH
b)
-SH
c)
-O-
d)
-COOR
e)
-COONa
34.
Gugus yang dapat meningkatkan kelarutan molekul dalam lemak disebut gugus lipofilik ( hidrofobik atau nonpolar). Berikut ini mana yang merupakan gugus lipofilik
a)
- OH
b)
-C=CH
c)
=C=O
d)
-CH2CH3
e)
-CN
35.
Efek biologis obat dalam tubuh dapat dipengaruhi oleh aktivitas termodinamik yang mempengaruhi:
a)
Kecepatan eliminasi obat
b)
Suhu lingkungan
c)
Konversi metabolit
d)
Konsentrasi obat
e)
Struktur molekul obat
36.
Hukum Overton berlaku untuk obat-obatan yang bersifat:
a)
Polar
b)
Nonpolar
c)
Asam lemah
d)
Basa lemah
e)
Garam obat
37.
Penerapan hukum Overton dalam farmakologi digunakan untuk memprediksi:
a)
Potensi farmakologis obat
b)
Konsentrasi optimal obat
c)
Kecepatan eliminasi obat
d)
Metabolisme obat
e)
Waktu paruh obat
38.
Hukum Overton digunakan untuk menjelaskan:
a)
Efek samping obat
b)
Mekanisme aksi obat
c)
Perubahan struktur kimia obat
d)
Kelarutan obat dalam lemak
e)
Toksisitas obat
39.
Berdasarkan model kerja farmakologi, obat terbagi dalam 2 golongan senyawa berstruktur tidak spesifik dan senyawa berstruktur spesifik. Berikut ini manakah contoh dari senyawa berstruktur tidak spesifik
a)
Obat anastesi sistemik
b)
Timin
c)
5-fluorourasil
d)
Karbamikolin
e)
Epinefrin
40.
Obat dengan struktur senyawa tidak spesifik mengacu pada obat yang:
a)
Hanya memiliki satu kelompok fungsional dalam strukturnya
b)
Memiliki struktur kimia yang unik dan tidak lazim
c)
Tidak tergolong dalam kelas obat yang spesifik
d)
Dikombinasikan dengan beberapa obat lain untuk efek sinergis
e)
Menyebabkan efek samping yang spesifik pada pasien tertentu
41.
Pengaruh ionisasi terhadap aktivitas biologis obat paling nyata terjadi pada obat-obatan yang:
a)
Bersifat nonpolar
b)
Bersifat polar
c)
Mengalami hidrolisis enzimatik
d)
Bersifat ionik
e)
Mempunyai struktur kimia yang kompleks
42.
Ionisasi obat dalam tubuh dapat mempengaruhi aktivitas biologisnya karena:
a)
Mempercepat eliminasi obat melalui ginjal
b)
Meningkatkan stabilitas kimia obat
c)
Meningkatkan kelarutan obat dalam air
d)
Mengurangi interaksi obat dengan target biologis
e)
Memperpanjang waktu paruh obat