WorksheetsPAKET 13 ESTY E
Total questions: 70
Worksheet time: 4hrs 30mins
Name
Class
Date
1.
1. Anak tunalaras adalah anak yang…
a)
a. Memiliki kelainan pada aspek otot, tulang dan persendian
b)
b. Memiliki ketidak berfungsian pada alat indera
c)
d. Tidak memiliki rumah
d)
c. Perilaku emosional dan atau sosialnya berbeda dengan norma-norma yang berlaku dilingkungan
2.
2. Salah satu model pendekatan yang dapat digunakan dalam memahami ketunalarasan adalah pendekatan yang mengaitkan ketunalarasan dengan mekanisme kerja anatomi, fisiologi dan struktur syaraf. Pendekatan ini disebut juga dengan…
a)
a. Pendekatan psikodinamika
b)
c. pendekatan biological
c)
d. pendekatan humanistic
d)
b. pendekatan faktor biogenic
3.
3. Penggunaan istilah tunalaras sangat bervariaso berdasarkan sudut pandang tiap-tiap ahli, namun istilah asing dari tunalaras emosi yang paling dikenal yakni…
a)
b. Individuals with disabilities education ACT
b)
c. Socially maladjusted
c)
d. Conduct disorder
d)
a. Emotional and behavior disorder
4.
4. Suatu kecendrungan perlikau seperti kecemasan, depresi, menarik diri dari interaksi sosial, gangguan makan dan kecendrungan untuk bunuh diri merupakan karakteristik anak tunalaras yang perilakunya diarahkan ke dalam dirinya atau disebut juga dengan istilah…
a)
b. Immature
b)
c. Externalizing behavior
c)
d. Instability
d)
a. Internalizing behavior
5.
5. Kriteria emosi yang terhambat ditandai oleh gejala-gejala sebagai berikut, kecuali…
a)
a. Implusif
b)
b. Oversensitiveness
c)
d. Instability
d)
c. Over protektif
6.
6. Manakah pernyataan berikut yang sesuai dengan karakteristik belajar anak dengan hambatan emosi dan sosial menurut Cruickshank (1980)…
a)
a. anak dengan hambatan emosi dan sosial pada umumnya memiliki IQ yang rendah, prestasi rendah,dan juga berasal dari kelas sosial yang rendah pula
b)
c. memiliki kemampuan analisis yang tinggi cenderung digunakan untuk kepentingan pertahanan dirinya
c)
d. memiliki gagasan-gagasan yang orisinal tetapi pada hal-hal yang sifatnya negative
d)
b. problem belajar pada Anak dengan hambatan emosi dan sosial merupakan faktor akibat dari adanya problem emosional
7.
7. Prevalensi anak-anak yang termasuk dalam kategori hambatan emosi dan sosial lebih banyak didominasi oleh…
a)
a. Anak perempuan
b)
b. Perempuan remaja
c)
c. Laki-laki dewasa
d)
d. Anak laki-laki
8.
8. Empat faktor umum yang diidentifikasi turut berperan terhadap terjadinya gangguan emosi dan perilaku, yaitu…
a)
a. Faktor Biologenesis, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakaat
b)
c. Faktor psikodinamika, behavioral, humanistik, dan biogenic
c)
d. Faktor genetic, malnutrisi, dan limbic system
d)
b. faktor lingkungan keluarga, biologis, sekolah, dan masyarakat
9.
9. Anak yang merasa cemas termasuk kelompok gangguan/kelainan ....
a)
a. tingkah laku
b)
b. intelektual
c)
c. Perkembangan
d)
d. Emosi
10.
10. Faktor-faktor protektif yang dapat mengurangi resiko anak mengalami hambatan emosi dan sosial – EBD, antara lain, kecuali…
a)
a. Pertemanan dan aktivitas bermain yang positif
b)
b. Tidak pernah menerima hukuman badan
c)
c. Keutuhan struktur keluarga
d)
d. Internalisasi comorbidity
11.
1. Identifikasi adalah…
a)
b. proses penjaringan
b)
c. proses pemberian treatmen
c)
d. proses pencarian informasi secara mendalam mengenai kebutuhan dan kelemahan anak.
d)
a. proses menemukenali sesuatu berdasar kepada indikator atau kriteria tertentu yang telah ditetapkan
12.
2. Langkah awal yang harus dilakukan guru dalam memberikan layanan pendidikan pada anak dengan hambatan emosi adalah….
a)
a. Melakukan bimbingan
b)
b. Memberikan perlakuan khusus
c)
d. Melakukan tes kecerdasan
d)
c. Melakukan identifikasi
13.
3. Secara umum, fungsi identifikasi anak dengan hambatan emosi dan sosial, yaitu, kecuali…
a)
a. Penjaringan
b)
b. Referral
c)
c. Pengelompokan
d)
d. Diagnostic
14.
4. Secara umum terdapat beberapa masalah yang dihadapi dalam rangka identifikasi anak dengan hambatan emosi dan sosial, salah satu diantaranya terkait dengan:
a)
a. evaluasi
b)
c. perencanaan program tindakan
c)
d. pengalihtanganan
d)
b. kualitas penyimpangan
15.
5. Setelah kegiatan identifikasi selesai, maka kegiatan selanjutnya yang harus dilakukan adalah…
a)
b. Evaluasi
b)
c. Observasi
c)
d. Penyusunan program pembelajaran
d)
a. Asesmen
16.
6. Pernyataan berikut yang sesuai dengan hal-hal yang harus diperhatikan agar kegiatan asesmen anak dengan hambatan emosi lebih mudah emosi adalah...
a)
a. Asesmen terhadap anak dengan hambatan emosi dan prilaku, akan lebih efektif jika dilakukan dalam tim multidisipliner
b)
b. kesamaan prosedur yang diterapkan, baik dalam perkembangan maupun evaluasinya.
c)
d. Dapat memasukkan materi yang cukup untuk perencanana keputusan maupun untuk mendeteksi perubahan.
d)
c. Pelaksanaan asesmen hendaknya dilakukan dalam susunan ruangan yang tepat.
17.
7. Untuk itu dibutuhkan sederet informasi yang lengkap dari anak melalui kegiatan asesmen, untuk dijadikan sebagai dasar dalam memberikan layanan sesuai kebutuhasnnya. Informasi tersebut, menurut Kanfer dan sallow (Fallen dan Umansky, 1985) mencakup tujuh area, yang meliputi :
a)
b. Kepedulan pada lingkungan, situasi darurat, prilaku diruang makan, prilaku dilingkungan sekitar
b)
c. Kemampuan dalam menerima konsekuensi, mengungkapkan kesalahan, tingkah laku yang bertanggung jawab
c)
d. Prilaku dengan lingkungan, interpersonal, diri sendiri dan yang berhubungan dengan tugas
d)
a. Analisis masalah prilaku fokus kepada prilaku yang berlebihan, analisis siatuasi dimana prilaku bermasalah itu terjadi, analisis motivasional, analisis riwayat perkembangan, kontrol diri, relais sosail, lingkungan fisik, sosial dan budaya
18.
8. Segala hal mengenai prilaku yang dipermasalahkan, frekuensi, intensitas dan lamanya prilaku tersebut berjalan disebut juga dengan…
a)
a. Antecedents
b)
b. Consequence
c)
c. Pra requisi
d)
d. Behavior
19.
9. Adapun urutan yang tepat mengenai tahapan dalam FBA (Functional Behavior Assesment) adalah…
a)
a. Identifikasi masalah- analisis data - mengumpulkan data menggunakan asesmen jamak - membuat hipotesa - evaluasi kemajuan
b)
c. Analisis data - membuat hipotesa tentang fungsi prilaku - evaluasi kemajuan dan tindak lanjut yang diperlukan - identifikasi masalah
c)
d. Analisis data - membuat hipotesa tentang fungsi prilaku - evaluasi kemajuan dan tindak lanjut yang diperlukan - identifikasi masalah - mengimplementasikan rencana tindakan
d)
b. Identifikasi masalah – menumpulkan data menggunakan asesmen jamak – analisis data – membuat hipotesa tentang fungsi prilaku –mengembangkan dan mengimplementasikan rencana tindakan – evaluasi kemajuan dan tindak lanjut yang diperlukan.
20.
10. Asesmen multi informasi untuk berarti penggunaan berbagai sumber informasi, sehingga informasi yang diperoleh komprehensif dan valid, adapun tekniknya dapat dengan cara berikut, kecuali…
a)
a. Skala penilaian
b)
b. Pendekatan observasi terstruktur
c)
d. Sosiometri
d)
c. Tes IQ
21.
1. Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar dalam layanan pendidikan dan pembelajaran anak dengan hambatan emosi dan sosial, kecuali:
a)
a. Asesmen
b)
b. Program Pembelajaran Individu
c)
c. Program Layanan kompensatoris
d)
d. Program Vokasional
22.
2. Tujuan utama program layanan pendidikan bagi siswa dengan hambatan emosi dan sosial, kecuali:
a)
a. Rehabilitasi
b)
c. Reedukasi
c)
d. Resosialisasi
d)
b. Restrukturisasi
23.
3. Dalam memberikan layanan pendidikan dan pembelajaran, permasalahan utama yang cenderung dihadapi guru anak dengan hambatan emosi dan sosial adalah:
a)
a. Masalah sosial
b)
b. Masalah akademik
c)
d. Masalah penilaian hasil belajar
d)
c. Masalah pengelolaan kelas
24.
4. Karena membuat kegaduhan, seorang siswa tidak boleh mengikuti pelajaran di kelas dan ditempatkan di ruang guru. Guru tersebut menerapkan teknik:
a)
a. Response cost
b)
c. Token economy
c)
d. Kontak sosial
d)
b. Time out
25.
5. Masuknya anak dengan hambatan emosi dan prilaku ke sekolah regular (inklusi) sering mendapat penentangan dari guru, dikarenakan:
a)
a. Khawatir tidak dapat berprestasi optimal
b)
b. Khawatir tidak dapat naik kelas
c)
d. Khawatir tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
d)
c. Khawatir membahayakan teman-temannya
26.
6. Untuk mengaktualisasikan terwujudnya pengajaran afeksi dalam penyelenggaraan pendidikan bagi anak dengan hambatan emosi dan sosial, kecuali:
a)
a. Dengan mengaktualisasikan tercapainya Ki.1 dan Ki.2
b)
b. Mengintensifkan dan mengefektifkan pembelajaran PKN.
c)
d. Mengajarkan untuk saling menolong.
d)
c. Harus ada GPK
27.
7. Seorang guru terlihat sedang menggiring siswanya pada nilai bahwa kejujuran itu harus ditegakkan, melalui pertanyaan-pertanyaan tertentu. Dalam pembelajaran afeksi, guru tersebut sedang menerapkan teknik:
a)
a. Evocation
b)
c. Awarenees
c)
d. Moral Reasoning
d)
b. Inculcation
28.
8. Dalam pengelolaan kelas pada anak dengan hambatan emosi dan sosial, pendekatan otokratif sering efektif karena dapat dengan segera menghentikan prilaku yang menyimpang. Namun pendekatan ini tidak disarankan, karena:
a)
a. Tidak praktis
b)
c. Hanya guru tertentu yang bisa melakukan
c)
d. Tidak cocok untuk semua siswa
d)
b. Dapat melukai perasaan siswa
29.
9. Seorang guru dapat mengenali bahwa prilaku menyimpang siswanya dilakukan karena motif mencari perhatian, jika guru tersebut merasa:
a)
a. Tersakiti
b)
b. Tersaingi
c)
d. Tidak mampu membantu
d)
c. Terganggu
30.
10. Berdasar pengamatan, terdapat siswanya yang ucapan-ucapannya baru sampai pengenalan verbal dan belum diresapi dengan baik. Dalam pembelajaran afeksi, hal tersebut pertanda bahwa pembelajaran yang dilakukan:
a)
a. Telah berhasil
b)
c. Mulai gagal
c)
d. Telah gagal
d)
b. Mulai berhasil.
31.
1. Pengembangan perilaku pribadi dan sosial bagi peserta didik tunalaras, merupakan :
a)
A. Mata pelajaran
b)
B. Vokasional
c)
C. Keterampilan tambahan
d)
D. Program kebutuhan khusus
32.
2. Sebelum kurikulum 2013 berlaku, prrgram khusus bagi peserta didik tunalaras, disebut :
a)
B. Modifikasi perilaku
b)
C. Bina sosial keluarga
c)
D. Bina pribadi dan sosial sekolah.
d)
A. Bina pribadi dan sosial
33.
3. Pengembangan perilaku pribadi dan sosial pada hakikatnya adalah :
a)
A. Pendidikan vokasional
b)
B. Pendidikan akademis
c)
D. Pembinaan ke arah penumbuhan kepribadian yang baik.
d)
C. Pendidikan non akademis
34.
4. Pengembangan pribadi dan sosial dilaksanakan, sesuai :
a)
A. Jenjang satuan pendidikan
b)
C. Program reguler
c)
D. Program rujukan
d)
B. Tidak berjenjang satuan pendidikan
35.
5. Tujuan dilaksanakannya program pengembangan perilaku pribadi dan sosial adalah :
a)
A. Membantu memecahkan masalah tunalaras
b)
B. Membina pribadi baik
c)
C. Peserta didik yang mandiri dan bertanggung jawab
d)
D. Semuanya benar.
36.
6. Karakteristik program pengembangan perilaku pribadi dan sosial, dilaksanakan :
a)
A. Materi reguler
b)
C. Sesuai ketentuan
c)
D. Klasikal
d)
B. Sesuai kebutuhan layanan
37.
7. Setiap peserta didik memiliki hak untuk memperoleh pelayanan program pengembangan perilaku pribadi dan sosial, karena :
a)
B. Sesuai kurikulum
b)
C. Program sekolah
c)
D. Permintaan orang tua.
d)
A. Sesuai kebutuhan khusus peserta didik
38.
8. Ketika peserta didik tunalaras sedang mengalami masalah, bagaimana sikap guru :
a)
A. Berdiskusi dengan teman sebaya
b)
B. Lapor ke kepala sekolah
c)
D. Menanti peserta didik menyelesaikan masalah sendiri.
d)
C. Melakukan program kebutuhan khusus secara fleksibel
39.
9. Usaha pengembangan perilaku pribadi dan sosial yang dilakukan oleh guru :
a)
B. Agar tidak terjadi konflik kelas
b)
C. Karena guruyang lain tidak mau tahu
c)
D. Bisa digugat oleh orang tua
d)
A. Sebagai tugas moral
40.
10. Kepala sekolah dan guru secara persuasif melaksanakan pengembangan perilaku secara :
a)
A. Kebetulan
b)
B. Kebutuhan
c)
C. Permintaan guru-guru
d)
D. Terencana.
41.
1. Setelah peserta didik mempelajari materi kegiatan belajar, maka mereka akan memilki, kecuali :
a)
B. Hasil belajar
b)
C. Pengetahuan
c)
D. Indikator
d)
A. Kompetensi
42.
2. Yang tidak termasuk jenis kompetensi pengembangan perilaku pribadi dan sosial adalah :
a)
A. Tanggung jawab
b)
C. Jujur
c)
D. Disiplin
d)
B. Kemandirian
43.
3. Indikator jujur yaitu, kecuali :
a)
A. Menjelaskan arti jujur
b)
B. Berperilaku jujur dalam belanja C
c)
D. Tidak menyontek saat ulangan
d)
C. Tidak sombong
44.
4. Indikator menepati janji, menggunakan fasilitas umum dengan baik adalah termasuk kompetensi :
a)
A. Disiplin
b)
B. Jujur
c)
C. Sopan-santun
d)
D. Tanggung jawab.
45.
5. Yang tidak termasuk kompetensi sopan-santun adalah :
a)
B. Menghargai orang lain
b)
C. Bertanggung jawab
c)
D. Berperilaku sopan dalam berlalulintas
d)
A. Memiliki sifat pemberani
46.
6. Yang termasuk indikator percaya diri adalah:
a)
A. Pandai berpidato
b)
C. Hormat kepada orang lain
c)
D. Berpakaian sopan
d)
B. Memiliki rasa percaya diri saat tampil di depan umum
47.
7. Kompetensi penguasaan diri memiliki indikator, kecuali :
a)
A. Menjelaskan arti penguasaan diri
b)
B. Menguasai diri saat berpendapat
c)
D. Menguasai diri saat mengambil keputusan.
d)
C. Berbicara sopan
48.
8. Yang tidak termasuk indikator dalam norma dan aturan adalah :
a)
A. Menjelaskan arti norma dan aturan
b)
B. Mematuhi norma dan atran yang berlaku di keluarga
c)
C. Mengidentifikasi norma dan aturan di keluarga, sekolah dan masyarakat
d)
D. Menjaga norma dan aturan.
49.
9. Indikator dalam kompetensi kerja sama adalah, kecuali :
a)
B. Bekerja dengan orang lain
b)
C. Bekerja sama dengan kelompok lain
c)
D. Memiliki sikap gotong royong.
d)
A. Makan bersama
50.
10. Kompetensi kepemimpinan dapat dilhat melalui indikator :
a)
A. Mempraktikan cara bicara pemimpin
b)
B. Kerja keras
c)
C. Suka menyelesaikan tugas
d)
D. Berperilaku menyenangkan.
51.
1. Program pengembangan perilaku pribadi dan sosial dilaksanakan dengan prinsip :
a)
A. Fleksibel
b)
B. Terencana
c)
D. Inovatif
d)
C. Asesmen
52.
2. Prinsip dasar dalam pelaksanaan pengembangan perilaku pribadi dan sosial adalah, kecuali :
a)
A. Individual
b)
B. Kerahasiaan
c)
C. Disiplin
d)
D. Integatif
53.
3. Proses pelayanan pengmbangan perilaku dilaksanakan dengan mengutamakan aspek, kecuali :
a)
A. Sikap
b)
C. Motorik
c)
D. Pengetahuan
d)
B. Moral
54.
4. Kemampuan dan idikator harus dilakukan secara :
a)
B. Integratif
b)
C. Persuasif
c)
D. Konstruktif
d)
A. Secara tidak berurtan
55.
5. Metode, alat, strategi, dan evaluasi dalam pelaksanaan program pengembangan perilaku dan sosial diserhkan kepada :
a)
B. Kepala sekolah
b)
C. Guru BK
c)
D. Wali kelas.
d)
A. Guru kelas
56.
6. Kompetensi jujur dapat dilakukan dengan :
a)
A. Di sekolah
b)
B. Di keluarga
c)
C. Di masyarakat
d)
D. Semua benar
57.
7. Di bawah ini adalah termasuk dalam indikator tanggung jawab adalah :
a)
A. Bekerja keras
b)
C. Memberi hadiah
c)
D. Mengantarkan ke sekolah
d)
B. Menggunakan fasilitas umum dengan baik
58.
8. Mengecek, menegur dan memberi sangsi kepada peserta didik apabila tidak menggunakan seragam termasuk langkah pelaksanaan program, indikator :
a)
A. Jujur
b)
B. Tanggung jawab
c)
C. Kepemimpinan
d)
D. Disiplin.
59.
9. Membuat kesepakatan akan selalu mematuhi norma dan aturan yang berlaku, termasuk langkah dalam indikator :
a)
B. Tanggung jawab
b)
C. Disiplin
c)
D. Semua benar
d)
A. Norma dan aturan
60.
10. Guru memberi pengertian bahwa pekerjaan yang berat akan menjadi ringan apabila dikerjakan baersama-sama, termasuk langkah dalam indikator :
a)
B. Gotong royong
b)
C. Tolong menolong
c)
D. Semua benar.
d)
A. Kerja-sama
61.
1. Penilaian terhadap pelaksanaan program pengembangan perilaku pribadi dan sosial sangat penting, karena :
a)
A. Sebagai langkah kegiatan belajar
b)
C. Menentukan langkah selanjutnya
c)
D.Semua benar.
d)
B. Untuk mengetahui pencapaian hasil belajar
62.
2. Untuk mengetahui seberapa kompetensi dapat dicapai, disebut :
a)
A. Menilai
b)
C. Mengukur
c)
D. Semua benar
d)
B. Mengevaluasi
63.
3. Yang tidak termasuk dalam lingkup penilaian adalah :
a)
A. Kompetensi sikap
b)
B. Kompetensi keterampilan
c)
D. Kompetensi pengetahuan.
d)
C. Kompetensi penunjang
64.
4. Prinsip penilaian program pengembangan perilaku pribadi dan sosial, adalah, kecuali
a)
B. Obyektif
b)
C. Terpadu
c)
D. Educatif.
d)
A. Kognitif
65.
5. Prinsip terpadu berarti penilaian dilaksanakan secara :
a)
A. Terencana
b)
B. Menyatu dengan kegiatan pembelajaran
c)
C. Berkesinambungan
d)
D. Senua benar.
66.
6. Akuntabel adalah merupakan salah satu dari :
a)
A. Lingkup penilaian
b)
C. Pendekatan penilaian
c)
D. Semua benar.
d)
B. Prinsip penilaian
67.
7. Penilaian program pengembangan perilaku pribadi dan sosial diarahkan untuk mencapai kompetensi :
a)
A. Sikap
b)
B. Keterampilan
c)
C. Pengetahuan
d)
D. Semua benar.
68.
8. Tes praktik adalah penilaian yang menuntut respon berupa :
a)
A. Pengetahuan
b)
B. Sikap
c)
C. Pengetahuan
d)
D. Semua benar.
69.
9. Instrumen penilaian yang disusun oleh guru harus memenuhi persyaratan, kecuali:
a)
A. Substansi
b)
B. Konstruksi
c)
D. Bahasa.
d)
C. Vokasi
70.
10. Pendekatan penilaian dalam program pengembangan perilaku pribadi dan sosial adalah :
a)
A. Belajar tuntas
b)
B. Mencapai nilai maksimal
c)
D. Diagnostik.
d)
C..PAK
100 %
