wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tokoh Muhammadiyah

Total questions: 12

Worksheet time: 6mins

Name
Class
Date
1.

Pada masa kepemimpinan beliau, Kongres Tahunan (sekarang Muktamar) Muhammadiyah diselenggarakan bergantian di berbagai kota. Perkembangan yang menonjol pada masa kepemimpinannya antara lain adalah didirikannya Fonds Dachlan, yakni lembaga yang bertujuan untuk mengumpulkan beasiswa bagi anak-anak orang miskin. B Dalam kepemimpinan beliau dilahirkan keputusan penting, antara lain penyelenggaraan shalat Idul Adha dan Idul Fitri di lapangan, penggunaan tahun Hijriyah dalam surat menyurat dan administrasi Muhammadiyah. Siapakah beliau?

a)

Ki Bagus Hadikusumo

b)

Mas Mansur

c)

Hisyam

d)

Ibrahim

2.

Pada kongres yang memberikan amanah menjadi Ketua Umum Muhammadiyah, beliau mengusulkan kepada sidang agar dalam Persyarikatan Muhammadiyah dibentuk lembaga atau majelis ulama yang membahas berbagai persoalan agama antara lain untuk menjaga dan memelihara kemurnian agama Islam dari berbagai usaha penyimpangan. Usul ini mendapatkan respon yang bagus dari para muktamirin, sehingga kemudian dibentuklah Majelis Tarjih. Pada kepemimpinan beliau inilah gerakan Muhammadiyah memiliki roh yang kuat dengan pengaktifan kegiatan Majelis Tarjih yang kemudian menghasilkan rumusan tentang Masail al Khamsah (Masalah Lima) yang meliputi hakekat dunia, agama, qiyas, sabilillah, dan ibadah. Siapakah beliau?

a)

Mas Mansur

b)

Ki Bagus Hadikusumo

c)

Ahmad Rasyid Sutan Mansur

d)

Muhammad Yunus Anis

3.

Beliau memang berusaha keras untuk memajukan pendidikan di kalangan Muhammadiyah. Dalam usaha ini, beliau mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda antara lain bersedia menerima bantuan keuangan dari Belanda, walaupun jumlahnya sangat sedikit dan tidak seimbang dengan bantuan pemerintah kepada sekolah-sekolah Kristen saat itu. Penerimaan bantuan dari pemerintah Hindia Belanda ini sering menjadi bahan kritikan dari Taman Siswa dan Syarikat Islam. Namun, dengan bijak, beliau menyikapi kritikan tersebut. Beliau beralasan bahwa subsidi yang diberikan itu berasal dari pajak yang dipungut dari rakyat Indonesia yang notabene mayoritas beragama Islam. Dengan subsidi tersebut, Muhammadiyah bisa memanfaatkannya untuk membangun kemajuan bagi pendidikan Muhammadiyah yang pada akhirnya juga akan mendidik dan mencerdaskan bangsa ini. Siapakah beliau?

a)

Hisyam

b)

Mas Mansur

c)

Ki Bagus Hadikusumo

d)

Ahmad Rasyid Sutan Mansur

4.

Pendidikan dasarnya, dimulai di sekolah HIS di Cilacap tahun 1923-1930, dilanjutkan ke sekolah MULO Taman Dewasa (hanya 1 tahun), dan pindak ke Perguruan Parama Wiworotomo selesai 1935. Di sekolah ini Ia banyak ditempa dengan berbagai kegiatan, termasuk kegiatan organisasi dan kegamaan. Dalam soal pelajaran dikatakan bahwa, Ia agak lemah dari segi tulisan Jawa. Tetapi, sangat menonjol dalam pelajaran ilmu pasti terutama Aljabar. Ia juga menonjol dalam pelajaran bahasa Indonesia, sejarah, tatanegara, ilmu bumi, bahasa Belanda dan sudah tentu pelajaran agama Islam. Ia sempat masuk ke HIK Muhammadiyah di Solo. Tetapi, baru satu tahun keluar, lantaran ketiadaan biaya. Karena ibu dan bapak angkatnya wafat. Kendati demikian, karena jiwanya yang keras tidak membuatnya putus asa. Ia terus tabah dan melanjutkan memperjuangkan cita-citanya. Semasa sekolah, Ia telah terjun dalam kegiatan Muhammadiyah dan kepanduan. Pertama kali menjadi anggota Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), kemudian anggota Kepanduan Hizbul Wathan (HW) milik Muhammadiyah. Dikalangan HW, pengaruhnya sangat besar. Sehingga, ia diangkat sebagai pimpinan. Pendiam, tetapi tegas, patuh dan taat pada kebenaran serta dapat membimbing kawankawannya. Sikap ini terus ia bawa sampai Ia menjadi Panglima Besar. Siapakan dia?

a)

Soekarno

b)

Jenderal Sudirman

c)

Djuanda

d)

Soeharto

5.

Beliau dipandang mampu memegang Jabatan Kepala Pusat Rohani AD karena kemampuan beliau mendidik sesuai buku agama yang telah ditentukan dalam Angkatan Darat. Selain itu, untuk menangani tugas berat itu, diperlukan tenaga yang kuat, kepribadian yang baik, berwawasan kebangsaan dan berpengetahuan agama yang luas serta berhati ikhlas dan berdedikasi dalam perjuangan bangsa dan negara. Jabatan Imam Tentara ini telah lama menjadi pemikiran Jenderal Soedirman, namun baru terlaksana pada awal tahun 1950-an. Kemahiran dan penguasaan terhadap bahasa Belanda, Inggris dan Arab, memperlancar pelaksanaan tugas beliau sebagai Imam Tentara, terutama ketika beliau ditugasi untuk melaksanakan missi PRIAD (Pembina Ruhani Angkatan Darat) ke luar negeri selama 100 hari ( 28 Agustus-29 29 November 1958). Siapakah beliau?

a)

Soedirman

b)

Yunus Anis

c)

Ahmad Badawi

d)

Ahmad Rasyid Sutan Mansur

6.

Beliau adalah pribadi yang haus akan ilmu sehingga tekun sekali dalam belajar mandiri (autodidact). Saat menjadi guru di Talangbalai, beliau menghabiskan hampir seluruh gajinya untuk membeli buku ke Palembang bahkan memesan khusus ke Jakarta atau Yogyakarta. Beliau adalah sebuah fenomena dalam kepemimpinan Muhammadiyah. Beliau memimpin Muhammadiyah selama 22 tahun. Paling lama diantara para ketua PP Muhammadiyah, bahkan Kiyai Haji Ahmad Dahlan sekalipun. Selama menjadi pemimpin beliau juga dikenal memiliki kedekatan khusus dengan pemimpin orde baru. Siapakah beliau?

a)

Ahmad Azhar Basyir

b)

Abdur Rozaq Fachruddin

c)

Muhammad Amien Rais

d)

Faqih Usman

7.

Kiprah beliau di dalam organisasi perempuan Muhammadiyah diawali ketika K.H. Ahmad

Dahlan mengumpulkan putri-putri Kauman untuk diajak rapat yang membahas pembentukan Bahagian ‘Aisyiyah (Sapa Tresna). Rapat tersebut antara lain menyepakati bahwa beliau yang merupakan lulusan Sekolah Netral dipercaya untuk menjadi Ketua Bahagian ‘Aisyiyah yang pertama. Beliau adalah generasi pertama yang berhasil menamatkan pendidikannya di Sekolah Netral sehingga KHA Dahlan menganggap beliau cukup memiliki kemampuan dan ilmu organisasi modern. Inilah alasannya mengapa bukan Nyai Ahmad Dahlan sendiri atau putri-putri KHA Dahlan seperti Siti Aisyah atau Siti Busyro yang ditunjuk untuk menjadi ketua Bahagian ‘Aisyiyah. Siapakah beliau?

a)

Siti Umniyah

b)

Siti Bariyah

c)

Siti Munjiyah

d)

Siti Aisyah Hilal

8.

Beliau adalah guru besar Fakultas Sastra UGM. Beliau tidak hanya aktif di dunia perkuliahan. Beliau juga aktif di berbagai organisasi seperti MUI Pusat dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Di Aisyiyah, beliau pernah menjabat sebagai PCA Gondomanan sampai

Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah. Beliau menjadi satu-satunya ketua PP Aisyiyah yang paling lama menjabat yakni selama 5 periode. Semasa kepemimpinannya, beliau banyak melakukan pengembangan pendidikan prasekolah, yaitu Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA) maupun sekolah kejuruan kebidanan dan keperawatan. Dalam periodenya juga, Aisyiyah mulai mengembangkan program Qoryah Thoyyibah. Siapakah beliau?

a)

Siti Hajinah Mawardi

b)

Siti Badillah

c)

Siti Munjiyah

d)

Siti Baroroh

9.

Selama memimpin Muhammadiyah, beliau cenderung menampilkan langgam kepemimpinan yang akomodatif-rekonsiliatif. Sembari terus berikhtiar meredam ketegangan antar pemeluk agama serta mencari corak gerak perjuangan yang kontributif dan saling mendamaikan. Paling tidak, buah pikir dan ikhtiar itu sudah terlihat dalam bingkai hubungan antara Muhammadiyah dan NU, yang cenderung lebih kondusif sebagai dua ormas utama pilar bangsa. Beliau tokoh yang menumbuhkembangkan ‘Islam Berkemajuan’. Di bawah kepemimpinan beliau, Muhammadiyah turut berperan dalam upaya mengatasi konflik di Thailand Selatan. Bahkan Raja Bhumibol sendiri meminta secara langsung agar Muhammadiyah ikut membantu penyelesaian konflik antara warga Muslim dan pemerintah di Thailand. Pemikirannya tentang dakwah untuk mewujudkan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam Amar Makruf Nahi Munkar. Siapakah beliau?

a)

Muhammad Amien Rais

b)

Din Syamsuddin

c)

Ahmad Syafii Maarif

d)

Ahmad Azhar Basyir

10.

Pada Muktamar Muhammadiyah di Yogyakarta, beliau dipercaya menjadi Wakil Ketua PP Muhammadiyah. Pada Muktamar Muhammadiyah di Banda Aceh, beliau terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiya secara aklamasi. Karena keberanian dan keberhasilannya menggoyang dan melengserkan Soeharto dari kursi kepresidenan, beliau dijuluki sebagai “Bapak Reformasi Indonesia.” Atas jasanya itu, ia dinobatkan oleh majalah UMMAT sebagai “Tokoh 1997”. Penghargaan serupa, yakni “UII Award” dari Universitas Islam Indonesia Yogyakarta atas komitmennya menempuh perjuangan dakwah amar makruf nahi munkar. Juga anugerah “Reformasi Award” dari IPB (31 Mei 1998). Dan anugerah “UMY Award” (2002), dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. sebagai tokoh Reformasi Sistem Politik Indonesia.

a)

Ahmad Syafii Maarif

b)

Muhammad Amien Rais

c)

Din Syamsuddin

d)

Ahmad Azhar Basyir

11.

Pada masa remaja, Ia dikenal nakal. Di sekolah, dia sangat menyukai dua pelajaran yakni sejarah dan syair. Ketika mengikuti pelajaran lain, dia hanya membayangkan tokoh-tokoh film bisu (saat itu film belum bersuara), sebab dia senang sekali menonton film. Suatu ketika, guru sekolah datang ke rumah menemuni ayahnya. Ia senang sekali atas kedatangan guru ini yang diduganya akan menyampaikan prestasi anaknya. Namun tak diduga, justru guru itu menanyakan kemana saja Malik yang sudah dua minggu tidak sekolah. Ayahnya marah besar kepadanya. Ia seorang ulama kharismatik dan ketua umum yang pertama Majelis Ulama Indonesia (MUI). Siapakah dia?

a)

Prof. Dr. H. Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah

b)

Kyai Ibrahim

c)

Ahmad Dahlan

d)

Din Syamsudin

12.

Kehadirannya di pentas nasional terasa sangat menyejukkan di tengah-tengah kegelisahan rakyat. Perpaduan sinergi antara tingkat intelektual dengan integritas moral menyebabkannya berbeda dari tokoh-tokoh lain. Beliau tidak hanya menjadi motor penggerak kampanye moral anti korupsi, tetapi dia juga berdiri di baris terdepan dalam memperjuangkan hak-hak azasi manusia. Lebih dari itu, beliau juga kerap menjadi ikon atas berbagai usahanya dalam merajut kasih dengan berbagai pemimpin lintas agama. Hal lain yang menjadi keunggulannya adalah sisi kebebasannya. Beliau sama sekali tidak mau terikat oleh satu kelompok kepentingan tertentu. Bahkan, dia berhasil membuang jauh-jauh syahwat politiknya, meskipun hal itu berulangkali datang menggoda. Beliau dianugerahi banyak penghargaan, antara lain: Hamengku Buwono IX Award (2004) atas kegigihannya memperjuangkan harmoni hubungan antar agama yang baik, Magsaysay Award (2008) untuk kategori Peace and International Understanding, B.J. Habibie Award (2010) dalam bidang Harmoni Kehidupan Beragama, dan lain sebagainya. Siapakah beliau?

a)

Ahmad Azhar Basyir

b)

Ahmad Syafii Maarif

c)

Muhammad Amien Rais

d)

Din Syamsuddin