NEW
Font size
S
M
L
XL
WorksheetsMETODOLOGI_PELAKSANAAN DAN PELAPORAN
Total questions: 25
Worksheet time: 26mins
Name
Class
Date
1.
Berikut merupakan asersi yang berkaitan dengan golongan transaksi dan peristiwa, kecuali:
a)
Kelengkapan
b)
Akurasi
c)
Keberadaan
d)
Klasifikasi
2.
Asersi yang digunakan oleh auditor dalam mempertimbangkan jenis-jenis kesalahan penyajian potensial yang berbeda yang dapat terjadi digolongkan ke dalam tiga kategori, yaitu:
a)
golongan transaksi dan kejadian, saldo akun, dan asersi final
b)
golongan transaksi dan kejadian, saldo akun, serta penyajian dan pengungkapan
c)
saldo akun, asersi manajemen, dan asersi final
d)
golongan transaksi dan kejadian, saldo akun, penyajian dan pengungkapan, serta kepatuhan
3.
Pelaksanaan prosedur analitis akhir dilakukan untuk:
a)
mengevaluasi penyajian laporan keuangan secara keseluruhan
b)
menentukan sifat, saat, dan luas pengujian
c)
mengindikasikan adanya risiko salah saji
d)
merancang prosedur pengujian
4.
Yang bukan merupakan unsur temuan pemeriksaan yang disampaikan kepada pimpinan entitas adalah:
a)
kondisi
b)
kriteria
c)
akibat
d)
tanggapan instansi
5.
Asersi yang berkaitan dengan golongan transaksi dan saldo akun adalah:
a)
Keterjadian
b)
Penilaian
c)
Hak dan Kewajiban
d)
Kelengkapan
6.
surat representasi merupakan:
a)
pernyataan tertulis dari manajemen yang diperoleh pemeriksa sebagai bagian bukti pemeriksaan
b)
pernyataan untuk mengonfirmasi hal-hal tertentu
c)
bukan sebagai pengganti prosedur pemeriksaan yang diperlukan
d)
semua benar
7.
Pernyataan berikut yang tidak tepat adalah:
a)
Apabila penjelasan tentang perbedaan dalam prosedur analitis akhir tidak dapat diperoleh, maka Pemeriksa harus mempertimbangkan apakah perbedaan tersebut merupakan salah saji material yang dapat mempengaruhi opini Pemeriksa
b)
Jika terjadi perubahan substansi isi surat representasi oleh pimpinan entitas, maka Pemeriksa harus mempertimbangkan apakah perubahan tersebut memerlukan prosedur pengujian tambahan
c)
Penetapan materialitas dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu pada saat perencanaan pemeriksaan, setelah pengujian pengendalian, dan akhir pelaksanaan pemeriksaan
d)
Prosedur pemeriksaan tambahan dilakukan apabila Pemeriksa ketika dalam proses pengujian pengendalian atau pengujian substantif menemukan indikasi terjadi kecurangan
8.
Apabila dalam pemeriksaan terinci, pemeriksa memerlukan prosedur tambahan, maka:
a)
pemeriksa dapat melakukan prosedur tambahan tanpa perlu merevisi program pemeriksaan
b)
pemeriksa tidak perlu melaksanakan karena waktu terbatas
c)
prosedur tambahan tersebut harus mendapat persetujuan penanggung jawab
d)
pemeriksa meminta pejabat kunci untuk membantu pelaksanaan prosedur tambahan
9.
Apabila pimpinan entitas melakukan perubahan isi surat representasi, maka pemeriksa harus:
a)
menerima perubahan dan mendokumentasikannya dalam kertas kerja pemeriksaan
b)
mempertimbangkan apakah perubahan tersebut akan berdampak material terhadap pertanggungjawaban pembuatan laporan keuangan
c)
mereviu perubahan dan melaporkan kepada aparat penegak hukum karena perubahan tersebut menunjukkan adanya penyimpangan dalam penyusunan laporan keuangan
d)
membahas dengan pimpinan entitas penyebab perubahan dan mendokumentasikan hasil pembahasan tersebut
10.
Kriteria yang digunakan dalam pemberian opini atas laporan keuangan pemerintah adalah:
a)
standar akuntansi keuangan
b)
standar akuntansi pemerintahan
c)
standar pemeriksaan keuangan negara
d)
standar profesional akuntan publik
11.
Output dari pemeriksaan keuangan adalah:
a)
laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan
b)
laporan hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan
c)
semua salah
d)
semua benar
12.
Temuan pemeriksaan yang dimuat dalam laporan hasil pemeriksaan memuat:
a)
kondisi, kriteria, sebab, dan akibat
b)
kondisi, kriteria, sebab, akibat, tanggapan instansi, dan rekomendasi
c)
ondisi, kriteria, sebab, akibat, dan tanggapan instansi
d)
kondisi, kriteria, sebab, akibat, rekomendasi, dan tindak lanjut
13.
berikut yang bukan merupakan jenis opini dalam pemeriksaan keuangan adalah:
a)
wajar tanpa pengecualian
b)
disclaimer opinion
c)
sesuai dengan pengecualian
d)
tidak wajar
14.
Apabila laporan keuangan tidak menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan SAP, maka pemeriksa seharusnya memberikan opini:
a)
disclaimer
b)
qualified
c)
adverse
d)
unqualified
15.
Apabila pemeriksa telah melakukan pengujian substantif atas transaksi pada saat pemeriksaan interim, maka:
a)
pemeriksa harus mereviu kembali hasil pengujian pada saat pemeriksaan terinci
b)
pemeriksa menyusun jurnal penyesuaian pada saat pemeriksaan terinci
c)
pemeriksa menyusun konsep temuan pemeriksaan pada saat pemeriksaan terinci
d)
pemeriksa membahas hasil pengujian tersebut pada saat pemeriksaan terinci
16.
Setelah pemeriksa melakukan pengujian substantif, maka pemeriksa akan:
a)
menyusun jurnal penyesuaian
b)
melakukan prosedur tambahan
c)
menyusun konsep temuan pemeriksaan
d)
melakukan evaluasi atas pelaksanaan pengujian substantif
17.
Kriteria dalam pemberian opini adalah:
a)
kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan, dan kesesuaian dengan SAK
b)
kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundangan, dan penyajian menyesatkan
c)
kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan, efektivitas SPI, dan kecurangan
d)
kesesuaian dengan SAP, kecukupan pengungkapan, efektivitas SPI, dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan
18.
Kegiatan yang dilaksanakan dalam tahapan pelaporan pemeriksaan keuangan adalah:
a)
penyusunan konsep LHP atas LK , penyusunan konsep akhir, dan penyampaian LHP atas LK
b)
penyusunan dan pembahasan konsep LHP atas LK , serta Penyusunan konsep akhir dan penyampaian LHP atas LK
c)
penyusunan konsep LHP, pembahasan konsep LHP atas LK , dan penyampaian LHP atas LK
d)
pembahasan konsep LHP atas LK , perolehan LK Audited,serta Penyusunan konsep akhir dan penyampaian LHP atas LK
19.
Apabila hasil pengujian pengendalian menunjukkan pengendalian benar-benar efektif, maka:
a)
pemeriksa melakukan pengujian substantif mendalam
b)
pemeriksa merevisi tingkat materialitas
c)
pemeriksa melakukan pengujian substantif terbatas
d)
pemeriksa mengambil sampel yang banyak
20.
Pertimbangan yang menjadi dasar dalam pemberian opini adalah:
a)
pelanggaran standar akuntansi pemerintahan
b)
pembatasan lingkup pemeriksaan
c)
semua salah
d)
semua benar
21.
Proses penyusun LHP dalam pemeriksaan keuangan adalah:
1. Pengolah input menjadi KHP
2. Permintaan tanggapan atas konsep rekomendasi dan rencana aksi
3. Finalisasi LHP
4. Reviu berjenjang
5. Distribusi LHP
6. Pemerolehan tanggapan dan rencana aksi.
Urutan yang tepat adalah:
a)
1, 4, 2, 6, 3, 5
b)
1, 2, 6, 4, 3, 5
c)
1, 2, 6, 4, 3, 5
d)
1, 3,4, 2, 6, 5
22.
Apabila terdapat temuan yang material berdampak terhadap kewajaran laporan keuangan, maka:
a)
pemeriksa mengungkapkan sebagai temuan dalam LHP atas SPI dan Kepatuhan serta mengungkapkan rekomendasi dalam lembar opini
b)
pemeriksa mengungkapkan temuan secara lengkap dalam lembar opini
c)
pemeriksa mengungkapkan sebagai temuan dalam LHP atas SPI dan Kepatuhan serta mengungkapkan uraian singkat dalam lembar opini
d)
pemeriksa mengungkapkan uraian singkat temuan dalam lembar opini
23.
Pemeriksa sedang menguji apakah jumlah-jumlah dan data lainnya yang berkaitan dengan transaksi dan peristiwa yang telah dibukukan telah dicatat dengan tepat. Pemeriksa tersebut sedang menguji asersi:
a)
kelengkapan
b)
akurasi
c)
klasfifikasi
d)
penilaian
24.
Prosedur audit yang dirancang untuk mendeteksi kesalahan penyajian material pada tingkat asersi disebut:
a)
pengujian substantif
b)
pengujian prosedur analitis
c)
pengujian pengendalian
d)
pengujian tujuan ganda
25.
Pengujian pengendalian menyimpulkan bahwa hasilnya berbeda dengan risiko pengendalian awal. Hal ini berarti:
a)
pemeriksa tidak merevisi tingkat risiko
b)
pemeriksa tidak menyesuaikan prosedur pengujian substantif
c)
pemeriksa tidak merevisi tingkat materialitas
d)
pengendalian tidak efektif
Reset
