NEW
Font size
WorksheetsPre-Test In House Training SMPN 2 Talang 2023
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Berikut ini yang merupakan acuan utama dalam pengembangan desain kurikulum adalah?
Kebutuhan dan karakteristik Murid
Perubahan zaman
Perkembangan teknologi
Kemajuan ilmu pengetahuan
Pak Asep selaku kepala sekolah penggerak akan mengimplementasikan kurikulum merdeka, beberapa langkah awal yang bisa dilakukan adalah :
1. Mempelajari karakteristik dari kurikulum merdeka secara umum dan kebijakan perundangan yang terkait.
2. Menganalisis buku panduan KOSP, buku panduan pembelajaran dan asesmen serta buku panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
3. Membuat sendiri capaian pembelajaran.
4. Mawajibkan guru untuk mengimplementasikan Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila yang langsung menghasilkan produk.
5. Menyusun KOSP sesuai dengan karakteristik sekolah. Pernyataan yang salah adalah ….
1 dan 2
2 dan 3
3 dan 4
4 dan 5
Urutkan proses berpikir dalam penyusunan rencana pembelajaran dan asesmen berikut dengan tepat:
1. Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran untuk satu fase berdasarkan Tujuan Pembelajaran
2. Memahami Capaian Pembelajaran
3. Merancang Pembelajaran
4. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
1-2-3-4
4-2-3-1
2-4-1-3
3-4-1-2
Peserta didik kelas 1 baru akan memulai pembelajaran mengenai konsep penjumlahan dalam pelajaran Matematika.
Berikut adalah tindak lanjut yang sesuai dengan tahapan capaian belajar peserta didik, kecuali:
Peserta didik diajak untuk bermain lompat lantai yang telah diberi angka berurutan dari 1-10
Peserta didik diajak untuk bermain ular tangga. Mereka diminta untuk menuliskan setiap langkah selama permainan dalam bentuk operasi penjumlahan
Peserta didik diajak untuk mendalami penjumlahan dengan menggunakan benda konkret di sekitar mereka
Peserta didik adu cepat menjawab soal penjumlahan susun 3 ke bawah
Pilihlah pernyataan yang tepat mengenai umpan balik
a. Umpan balik harus diberikan sesering mungkin dan seketika saat peserta didik menyelesaikan tugasnya
b. Umpan balik hanya diberikan ketika peserta didik melakukan kesalahan/kekeliruan pemahaman
c. Umpan balik dapat diberikan secara lisan atau tulisan dan dapat diberikan kapan saja
d. Kemampuan guru memberikan umpan balik sangat memengaruhi pemahaman dan prestasi peserta didik
a, b. dan d
a, c, dan d
b dan d
Semua jawaban benar
Mengapa CP dirancang dengan menggunakan metode "backward design"?
Karena ingin membangun pemahaman nyata dan kontekstual dari peserta didik
Pemahaman terbentuk dari pengalaman yang berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mental atau nilai kehidupan tertentu
Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan
Metode perancangan kurikulum ini dimulai dengan menentukan tujuan akhir terlebih dahulu sebelum menentukan tujuan di setiap kegiatan pembelajaran
Mengapa pembagian CP menggunakan sistem fase bukan kelas?
Sistem Fase memudahkan guru untuk membuat modul ajar
Fase memberikan waktu yang lebih panjang bagi guru dan siswa untuk leluasa belajar hingga benar-benar memahami suatu konsep/menguasai sebuah keterampilan
Rentang waktu belajar menjadi lebih pendek bagi peserta didik
Materi yang diberikan oleh guru bisa menjadi lebih banyak
Berdasarkan CP PJOK Fase C berikut ini :
"Pada akhir fase C, peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan modifikasi berbagai aktivitas pola gerak dasar dan keterampilan gerak, dilandasi dengan penerapan konsep dan prinsip gerak yang benar, menerapkan konsep dan prinsip aktivitas untuk pengembangan kebugaran jasmani, serta pola perilaku hidup sehat, menunjukkan perilaku tanggung jawab personal dan sosial dalam jangka waktu yang lebih lama secara konsisten, serta meyakini nilai-nilai aktivitas jasmani."
Apakah pelajaran paling bernilai dari CP tersebut yang dapat terus dibawa oleh siswa ke dalam hidupnya?
Kemampuan melakukan berbagai gerak olahraga dengan konsep dan prinsip gerak yang benar
Kemampuan mengenali dan memodifikasi aneka gerak sesuai konsep dan prinsip gerak yang benar
Menimbulkan rasa sportivitas secara konsisten dalam kehidupan sehari-sehari melalui olah raga yang diminati dan dikuasainya
Pengembangan kebugaran jasmani serta pola perilaku hidup sehat secara konsisten sebagai perilaku tanggung jawab personal dan sosial
Ada beberapa istilah terkait proses pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, seperti: Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan, Capaian Pembelajaran (CP), dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). Pilih pernyataan yang benar terkait istilah-istilah tersebut
CP ditentukan pemerintah dan tidak bisa diubah/dimodifikasi. Sekolah (guru) dapat menentukan TP (berdasarkan CP) dan menyusun ATP secara mandiri. Pilihan lainnya: memodifikasi referensi dokumen ATP yang diberikan Kemendikbud
Mengusung konsep merdeka belajar, dalam Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), guru dan Kepala Sekolah merdeka untuk merevisi kalimat CP, menentukan TP, dan menyusun ATP secara mandiri.
Dalam Kurikulum Merdeka, satuan pendidikan sama sekali tidak boleh merumuskan atau memodifikasi kalimat CP, TP, dan ATP. Ini dilakukan agar semua pembelajaran dapat mencapai Profil Pelajar Pancasila
Profil Pelajar Pancasila dan dokumen Capaian Pembelajaran bersifat rujukan saja. Setiap dimensi dan elemen penyusun di dalamnya boleh dimodifikasi oleh satuan pendidikan berdasar kebutuhan dan karakteristik masing-masing
Penyusunan ATP sebaiknya dilakukan bersama oleh guru-guru di fase terkait. Misalnya, guru kelas 1 dan kelas 2 menyusun ATP bersama, agar peningkatan kompetensi sesuai dengan pentahapan siswa. Hal ini merupakan penjelasan dari salah satu prinsip penyusunan ATP, yaitu...
Logis
Sederhana
Tidak bercabang
Kolaborasi
Perhatikan kalimat-kalimat Tujuan Pembelajaran berikut:
1) Mengklasifikasikan sumber-sumber energi alternatif
2) Mengetahui macam-macam energi dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari
3) Merancang program terkait penghematan energi di rumah dan lingkungan terdekat
4) Menganalisis pemakaian energi di rumah dan lingkungan sekitarnya Urutan rangkaian
Alur Tujuan Pembelajaran yang dapat membantu siswa memahami topik energi secara utuh dan optimal adalah:
2 - 4 - 1 - 3
1 - 2 - 3 - 4
4 - 3 - 1 - 2
2 - 1 - 3 – 4
Secara lengkap komponen modul ajar memuat banyak elemen yang tercantum di dalamnya. Namun dalam pelaksanaannya, guru diperbolehkan apabila hanya memuat komponen utama di dalam modul ajar. Komponen utama dalam modul ajar tersebut yaitu...
Tujuan Pembelajaran, Langkah Pembelajaran, Asesmen Awal dan Akhir, Metode Pembelajaran.
Tujuan Pembelajaran, Langkah Pembelajaran, dan Asesmen.
Tujuan Pembelajaran, Asesmen Awal dan Asesmen Akhir, Langkah Kegiatan Pembelajaran, dan Media Pembelajaran.
Di bawah ini yang bukan merupakan konsep yang tepat tentang kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, adalah...
Menjadi satu-satunya pertimbangan dalam memilih/membuat instrumen asesmen, karena belum tentu suatu asesmen sesuai dengan tujuan dan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran
Digunakan untuk mengetahui apakah peserta didik telah berhasil mencapai tujuan pembelajaran, pendidik perlu menetapkan kriteria atau indikator ketercapaian tujuan pembelajaran. Kriteria ini dikembangkan saat pendidik merencanakan asesmen, yang dilakukan saat pendidik menyusun perencanaan pembelajaran.
Merupakan penjelasan (deskripsi) tentang kemampuan apa yang perlu ditunjukkan/ didemonstrasikan peserta didik sebagai bukti bahwa ia telah mencapai tujuan pembelajaran.
Pak Maulana mengajar di sebuah sekolah dasar yang berada di wilayah terluar Kalimantan. Beliau mencoba untuk menggunakan modul ajar yang dibuat oleh Bu Fenti dari Jakarta. Berikut adalah modifikasi yang dapat dilakukan oleh Pak Benny agar modul yang dipilih relevan dan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa di dalam kelas.
Mengubah bunyi tujuan pembelajaran dan langkah pembelajaran secara utuh dan menyeluruh agar lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.
Menambahkan media lain yang relevan serta mengubah metode pembelajaran agar semakin menarik dan menyenangkan.
Menyesuaikan ketersediaan media pembelajaran yang dibutuhkan sesuai dengan sarana dan prasarana yang tersedia juga menyesuaikan kebutuhan, karakteristik dan kondisi siswa di sekolah Pak Maulana.
Berikut merupakan prinsip pengembangan kurikulum operasional di satuan pendidikan, kecuali
Berpusat pada peserta didik
Kontekstual
Sama dengan satuan pendidikan lain yang sejenjang
Melibatkan berbagai pemangku kepentingan
Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan perlu dijadikan sebagai dokumen yang bersifat:
Statis dan permanen
Tertutup dan rahasia
Fleksibel dan dinamis
Definit dan absolut
Salah satu dari pernyataan berikut menggambarkan tentang tujuan satuan pendidikan:
Menggambarkan upaya bersama yang berorientasi pada peserta didik
Memberikan panduan atau arahan serta motivasi
Dirumuskan dalam kalimat yang menunjukkan tindakan
Bersifat spesifik dan terukur, serta dapat dicapai dalam jangka waktu tertentu
Perhatikan pernyataan-pernyataan mengenai Profil Pelajar Pancasila berikut:
1. Terdiri dari 5 kompetensi yang merujuk pada setiap sila dalam Pancasila.
2. Merupakan pengertian dari pelajar sepanjang hayat yang kompeten dan memiliki karakter sesuai nilai-nilai Pancasila.
3. Terdiri dari 6 elemen yang saling berkaitan satu sama lain.
4. Merupakan bentuk penerjemahan tujuan pendidikan nasional.
5. Menjadi acuan utama untuk membangun karakter serta kompetensi peserta didik di jenjang Sekolah Dasar.
6. Dicapai melalui intrakurikuler, ekstrakurikuler, projek, dan budaya sekolah.
Pernyataan yang tepat ditunjukkan oleh nomor ....
1, 2, 4, 5
1, 3, 4, 6
2, 3, 4, 6
2, 4, 5, 6
Berikut adalah beberapa pernyataan mengenai projek penguatan profil pelajar Pancasila yang sering ditemukan di lapangan:
1. Projek profil harus menghasilkan produk untuk dipamerkan.
2. Kegiatan projek profil adalah integrasi dari berbagai mata pelajaran.
3. Sekolah dapat memodifikasi modul projek yang sudah disediakan oleh pemerintah.
4. Sudah ada projek profil, tidak perlu lagi ada pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler.
5. Kegiatan projek profil tidak dapat dilakukan dalam satu atau beberapa pertemuan saja.
Pernyataan yang mengandung miskonsepsi ditunjukkan oleh nomor ....
1, 3, & 5
2, 3, & 4
2, 4, & 5
1, 2, & 4
Simak ilustrasi berikut:
Sebuah sekolah yang terletak di daerah pedalaman yang kaya dengan perkebunan kopi sedang merencanakan kegiatan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila. Meski berada di pedalaman, masyarakat di sekitar sekolah sudah dapat menikmati fasilitas internet yang biasanya digunakan untuk berkomunikasi. Fasilitas internet tersebut lebih banyak digunakan oleh pemuda pemudi desa untuk mengakses konten hiburan di media sosial. Secara demografis, masyarakat sekitar didominasi oleh usia produktif dari remaja hingga dewasa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan sebagian kecilnya sebagai pekerja dan pedagang.
Berdasarkan ilustrasi tersebut, ide projek manakah yang paling sesuai untuk dikembangkan?
Tema projek Bhinneka Tunggal Ika yang menyasar dimensi Bergotong Royong. Guru-guru akan membantu peserta didik mengolah potensi masyarakat yang beragam. Melalui penggunaan internet yang tepat guna diharapkan peserta didik dapat mengoptimalkan koneksi antar penduduk sehingga dapat bergotong royong membangun masyarakat yang toleran dan sejahtera.
Tema projek Kewirausahaan yang menyasar dimensi Kreatif dan Bergotong Royong. Sekolah akan mendorong kreativitas peserta didik untuk membuat inovasi bagaimana mengoptimalkan potensi perkebunan melalui penggunaan internet, misalnya dengan menghubungkan langsung petani dan pembeli atau membuat dan mempromisikan brand atau merek dagang populer sehingga kesejahteraan masyarakat bisa lebih meningkat.
Tema projek Suara Demokrasi yang menyasar dimensi Mandiri dan Bernalar Kritis. Peserta didik akan diajak mengidentifikasi persoalan yang terkait dengan isu lingkungan di sekitar sekolah. Kemudian mendorong tenaga produktif di desa menjadi lebih sadar akan hak dan kewajiban yang dimilikinya untuk mendukung pemerintahan desa yang efisien.
Tema projek Gaya Hidup Berkelanjutan yang menyasar dimensi Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Melalui projek ini diharapkan peserta didik dapat memahami situasi yang terjadi di masyarakat perihal kemajuan teknologi serta demogradi wilayah sehingga dapat mengoptimalkan hasil kekayaan alamnya secara optimal.
Analisis hasil need assessment dalam pelayanan bimbingan dan konseling digunakan untuk...
Menentukan masalah peserta didik
Mengetahui kondisi nyata peserta didik
Mengetahui kebutuhan peserta didik
Menyusun program bimbingan dan konseling
Tujuan dari kegiatan analisis Asesmen dalam bimbingan dan konseling adalah:
Perencanaan penyusunan program
Tuntutan dari profesi konselor
Untuk diperolehnya informasi biaya dalam satu penanganan kasus
Merekonsiliasi data yang bertentangan
Hasil Yang Asesmen yang telah diinterprestasi dapat dipergunakan dalam kepentingan ?
Koleksi Guru BK
Kelengkapan Administrasi
Rekomendasi kebutuhan "asesmen" untuk penelusuran minat, bakat dan kemampuan peserta didik di satuan pendidikan
Semuanya Benar
Bimbingan konseling memiliki peranan yang sangat penting dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Beberapa kegiatan atau peran guru BK dalam implementasi Kurikulum Merdeka yang dilakukan untuk mengukur kesejahteraan psikologi dan emosional peserta didik seperti aktivitas kegiatan belajar peserta didik di rumah, kondisi keluarga peserta didik, gaya belajar, karakter, dan minat yang dimiliki peserta didik. Untuk memberikan layanan ini, guru Bk dapat menggunakan strategi dan instrumen :
Strategi Layanan Perencanaan Individual
Strategi Layanan Responsif
Strategi Layanan Dukungan sistem
Strategi Layanan Dasar
Peran Guru BK dalam Kurikulum Merdeka diantaranya ...
Mengadakan kerja sama dengan instansi lain (seperti Perusahaan/Industri, Dinas Kesehatan, kepolisian, Depag), atau para pakar yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (seperti psikolog, dan dokter)
Menerapkan nilai-nilai bimbingan dalam PBM atau berinteraksi dengan siswa, seperti : bersikap respek kepada semua siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, atau berpendapat, memberikan reward kepada siswa yang menampilkan perilaku/prestasi yang baik, menampilkan pribadi sebagai figur moral yang berfungsi sebagai ”uswah hasanah”.
Membantu memberikan kesempatan dan kemudahan bagi siswa, khususnya di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, untuk mengikuti layanan bimbingan dan konseling.
Sebagai koordinator dalam mewujudkan kesejahteraan psikologis peserta didik (student wellbeing) dan memfasilitasi perkembangan peserta didik agar mampu mengaktualisasikan potensi dirinya dalam rangka mencapai perkembangan secara optimal.
