wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Simulasi Cerdas Cermat Guru KGBN Jaktim-Tangerang

Total questions: 12

Worksheet time: 12mins

Name
Class
Date
1.

Lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi murid merupakan faktor yang penting dalam...

a)

Meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar

b)

Meningkatkan partisipasi aktif murid dalam pembelajaran

c)

Membatasi kreativitas murid

d)

Menciptakan persaingan sehat di antara murid

e)

Meningkatkan kualitas fasilitas sekolah

2.

Anda adalah seorang guru yang sedang merancang pembelajaran tentang sejarah lokal yang relevan dengan kondisi di sekitar sekolah. Namun, anda menyadari bahwa murid tidak memiliki akses yang memadai terhadap sumber belajar yang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran tersebut. Apa yang sebaiknya anda dilakukan?

a)

Membatalkan rencana pembelajaran karena keterbatasan akses murid terhadap sumber belajar

b)

Mengubah topik pembelajaran lain sehingga lebih mudah diakses oleh muri

c)

Melanjutkan rencana pembelajaran sebagaimana mestinya dan mengharapkan murid dapat mengakses sumber belajar sendiri

d)

Mencari alternatif sumber belajar yang dapat diakses oleh murid, seperti menggunakan sumber daya lokal atau mendapatkan sumber belajar dari pihak lain

e)

Mendorong murid untuk mencari sendiri sumber belajar yang relevan dengan topik pembelajaran

3.

Asesmen yang berpusat pada murid bertujuan untuk memberikan informasi yang mendalam mengenai kemajuan belajar murid. Salah satu bentuk asesmen yang dapat digunakan adalah asesmen formatif. Apa yang membedakan asesmen formatif dengan asesmen sumatif?

a)

Asesmen formatif memberikan penilaian akhir terhadap pencapaian murid, sedangkan asesmen sumatif memberikan umpan balik secara berkala

b)

Asesmen formatif memberikan umpan balik sepanjang proses pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif memberikan penilaian akhir terhadap pencapaian murid

c)

Asesmen formatif dilakukan sebelum proses pembelajaran, sedangkan asesmen sumatif dilakukan setelah proses pembelajaran

d)

Asesmen formatif mengukur keberhasilan murid secara keseluruhan, sedangkan asesmen sumatif mengidentifikasi kelemahan individu murid

e)

Asesmen formatif melibatkan murid dalam proses penilaian, sedangkan asesmen sumatif dilakukan oleh guru secara independen

4.

Sebagai seorang guru, mengapa penting untuk memiliki kematangan moral dan spiritual yang kuat dalam menjalankan tugas sebagai pendidik?

a)

Agar mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekolah

b)

Agar mendapatkan penghargaan dan pengakuan dari rekan kerja dan atasan

c)

Agar mencapai keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional

d)

Agar meningkatkan status sosial sebagai seorang guru

e)

Agar dapat membimbing murid dengan teladan yang baik dan menginspirasi mereka untuk mengembangkan nilai-nilai moral

5.

Seorang guru merasa perlu untuk mengembangkan dirinya agar dapat meningkatkan pembelajaran yang berpusat pada murid. Guru tersebut memulai dengan merenungkan pengalaman mengajar dan mengevaluasi kebutuhan pengembangan diri yang berfokus pada murid. Langkah selanjutnya yang sebaiknya dilakukan oleh guru adalah:

a)

Mengevaluasi cara pengajaran yang telah dilakukan dan mencari alternatif yang lebih sesuai dengan kebutuhan murid

b)

Mengabaikan refleksi tersebut dan melanjutkan kegiatan pengajaran seperti biasa

c)

Mencari sumber belajar yang secara umum meningkatkan kualitas pengajaran

d)

A.      Mengikuti pelatihan yang disarankan oleh kepala sekolah untuk pengembangan diri

e)

Tidak melakukan apa pun karena menganggap dirinya sudah cukup baik sebagai seorang guru

6.

Anda sebagai guru sedang mengawasi aktivitas di ruang kelas saat istirahat. Lalu anda melihat ada dua murid yang tengah terlibat dalam perkelahian fisik. Bagaimana anda akan menangani situasi ini?

a)

Mendekati perkelahian tersebut dan berteriak keras untuk menghentikan mereka

b)

Menjauhkan diri ke ruang guru dan memanggil staf sekolah untuk menangani perkelahian tersebut

c)

Membubarkan perkelahian tersebut dengan tenang dan empati, serta melakukan mediasi kepada kedua murid

d)

Menyuruh siswa-siswa lain untuk menjauh dari perkelahian tersebut, tetapi tidak langsung terlibat dalam memisahkan mereka

e)

Meninggalkan ruang kelas dan menghindari konfrontasi dengan murid yang terlibat dalam perkelahian

7.

Bagaimana inisiatif guru berkontribusi dalam mencapai tujuan bersama dapat mempengaruhi peningkatan pembelajaran?

a)

Inisiatif berkontribusi guru hanya didorong oleh keinginan untuk mendapatkan pengakuan pribadi dan tidak berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran

b)

Inisiatif berkontribusi guru dalam mencapai tujuan bersama dapat berpotensi membantu meningkatkan motivasi belajar murid dan membangun hubungan yang lebih baik antara guru

c)

Inisiatif berkontribusi guru tidak memiliki pengaruh yang signifikan dalam peningkatan pembelajaran, karena peran guru terbatas pada penyampaian materi pelajaran.

d)

Guru hanya perlu fokus pada tugas-tugas individu mereka dan tidak perlu terlibat dalam inisiatif bersama untuk mencapai tujuan pembelajaran

e)

Inisiatif berkontribusi guru dalam mencapai tujuan bersama dapat memperkaya variasi strategi pengajaran dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan murid

8.

Bagaimana keterlibatan orangtua/wali dan masyarakat dapat berkontribusi dalam pembelajaran yang berpusat pada murid?

a)

Keterlibatan orangtua/wali dan masyarakat tidak berpengaruh signifikan dalam pembelajaran murid, karena peran mereka terbatas pada aspek kehidupan di luar lingkungan sekolah

b)

Keterlibatan aktif orangtua/wali dan masyarakat di rumah memperkuat koneksi pembelajaran di sekolah, memberikan dukungan berkelanjutan bagi perkembangan murid

c)

Guru hanya perlu fokus pada pembelajaran di dalam kelas dan tidak perlu melibatkan orangtua/wali atau masyarakat dalam proses pembelajaran

d)

Keterlibatan orangtua/wali dan masyarakat diperlukan saat terjadi masalah atau peristiwa khusus dalam kegiatan sekolah

e)

Guru sebaiknya tidak mengikutsertakan pengetahuan, keahlian, dan perspektif orangtua/wali dalam pembelajaran, agar tidak terjadi gangguan pada keteraturan dan konsistensi pembelajaran di dalam kelas.

9.

Bagaimana keterlibatan guru dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas dapat berkontribusi dalam peningkatan pembelajaran yang berpusat pada murid?

a)

Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas hanya memberikan manfaat yang terbatas dalam peningkatan pembelajaran murid

b)

Guru seharusnya tidak terlalu terlibat dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas, agar fokus utama tetap pada tugas mengajar di kelas

c)

Keterlibatan dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas hanya relevan untuk guru yang sudah berpengalaman, sementara guru baru tidak perlu terlibat

d)

Guru seharusnya tidak membagikan praktik baik dan karya mereka dengan organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas, karena dapat mengungkapkan kelemahan mereka sebagai pendidik

e)

Dengan berpartisipasi dalam organisasi profesi dan jejaring yang lebih luas, guru dapat mendapatkan akses ke berbagai sumber daya, pengetahuan, dan kolaborasi untuk memecahkan masalah pembelajaran

10.

Bagaimana pengetahuan konten yang luas dan mendalam oleh guru dalam bidang keilmuan dapat berkontribusi mencapai tujuan pembelajaran yang efektif?

a)

Pengetahuan konten yang luas dan mendalam hanya diperlukan dalam tingkat pendidikan yang lebih tinggi, seperti perguruan tinggi, namun tidak terlalu relevan dalam pendidikan dasar dan menengah

b)

Pengetahuan konten yang luas dan mendalam memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pembelajaran yang efektif, meskipun faktor-faktor lain juga dapat berkontribusi

c)

Guru bisa mencapai tujuan pembelajaran yang efektif tanpa memiliki pengetahuan konten yang luas dan mendalam, dengan mengandalkan metode pengajaran yang inovatif

d)

Pengetahuan konten yang luas dan mendalam memungkinkan guru untuk memahami struktur dan alur pengetahuan dalam bidang keilmuan yang relevan, sehingga dapat merancang pembelajaran yang terstruktur dan terarah

e)

Guru hanya perlu memahami konsep-konsep utama dalam bidang keilmuan yang relevan, tidak perlu memiliki pemahaman yang mendalam terhadap seluruh struktur pengetahuan dalam bidang tersebut

11.

Anda adalah seorang guru Bahasa Inggris di sebuah sekolah menengah. Salah satu siswa Anda, David, memiliki kesulitan dalam memahami tenses dalam kalimat bahasa Inggris. Anda tahu bahwa pemahaman yang kuat tentang tenses sangat penting dalam memahami struktur kalimat dan komunikasi dalam bahasa Inggris. Tindakan apa yang akan Anda ambil untuk membantu David memahami tenses?

a)

Menyajikan contoh-contoh kalimat dengan berbagai tenses dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak David untuk mempraktikkannya dalam percakapan atau penulisan

b)

Memberikan David lembar kerja tambahan yang berisi latihan-latihan tentang tenses dan memberikan umpan balik terhadap jawabannya

c)

Mengajak David untuk berdiskusi dengan teman sekelasnya mengenai tenses dan memberikan kesempatan untuk bertanya jika ada yang belum dipahami

d)

Mengabaikan kesulitan David dalam memahami tenses karena menganggap hal itu sebagai masalah individual dan bukan tanggung jawab guru

e)

Menyarankan David untuk belajar tenses sendiri menggunakan buku teks, karena seharusnya menjadi tanggung jawab pribadinya untuk memahami materi tersebut

12.

Dalam konteks penggunaan strategi pembelajaran yang efektif untuk capaian belajar literasi dan numerasi murid, pilihlah pernyataan yang paling mendekati dalam praktik pengajaran.

a)

Guru hanya mengandalkan satu atau dua strategi pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid

b)

Guru secara aktif menerapkan berbagai strategi pembelajaran yang relevan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid

c)

Guru jarang menggunakan strategi pembelajaran yang efektif dan lebih sering mengandalkan pendekatan tradisional

d)

Guru jarang menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid dan kurang memperhatikan kemampuan literasi dan numerasi mereka

e)

Guru menggunakan strategi pembelajaran yang efektif, tetapi tidak secara konsisten menerapkannya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi murid