WorksheetsS5.A.XII bab 1 al QH MA Gasal
Total questions: 50
Worksheet time: 1hrs 15mins
Perhatikan Al Furqan ayat 67, tentang Kesederhanaan berikut :
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَام (الفرقان: ٦٧)
pada ayat di atas kata
(أَنفَقُوا)
mempunyai maksud ....
A. Mempergunakan dan membelanjakan harta untuk kepentingan yang baik.
B. Segala bentuk perbuatan yang tidak melampaui batas
C. Tidak menahan diri dari kewajiban memberi nafkah dan santunan kepada yang berhak mendapatkannya (para ahli tafsir berarti tidak bakhil).
D. Dalam membelanjakan hartanya tidak melampaui batas dan tidak juga kikir (artinya berada diantara keduanya).
E. Dalam membelanjakan hartanya untuk kebaikan diperbolehkan melampaui batas.
A
B
C
D
E
Perhatikan Al Furqan ayat 67, tentang Kesederhanaan berikut :
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَام (الفرقان: ٦٧)
Kata (لَمْ يُسْرِفُوا)
pada ayat di atas mempunyai maksud ....
A. Mempergunakan dan membelanjakan harta untuk kepentingan yang baik.
B. Segala bentuk perbuatan yang tidak melampaui batas
C. Tidak menahan diri dari kewajiban memberi nafkah dan santunan kepada yang berhak mendapatkannya (para ahli tafsir berarti tidak bakhil).
D. Dalam membelanjakan hartanya tidak melampaui batas dan tidak juga kikir (artinya berada diantara keduanya).
E. Dalam membelanjakan hartanya untuk kebaikan diperbolehkan melampaui batas.
A
B
C
D
E
Perhatikan Al Furqan ayat 67, tentang Kesederhanaan berikut :
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَام (الفرقان: ٦٧)
Kata (لَمْ يَقْتُرُوا)
pada di atas mempunyai maksud ....
A. Mempergunakan dan membelanjakan harta untuk kepentingan yang baik.
B. Segala bentuk perbuatan yang tidak melampaui batas
C. Tidak menahan diri dari kewajiban memberi nafkah dan santunan kepada yang berhak mendapatkannya (para ahli tafsir berarti tidak bakhil).
D. Dalam membelanjakan hartanya tidak melampaui batas dan tidak juga kikir (artinya berada diantara keduanya).
E. Dalam membelanjakan hartanya untuk kebaikan diperbolehkan melampaui batas.
A
B
C
D
E
Perhatikan Al Furqan ayat 67, tentang Kesederhanaan berikut :
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَام (الفرقان: ٦٧)
Kata
(وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَاماً)
pada ayat di atas mempunyai maksud ....
A. Mempergunakan dan membelanjakan harta untuk kepentingan yang baik.
B. Segala bentuk perbuatan yang tidak melampaui batas
C. Tidak menahan diri dari kewajiban memberi nafkah dan santunan kepada yang berhak mendapatkannya (para ahli tafsir berarti tidak bakhil).
D. Dalam membelanjakan hartanya tidak melampaui batas dan tidak juga kikir (artinya berada diantara keduanya).
E. Dalam membelanjakan hartanya untuk kebaikan diperbolehkan melampaui batas.
A
B
C
D
E
Seirama dengan QS al Furqan 67 orang yang dapat membelanjakan harta dengan baik disebut dengan “ibadurrahman” (hamba-hamba Dzat Yang Maha Pengasih). yang mempunyai maksud ....
A. Tidak berlebih-lebihan
B. Tidak pelit
C. Tidak berlebihan dan tidak pelit
D. Tidak terlalu boros dan tidak bersifat kikir
E. Tidak kikir
A
B
C
D
E
Pemberian sempurna pada surah al Israa’ ayat 26
( وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا )
dapat ditunjukkan melalui lafadz ....
A. وَآتِ
B. ذَا الْقُرْبَى
C. حَقَّهُ
D. وَابْنَ السَّبِيلِ
E. تَبْذِيراً
A
B
C
D
E
Cermati QS al Israa’ ayat 26 berikut,
وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
Kata (ابْنَ السَّبِيلِ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Keluarga dekat
B. Secara boros
C. Orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan
D. Saudara
E. Menghambur-hamburkan
A
B
C
D
E
Cermati QS al Israa’ ayat 27 berikut,
إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
Kata (إِخْوَانَ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Secara boros
B. Orang yang dalam perjalanan
C. Saudara
D. Menghambur-hamburkan
E. sangat ingkar
A
B
C
D
E
Cermati QS al Israa’ ayat 27 berikut,
إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا
Kata (تُبَذِّرْ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Secara boros
B. Orang yang dalam perjalanan
C. Saudara
D. Menghambur-hamburkan
E. Sangat ingkar
A
B
C
D
E
Pada Surah al Israa’ ayat 27 :
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ، وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُوراً
Mengandung maksud ....
A. Allah melarang dalam membelanjakan harta secara berlebihan dan di luar batas kewajaran termasuk dalam bersedekah.
B. Orang-orang yang pelit dan kikir digambarkan seperti orang yang tangannya diikat di lehernya sehingga tidak bisa bergerak dan berbuat apa-apa.
C. Mengeluarkan sebagian harta untuk orang-orang yang berhak menerimanya.
D. Mengeluarkan sebagian harta dengan perilaku tabdzîr
E. Orang yang melakukan isrâf dan tabdzîr memiliki persamaan dengan setan dalam kekufurannya.
A
B
C
D
E
Cermati QS al Israa’ ayat 29 berikut,
وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا
Kata (مَغْلُولَةً)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Terbelenggu
B. Lehermu
C. Mengulurkannya
D. Tercela
E. Menyesal
A
B
C
D
E
Perhatikan QS al Israa' 29 berikut,
وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا
Kata (عُنُقِكَ)
pada surah ayat di atas mempunyai arti ....
A. Terbelenggu
B. Lehermu
C. Mengulurkannya
D. Tercela
E. Menyesal
A
B
C
D
E
Sesuai dengan surat al Israa’ ayat 29
( وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً اِلٰى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَّحْسُوْرًا )
terdapat ungkapan yang sudah terbiasa pada bangsa arab untuk orang-orang kikir yaitu ....
A. Janganlah dihabiskan seluruhnya
B. Tidak terlalu terbuka tangan
C. Mengulurkan tangan selebar-lebarnya
D. Membelanjakan harta dengan cara yang layak dan wajar.
E. Menjadikan tangan terbelenggu pada leher.
A
B
C
D
E
Potongan ayat surah al Israa’ ayat 29 :
وَلاَ تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ
Mengandung maksud ....
A. Mengeluarkan sebagian harta untuk orang-orang yang berhak menerimanya.
B. Mengeluarkan sebagian harta dengan perilaku tabdzîr
C. Orang yang melakukan isrâf dan tabdzîr memiliki persamaan dengan setan dalam kekufurannya.
D. Orang-orang yang pelit dan kikir digambarkan seperti orang yang tangannya diikat di lehernya sehingga tidak bisa bergerak dan berbuat apa-apa.
E. Allah melarang dalam membelanjakan harta secara berlebihan dan di luar batas kewajaran termasuk dalam bersedekah.
A
B
C
D
E
Potongan ayat surah al Israa’ ayat 29 :
وَلاَ تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ
Mengandung maksud ....
A. Mengeluarkan sebagian harta untuk orang-orang yang berhak menerimanya.
B. Mengeluarkan sebagian harta dengan perilaku tabdzîr
C. Orang yang melakukan isrâf dan tabdzîr memiliki persamaan dengan setan dalam kekufurannya.
D. Orang-orang yang pelit dan kikir digambarkan seperti orang yang tangannya diikat di lehernya sehingga tidak bisa bergerak dan berbuat apa-apa.
E. Allah melarang dalam membelanjakan harta secara berlebihan dan di luar batas
A
B
C
D
E
Pada QS al Qashash 79, pada lafadz
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖۗ
dijelaskan bahwa Qarun adalah seseorang yang terlalu membanggakan dirinya, ia seorang yang sombong dan congkak karena harta kekayaannya yang melimpah ruah, sehingga kunci-kunci gudang tempat penyimpanan harta kekayaan itu tidak dapat dipikul oleh sejumlah laki-laki yang tegap dan kuat yang hidup pada jaman ....
A. 'Abdul Ghaffar atau Yasykur bin Lamik bin Matusyilakh bin Idris as (Nabi Nuh as).
B. Abram atau Abraham (Nabi Ibrahim as).
C. Munius atau Moshe (Nabi Musa as).
D. Yesus atau Jesus (Nabi Isa as).
E. Nabi Muhammad Saw.
A
B
C
D
E
Pada surah al Qashash ayat 79,
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖۗ
menunjukkan bahwa kesombongan atau keangkuhan Qorun berada di atas khalayah pada umumnya, terlihat dari penggunaan kata ....
A. فَخَرَجَ
B. عَلَى
C. قَوْمِهِ
D. فِي
E. زِينَتِهِ
A
B
C
D
E
Cermati QS al Qashash ayat 79 berikut,
فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ فِيْ زِيْنَتِهٖۗ قَالَ الَّذِيْنَ يُرِيْدُوْنَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَا يٰلَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَآ اُوْتِيَ قَارُوْنُۙ اِنَّهٗ لَذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ
Kata (زِينَتِهِ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Kemegahannya
B. Keberuntungan
C. Celakalahkamu
D. Tidak diperoleh pahalanya
E. Tidak diperoleh hartanya
A
B
C
D
E
Golongan manusia yang mensyukuri apa pun yang telah diberikan Allah kepadanya, dan tidak berangan-angan memiliki kelebihan yang diberikan kepada orang lain, sesuai dengan surat al Qashash ayat 79-82 ditunjukkan dengan bunyi potongan ayat ....
A. يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ،إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
B. ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً، وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ
C. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ
D. وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ
E. وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
A
B
C
D
E
Cermati QS al Qashash ayat 80 berikut,
وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ ءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا وَلَا يُلَقَّىٰهَآ إِلَّا ٱلصَّٰبِرُونَ
Kata (ثَوَابُ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Kemegahannya
B. Keberuntungan
C. Celakalahkamu
D. Pahala
E. Tidak diperolehnya
A
B
C
D
E
Cermati QS al Qashash ayat 80 berikut,
فَخَسَفْنَا بِهِۦ وَبِدَارِهِ ٱلْأَرْضَ فَمَا كَانَ لَهُۥ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُۥ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُنتَصِرِينَ
Kata (المُنتَصِرِينَ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Menolong diri
B. Menjadi jadilah
C. Melapangkan
D. Diperkirakan mengurangkan
E. Hilang cahaya/tenggelam
A
B
C
D
E
Cermati QS al Qashash ayat 81 berikut,
وَأَصْبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْا۟ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ
Kata (يَبْسُطُ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Menolong diri
B. Menjadi jadilah
C. Melapangkan
D. Diperkirakan mengurangkan
E. Hilang cahaya/tenggelam
A
B
C
D
E
Cermati QS al Qashash ayat 81 berikut,
وَأَصْبَحَ ٱلَّذِينَ تَمَنَّوْا۟ مَكَانَهُۥ بِٱلْأَمْسِ يَقُولُونَ وَيْكَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ ۖ لَوْلَآ أَن مَّنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا ۖ وَيْكَأَنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْكَٰفِرُونَ
Kata (وَيَقْدِر)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Menolong diri
B. Menjadi jadilah
C. Melapangkan
D. Diperkirakan mengurangkan
E. Hilang cahaya/tenggelam
A
B
C
D
E
Akibat kesombongan dan kecongkaan Qarun, Allah menerangkan bahwa Qarun berikut harta kekayaannya yang menjadi kebanggaan dan keangkuhannya dibenamkan oleh Allah ke dalam perut bumi lenyap seketika, sesuai dengan surat al Qashash ayat 79-82 ditunjukkan dengan potongan ayat ....
A. يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ،إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ
B. وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً، وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ
C. فَخَسَفْنَا بِهِ وَبِدَارِهِ الْأَرْضَ
D. وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ
E. وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
A
B
C
D
E
Andaikata apa yang diinginkannya oleh orang-orang yang hanya cinta kepada dunia itu dapat tercapai (akan tetapi mereka masih miskin), pasti akan menerima nasib ditimpanya siksa Allah sebagaimana yang telah dialami oleh Qarun itu, sesuai dengan surat al Qashash ayat 79-82 tergambarkan dengan bunyi potongan ayat ....
A. وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً، وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ
B. فَمَا كَانَ لَهُ مِن فِئَةٍ يَنصُرُونَهُ مِن دُونِ اللَّهِ، وَمَا كَانَ مِنَ المُنتَصِرِينَ
C. وَيْكَأَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ
D. لَوْلَا أَن مَّنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا لَخَسَفَ بِنَا
E. وَيْكَأَنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ
A
B
C
D
E
Perhatikan QS al Baqarah (2) ayat 177 tentang beberapa macam kebajikan berikut,
لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ
Kata
(الْبَأْسَاءِ)
pada surah ayat di atas mempunyai arti ....
A. Orang yang memerdekakan budak
B. Orang-orang yang menepati janji
C. Kemelaratan/kesempitan
D. Penderitaan
E. Pada masa peperangan
A
B
C
D
E
Perhatikan QS al Baqarah (2) ayat 177 tentang beberapa macam kebajikan berikut,
لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ
Kata
(الضَّرَّاءِ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Orang yang memerdekakan budak
B. Orang-orang yang menepati janji
C. Kemelaratan/kesempitan
D. Penderitaan
E. Pada masa peperangan
A
B
C
D
E
Perhatikan QS al Baqarah (2) ayat 177 tentang beberapa macam kebajikan berikut,
لَيۡسَ الۡبِرَّ اَنۡ تُوَلُّوۡا وُجُوۡهَكُمۡ قِبَلَ الۡمَشۡرِقِ وَ الۡمَغۡرِبِ وَلٰـكِنَّ الۡبِرَّ مَنۡ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَوۡمِ الۡاٰخِرِ وَالۡمَلٰٓٮِٕکَةِ وَالۡكِتٰبِ وَالنَّبِيّٖنَۚ وَاٰتَى الۡمَالَ عَلٰى حُبِّهٖ ذَوِى الۡقُرۡبٰى وَالۡيَتٰمٰى وَالۡمَسٰكِيۡنَ وَابۡنَ السَّبِيۡلِۙ وَالسَّآٮِٕلِيۡنَ وَفِى الرِّقَابِۚ وَاَقَامَ الصَّلٰوةَ وَاٰتَى الزَّکٰوةَ ۚ وَالۡمُوۡفُوۡنَ بِعَهۡدِهِمۡ اِذَا عٰهَدُوۡا ۚ وَالصّٰبِرِيۡنَ فِى الۡبَاۡسَآءِ وَالضَّرَّآءِ وَحِيۡنَ الۡبَاۡسِؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ صَدَقُوۡا ؕ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمُ الۡمُتَّقُوۡنَ
Kata
(حِينَ الْبَأْسِ)
pada ayat di atas mempunyai arti ....
A. Orang yang memerdekakan budak
B. Orang-orang yang menepati janji
C. Kemelaratan/kesempitan
D. Penderitaan
E. Pada masa peperangan
A
B
C
D
E
Sebab Allah menurunkan surah al baqarah ayat 177 berkaitan dengan anggapan tentang kebaikan yang dilontarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani pada jaman nabi. Menurut anggapan Yahudi, yang dinamakan kebaikan adalah ....
A. Shalat menghadap barat
B. Shalat menghadap timur
C. Shalat menghadap kiblat
D. Shalat menghadap ke mana saja
E. Beribadah dengan sepenuh hati
A
B
C
D
E
Sebab Allah menurunkan surah al baqarah ayat 177 berkaitan dengan anggapan tentang kebaikan yang dilontarkan oleh orang Yahudi dan Nasrani pada jaman Nabi. Menurut anggapan Nasrani, yang dinamakan kebaikan adalah ....
A. Shalat menghadap barat
B. Shalat menghadap timur
C. Shalat menghadap kiblat
D. Shalat menghadap ke mana saja
E. Beribadah dengan sepenuh hati
A
B
C
D
E
Potongan ayat yang berbunyi :
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ
Pada surah al baqarah ayat 177 mempunyai arti ....
A. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan
B. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
C. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnu sabil dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya
D. mendirikan shalat, dan menunaikan zakat
E. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji
A
B
C
D
E
Potongan ayat :
وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
Pada surah al baqarah ayat 177 mempunyai arti ....
A. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan
B. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
C. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnu sabil dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya
D. mendirikan shalat, dan menunaikan zakat
E. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji
A
B
C
D
E
Potongan ayat yang berbunyi :
وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ
Pada surah al baqarah ayat 177 mempunyai arti ....
A. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan
B. akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi
C. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnu sabil dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya
D. mendirikan shalat, dan menunaikan zakat
E. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji
A
B
C
D
E
Potongan ayat yang berbunyi :
وَأَقَامَ الصَّلاَةَ وَءَاتَى الزَّكَاةَ
Pada surah al baqarah ayat 177 mempunyai arti ....
A. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan
B. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnu sabil dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya
C. mendirikan shalat, dan menunaikan zakat
D. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji
E. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan
A
B
C
D
E
Potongan ayat yang berbunyi :
وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا
Pada surah al baqarah ayat 177 mempunyai arti ....
A. Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan
B. dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, ibnu sabil dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya
C. mendirikan shalat, dan menunaikan zakat
D. dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji
E. dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan
A
B
C
D
E
lafadz ayat :
فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Pada surah al Ma’un ayat 2 mempunyai maksud bahwa termasuk orang yang mendustakan agama Allah Swt adalah ....
A. Orang yang belum menyayangi dan memberikan hak anak yatim
B. Orang yang tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin dan tidak mau memberikan haknya ( makanan ) kepada orang miskin.
C. melalaikan waktu utama dalam melaksanakan sholat yaitu pada awal waktu, mengerjakan sholat di luar waktu yang telah disyari’atkan, bahkan ia tidak mengerjakan sholat sama sekali.
D. Orang selalu berharap dilihat oleh orang lain, apabila ia beramal sehingga melupakan Allah Swt.
E. Orang yang enggan memberi bantuan walaupun berupa hal-hal yang remeh
A
B
C
D
E
lafadz ayat :
وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ
Pada surah al Ma’un ayat 3 mempunyai maksud bahwa termasuk orang yang mendustakan agama Allah Swt adalah ....
A. Orang yang belum menyayangi dan memberikan hak anak yatim
B. Orang yang tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin dan tidak mau memberikan haknya ( makanan ) kepada orang miskin.
C. melalaikan waktu utama dalam melaksanakan sholat yaitu pada awal waktu, mengerjakan sholat di luar waktu yang telah disyari’atkan, bahkan ia tidak mengerjakan sholat sama sekali.
D. Orang selalu berharap dilihat oleh orang lain, apabila ia beramal sehingga melupakan Allah Swt.
E. Orang yang enggan memberi bantuan walaupun berupa hal-hal yang remeh
A
B
C
D
E
lafadz ayat :
فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ، الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
Pada surah al Ma’un ayat 4 - 5 mempunyai maksud bahwa termasuk orang yang mendustakan agama Allah Swt adalah ....
A. Orang yang belum menyayangi dan memberikan hak anak yatim
B. Orang yang tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin dan tidak mau memberikan haknya ( makanan ) kepada orang miskin.
C. melalaikan waktu utama dalam melaksanakan sholat yaitu pada awal waktu, mengerjakan sholat di luar waktu yang telah disyari’atkan, bahkan ia tidak mengerjakan sholat sama sekali.
D. Orang selalu berharap dilihat oleh orang lain, apabila ia beramal sehingga melupakan Allah Swt.
E. Orang yang enggan memberi bantuan walaupun berupa hal-hal yang remeh
A
B
C
D
E
lafadz ayat :
الَّذِينَ هُمْ يُرَاؤُونَ
Pada surah al Ma’un ayat 6 mempunyai maksud bahwa termasuk orang yang mendustakan agama Allah Swt adalah ....
A. Orang yang belum menyayangi dan memberikan hak anak yatim
B. Orang yang tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin dan tidak mau memberikan haknya ( makanan ) kepada orang miskin.
C. melalaikan waktu utama dalam melaksanakan sholat yaitu pada awal waktu, mengerjakan sholat di luar waktu yang telah disyari’atkan, bahkan ia tidak mengerjakan sholat sama sekali.
D. Orang selalu berharap dilihat oleh orang lain, apabila ia beramal sehingga melupakan Allah Swt.
E. Orang yang enggan memberi bantuan walaupun berupa hal-hal yang remeh
A
B
C
D
E
lafadz ayat :
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
Pada surah al Ma’un ayat 7 mempunyai maksud bahwa termasuk orang yang mendustakan agama Allah Swt adalah ....
A. Orang yang belum menyayangi dan memberikan hak anak yatim
B. Orang yang tidak saling menganjurkan untuk memberi makan orang miskin dan tidak mau memberikan haknya ( makanan ) kepada orang miskin.
C. melalaikan waktu utama dalam melaksanakan sholat yaitu pada awal waktu, mengerjakan sholat di luar waktu yang telah disyari’atkan, bahkan ia tidak mengerjakan sholat sama sekali.
D. Orang selalu berharap dilihat oleh orang lain, apabila ia beramal sehingga melupakan Allah Swt.
E. Orang yang enggan memberi bantuan walaupun berupa hal-hal yang remeh
A
B
C
D
E
Perhatikan hadits berikut :
وَعَنْ عَبْدِ اللّهِ بْنِ عَمْرُو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِسَعْدِ وَهُوَ يَتَوَضَأَ فَقَالَ : مَا هَذَا السَّرَفُ يَا سَعِدَ، قَالَ : أَفِي الوُضُوءِ إِسْرَافْ؟ قَالَ: "نَعَمْ ! نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهْرِ جَارٍ - رواه أحمد، وابن ماجه
Lafadz hadits :
(! نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهْرِ جَارٍ)
di atas mempunyai arti ....
A. Dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Ash.
B. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati Sa‘ad yang sedang berwudhu’
C. maka beliau mengatakan, “Jangan berlebihan!”
D. maka Sa‘ad berkata, “Ya Rasulullah apakah ada berlebihan dalam masalah (air) wudlu?”
E. Beliau berkata, “Ya, walaupun engkau berada pada sungai yang mengalir.”
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
mempunyai arti ....
A. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.
B. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.
C. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya.
D. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya
E. Dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.”
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ
mempunyai arti ....
A. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.
B. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.
C. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya.
D. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya
E. Dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.”
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى
mempunyai arti ....
A. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.
B. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.
C. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya.
D. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya
E. Dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.”
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ
mempunyai arti ....
A. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.
B. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.
C. Dan sebaik-sebaik sedekah adalah yang dikeluarkan dari orang yang tidak membutuhkannya.
D. Barangsiapa menjaga kehormatan dirinya maka Allâh akan menjaganya
E. Dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allâh akan memberikan kecukupan kepadanya.”
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
اَلْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى
mempunyai maksud ....
A. Tangan di atas adalah pemberi (infak), dan tangan di bawah adalah peminta-minta.
B. Saat ingin memberikan sesuatu, hendanya memulai dan memprioritaskan orang yang menjadi tanggungannya terlebih dahulu.
C. Setelah dapat memenuhi keperluan keluarganya secara wajar, baru kemudian kelebihannya disedekahkan kepada fakir miskin (orang lain).
D. Untuk memperoleh ‘iffah (kesucian diri dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak halal atau tidak baik), dengan cara menghilangkan ketamakannya kepada orang lain.
E. Percaya dengan kecukupan-Nya, karena barangsiapa bertawakkal kepada Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya.
A
B
C
D
E
Perhatikan HR. Ibnu Majah dan Ahmad dari Abdullah bin Amr tentang larangan berlebih-lebihan berikut,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مَرَّ بِسَعْدٍ وَهُوَ يَتَوَضَّأُ فَقَالَ مَا هَذَا السَّرَفُ فَقَالَ أَفِي الْوُضُوءِ إِسْرَافٌ قَالَ نَعَمْ وَإِنْ كُنْتَ عَلَى نَهَرٍ جَارٍ- رواه ابن ماجة و أحمد
Lafadz
وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُوْلُ
pada hadits di atas mempunyai maksud ....
A. Tangan di atas adalah pemberi (infak), dan tangan di bawah adalah peminta-minta.
B. Saat ingin memberikan sesuatu, hendanya memulai dan memprioritaskan orang yang menjadi tanggungannya terlebih dahulu.
C. Setelah dapat memenuhi keperluan keluarganya secara wajar, baru kemudian kelebihannya disedekahkan kepada fakir miskin (orang lain).
D. Untuk memperoleh ‘iffah (kesucian diri dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak halal atau tidak baik), dengan cara menghilangkan ketamakannya kepada orang lain.
E. Percaya dengan kecukupan-Nya, karena barangsiapa bertawakkal kepada Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya.
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى
mempunyai maksud ....
A. Tangan di atas adalah pemberi (infak), dan tangan di bawah adalah peminta-minta.
B. Saat ingin memberikan sesuatu, hendanya memulai dan memprioritaskan orang yang menjadi tanggungannya terlebih dahulu.
C. Setelah dapat memenuhi keperluan keluarganya secara wajar, baru kemudian kelebihannya disedekahkan kepada fakir miskin (orang lain).
D. Untuk memperoleh ‘iffah (kesucian diri dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak halal atau tidak baik), dengan cara menghilangkan ketamakannya kepada orang lain.
E. Percaya dengan kecukupan-Nya, karena barangsiapa bertawakkal kepada Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya.
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللهُ
mempunyai maksud ....
A. Tangan di atas adalah pemberi (infak), dan tangan di bawah adalah peminta-minta.
B. Saat ingin memberikan sesuatu, hendanya memulai dan memprioritaskan orang yang menjadi tanggungannya terlebih dahulu.
C. Setelah dapat memenuhi keperluan keluarganya secara wajar, baru kemudian kelebihannya disedekahkan kepada fakir miskin (orang lain).
D. Untuk memperoleh ‘iffah (kesucian diri dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak halal atau tidak baik), dengan cara menghilangkan ketamakannya kepada orang lain.
E. Percaya dengan kecukupan-Nya, karena barangsiapa bertawakkal kepada Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya.
A
B
C
D
E
Cermati hadits berikut,
عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَعَنْ وُهَيْبٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ ﷺ بِهَذَا - البخاري
Sesuai kaidah hadits di atas, lafadz
وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللّهُ
mempunyai maksud ....
A. Tangan di atas adalah pemberi (infak), dan tangan di bawah adalah peminta-minta.
B. Saat ingin memberikan sesuatu, hendanya memulai dan memprioritaskan orang yang menjadi tanggungannya terlebih dahulu.
C. Setelah dapat memenuhi keperluan keluarganya secara wajar, baru kemudian kelebihannya disedekahkan kepada fakir miskin (orang lain).
D. Untuk memperoleh ‘iffah (kesucian diri dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak halal atau tidak baik), dengan cara menghilangkan ketamakannya kepada orang lain.
E. Percaya dengan kecukupan-Nya, karena barangsiapa bertawakkal kepada Allâh Azza wa Jalla , maka Allâh Azza wa Jalla akan mencukupinya.
A
B
C
D
E
