WorksheetsSTS SUMATIF TENGAH SEMESTER GANJIL PAH 10
Total questions: 20
Worksheet time: 17mins
Dharmaśastra sebagai rujukan dalam hukum Hindu berisi tentang kepastian hukum khususnya tentang kehidupan duniawi. Tujuannya agar masyarakat Hindu menjadi sejahtera dan menemukan nilai-nilai keadilan, sehingga terwujud kehidupan yang bahagia. Ajaran tentang kebahagiaan menjadi tujuan hidup masyarakat Hindu seperti dijelaskan dalam Moksartham jagadhita ya ca iti dharma, yang memiliki makna bahwa tujuan hidup manusia untuk mencapai kesejahteraan di dunia maupun di akhirat.TTujuan agama Hindu dapat dirumuskan menjadi sloka yang sesuai adalah....
Ekam eva adityam Brahman
Ekam Sad Wiprah Bahuda wadanti
Bhinneka Tunggal Ika Tan hana Dharma Mangrwa
Eko Narayanad Nadwityo asti kascit
Moksartam Jagaditya ya Caiti Dharma
Sebagai implementasi dari ajaran dharma dalam dharmaśastra setiap orang secara tekun dan penuh rasa tanggung jawab dalam melaksanakan swadharma-nya (kewajiban). Hal tersebut yang patut kita laksanakan baik untuk kepentingan individu maupun sosial. Implementasi tersebut sebagai bentuk ketaatan dharma untuk menjaga keteraturan, sehingga dharma berfungsi untuk mencapai kesempurnaan rohani dan jasmani.
Tujuan hidup manusia yang terakhir di dalam ajaran agama Hindu disebut ….
Kama
Dharma
Artha
Moksa
Awatara
Kama
Pada Krtayuga, tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran. Semua masyarakat disiplin dalam berpikir, berkata dan berperilaku yang benar dan suci. Manusia pada masa itu selalu mematuhi ajaran-ajaran kebajikan dan manusia pada masa tersebut selalu berbuat untuk kebahagiaan orang lain. Zaman Krtayuga sering juga dinamakan zaman Satyayuga, yang mengandung arti bahwa pada masa itu manusia hidup dalam kesetiaan yang diselimuti oleh kebajikan.
.Pembagian Zaman menurut Hindu meliputi Saya Yuga, Dwapara, Tretya damKali Yuga. Dizaman sekarang manusia sudah memeluk agama menurut keyakinan masing-masing tetapi kejahatan dilaksanakan adalah hal biasa walaupun manusianya sudah beragama. Pada masa sekarang sudah memasuki zaman……
Satya Yuga
Dwapara Yuga
Tretya Yuga
Kerta Yuga
Kali Yuga
Sruti = wahyu, Weda. Smrti = tradisi dharma. Jadi, Sruti ialah Weda (pustaka suci yang merupakan Weda). Smrti, yaitu kitab-kitab sastra yang bersumber pada ingatan atau pengetahuan yang diperoleh secara tidak langsung. Pengetahuan ini dapat berupa keterangan, ketentuan[1]ketentuan, perintah yang memuat aturan-aturan, larangan, anjuran dan lain-lain, yang memuat asal-usul dari ketentuan Sruti (Weda). Berdasarkan ketentuan ayat ini, baik Sruti maupun Smrti kebenaran isinya tidak boleh diragukan. Artinya tidak boleh diuji kebenarannya dan keduanya adalah sumber hukum yang pasti. Dari kedua uraian dan penjelasan tersebut sudah dapat dipastikan bahwa baik Sruti maupun Smrti (dharmaśastra) kebenaran isinya tidak boleh diragukan artinya tidak boleh diuji kebenaranya dan keduanya adalah sebagai sumber hukum.
Weda itu diberi nama smrti karena ….
Isinya sangat lengkap
Rumus-rumusnya sulit dipahami
Isinya sangat rahas Disusun kembali berdasarkan ingatan
Yang menyusun para Maha Rsi
Isinya sangat rahasia
Nilai-nilai yajña yang dapat diterapkan saat ini melalui ajaran panca yajña sebagai berikut: 1. Dewa yajña, yaitu kurban suci berupa persembahan dan bhakti kepada Hyang Widhi Wasa melalui setiap kemahakuasaan-Nya. Contoh-contoh pelaksanaan dewa yajña, antara lain a. selalu melantunkan tri sandhya sesuai dengan waktunya; b. berdoa sebelum melaksanakan aktivitas; dan c. rajin sembahyang pada setiap hari suci seperti hari purnama, tilem dan hari suci lainya baik yang berdasarkan pawukon maupun sasih. 2. Pitra yajña, yaitu kurban suci berupa persembahan dan bhakti kepada leluhur. Adapun contoh pelaksanaan pitra yajña, antara lain a. membahagiakan orang tua; b. berbakti kepada orang tua; c. selalu menjaga dan merawat orang tua; dan d. melaksanakan ritual pitra yajña/ngabe
Soal nomor ini Pilihan Jawaban Komplek, Jawaban bisa lebih dari satu
Termasuk contoh pengamalan pelaksaaan sehari hari dari Ajaran Dewa Yadnya adalah…..
Puja Tri Sandya
Melaksanakan Hari Suci
Melaksanakan Tirta Yatra (Mengunjungi Tempat-tempat suci)
Belajar dengan sungguh sungguh dari ajaran guru
Memberikan sesaji kepada makhluk bawahan (Sarwa Buta)
Contoh pelaksanaan dari Ajaran Pitra Yadna meliputi…..
Melaksanakan Tri Sandya
Melaksanakan Hari Suci
Melaksanakan Tirta Yatra (Mengunjungi Tempat-tempat suci)
Melaksanakan Upakara Entas-Entas Leluhur
Melaksanakan Upakara Ngaben di Bali
Rsi yajña adalah korban suci yang tulus dan dipersembahkan kepada rsi, orang suci (pandhita dan pinandita), dan guru. Contoh-contoh pelaksanaan rsi yajña, antar lain a. berpikir, berkata, dan berperilaku baik kepada orang suci dan guru; b. santun kepada seluruh orang suci dan guru; dan c. memberikan persembahan punia kepada orang suci dan guru. 4. Manusa yajña adalah segala bentuk ritual dan pelaksanaan upacara yang bertujuan keselamatan manusia dan menjaga keharmonisan sesama manusia. Contoh manusa yajña, yaitu upacara dari dalam kandungan sampai dengan pawiwahan (perkawinan). 5. Bhuta yajña adalah upacara suci yang dipersembahkan kepada bhuta kala dan kekuatan alam. Contoh praktik bhuta yajña adalah semua ritual tentang pembersihan alam dan merawat alam.
Contoh Pengamalan dari ajaran Resi Yadnya meliputi…..
Melaksanakan ajaran Tri Kaya Parisuda terhadap guru
memberikan dana punia terhadap Sulinggih
Melaksanakan Ngaben
Melaksanakan Wiwaha Samskara
Sopan santun terhadap Guru
Contoh pengamalan terhadap ajaran Manusia Yadnya adalah.....
Melaksanakan ajaran Tri Kaya Parisuda terhadap guru
Memberkan dana punia terhadap Sulinggih
Memberikan keterampilan hidup kepada seseorang kelak supaya bisa mandiri
Melaksanakan Wiwaha Samskara
Memberikan bantuan kepada korban bencana alam
Nilai-nilai kebajikan pada zaman Tretayuga yang dapat diterapkan dalam kehidupan saat ini adalah: 1. Tugas pokok pada masa Brahmacari adalah belajar. Belajar dalam berbagai hal yang didasari dengan ketulusan dalam segala hal. Contoh penerapannya: disiplin mengikuti arahan guru dan orang tua. 2. Aguron-guron merupakan suatu ajaran mengenai kualitas proses hubungan guru dan murid. Contoh penerapannya: sebagai siswa wajib menghormati, bakti, dan disiplin menajaga hubungan baik dengan guru. Guru yang dimaksud: guru rupaka (orang tua), guru pengajian (guru di sekolah), guru wisesa Bab 1 Dharmaśastra Sebagai Sumber Hukum Hindu 25 (pemerintah), dan guru swadyaya (Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa)
Catur Guru merupakan Empat Guru yang harus dihormati dan ditaati sebagai umat Hindu, meliputi Guru a.Swadyaya (Sang Hyang Widhi), b.Guru Rupaka (Orang Tua) c, Guru Pengajiyan (Guru), d.Guru Wisesa(Pemerintah).
Cocokkan yang sesuai dengan ajaran Catur Guru disamping ini….
1.Kita selalu melaksanakan Trisandya di rumah........... Jawaban menjodohkan yang cocok dengan nomor 1 adalah huruf......
2.Menghormati kedua Orang tua yang mengasuh
3.Melaksanakan nasehat Guru disekolah
4.Menghormati RT, RW, selaku Pemerintah
PILIHAN JAWABAN
a.Guru Rupaka
b.Guru Swadyaya
c.Guru Wisesa
d.Guru Pengajyan
(a)
Nilai-nilai kebajikan pada zaman Tretayuga yang dapat diterapkan dalam kehidupan saat ini adalah: 1. Tugas pokok pada masa Brahmacari adalah belajar. Belajar dalam berbagai hal yang didasari dengan ketulusan dalam segala hal. Contoh penerapannya: disiplin mengikuti arahan guru dan orang tua. 2. Aguron-guron merupakan suatu ajaran mengenai kualitas proses hubungan guru dan murid. Contoh penerapannya: sebagai siswa wajib menghormati, bakti, dan disiplin menajaga hubungan baik dengan guru. Guru yang dimaksud: guru rupaka (orang tua), guru pengajian (guru di sekolah), guru wisesa Bab 1 Dharmaśastra Sebagai Sumber Hukum Hindu 25 (pemerintah), dan guru swadyaya (Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa)
Catur Guru merupakan Empat Guru yang harus dihormati dan ditaati sebagai umat Hindu, meliputi Guru a.Swadyaya (Sang Hyang Widhi), b.Guru Rupaka (Orang Tua) c, Guru Pengajiyan (Guru), d.Guru Wisesa(Pemerintah).
Cocokkan yang sesuai dengan ajaran Catur Guru disamping ini….
1.Kita selalu melaksanakan Trisandya di rumah
2.Menghormati kedua Orang tua
3.Melaksanakan nasehat Guru disekolah.......Jawaban menjodohkan yang cocok dengan nomor 3 adalah huruf......
4.Menghormati RT, RW, selaku Pemerintah
PILIHAN JAWABAN
a.Guru Rupaka
b.Guru Swadyaya
c.Guru Wisesa
d.Guru Pengajyan
(a)
Pengertian Punarbhawa Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma. Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut. Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya. Gambar 2.1 Punarbhawa Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri. Pengetahuan tersebut diuraikan pada bhagawadgita sebagai berikut. Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti mām eti so rjuna. Terjemahannya: Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9) 34 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Hyang Widhi Wasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup. Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik
Bagian Panca Sradha Lima Keyakinan Kepercayaan umat Hindu yang sesuai adalah.....
1.Sang Hyang Widhi.......Jawaban Menjodohkan No 1 Cocok dengan huruf...........
2.Hasil Perbuatan Baik Buruk Manusia
3.Roh Suci yang ada pada diri manusia
4.Manusia mengalami kelahiran kembali
5.Bersatunya Atma dengan Brahman
PILIHAN JAWABAN
a.Brahman
b.Atman
c.Karma Phala
d.Punarbhawa
e.Moksa
(a)
Pengertian Punarbhawa Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma. Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut. Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya. Gambar 2.1 Punarbhawa Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri. Pengetahuan tersebut diuraikan pada bhagawadgita sebagai berikut. Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti mām eti so rjuna. Terjemahannya: Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9) 34 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Hyang Widhi Wasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup. Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik
Bagian Panca Sradha Lima Keyakinan Kepercayaan umat Hindu yang sesuai adalah.....
1.Sang Hyang Widhi
2.Hasil Perbuatan Baik Buruk Manusia........Jawaban menjodohkan No 2 cocok dengan huruf..........
3.Roh Suci yang ada pada diri manusia
4.Manusia mengalami kelahiran kembali
5.Bersatunya Atma dengan Brahman
PILIHAN JAWABAN
a.Brahman
b.Atman
c.Karma Phala
d.Punarbhawa
e.Moksa
(a)
Pengertian Punarbhawa Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma. Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut. Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya. Gambar 2.1 Punarbhawa Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri. Pengetahuan tersebut diuraikan pada bhagawadgita sebagai berikut. Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti mām eti so rjuna. Terjemahannya: Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9) 34 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Hyang Widhi Wasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup. Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik
Bagian Panca Sradha Lima Keyakinan Kepercayaan umat Hindu yang sesuai adalah.....
1.Sang Hyang Widhi
2.Hasil Perbuatan Baik Buruk Manusia
3.Roh Suci yang ada pada diri manusia.........Jawaban menjodohkan No 3 Cocok dengan huruf.........
4.Manusia mengalami kelahiran kembali
5.Bersatunya Atma dengan Brahman
PILIHAN JAWABAN
a.Brahman
b.Atman
c.Karma Phala
d.Punarbhawa
e.Moksa
(a)
Pengertian Punarbhawa Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma. Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut. Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya. Gambar 2.1 Punarbhawa Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri. Pengetahuan tersebut diuraikan pada bhagawadgita sebagai berikut. Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti mām eti so rjuna. Terjemahannya: Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9) 34 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Hyang Widhi Wasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup. Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik
Bagian Panca Sradha Lima Keyakinan Kepercayaan umat Hindu yang sesuai adalah.....
1.Sang Hyang Widhi
2.Hasil Perbuatan Baik Buruk Manusia
3.Roh Suci yang ada pada diri manusia
4.Manusia mengalami kelahiran kembali..........Jawaban menjodohkan no 4 cocok dengan huruf.........
5.Bersatunya Atma dengan Brahman
PILIHAN JAWABAN
a.Brahman
b.Atman
c.Karma Phala
d.Punarbhawa
e.Moksa
(a)
Pengertian Punarbhawa Berdasarkan bahasa Sanskerta, punarbhawa terbentuk dari dua kata, yaitu Punar artinya lagi dan bhawa artinya menjelma. Dengan demikian, punarbhawa berarti kelahiran yang terulang ke dunia yang disebabkan oleh karma dan wasana dari kehidupan seseorang tersebut. Kejadian tersebut sangat rahasia karena yang bersangkutan atau orang yang terlahir tersebut tidak mampu mengetahui, siapa sebenarnya dirinya. Gambar 2.1 Punarbhawa Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri. Pengetahuan tersebut diuraikan pada bhagawadgita sebagai berikut. Janma Karma ca me divyam evaṁ yo vetti tatvataḥ, tyaktvā deham purnarjanma naiti mām eti so rjuna. Terjemahannya: Ia yang mengetahui sebenarnya kelahiran suci dan karya-Ku, ia tidak lahir lagi, jika meninggalkan badannya, ia datang padaku, O Arjuna. (Bhagawadgita. IV. 9) 34 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Uraian sloka tersebut menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Hyang Widhi Wasa. Kelahiran tersebut merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesempurnaan hidup. Selain itu guna mengatasi kesengsaraan dan suka duka dengan cara terus berusaha meningkatkan kualitas diri demi mencapai kesempurnaan agar bisa melepaskan diri dari keterikatan duniawi yang selanjutnya menyatu dengan Hyang Widhi Wasa dengan selalu berkarma yang baik
Bagian Panca Sradha Lima Keyakinan Kepercayaan umat Hindu yang sesuai adalah....
1.Sang Hyang Widhi
2.Hasil Perbuatan Baik Buruk Manusia
3.Roh Suci yang ada pada diri manusia
4.Manusia mengalami kelahiran kembali
5.Bersatunya Atma dengan Brahman........Jawaban Menjodohkan No 5 cocok dengan huruf.......
PILIHAN JAWABAN
a.Brahman
b.Atman
c.Karma Phala
d.Punarbhawa
e.Moksa
(a)
Penyebab terjadinya kelahiran karena dipengaruhi oleh karma wasana sebelumnya. Tiga macam Karmaphala yang mempengaruhi karma wasana sebagai berikut: 1) Sancita karmaphala, yaitu karma yang lalu, namun baru dapat di nikmati buahnya pada kelahirannya yang sekarang. 2) Prarabda karmaphala, yaitu karma yang dilakukan sekarang dan buahnya diterima sekarang juga. 3) Kriyamana karmaphala, yaitu perbuatan yang tidak sempat dinikmati sekarang. Namun akan diterima pada kehidupan yang akan datang. Oleh karena itu, sudah seharusnya setiap orang berbuat yang baik, berpikir yang baik, dan berkata yang baik. Hasilnya pasti baik sesuai dengan hukum karmaphala tersebut
Hasil perbuatan manusia yang peroleh sekarang akan dinikmati juga pada kehidupan
sekarang juga dalam ajaran Karmaphala disebut dengan (a)
Dewatwamsattwika yanti, manusyatyvam ca rajasah, tiryah twam tamasa nityam ityessa triwidha gatih. Terjemahannya: Mereka yang memiliki sifat-sifat sattwam akan mencapai alam dewata, mereka yang memiliki sifat-sifat rajah mencapai alam manusia dan mereka yang memiliki sifat-sifat tamah akan terbenam pada sifat-sifat binatang, itulah tiga jenis perbuatan. (Manawadharmasastra XlI. 40)
12.Tiga Sifat manusia ada meliputi Satwam yaitu sifat Baik,suci, Rajas sifat Giat, gresif,
semangat dan Tamas sifat Malas, Bodoh.
Tiga macam sifat manusia ini dalam ajaran agama
Hindu disebut……
(a)
Catur warna dalam kehidupan masyarakat Hindu terbagi ke dalam beberapa bagian. 1. Brahmana Warna adalah individu atau golongan masyarakat yang berkecimpung dalam bidang kerohanian. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, melainkan karena ia mendapatkan kepercayaan dan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas sebagai rohaniawan dan ahli di bidang pengetahuan. Siapapun yang memiliki Bab 3 Catur Warna dalam Kehidupan Masyarakat 59 kemampuan dan memiliki keahlian pengetahuan Weda dan pengetahuan rohani sesungguhnya mereka itu termasuk dalam profesi brahmana. Gambar 3.1 Brahmana Warna 2. Kesatrya Warna adalah seseorang atau sekelompok masyarakat yang memiliki keahlian di bidang memimpin bangsa dan negara. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, bisa juga terjadi karena ia memiliki kemampuan sebagai pemimpin atau orang yang diberi kepercayaan sebagai pemimpin. Dengan demikian mereka sebagai Kesatrya karena memiliki kelebihan dalam bidang Ilmu pengetahuan dan ilmu kepemimpinan. Dalam kenegaraan mereka yang bertugas sebagai penjaga keamanan negara, yaitu Polri dan TNI termasuk sebagai ksatrya warna. Gambar 3.2 Kesatrya Warna 3. Waisya Warna adalah seseorang atau sekelompok masyarakat yang memiliki profesi sebagai orang yang memiliki keahlian di bidang ekonomi/dagang dan pertanian. 60 Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMA/SMK Kelas X Siapapun mereka yang memiliki keahlian dibidang ekonomi, perdagangan, dan pertanian maka mereka itulah yang disebut dengan Waisya Warna. Kelompok tersebut bukan karena keturunan, melainkan karena ia mendapatkan kepercayaan dan memiliki kemampuan untuk menjalankan kewajiban untuk kebutuhan, kesejahteraan, dan kemakmuran masyarakat. Gambar 3.3 Waisya Warna 4. Sudra Warna memiliki arti bahwa kelompok masyarakat yang memiliki keahlian di bidang pelayanan atau mengabdi hanya dengan menggunakan tenaga. Keberadaan golongan ini tidak berdasarkan atas keturunan, tetapi karena mereka memiliki kewajiban untuk bekerja dengan orang lain dan mampu melaksanakan tugas dengan baik dan tulus melayani dengan kekuatan tenaga yang dimilikinya. Seseorang disebut Sudra karena ia memiliki kelebihan dalam bidang pelayanan pada kehidupan duniawi seperti seorang karyawan atau buruh
Dari Catur Warna diatas seseorang yang berkarya sebagai Petani dengan menghasilkan hasil
panen serta dinikmati oleh seluruh masyarakat, dalam Catur Warna disebut (a)
Empat Pembagian Tugas manusia menurut Hindu berdasar bakat dan kualitasnya masing-masing
disebut dengan (a)
Empat Pembagian Tugas manusia menurut Hindu berdasar bakat dan kualitasnya masing-masing
disebut dengan (a)
