Font size
WorksheetsREMEDIAL SASBK X DKV 3
Total questions: 20
Worksheet time: 17mins
Di Negeri Amplop
A. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Di negeri amplop
Aladin menyembunyikan lampu wasiatnya, malu
Samson tersipu-sipu, rambut keramatnya ditutupi topi rapi-rapi
David Copperfield dan Houdini bersembunyi rendah diri
Entah andaikata Nabi Musa bersedia datang membawa tongkatnya
Amplop-amplop di negeri amplop
mengatur dengan teratur
hal-hal yang tak teratur menjadi teratur
hal-hal yang teratur menjadi tak teratur
memutuskan putusan yang tak putus
membatalkan putusan yang sudah putus
Amplop-amplop menguasai penguasa
dan mengendalikan orang-orang biasa
Amplop-amplop membeberkan dan menyembunyikan
mencairkan dan membekukan
mengganjal dan melicinkan
Orang bicara bisa bisu
Orang mendengar bisa tuli
Orang alim bisa napsu
Orang sakti bisa mati
Di negeri amplop
Amplop-amplop mengamplopi
apa saja dan siapa saja
Sumber tinewss.com/puisi-qus-mus-di-negeri-amplop)
Setelah membaca puisi Di Negeri Amplop, bagaimana suasana hati yang digambarkan oleh penulis?
Marah
Bahagia
Kecewa
Sedih
Optimis
Masih berkaitan dengan puisi di atas, apa gagasan sesungguhnya ingin disampaikan oleh penyair?
Kritik terhadap praktik penggunaan uang sebagai cara mempermudah
Kritik terhadap penguasa yang tak peka terhadap penderitaan rakyat.
Protes terhadap aturan yang mengekang warga Indonesia
Protes mengenai larangan memberi uang kepada pengemis di jalan.
Kritik terhadap para penguasa yang suka menghamburkan uang rakyat.
Masih dari puisi nomor 1, ada banyak sekali kata ‘Amplop’ dalam puisi yang ditulis sang penyair.
Apa sesungguhnya makna amplop yang dimaksud di dalam puisi?
Amplop berisi pesan
Sumbangan sukarela
Hadiah kaget
Surat penting
Sogokan/Uang suap
Perhatikan ilustrasi dan puisi berikut!
Pada bulan Desember, tepatnya saat perayaan Hari Ibu, Albert ingin mengikuti lomba membaca puisi antarkelas yang bertemakan tentang keistimewaan seorang Ibu. Albert mencari puisi tersebut di perpustakaan. Albert menemukan buku kumpulan puisi karya Emha Ainun Najib. Setelah membacanya, ia jadi merasa menyukai puisi-puisi karya Emha Ainun Najib karena pemilihan kata yang sangat indah. Selain itu, ia juga menemukan sebuah puisi tentang ibu yang membuat Albert merasa bahwa puisi tersebut cocok dia bacakan pada saat lomba baca puisi. Berikut puisi yang ditemukan oleh Albert.
Apa alasan yang sesuai jika Albert memilih puisi “Bunda Air Mata” sebagai puisi yang ingin dibacakan pada saat lomba baca puisi?
Puisi tersebut berkaitan dengan peristiwa yang sedang dialami oleh Albert dengan ibunya
Isi dari puisi tersebut menggambarkan sikap khusus dari seorang ibu yang perlu diketahui.
Albert sudah tertarik sejak lama dengan karya-karya dari Emha Ainun Najib.
Tema yang terdapat dalam puisi tersebut menggambarkan kehidupan seorang ibu
Kata-kata dalam puisi Emha Ainun Najib sangatlah indah sehingga sesuai dengan syarat lomba baca puisi.
Perhatikan cerita berikut!
Jawaban dari pertanyaan berikut terdiri atas dua atau tiga kata. Pastikan jawaban menggunakan ejaan sesuai dengan kaidah kebahasaan yang tepat!
Siapa yang dimaksud “ia” dalam cerita di atas?
Catatan: Hanya diisi dengan huruf nonkapital dipisahkan dengan spasi (contoh: cerita eksklusif)
(a)
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Rusia Sebelum Invasi Ke Ukraina
Alih-alih deklarasi perang terbuka yang berbiaya mahal, Beliakova mendapati pemerintah justru mewujudkan ambisi politik luar negeri lewat misi rahasia atau operasi siber yang bersifat terselubung tatkala dukungan publik sedang rendah. Hal ini misalnya terjadi pada 2016 lalu. Ketika dukungan domestik terhadap pemerintah turun dan nilai tukar rubel melemah, Rusia dilaporkan terlibat dalam peretasan acara Democratic National Convention di AS, bahkan menyusun plot kudeta di Montenegro.
Kemudian, pada pertengahan 2017, Rusia melakukan serangan siber terhadap perusahan pengiriman kontainer di Denmark sampai pusat pembangkit listrik di Chernobyl, Ukraina. Ketika itu dukungan terhadap kebijakan ekonomi dan domestik sedang merosot, supir truk melancarkan aksi demo memprotes kenaikan pajak jalan, dan warga di 154 kota berdemonstrasi mengecam korupsi oleh tangan kanan Putin, Dmitry Medvedev.
Singkat kata, tingkat dukungan publik yang rendah dan isu-isu kompleks di dalam negeri tidak serta-merta mendorong administrasi Putin melancarkan perang terbuka. Ia memang bisa dipertimbangkan sebagai salah satu faktor, namun bukan alasan utama apalagi satu-satunya pendorong.
Tetap penting untuk melihat invasi Ukraina dari berbagai lensa, terutama dari kepentingan strategis politik luar negeri Putin seperti menghalau ekspansi militer NATO ke kawasan timur Eropa yang dipandang mengancam pertahanan Rusia atau mencegah demokratisasi Ukraina yang berpotensi menular ke rakyat Rusia.
Bahkan invasi ke Ukraina sepertinya bakal menenggelamkan Putin di jajak pendapat. Dalam tulisan di The Conversation, Arik Burakovsky menjelaskan bahwa perang perlu disokong dengan niat kuat dari publik dan dukungan terhadap pemimpin politik. Faktanya, perang bukan opsi favorit rakyat Rusia. Burakovsky mengutip hasil survei Levada pada Desember silam yang menyatakan separuh lebih responden tidak terpikir sama sekali tentang potensi perang dengan Ukraina.
Kemudian, sebanyak 83 persen responden punya pandangan positif tentang orang Ukraina, lalu 51 persen responden juga ingin Rusia dan Ukraina sama-sama jadi negara merdeka yang menjalin relasi baik.
Rakyat juga berpotensi semakin kecewa dengan Putin karena sanksi ekonomi dari AS dan Eropa dapat berdampak dan dirasakan langsung oleh mereka.
Burakovsky memprediksi konflik di Ukraina akan menimbulkan banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia dan justru merugikan kedudukan Putin di dalam negeri, termasuk “merusak legitimasinya dan memaksanya mengerahkan lebih banyak sumber daya dalam rangka meredam perbedaan pendapat internal.”
(Sumber: https://tirto.id/karut-marut-rusia-sebelum-invasi-putin-ke-ukraina-gpyV)
Alur yang dipakai dalam cerita tersebut adalah alur mundur. Alur mundur yang terdapat pada cerita tersebut adalah…
Peristiwa menceritakan masa-masa di sekolah.
Peristiwa ketika berada di dalam peti.
Peristiwa waktu lalu pada saat sekarang
Peristiwa waktu sekarang pada saat kecil
Peristiwa waktu yang akan datang
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Rusia Sebelum Invasi Ke Ukraina
Alih-alih deklarasi perang terbuka yang berbiaya mahal, Beliakova mendapati pemerintah justru mewujudkan ambisi politik luar negeri lewat misi rahasia atau operasi siber yang bersifat terselubung tatkala dukungan publik sedang rendah. Hal ini misalnya terjadi pada 2016 lalu. Ketika dukungan domestik terhadap pemerintah turun dan nilai tukar rubel melemah, Rusia dilaporkan terlibat dalam peretasan acara Democratic National Convention di AS, bahkan menyusun plot kudeta di Montenegro.
Kemudian, pada pertengahan 2017, Rusia melakukan serangan siber terhadap perusahan pengiriman kontainer di Denmark sampai pusat pembangkit listrik di Chernobyl, Ukraina. Ketika itu dukungan terhadap kebijakan ekonomi dan domestik sedang merosot, supir truk melancarkan aksi demo memprotes kenaikan pajak jalan, dan warga di 154 kota berdemonstrasi mengecam korupsi oleh tangan kanan Putin, Dmitry Medvedev.
Singkat kata, tingkat dukungan publik yang rendah dan isu-isu kompleks di dalam negeri tidak serta-merta mendorong administrasi Putin melancarkan perang terbuka. Ia memang bisa dipertimbangkan sebagai salah satu faktor, namun bukan alasan utama apalagi satu-satunya pendorong.
Tetap penting untuk melihat invasi Ukraina dari berbagai lensa, terutama dari kepentingan strategis politik luar negeri Putin seperti menghalau ekspansi militer NATO ke kawasan timur Eropa yang dipandang mengancam pertahanan Rusia atau mencegah demokratisasi Ukraina yang berpotensi menular ke rakyat Rusia.
Bahkan invasi ke Ukraina sepertinya bakal menenggelamkan Putin di jajak pendapat. Dalam tulisan di The Conversation, Arik Burakovsky menjelaskan bahwa perang perlu disokong dengan niat kuat dari publik dan dukungan terhadap pemimpin politik. Faktanya, perang bukan opsi favorit rakyat Rusia. Burakovsky mengutip hasil survei Levada pada Desember silam yang menyatakan separuh lebih responden tidak terpikir sama sekali tentang potensi perang dengan Ukraina.
Kemudian, sebanyak 83 persen responden punya pandangan positif tentang orang Ukraina, lalu 51 persen responden juga ingin Rusia dan Ukraina sama-sama jadi negara merdeka yang menjalin relasi baik.
Rakyat juga berpotensi semakin kecewa dengan Putin karena sanksi ekonomi dari AS dan Eropa dapat berdampak dan dirasakan langsung oleh mereka.
Burakovsky memprediksi konflik di Ukraina akan menimbulkan banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia dan justru merugikan kedudukan Putin di dalam negeri, termasuk “merusak legitimasinya dan memaksanya mengerahkan lebih banyak sumber daya dalam rangka meredam perbedaan pendapat internal.”
(Sumber: https://tirto.id/karut-marut-rusia-sebelum-invasi-putin-ke-ukraina-gpyV)
Ide pokok paragraf 1 tersebut adalah ….
Alih-alih deklarasi perang terbuka yang berbiaya mahal.
Beliakova mendapati pemerintah justru mewujudkan ambisi politik luar negeri.
lewat misi rahasia atau operasi siber yang bersifat terselubung
tatkala dukungan publik sedang rendah. Hal ini misalnya terjadi pada 2016 lalu.
Rusia dilaporkan terlibat dalam peretasan acara Democratic National Convention di AS, bahkan menyusun plot kudeta di Montenegro
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Rusia Sebelum Invasi Ke Ukraina
Alih-alih deklarasi perang terbuka yang berbiaya mahal, Beliakova mendapati pemerintah justru mewujudkan ambisi politik luar negeri lewat misi rahasia atau operasi siber yang bersifat terselubung tatkala dukungan publik sedang rendah. Hal ini misalnya terjadi pada 2016 lalu. Ketika dukungan domestik terhadap pemerintah turun dan nilai tukar rubel melemah, Rusia dilaporkan terlibat dalam peretasan acara Democratic National Convention di AS, bahkan menyusun plot kudeta di Montenegro.
Kemudian, pada pertengahan 2017, Rusia melakukan serangan siber terhadap perusahan pengiriman kontainer di Denmark sampai pusat pembangkit listrik di Chernobyl, Ukraina. Ketika itu dukungan terhadap kebijakan ekonomi dan domestik sedang merosot, supir truk melancarkan aksi demo memprotes kenaikan pajak jalan, dan warga di 154 kota berdemonstrasi mengecam korupsi oleh tangan kanan Putin, Dmitry Medvedev.
Singkat kata, tingkat dukungan publik yang rendah dan isu-isu kompleks di dalam negeri tidak serta-merta mendorong administrasi Putin melancarkan perang terbuka. Ia memang bisa dipertimbangkan sebagai salah satu faktor, namun bukan alasan utama apalagi satu-satunya pendorong.
Tetap penting untuk melihat invasi Ukraina dari berbagai lensa, terutama dari kepentingan strategis politik luar negeri Putin seperti menghalau ekspansi militer NATO ke kawasan timur Eropa yang dipandang mengancam pertahanan Rusia atau mencegah demokratisasi Ukraina yang berpotensi menular ke rakyat Rusia.
Bahkan invasi ke Ukraina sepertinya bakal menenggelamkan Putin di jajak pendapat. Dalam tulisan di The Conversation, Arik Burakovsky menjelaskan bahwa perang perlu disokong dengan niat kuat dari publik dan dukungan terhadap pemimpin politik. Faktanya, perang bukan opsi favorit rakyat Rusia. Burakovsky mengutip hasil survei Levada pada Desember silam yang menyatakan separuh lebih responden tidak terpikir sama sekali tentang potensi perang dengan Ukraina.
Kemudian, sebanyak 83 persen responden punya pandangan positif tentang orang Ukraina, lalu 51 persen responden juga ingin Rusia dan Ukraina sama-sama jadi negara merdeka yang menjalin relasi baik.
Rakyat juga berpotensi semakin kecewa dengan Putin karena sanksi ekonomi dari AS dan Eropa dapat berdampak dan dirasakan langsung oleh mereka.
Burakovsky memprediksi konflik di Ukraina akan menimbulkan banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia dan justru merugikan kedudukan Putin di dalam negeri, termasuk “merusak legitimasinya dan memaksanya mengerahkan lebih banyak sumber daya dalam rangka meredam perbedaan pendapat internal.”
(Sumber: https://tirto.id/karut-marut-rusia-sebelum-invasi-putin-ke-ukraina-gpyV)
Ide pokok paragraf terakhir yang tepat adalah….
Burakovsky memprediksi konflik di Ukraina akan menimbulkan banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia.
Banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia dan justru merugikan kedudukan Putin di dalam negeri.
Merusak legitimasinya dan memaksanya mengerahkan lebih banyak sumber daya dalam rangka meredam perbedaan pendapat internal.
Burakovsky memprediksi konflik di Ukraina akan menimbulkan banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia dan justru merugikan kedudukan Putin di dalam negeri.
Merugikan kedudukan Putin di dalam negeri, termasuk merusak legitimasinya dan memaksanya mengerahkan lebih banyak sumber daya dalam rangka meredam perbedaan pendapat internal.
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Rusia Sebelum Invasi Ke Ukraina
Alih-alih deklarasi perang terbuka yang berbiaya mahal, Beliakova mendapati pemerintah justru mewujudkan ambisi politik luar negeri lewat misi rahasia atau operasi siber yang bersifat terselubung tatkala dukungan publik sedang rendah. Hal ini misalnya terjadi pada 2016 lalu. Ketika dukungan domestik terhadap pemerintah turun dan nilai tukar rubel melemah, Rusia dilaporkan terlibat dalam peretasan acara Democratic National Convention di AS, bahkan menyusun plot kudeta di Montenegro.
Kemudian, pada pertengahan 2017, Rusia melakukan serangan siber terhadap perusahan pengiriman kontainer di Denmark sampai pusat pembangkit listrik di Chernobyl, Ukraina. Ketika itu dukungan terhadap kebijakan ekonomi dan domestik sedang merosot, supir truk melancarkan aksi demo memprotes kenaikan pajak jalan, dan warga di 154 kota berdemonstrasi mengecam korupsi oleh tangan kanan Putin, Dmitry Medvedev.
Singkat kata, tingkat dukungan publik yang rendah dan isu-isu kompleks di dalam negeri tidak serta-merta mendorong administrasi Putin melancarkan perang terbuka. Ia memang bisa dipertimbangkan sebagai salah satu faktor, namun bukan alasan utama apalagi satu-satunya pendorong.
Tetap penting untuk melihat invasi Ukraina dari berbagai lensa, terutama dari kepentingan strategis politik luar negeri Putin seperti menghalau ekspansi militer NATO ke kawasan timur Eropa yang dipandang mengancam pertahanan Rusia atau mencegah demokratisasi Ukraina yang berpotensi menular ke rakyat Rusia.
Bahkan invasi ke Ukraina sepertinya bakal menenggelamkan Putin di jajak pendapat. Dalam tulisan di The Conversation, Arik Burakovsky menjelaskan bahwa perang perlu disokong dengan niat kuat dari publik dan dukungan terhadap pemimpin politik. Faktanya, perang bukan opsi favorit rakyat Rusia. Burakovsky mengutip hasil survei Levada pada Desember silam yang menyatakan separuh lebih responden tidak terpikir sama sekali tentang potensi perang dengan Ukraina.
Kemudian, sebanyak 83 persen responden punya pandangan positif tentang orang Ukraina, lalu 51 persen responden juga ingin Rusia dan Ukraina sama-sama jadi negara merdeka yang menjalin relasi baik.
Rakyat juga berpotensi semakin kecewa dengan Putin karena sanksi ekonomi dari AS dan Eropa dapat berdampak dan dirasakan langsung oleh mereka.
Burakovsky memprediksi konflik di Ukraina akan menimbulkan banyak korban jiwa di pihak tentara Rusia dan justru merugikan kedudukan Putin di dalam negeri, termasuk “merusak legitimasinya dan memaksanya mengerahkan lebih banyak sumber daya dalam rangka meredam perbedaan pendapat internal.”
(Sumber: https://tirto.id/karut-marut-rusia-sebelum-invasi-putin-ke-ukraina-gpyV)
Kalimat pertanyaan yang sesuai dengan isi paragraf terakhir adalah…
Mengapa Burakovsky menimbulkan banyak korban?
Bagaimana Burakovsky memprediksi kerugian yang akan dialami Rusia?
Kenapa Rusia rugi dalam konflik dengan Ukraina?
Apa penyebab konflik Rusia-Ukraina?
Kapan konflik Rusia-Ukraina?
Bacalah paragraf berikut dengan saksama!
Pemimpin Yang Kikir
Pada zaman dahulu kala di daerah Banten, hiduplah seorang kepala desa yang kaya raya. Ia mempunyai banyak lahan pertanian. Namun, ia sangat kikir clan memimpin desa dengan sewenang-wenang. Ia selalu memungut pajak yang tinggi, sehingga rakyat hidup kesusahan dan seluruh penduduk membencinya. Ia juga berpikir bahwa memiliki anak dan istri adalah sebuah pemborosan. Karena itu, ia tidak mau menikah. Di tengah penderitaan rakyat, ia hidup bermewah-mewah dengan para pengawalnya.
Pada suatu hari, seorang laki-laki sakti ingin memberinya pelajaran. Laki-laki itu pun menyamar menjadi pengemis lapar berkaki pincang. Pengemis itu datang ke rumah kepala desa itu untuk meminta makan dan sedikit uang. Bukannya memberi makan, sang kepala desa justru mendorong tubuh pengemis itu hingga terjatuh dan mencaci-makinya. Pengemis itu lalu bangkit. “Hai, orang kaya yang angkuh, kau akan merasakan rasa lapar yang aku alami.
Keesokan harinya, saat bangun tidur, kepala desa yang kikir itu merasakan kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan. Ia sangat panik dengan kondisi yang dialaminya. Ia segera pengawalnya mencari tabib. Dari sekian banyak Tabib yang datang, tidak ada satu pun yang bisa menyembuhkannya. Akhirnya, Ia membuat sayembara. Siapa pun yang dapat menyembuhkannya, akan diberi setengah, dari kekayaannya.
Pengemis yang kemarin diusirnya datang, “Hai, orang kaya, ini adalah akibat dari sifat sombong dan kikirmu! Hanya ada tiga hal yang bisa menyembuhkanmu!”
“Katakanlah!” sahut si kepala desa.
“Pertama, kau harus mengubah sifat sombong dan kikirmu. Kedua, bertapalah di sebuah batu cekung di gunung karang selama tujuh hari tujuh malam. Ketiga, jika kau sembuh, penuhilah janjimu. Bagikan setengah harta kekayaanmu kepada orang-orang miskin!”
Kepala desa yang kaya itu pun melakukan hal-hal yang disebutkan oleh pengemis. Ia pergi ke gunung karang dan melewati perjalanan yang melelahkan. Ia bertapa dan berdoa selama tujuh hari tujuh malam melewati berbagai godaan.
Pada hari ketujuh, tiba-tiba batu cekung itu menyemburkan sumber mata air panas. Sang kepala desa itu segera mandi. Secara ajaib, ia pun sembuh dari kelumpuhannya.
Ia kembali ke desa dan memenuhi janjinya mendermakan hartanya kepada orang-orang miskin. Ia juga akan menikahi seorang gadis anak seorang petani miskin.
Akhirnya, kepala desa yang kaya raya itu dikenal sebagai orang yang dermawan. Warga pun sangat menyayanginya. Batu cekung tempatnya bertapa itu kini menjadi objek wisata di Kecamatan Padarincang, Ciomas, bernama Batu Kuwung. Kuwung artinya cekung. Di tempat ini, orang banyak datang untuk mandi air panas dan berdoa agar air itu berkhasiat bagi kesembuhan.
(Sumber: https://dongengceritarakyat.com/contoh-dongeng-sunda-asal-usul-batu-kuwung/)
Kalimat utama yang terdapat pada paragraf pertama adalah…
Kalimat 1
Kalimat 2
Kalimat 3
Kalimat 4
Kalimat 5
Kemeriahan Hari Kemerdekaan Tempo Dulu
Hari Kemerdekaan Republik Indonesia merupakan suatu momen gembira untuk seluruh lapisan masyarakat. Untuk memeriahkannya, ada banyak lomba yang biasanya diadakan. Tujuan utamanya adalah menciptakan kegembiraan untuk semua orang, semua lapisan masyarakat dari pusat kota hingga ke pelosok desa-desa.
Berbeda dengan saat ini, perayaan hari kemerdekaan Indonesia pada zaman dahulu lebih meriah. Setiap daerah memiliki tradisi unik untuk memeriahkan hasil perjuangan para pahlawan tersebut. Simak infografis berikut untuk mengetahuinya, ya!
Bentuk perayaan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1957 di Tidore adalah ....
Pawai mobil hias keliling dengan spanduk Merah Putih
Pawai kendaraan hias dengan pasukan berkuda
Pengibaran bendera Merah Putih
Pemutaran film di lapangan dengan konsep layar tancap
Hiu Gergaji yang Hampir Punah
Ciri khas hiu gergaji (Pristis microdon) adalah moncong panjang menyerupai pedang dengan deretan gergaji kecil yang menyamping. Hiu gergaji juga populer dengan nama pari gergaji atau hiu sentani.
Populasinya yang terancam membuat spesies ini masuk daftar merah IUCN (Uni Internasional untuk Konservasi Alam) dengan kondisi kritis (CR). Perlindungannya diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 7 tahun 1999 dan Keputusan Menteri Kelautan Perikanan nomor tahun 2013.
Hiu gergaji termasuk penghuni air tawar dan menyukai daerah tropis. Biasanya, mereka hidup di danau-danau besar, sungai besar atau rawa-rawa tertentu. Di Indonesia, hiu gergaji terdapat di Sungai Digul, Sungai Mahakam (Kalimantan), Sungai Siak dan Sungai Sepih. Sebarannya meliputi Australia, India, Papua Nugini, Afrika Selatan, dan Thailand.
Populasi hiu gergaji hampir punah karena ....
Hiu gergaji tidak mampu bertahan melawan pemanasan global.
Tidak ada tindakan dari pemerintah untuk melindungi hiu gergaji
Manusia tidak melakukan budi daya hiu gergaji
Banyak diburu untuk diambil moncong gergajinya
Pohon ber-KTP
Ternyata, pohon juga memiliki KTP-nya sendiri, lho! Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Luluk Nurhayati, KTP pohon ini digunakan sebagai penanda khusus pohon. Di Kota Solo, pemasangan KTP ini dilakukan agar kondisi pohon-pohon khususnya pohon-pohon peneduh bisa dipantau secara berkala.
Mengapa perlu dipantau? Selain memberikan banyak manfaat, seperti penghalau hawa panas, penyuplai oksigen, penunjang pemenuhan ruang terbuka hijau (RTH), hingga pengendali ketersediaan cadangan air tanah, pohon-pohon ini bisa memberi potensi bahaya bagi sekitarnya. Potensi yang paling sering dijumpai adalah tumbangnya pohon maupun patahnya dahan. Kerusakan pohon ini bisa disebabkan oleh alam maupun human error.
Penggunaan KTP pohon ini sudah dilakukan sejak 2017. Namun, pada tahun 2019 ditambahkan keterangan berupa usia dan kondisi terakhir pohon tersebut. Selain itu, di dalam KTP pohon, terdapat sebuah barcode yang bisa di-scan melalui smartphone sehingga keluar informasi berupa nama, usia, dan ketinggian pohon tersebut.
Menurut Luluk, dampak buruk akibat pohon tumbang bisa diantisipasi sejak dini dengan adanya warna khusus dalam KTP pohon tersebut. Terdapat tiga warna dalam KTP pohon, yaitu merah, kuning, dan hijau. Merah berarti sangat rawan tumbang, kuning berarti perlu perhatian karena rawan sedang atau ringan, serta hijau berarti sehat. Warna-warna ini akan memudahkan petugas melakukan pemeliharaan pohon peneduh. Apalagi, penanganan pohon yang kurang sehat tidak selalu berakhir dengan penebangan. Ada alternatif lain, seperti perempelan atau pengurangan dahan dan ranting. Jika pohon terpaksa ditebang, harus diganti dengan minimal penanaman 10 pohon baru di lokasi lain.
Tujuan dipasangnya KTP pada pohon adalah ....
Sebagai penanda agar pohon tersebut mendapatkan pemantauan berkala
Sebagai alat agar masyarakat bisa mempelajari pohon tersebut
Sebagai bahan agar pemerintah bisa mengecek perkembangan pohon
Sebagai identitas diri bagi pohon yang ada di tempat umum
Masyarakat Adat, Cerminan Kemajemukan Indonesia
Masyarakat adat mencerminkan keberagaman Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki semboyan bhinneka tunggal ika. Semboyan tersebut memiliki arti ‘berbeda-beda, tetapi satu juga’. Semboyan tersebut sesuai dengan keadaan Indonesia yang memiliki banyak keragaman. Keberagaman tersebut berasal dari suku bangsa, bahasa, dan hukum adat.
Adanya keberagaman di Indonesia dapat saling melengkapi. Hadirnya keberagaman bukan alasan untuk memicu perpecahan. Dengan adanya keberagaman, masyarakat Indonesia dapat berlatih untuk saling menghormati. Dengan demikian, di Indonesia dapat terwujud persatuan.
Informasi infografik yang tidak terdapat pada teks adalah ….
masyarakat adat sebagai cerminan keberagaman.
Makna semboyan bhinneka tunggal ika
Berbagai keberagaman di Indonesia
Manfaat hukum adat bagi masyarakat adat
Sekilas Seni Budaya Indramayu
Upacara adat yang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat alam dari Tuhan disebut ….
Sedekah bumi
Mapag tamba
Mapag sri
Ngarot
Walt Disney: Pelopor Kartun Animasi
Jumlah film yang telah diproduksi Disney sebanyak … film.
Ratusan
Lebih dari 100
Ribuan
Lebih dari seribu
Walt Disney: Pelopor Kartun Animasi
Film “Mickey Mouse” pertama kali tayang pada tahun ….
1901
1922
1928
1937
Wacana 1: Menang dari Kutukan Sepak Bola Sepak Bola adalah kutukan. Setiap hari olahraga, ketika kami, anak laki-laki, akan digiring ke lapangan sepak bola. Kami yang hanya 13 orang akan berjalan ke lapangan, terbakar matahari jelang siang, membagi kelompok sendiri dan sesuka hati menentukan posisi. Apa dayaku, anak bawang yang kadang diajak bila ada yang kosong.
Di lapangan orang menjadi demikian egois. Begitu bola sampai di kakimu, di kanan-kirimu akan ada yang bersorak, “Woi, kasih bola woiii…”, “Umpan woii, umpan…”, atau teriakan lain bernada perintah sama. Semua mengalaminya, tetapi sepertinya cuma saya yang tak tahan suasana ini. Semua orang selalu ingin hadir di depan gawang dan berharap dikenang sebagai pahlawan. Lalu, saya yang tak sepenuhnya paham teknik dan posisi, yang hanya sesekali menerima umpan, akan dikenang sebagai apa selain pecundang? Tidak, saya takkan mengambil bola untuk memberi jalan seseorang yang tak pernah berterima kasih setelahnya.
Dalam setiap permainan saya selalu dikalahkan. Menggunakan cara-cara manis mereka menenangkan saya. Namun yang sering terjadi, saya akan diajak lebih sering karena pemain kurang, dengan janji-janji muluk tadi. Jika pemain bertambah banyak, saya pun terabaikan.
Selain sepak bola, saya benci pula main perang-perangan, tinju-tinjuan, seperti waktu kecil. Sumpah mati, apa enaknya permainan ini? Kita berkelompok, saling sembunyi dan menyerang. Permainan ini tak sepenuhnya mengandalkan insting, melainkan juga kemampuan untuk keras kepala dan berdebat. Setiap yang ditinju, dipukul tak pernah mengaku mati, justru merekalah yang merasa lebih dulu menembak akan menjadi marah, setengah ingin menangis. Di tengah permainan saya memilih banyak mengalah. Terus-terusan berlari dan bersembunyi, meninju lawan tetapi selalu mati duluan, atau mundur dengan jantan dari arena dengan sorakan yang membuat tangismu bisa pecah sebelum sampai di garis aman.
Ya, apa pun itu permainannya, bisa dipastikan saya kalah. Tapi, saya tetap ingin maju di setiap pertandingan. Karena sesukar apa pun, semua permainan itu memang tampak begitu seru. Saya tak sendirian sebenarnya. Tetapi, sering kali para pecundang tak pernah memiliki ikatan persaudaraan.
Barangkali saya harus kalah setiap kali bermain sepak bola untuk memberikan kesempatan teman-teman mendapatkan kemenangan agar permainan menjadi lebih seru. Pada siang terik itu, saya menemukan suatu pencerahan. Sambil tersenyum saya mengatakan kepada diri saya sendiri, “setiap kali permainan ini terjadi, setiap kali saya pergi ke lapangan untuk bermain sepak bola, apapun yang terjadi, saya sudah menang. Setiap pecundang yang terus berangkat ke medan itulah kemenangan yang sesungguhnya”. Itulah keputusanku tentang sepakbola bagi seorang anak bawang sepertiku. Hari ini aku menyatakan bahwa aku menang dari sepakbola yang selalu menjadi kutukan. Terus berangkat adalah kemenangan.
*Cerita diadaptasi dari Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 15 November 2020) Sumber : https://lakonhidup.com/2020/11/15/kisah-sejumlah-permainan/
Mengapa tokoh saya dalam teks tersebut hanya mendapat umpan sesekali saja saat bermain sepak bola?
Ia hanya ditempatkan sebagai pemain cadangan.
Ia selalu berperan sebagai pengambil bola.
Ia kurang memahami teknik dan posisi pemain.
Ia memilih banyak mengalah dalam setiap permainan.
Ia tidak suka bermain sepak bola.
Menang dari Kutukan Sepak Bola Sepak Bola adalah kutukan. Setiap hari olahraga, ketika kami, anak laki-laki, akan digiring ke lapangan sepak bola. Kami yang hanya 13 orang akan berjalan ke lapangan, terbakar matahari jelang siang, membagi kelompok sendiri dan sesuka hati menentukan posisi. Apa dayaku, anak bawang yang kadang diajak bila ada yang kosong.
Di lapangan orang menjadi demikian egois. Begitu bola sampai di kakimu, di kanan-kirimu akan ada yang bersorak, “Woi, kasih bola woiii…”, “Umpan woii, umpan…”, atau teriakan lain bernada perintah sama. Semua mengalaminya, tetapi sepertinya cuma saya yang tak tahan suasana ini. Semua orang selalu ingin hadir di depan gawang dan berharap dikenang sebagai pahlawan. Lalu, saya yang tak sepenuhnya paham teknik dan posisi, yang hanya sesekali menerima umpan, akan dikenang sebagai apa selain pecundang? Tidak, saya takkan mengambil bola untuk memberi jalan seseorang yang tak pernah berterima kasih setelahnya.
Dalam setiap permainan saya selalu dikalahkan. Menggunakan cara-cara manis mereka menenangkan saya. Namun yang sering terjadi, saya akan diajak lebih sering karena pemain kurang, dengan janji-janji muluk tadi. Jika pemain bertambah banyak, saya pun terabaikan.
Selain sepak bola, saya benci pula main perang-perangan, tinju-tinjuan, seperti waktu kecil. Sumpah mati, apa enaknya permainan ini? Kita berkelompok, saling sembunyi dan menyerang. Permainan ini tak sepenuhnya mengandalkan insting, melainkan juga kemampuan untuk keras kepala dan berdebat. Setiap yang ditinju, dipukul tak pernah mengaku mati, justru merekalah yang merasa lebih dulu menembak akan menjadi marah, setengah ingin menangis. Di tengah permainan saya memilih banyak mengalah. Terus-terusan berlari dan bersembunyi, meninju lawan tetapi selalu mati duluan, atau mundur dengan jantan dari arena dengan sorakan yang membuat tangismu bisa pecah sebelum sampai di garis aman.
Ya, apa pun itu permainannya, bisa dipastikan saya kalah. Tapi, saya tetap ingin maju di setiap pertandingan. Karena sesukar apa pun, semua permainan itu memang tampak begitu seru. Saya tak sendirian sebenarnya. Tetapi, sering kali para pecundang tak pernah memiliki ikatan persaudaraan.
Barangkali saya harus kalah setiap kali bermain sepak bola untuk memberikan kesempatan teman-teman mendapatkan kemenangan agar permainan menjadi lebih seru. Pada siang terik itu, saya menemukan suatu pencerahan. Sambil tersenyum saya mengatakan kepada diri saya sendiri, “setiap kali permainan ini terjadi, setiap kali saya pergi ke lapangan untuk bermain sepak bola, apapun yang terjadi, saya sudah menang. Setiap pecundang yang terus berangkat ke medan itulah kemenangan yang sesungguhnya”. Itulah keputusanku tentang sepakbola bagi seorang anak bawang sepertiku. Hari ini aku menyatakan bahwa aku menang dari sepakbola yang selalu menjadi kutukan. Terus berangkat adalah kemenangan.
*Cerita diadaptasi dari Cerpen Sunlie Thomas Alexander (Jawa Pos, 15 November 2020) Sumber : https://lakonhidup.com/2020/11/15/kisah-sejumlah-permainan/
Pada mulanya, tokoh saya merasa tidak percaya diri sebab selalu kalah dan selalu menjadi pemain cadangan. Namun, pada akhirnya ia mengalami perubahan cara berpikirnya, yaitu ...
Ia mulai sadar dengan berpikir bahwa melihat permainan menjadi sangat seru sehingga selalu menang.
Ia menemukan pencerahan dengan berpikir bahwa terus berangkat ialah kemenangan yang sesungguhnya
Ia mulai berpikir bahwa menang dan kalah tidaklah penting lagi baginya karena menang kalah adalah hal biasa.
Ia mulai sadar ketika teman-temannya mendapatkan kemenangan permainan, sehingga membuatnya tertantang
Ia mulai berpikir bahwa memberikan kesempatan kepada teman-teman untuk menang bukan berarti kalah.
Aku yang Lain Ratna duduk di kursi ruang keluarga psikiater itu. Wajahnya bersimbah airmata.
Dokter Hendri sudah faham apa yang telah terjadi, dan di sini dia menemukan satu poin penting. Trauma masa kecil. “Sungguh luar biasa. Kau pasien keduaku yang mengalami kelainan mental MPD…”
Belum selesai dokter tersebut berbicara, Ratna telah menyelanya terlebih dulu. “Apa MPD? Apakah bahaya?”
“Multiple Personality Disorder, atau yang biasa kau sebut kepribadian ganda. Pada umumnya, kepribadian ganda bisa disembuhkan. Dan gejala-gejala pengidapnya telah kaualami. Pengidap penyakit ini menjalani dua kehidupan, karena pribadi yang terpecah. Biasanya, pengidapnya tidak saling kenal, dan memiliki keahlian yang berbeda. Aku duga, kau hanya memiliki satu alter. Syukurlah, hanya satu. Dibanding dengan Billy Milligan yang memiliki dua puluh empat alter, ataupun Shirley Ardell Mason yang memiliki enam belas alter. MPD bisa dikarenakan masa lalu yang buruk, hingga pengidapnya membuat satu jiwa yang lain untuk melindungi pemilik tubuh. MPD terkadang tidak diakui oleh tidak sedikit psikiater, namun banyak juga penelitian membuktikan MPD benar-benar nyata.”
Dokter Hendri menjelaskan secara rinci.
“Dan pasien pertamaku juga memiliki satu alter. Dia sembuh dengan jangka waktu tujuh tahun – waktu yang sangat lama, bukan?”
Ratna mengambil foto yang terselip di buku yang ada di mejanya. Ratna ikut melihat foto itu. “Kenapa dia begitu mirip denganku, ternyata ada juga yang seperti aku. Tidak apa. Tidak masalah,” batinnya.
“Alter, dalam bahasa Latin berarti ‘aku yang lain’. Kau memiliki ‘aku’ satu lagi dalam pikiranmu. Boleh kucoba hipnotis untuk mengetahui apa yang sebenarnya ada dalam masa lalumu?”
Ratna menggeleng keras. “Bagaimana bisa!? Aku bahkan sudah melupakannya dan sangat tidak tahu apa yang terjadi.”
Dokter Hendri tersenyum, “Nak, sebentar lagi kita akan tahu.”
***
Identitas asli mama dan ayah Ratna terkuak setelah Dokter Hendri berhasil bicara dengan Nabilah. Nabilah berkata, sebenarnya ia sangat bertolak belakang dengan Ratna. Nabilah yang sangat mandiri dan suka berbicara di depan umum, menyukai segala yang bebas dan gaya bicara yang keras, ngotot, dan aksen Arab yang kuat. Berbalik dengan Ratna yang diam, pasrah dan menurut, mereka sama-sama memiliki aksen Arab yang kuat.
Nabilah tahu Ratna, tentu saja. Namun Ratna belum tahu ada Nabilah dalam dirinya. Baru saat ini Ratna mengenal Nabilah. Yang selama ini membisikinya. Yang selama ini membuatnya tampil percaya diri di depan khalayak. Yang membuatnya lumayan tenar. Yang telah merebut setiap waktunya, pasti.
Dan soal mama dan ayah Ratna? Mereka bukanlah orangtua Ratna yang sebenarnya. Mama dan ayah Ratna sama sekali tidak mewariskan hidung mancung atau rambut yang kemerahan sejak kecil, atau aksen Arab yang kental.
Sumber dari 10 Naskah terbaik Lomba Menulis Cerita Remaja “Aku yang Lain” Karya Tuffahati Athallah disunting seperlunya untuk keperluan Asesmen Nasional.
Glosarium
Psikiater: Dokter yang ahli dalam penyakit jiwa
Apa yang terjadi kepada Ratna ketika kepribadian lainnya kembali muncul?
Berubah menjadi seseorang yang pendiam dan menyukai kebebasan.
Berubah menjadi Nabilah, seseorang yang selalu ingin memberontak.
Menjadi pasien Dokter Hendri dengan memiliki lebih dari dua kepribadian.
Menjadi sosok Nabilah yang amat berbeda kepribadian dengannya.
Menjadi sosok yang sangat ngotot dan memiliki enam belas alter.
