WorksheetsAgama Hindu (Kelompok 2)
Total questions: 15
Worksheet time: 16mins
Dharmasastra-nya sankha-likhita untuk zaman dwapara ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu Yajna (Kurban), pengetahuan tentang pelaksanaan upacara keagamaan. Dibawah ini yang merupakan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari- hari adalah...
Tri Sandya sambil bermain dengan teman.
Berkata kotor di pura.
Membuang sampah sembarangan.
Sembahyang hanya saat hari raya galungan dan kuningan.
Menjaga kesucian pura/tempat suci.
Perhatikanlah kutipan sloka di bawah ini!
“Vedo khilo dharma mūlam smṛtiṡīle ca tadvidām, ācāraṡcaiva sādhūnām ātmanastușțir eva ca”
Sloka tersebut merupakan sloka yang dijelaskan di dalam kitab…
Manawa Dharmasasta II.2
Manawa Dharmasasra II.4
Manawa Dharmasastra II.6
Manawa Darmasastra II.6
Manawa Dharmasastra II.10
Perhatikanlah kutipan sloka di bawah ini!
“Vedo ‘khilo dharma mūlam smṛtiṡīle ca tadvidām, ācāraṡcaiva sādhūnām ātmanastușțir eva ca”
Jika mengacu pada penjelasan sloka Manawa Dharmasastra tersebut, terdapat kata sile (sila), yang berarti…
Tingkah laku yang baik (terpuji).
Perbuatan-perbuatan yang dapat menyenangkan diri sendiri.
Tingkah laku yang tidak terpuji.
Perbuatan yang dapat membunuh orang lain.
Perbuatan-perbuatan yang mencelakakan orang lain.
Perhatikanlah kutipan sloka di bawah ini!
“Vedo ‘khilo dharma mūlam smṛtiṡīle ca tadvidām, ācāraṡcaiva sādhūnām ātmanastușțir eva ca”
Berdasarkan sloka di atas, kita dapat mengenal sumber-sumber hukum Hindu menurut…
Hirarkinya, yaitu Sruti, acara, Smrti, atmanastuti, dan sila.
Hirarkinya, yaitu Sruti, Smrti, sila, acara, dan atmanastuti.
Hirarkinya, yaitu Sruti, Smrthi, sila, acara, dan atmanatuti.
Hirarkinya, yaitu Smrti, Sruthi, acara, atmanastuti, dan sila.
Hirarkinya, yaitu Sruthi, Smrti, acara, atmanastuti, dan sila.
Perhatikanlah kutipan sloka di bawah ini!
“śrutis tu vedo vijñeyo dharmaśàstram tu vai smṛtiḥ, te sarvàrtheșva mīmàṁsye tābhyàm dharmo hi nirbabhau.”
Berdasarkan sloka di atas, kita dapat mengetahui bahwa…
Sesungguhnya Sruti adalah Dharmasastra, dan Smrti itu adalah Veda.
Sesungguhnya Sruthi adalah Veda, dan Smrti itu adalah Dharmasastra.
Sesungguhnya Sruti adalah Dharmasastra, dan Smrti itu adalah Veda.
Sesungguhnya Sruthi adalah Dharmasasra, dan Smrthi itu adalah Veda.
Sesungguhnya Srutih adalah Dharmasastra, dan Smrtih itu adalah Veda.
Masa Kaliyuga ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu dana, misalnya harta benda material. Melaksanakan amal sedekah (danam) pada masa Kaliyuga adalah cara manusia untuk mencapai pembebasan. Pelaksanaan sedekah tersebut menjadi persembahan yang mulia di zaman Kaliyuga seperti yang dimuat pada kitab Dharmaśastra Parasara berikut ini.
“Kutumbine daridraya srautriyaya visesatah, Yaddanam diyate tasmai tadayurvrddhi karakam”
Terjemahannya: Sedekah yang diberikan kepada sebuah keluarga yang miskin, teristimewa kepada seorang Brahmana yang mahir dalam Veda, cenderung menambah umur panjang bagi si pemberi sedekah.
Berdasarkan penjelasan sloka di atas, maka dapat dijelaskan bahwa…
Makna etika (moralitas) dapat diketahui setelah memperoleh harta benda
Makna etika (moralitas) dapat diketahui setelah memperoleh nyawa
Makna etika (moralitas) dapat diketahui setelah memperoleh penderitaan
Makna etika (moralitas) dapat diketahui setelah memperoleh kebahagiaan
Makna etika (moralitas) dapat diketahui setelah memperoleh kepuasan duniawi
Perhatikanlah kutipan terjemahan sloka di bawah ini!
Sedekah yang diberikan kepada sebuah keluarga yang miskin, teristimewa kepada seorang Brahmana yang mahir dalam Veda, cenderung menambah umur panjang bagi si pemberi sedekah.
Kutipan terjemahan sloka diatas terdapat pada kitab.......
Manawa Dharmasastra II.6
Parasara Dharmasastra XII.45
Parasara Dharmasastra I.25
Manawa Dharmasastra, II.10
Parasara Dharmasastra I.24
Masa yang ditandai oleh corak kehidupan secara khusus, yaitu Yajna (kurban) dilakukan agar manusia dapat menebus dosa. Sumber hukum Hindu yang berlaku pada masa tersebut adalah…..
Dharmasastranya Manu
Dharmasastranya Gautama
Dharmasastranya Sankha Likhita
Dharmasastranya Parasara
Dharmasastranya Dwapara
Kita sebagai manusia seharusnya bisa menjaga alam semesta dengan baik, seperti tidak mencemarkan lingkungan, menanam pohon, serta menjaga kebersihan lingkungan. Contoh diatas merupakan perilaku dari…
Dewa Yajna
Manusa Yajna
Pitra Yajna
Rsi Yajna
Bhuta Yajna
Pada masing-masing zaman berlaku hukum yang berbeda. Dharmaśastra sebagai sumber hukum Hindu yang diberlakukan pada keempat zaman. Dharmaśastra yang berlaku sebagai sumber hukum Hindu pada masa dimana kehidupan masyarakat tapa (pengekangan diri, yoga, dan samadhi) menjadi jalan menuju pembebasan adalah...
Gautama Dharmaśastra
Samkhalikhita Dharmaśastra
Manu Dharmaśastra
Parāśara Dharmaśastra
Artasastra
Berikut adalah contoh penerapan Dharmasastra sebagai sumber hukum Hindu pada zaman kaliyuga adalah…
Melakukan persembahan Yajna (kurban)
Dengan menerapkan manacika, wacika dan kayika dalam kehidupan sehari hari
Bersedekah kepada orang yg membutuhkan
Disiplin mengikuti arahan guru dan orang tua
Selalu melantunkan Tri Sandya
Kehidupan masyarakat yang penuh kedamaian dimana pada masa tersebut tidak ada manusia yang berbuat adharma walaupun hanya dalam pikiran. Pada masa itu juga disebutkan bahwa manusia hidup dalam kesetiaan. Pernyataan corak kehidupan tersebut sesuai dengan zaman.....
Zaman Tretayuga
Zaman Kaliyuga
Zaman Dwapara
Zaman Krtayuga
Zaman Yuga
Berikut adalah contoh penerapan Pitra yajna dalam kehidupan sehari-hari adalah…
Durhaka kepada orang tua
Menanam pohon di sekeliling rumah
Santun kepada semua orang suci dan guru
Memberi pertolongan antar sesama
Membahagiakan orang tua
Yang dimaksud dengan Dewa Yajna adalah…
Persembahan dan bhakti kepada Leluhur
Persembahan dan bhakti kepada Orang tua
Persembahan dan bhakti kepada Para Rsi
Persembahan dan bhakti kepada Lingkungan
Persembahan dan bhakti kepada Sang Hyang Widhi
Masa Dwaparayuga, masa yang ditandai oleh corak kehidupan khusus, yaitu Yajna (kurban). Nilai-nilai Yajna yang dapat kita terapkan saat ini melalui ajaran Panca Yajna. Panca berarti Lima, Yadnya berarti persembahan suci. Kata Yadnya berasal dari Bahasa Sanskerta dari urat kata Yāj dan masuk dalam kelas kata maskulinum yang berarti orang yang berkorban. Jadi Panca Yadnya berarti lima persembahan suci dengan tulus ikhlas. Adapun bagian-bagian dari Panca Yajna adalah…
Dewa Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna, dan Kala Yajna
Dewi Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna, dan Yajna
Bhuta Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna, dan Dewi Yajna
Dewa Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna, dan Bhuta Yajna
Yajna, Pitra Yajna, Rsi Yajna, Manusa Yajna, dan Dewi Yajna
