Font size
WorksheetsMuraja'ah Kajian Tahsin
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Manakah pernyataan tentang Makharij dan Shifatul Huruf di bawah ini yang benar?
Makharijul Huruf : Darimana Huruf Hijaiyah itu dikeluarkan
Makharijul Huruf : Bagaimana Huruf Hijaiyah itu dikeluarkan
Shifatul Huruf : Bagaimana Huruf Hijaiyah itu dikeluarkan
Semua salah
Setiap huruf hijaiyah mempunyai satu tempat keluar (Makhraj) dan 5 sifat, pernyataan ini:
Salah
Benar
Semua benar
Di bawah ini adalah tempat keluar huruf yang utama, kecuali
Gigi, langit-langit
Tenggorokan dan rongga mulut
Tenggorokan, lidah
Dua bibir, rongga hidung
Dimanakah tempat keluar huruf-huruf mad ?
Lidah
Tenggorokan
Tenggorokan & Rongga Mulut
Semua benar
Manakah pernyataan yang benar tentang dua makhraj huruf Mim (م) dan huruf Nun (ن)?
Makhraj huruf Mim (م) : dua bibir dan rongga mulut
Makhraj huruf Nun (ن): ujung lidah dan rongga hidung
Makhraj huruf Mim (م) : dua bibir dan rongga hidung
Makhraj huruf Nun (ن): ujung lidah dan rongga mulut
Manakah pernyataan di bawah ini yang salah?
Makhraj huruf Hamzah (ء) dan Ha (ه) : tenggorokan bagian bawah
Makhraj huruf 'Ain (ع) dan Ha (ح) : tenggorokan bagian tengah
Makhraj huruf Ghain (غ) dan Kha (خ): tenggorokan bagian atas
Makhraj huruf Qaf (ق) : tenggorokan bagian atas
Dimanakah makhraj huruf Qaf (ق) dan Kaf (ك)?
Tenggorokan
Tengah lidah
Ujung lidah
Pangkal lidah
Manakah huruf-huruf dua bibir ?
Huruf Fa` (ف)
Huruf Ba` (ب), Huruf Mim (م)
Huruf Waw (و)
Semua Benar
Kapan kita boleh membulatkan bibir?
Ketika mengucapkan huruf-huruf tebal.
Ketika mengucapkan huruf berharakat dhammah
Ketika mengucapkan huruf waw berharakat
Ketika mengucapkan huruf waw bersukun
Cara pengucapan huruf berharakat yang benar adalah:
Huruf berharakat Fathah: membuka mulut
Huruf berharakat Kasrah : menurunkan rahang
Huruf berharakat dhammah: membulatkan bibir
Semua benar
Di bawah ini adalah huruf-huruf Mad, kecuali :
Ya bersukun didahului oleh huruf berharakat fathah
Alif didahului oleh huruf berharakat fathah
Ya bersukun didahului oleh huruf berharakat kasrah
Waw bersukun didahului oleh huruf berharakat dhammah
Berkumpulnya mad dengan hamzah dalam satu kata,dimana posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad, contoh : ءَامَنَ، أُوْتُوْ، إِيْمَانًا adalah mad:
Mad thabi'i
Mad 'iwadh
Mad Badal
Mad asli
Pernyataan yang benar tentang mad di bawah ini adalah, kecuali :
Mad wajib Muttashil :
Mad thabi'i yang bertemu dengan hamzah dalam satu kata
Syarat mad shilah :. Ha dhamir dibaca panjang jika diapit oleh dua huruf berharakat
Mad jaiz munfashil :
Mad thabi'i yang bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda
Mad 'aridh lissukun adalah mad yang terjadi ketika kita washal (meneruskan bacaan) dan ketika waqaf (menghentikan bacaan)
Hamzah terbagi dua, yaitu :
Hamzah Qath:
hamzah yang selalu diucapkan, baik ketika memulai ucapan suatu kata, ketika washal, maupun ketika waqaf
Hamzah Washal :
hanya ada di permulaan pengucapan dan tidak dibaca saat di tengah ucapan
Semuanya benar
Alif selalu bersukun dan hanya ada pada huruf mad, sedangkan hamzah bisa berharakat dan bersukun, pernyataan ini :
Salah
Benar
Kebalikan
Hamzah washal dibaca :
Fathah, apabila berpola "الْ" (hamzah washal diikuti lam ta'rif)
Kasrah apabila harakat huruf ketiganya kasrah atau fathah atau bukan dhammah asli
Dhammah apabila harakat huruf ketiganya dhammah asli
Semua benar
Bagaimana cara membaca hamzah washal pada kata di atas?
اِنظُرْ
اُنظُرْ
اَنظُرْ
tidak dibaca
Menurut riwayat qiraah Hafs ‘an ‘Āshim, dalam Al-Qur'an terdapat beberapa bacaan graribah (istimewa/ berbeda dari yang lain), di antaranya :
Imalah
Tas-hil
Isymam
Semua Benar
وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَاۗ اِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ٤١
Menurut Imam Hafs ,hanya ada satu bacaan yang dibaca IMALAH, yaitu pada Surat Hud ayat 41 di atas, tepatnya pada kata ( مَجْرٰ۪ىهَا ). Pada dasarnya, setiap Alif yang berharakat Fathah dibaca a. Namun, khusus pada lafadz ( مَجْرٰ۪ىهَا ) dibaca
o sehingga bunyinya menjadi “majroohaa”
e sehingga bunyinya menjadi “majreehaa”
i sehingga bunyinya menjadi “majriihaa”
u sehingga bunyinya menjadi “majruuhaa”
Kata "anā" (أَنَا) di ayat/surat apapun di dalam Al-Qur'an, bila diwashalkan tidak dibaca panjang, walaupun ada huruf mad setelah huruf nun (seperti mad thabi'i), namun tetap dibaca panjang (mad thabi'i) bila diwaqafkan. Hal ini karena kata (أَنَا) termasuk 7 Alif dari 7 kata (al-alifat as-sab’ah) dalam Qira‘ah, riwayat Hafs ‘an ‘Āshim, pernyataan ini benar atau salah?
Salah
Benar
Semua Benar
Semua Salah
