Font size
WorksheetsPTS IPS Semester Ganjil 2023
Total questions: 10
Worksheet time: 52mins
Mobilitas Penduduk dan Polusi Udara
Jakarta - Dalam beberapa minggu terakhir, linimasa warga Jakarta telah dipenuhi dengan meningkatnya kekhawatiran tentang memburuknya kualitas udara di kota ini. Platform media sosial menjadi ramai dengan kiriman dari ibu-ibu yang khawatir, menyampaikan keluh kesah mereka tentang anak-anak yang menderita penyakit saluran pernapasan, mulai dari batuk yang persisten hingga asma.
Kualitas udara di Jakarta telah mencapai tingkat terburuknya, bahkan sempat menduduki posisi yang kurang menguntungkan sebagai kota terpolusi nomor satu di dunia, menyebabkan gangguan signifikan dalam kehidupan sehari-hari penduduknya. Di tengah situasi yang menantang ini, masyarakat di Jakarta seakan hanya bisa mengeluh tanpa tahu apa yang bisa dilakukan.
Udara yang buruk mungkin membuat banyak orang harus menghentikan segala aktivitasnya, terutama yang terkait dengan mobilitas seperti bekerja, sekolah, atau keperluan lainnya. Situasi polusi udara yang semakin parah ini menimbulkan ancaman besar bagi kesehatan dan kesejahteraan penduduk kota terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Selain itu polusi udara yang akut disinyalir akan memberikan dampak pula pada mobilitas penduduk perkotaan.
Hubungan rumit antara mobilitas penduduk dan polusi udara memiliki implikasi yang luas baik untuk kesehatan masyarakat maupun kualitas lingkungan. Banyak penelitian telah mengkaji dampak polusi udara terhadap mobilitas penduduk dan sebaliknya, memberikan wawasan berharga tentang dinamika kompleks yang terjadi.
Beberapa penelitian berfokus pada efek polusi udara terhadap kesehatan manusia dan bagaimana hal ini mempengaruhi mobilitas tenaga kerja. Studi seperti yang dilakukan oleh Chen et al. (2013) di China mengungkapkan bahwa paparan polusi udara dalam jangka panjang menyebabkan penurunan harapan hidup, terutama karena kematian akibat penyakit kardiorespirasi. Penurunan harapan hidup ini terkait dengan penurunan mobilitas tenaga kerja, karena individu menjadi kurang tertarik untuk pindah ke daerah dengan tingkat polusi yang lebih tinggi.
Demikian pula, Ebenstein et al. (2017) menemukan bahwa tingkat partikulat (PM10) yang tinggi di udara terkait dengan penurunan harapan hidup dan peningkatan kematian kardiorespirasi, yang dapat berdampak pada mobilitas tenaga kerja. Temuan ini menegaskan dampak negatif polusi udara terhadap mobilitas penduduk dengan secara langsung mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan individu.
Sebaliknya, mobilitas penduduk itu sendiri dapat menjadi faktor penyumbang polusi udara. Penelitian oleh Currie & Walker (2011) di Amerika Serikat mengkaji hubungan antara kemacetan lalu lintas dan kesehatan bayi. Mereka menemukan bahwa mengurangi kemacetan lalu lintas melalui penerapan sistem pengumpulan tol elektronik menghasilkan perbaikan dalam hasil kesehatan bayi, termasuk penurunan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Hal ini menunjukkan bahwa mengurangi kemacetan lalu lintas dan mempromosikan moda transportasi alternatif dapat efektif mengurangi polusi udara dan dampak kesehatannya.
Selain itu, kompleksitas penggunaan lahan dan peningkatan volume lalu lintas yang berasal dari mobilitas penduduk dapat memperburuk degradasi lingkungan dan berkontribusi pada polusi udara. Studi oleh Surya et al. (2020) di Makassar mengungkapkan bahwa mobilitas penduduk, volume lalu lintas yang tinggi, dan perubahan penggunaan lahan terkait dengan polusi kualitas udara.
Demikian pula, Chen et al. (2021) di China menemukan bahwa tingkat polusi udara lebih tinggi di daerah dengan peluang ekonomi yang lebih besar, yang cenderung menarik lebih banyak aliran penduduk. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak akan perencanaan perkotaan yang komprehensif dan kebijakan transportasi yang memperhitungkan dampak lingkungan dari mobilitas penduduk.
Pandemi COVID-19 memberikan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengkaji efek pembatasan mobilitas terhadap polusi udara. Penelitian oleh Mohajeri et al. (2021) di Inggris menemukan penurunan signifikan tingkat polusi udara, terutama nitrogen dioksida (NO2), selama periode mobilitas terbatas.
Demikian pula, Valdes dan Caballero (2021) melakukan penelitian di Wilayah Metropolitan Kota Meksiko dan mengamati perubahan tingkat polusi udara dan mobilitas transportasi publik sebagai akibat pembatasan aktivitas ekonomi. Studi-studi ini menunjukkan bahwa mengurangi mobilitas penduduk, seperti yang terlihat selama pandemi, dapat mengarah pada perbaikan yang signifikan dalam kualitas udara.
Apakah memindahkan sebagian penduduk dapat mengurangi polusi udara?
Memindahkan penduduk ke tempat lain, termasuk ke ibu kota negara baru, memiliki potensi untuk mengurangi polusi udara, sebagaimana dibuktikan oleh beberapa penelitian. Salah satu pendekatan untuk mengurangi polusi udara lokal di kota-kota yang sangat terpolusi adalah dengan memindahkan pabrik-pabrik yang intensif dalam mencemari udara keluar dari kota tersebut (Liu et al., 2022).
Memindahkan pabrik-pabrik industri dapat memberikan manfaat pengurangan emisi yang saling menguntungkan bagi daerah asal dan tujuan (Liu et al., 2022). Dengan memindahkan pabrik-pabrik dari daerah yang sangat terpolusi, konsentrasi polutan udara dapat dikurangi, yang berdampak pada peningkatan kualitas udara.
Dalam konteks Jakarta, polusi udara adalah masalah yang signifikan akibat faktor seperti peningkatan penggunaan kendaraan bermotor (Anggraini et al., 2022). Upaya untuk mengurangi polusi udara di Jakarta telah dilakukan, termasuk berbagai upaya dan model untuk perkiraan kualitas udara (Anggraini et al., 2022). Namun, memindahkan penduduk ke ibu kota negara baru berpotensi memberikan kesempatan untuk menerapkan strategi perencanaan perkotaan dan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan yang mengutamakan kualitas lingkungan dan mengurangi polusi udara.
Namun, penting untuk dicatat bahwa efektivitas memindahkan penduduk ke ibu kota negara baru dalam mengurangi polusi udara tergantung pada berbagai faktor, termasuk implementasi kebijakan dan tindakan yang tepat. Memindahkan pabrik industri dan meningkatkan sistem transportasi adalah langkah penting, tetapi harus disertai dengan standar emisi yang ketat, inovasi teknologi, dan praktik produksi yang berkelanjutan (Liu et al., 2022). Selain itu, keberhasilan mengurangi polusi udara melalui pemindahan penduduk juga bergantung pada konteks dan karakteristik khusus dari wilayah tersebut.
Sumber : https://news.detik.com/kolom/d-6891846/mobilitas-penduduk-dan-polusi-udara.
polusi udara yang akut disinyalir akan memberikan dampak pula pada?
(a)
Studi seperti yang dilakukan oleh Chen et al. (2013) di China mengungkapkan bahwa (a) ( isilah titik-titik tersebut sesuai bacaan diatas )
Pandemi COVID-19 memberikan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mengkaji efek pembatasan mobilitas terhadap (a)
Apakah memindahkan sebagian penduduk dapat mengurangi polusi udara?
jawab ya atau tidak
(a)
Dinamika Penduduk Asia
Penduduk Asia senantiasa berubah dari segi jumlah, distribusi, dan komposisinya. Perubahan tersebut dapat terjadi karena mengalami dinamika atau perubahan penduduk. Laju pertumbuhan penduduk tidak merata di setiap kawasan. Kualitas penduduk Asia ternyata bervariasi tergantung indikator HDI ( Human Development Index). Jika suatu negara memiliki HDI yang tinggi maka penduduk negara tersebut memiliki kualitas tinggi. Negara di Asia yang memiliki HDI tinggi diantaranya adalah Jepang, Korea Selatan, Singapura, Brunei Darussalam dan Saudi Arabia.
Berdasarkan teks bacaan diatas manakah pernyataan yang menurut kalian benar tentang kualitas penduduk tinggi yaitu....
A. Jepang memiliki kualitas penduduk tinggi karena penduduk Jepang memiliki angka harapa hidup yang lebih panjang
B. Laju pertumbuhan penduduk di setiap kawasan selalu merata dan bervariasi
C. Kualitas penduduk Asia semuanya memiliki HDI yang sama-sama tinggi
D. Korea Selatan memiliki kualitas pendedek tinggi karena adanya teknologi modern
Benua Eropa dijuluki benua biru, hal ini disebabkan oleh mayoritas penduduk Eropa memiliki bola mata biru dan sejak zaman dahulu banyak kerajaan terkenal sehingga ada istilah darah biru (bangsawan).
Penduduk Eropa selain beragam juga memiliki kualitas hidup sangat tinggi, namun sebagian besar
penduduknya keturunan ras kaukasoid. Penduduk Eropa mayoritas beragama Katolik.
Berdasarkan bacaan diatas, manakah pernyataan dibawah ini yang benar ?
A. Benua Eropa dijuluki benua biru
B. Sebagian besar penduduknya keturunan ras Mongoloid
C. Sebagian besar penduduknya beragama Islam
D. Kualitas hidup penduduk Eropa sebagian besar rendah
Benua Afrika
Benua Afrika sering disebut Benua Hitam karena mayoritas penduduknya mempunyai kulit berwarna hitam. Karena mayoritas penduduknya mempunyai kulit berwarna hitam. Sebutan tersebut awalnya digunakan oleh masyarakat Perancis yang dahulu banyak menjajah Benua Afrika. Afrika adalah benua terbesar ketiga setelah Asia dan Amerika dan terbanyak penduduknya setelah Asia, laju pertumbuhan penduduk Afrika sangat tinggi yaitu 2,5 % per tahun. Sebaran penduduk Afrika tidak merata. Wilayah tertentu hampir tidak berpenghuni yaitu pada wilayah gurun. Di Afrika kualitas penduduk rendah disebabkan oleh karena diantaranya harapan hidup pendek, pendidikan rendah, dan iklim ekstrim.
Berdasarkan bacaan diatas, manakah pernyataan dibawah ini yang benar
A. Benua Afrika sering disebut Benua Hitam karena mayoritas penduduknya mempunyai kulit berwarna hitam
B. Karena Afrika adalah benua terbesar ketiga setelah Asia dan Amerika
C. Karena di Afrika laju pertumbuhan penduduk sangat tinggi
D. Karena di Afrika kualitas penduduknya rendah
Benua Australia
Benua Australia memiliki ciri khas karena terletak di sebelah selatan Asia tetapi penduduknya sebagian besar adalah penduduk ras kaukasoid yang banyak berasal atau sama dengan penduduk Eropa. Populasinya sebanyak 22 juta jiwa, yang hampir 60%-nya terpusat atau berada di dekat pusat-pusat pemerintahan negara-negara bagian di daratan utama; yakni Sydney, Melbourne, Brisbane, Perth, dan Adelaide. Ibukota negara ini adalah Canberra.
Australia menganut sistem ekonomi pasar dengan PDB per kapita yang tinggi, dan angka kemiskinan yang rendah. Dolar Australia adalah satuan mata uang negara ini, termasuk pula Pulau Natal, Kepulauan Cocos (Keeling), dan Pulau Norfolk, juga negara-negara kepulauan Pasifik yang merdeka yakni Kiribati, Nauru dan Tuvalu. Setelah penggabungan Australia Stock Exchange, dan Sidney Futures Exchange pada tahun 2006, kini Bursa Efek Australia menjadi bursa saham terbesar ke-9 di dunia.
Populasi asli - Aborigin daratan utama, dan penghuni Selat Torres - terhitung sebanyak 410.003 jiwa (2,2% dari populasi keseluruhan) pada tahun 2001, suatu kenaikan yang signifikan dari 115.953 jiwa pada sensus 1976.
Bahasa Inggris Australia adalah varietas utama bahasa dengan aksen, dan kosakata yang berbeda. Tata bahasa, dan cara pengucapan adalah sama seperti bahasa Inggris Britania dengan beberapa pengecualian yang cukup terkenal.
Australia tidak memiliki agama resmi. Menurut sensus 2006, 64% orang Australia mengaku sebagai Kristen, termasuk 26%-nya sebagai Katolik Roma, 19%-nya sebagai komuni Anglikan. Kira-kira 19% populasi menyatakan diri sebagai " ireligius" ( termasuk humanisme, ateisme, agnostitisme, dan rasionalisme).
Berdasarkan data di atas pernyataan yang benar mengenai kondisi penduduk Australia yaitu... (jawaban boleh lebih dari satu)
A. Penduduk Australia sebagian besar adalah penduduk ras kaukasoid yang banyak berasal atau sama dengan penduduk Eropa
B. Australia menganut sistem ekonomi pasar dengan PDB per kapita yang tinggi, dan angka kemiskinan yang rendah.
C. Populasi asli - Aborigin daratan utama, dan penghuni Selat Torres - terhitung sebanyak 410.003 jiwa (2,2% dari populasi keseluruhan) pada tahun 2001, suatu kenaikan yang signifikan dari 115.953 jiwa pada sensus 1976.
Bahasa Ing
D. Autralia memiliki agama resmi. Kira-kira 19% populasi menyatakan diri sebagai " ireligius" ( termasuk humanisme, ateisme, agnostitisme, dan rasionalisme).
Pengaruh interaksi keruangan biasa terjadi antar negara dan antar benua. Interaksi antar ruang berpotensi memunculkan titik pusat pertumbuhan ( kota ). Hal ini terjadi karena manusia, barang, dan jasa berpindah ke suatu tempat hingga akhirnya menumpuk di sana. Ternyata, ini berdampak pada kecepatan perkembangan daerah tersebut, lahan kosong yang biasa tidak digunakan bisa berubah jadi sektor pergerakan manusia. Dari tempat padat misalnya mereka pindah ke desa yang lebih sepi dan membangun perumahan sehingga lahan tersebut fungsinya ikut berubah. Suatu ruang yang menjadi tujuan biasanya akan lebih cepat berkembang. Informasi, pengetahuan, dan teknologi pun ikut serta dalam mengembangkan mata pencaharian. Akibatnya, keberagaman sektor orientasi ekonomi terbentuk.
Dari bacaan diatas, dengan adanya informasi, pengetahuan dan teknologi yang ikut serta dalam mengembangkan mata pencaharian termasuk pada bidang pengembangan ......
A. Sosial
B. Ekonomi
C. Pendidikan
D. Budaya
