WorksheetsLatihan AKM Literasi
Total questions: 25
Worksheet time: 2hrs 5mins
Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh
“Aku tadi menawarkan bibit pohon belimbing kepada beberapa tetangga. Kalau mereka ikut menanam pohon, jalan kampung ini akan menjadi lebih teduh. Tidak seperti sekarang, ada bagian yang teduh, ada bagian yang panas,” keluhku.“ Ada yang beralasan, air sedang susah didapat. Ada yang berkata, 'Nanti, ya, tunggu musim hujan datang lagi.' Aku kecewa, Yah.”
“Hmm... Mereka tidak ingin menggunakan air terlalu banyak. Saat ini, memang sebaiknya kita hemat air,” kata Ayah. Tentu saja, aku semakin merengut. Kalau air tetap sukar didapat, tidak ada orang yang mau menanam pohon belimbing wuluh itu.
“Tapi, jangan khawatir. Masalah air untuk menyiram tanaman sebentar lagi akan terbantu oleh proyek Pak RT,” kata Ayah. “Kampung kita akan punya Pandora L.”
“Pandora L? Apa itu, Yah?”
“Ini maket dari pengolahan limbah yang baru saja selesai dibangun di kampung kita. Bangunan ini ada di dalam tanah dan berguna untuk mengolah limbah rumah tangga saja, seperti air cucian,” kata Ayah.
Air hasil pengolahan dari Pandora L digunakan untuk kegiatan menyiram tanaman dan mencuci kendaraan. Pemasangan Pandora L terletak di Kampung Genteng Candirejo di tengah kota Surabaya, ibu kota Provinsi Jawa Timur.
(Diadaptasi dari Hijau Kampungku di Tengah Kota: Aku dan Belimbing Wuluh karya Tyas KW)
Di bawah ini adalah hal-hal yang menjadi topik pembicaraan antara tokoh Aku dan Ayah, kecuali ...
kekurangan air di musim kemarau
alat untuk mengolah air
pengadaan biaya untuk pemasangan pandora
penanaman belimbing wuluh
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Dalam cerita, tokoh menggambarkan sekolah yang dimasukinya sebagai sekolah yang tidak layak. Pilihlah gambaran sekolah yang sesuai dengan teks!
Jendela-jendela sekolah yang mulai rapuh karena rayap.
Bangunan sekolah yang akan roboh.
Lapangan sekolah yang berdebu.
Bangku-bangku di sekolah yang sudah doyong
Di perkotaan, anak-anak dapat mudah bersekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Namun, tidak demikian bagi anak-anak yang berada di pedesaan.
Simak tiga cuplikan berikut dari Buku Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
Teks 1:
“Hari itu adalah hari yang agak penting: hari pertama masuk SD. Di ujung bangku-bangku panjang tadi ada sebuah pintu terbuka. Kosen pintu itu miring karena seluruh bangunan sekolah sudah doyong seolah akan roboh.”
(Hirata, 2008, hal. 1)
Teks 2:
“Aku cemas… karena beban perasaan ayahku menjalar ke sekujur tubuhku…Aku tahu beliau sedang gugup dan aku maklum bahwa tak mudah bagi seorang pria berusia empat puluh tujuh tahun, seorang buruh tambang yang beranak banyak dan bergaji kecil, untuk menyerahkan anak laki-lakinya ke sekolah. Lebih mudah menyerahkannya pada tauke pasar pagi untuk jadi tukang parut atau pada juragan pantai untuk menjadi kuli kopra agar dapat membantu ekonomi keluarga.”
(Hirata, 2008, hal. 2)
Teks 3:
“Keluarga Lintang berasal dari Tanjung Kelumpang, desa nun jauh di pinggir laut. Menuju ke sana harus melewati empat kawasan pohon nipah, tempat berawa-rawa yang dianggap seram…. Selain itu di sana juga tak jarang buaya sebesar pangkal pohon sagu melintasi jalan. Kampung pesisir itu secara geografis dapat dikatakan sebagai wilayah paling timur di Sumatra, daerah minus nun jauh masuk ke pedalaman Pulau Belitong.”
(Hirata, 2008, hal. 11)
Hirata, Andrea. 2008. Laskar Pelangi. Jakarta : Bentang Pustaka.
Lintang berasal dari mana?
(a)
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa permintaan Siti dan Udin dalam doanya?
Ingin bersekolah
Ingin bernyanyi
Ingin bekerja
Ingin bertamasya
Siti dan Udin di Jalan
Siti dan Udin namanya. Muka mereka penuh debu.
Dengan baju rombengan, mereka menyanyi di tengah kebisingan.
Pagi sampai malam, mereka tersenyum dalam peluh,
menyapa om dan tante, mengharap receh seadanya.
Beribu Siti dan Udin berkeliaran di jalan-jalan,
dengan suara serak dan napas yang sesak oleh polusi.
Kalau hari ini bisa makan, alhamdulillah.
Siti dan Udin tetap berdoa agar mereka bisa sekolah dan punya rumah berjendela.
(Februari 2003)
Apa yang dilakukan Siti dan Udin di jalan?
(a)
Perhatikan langkah-langkah berikut
(1) Membuat sinopsis
(2) Membaca Novel secara keseluruhan
(3) Merangkai ringkasan berdasarkan hal-hal penting
(4) Menulis identitas novel (judul dan pengarang)
(5) Mencatat hal-hal penting
Langkah-langkah membuat sinopsis novel adalah................
(1) – (2) – (4) – (3) – (5)
(1) – (3) – (4) – (5) – (2)
(2) – (3) – (5) – (2) –(4)
(2) – (5) – (3) – (1) – (4)
Senam Poco-Poco
Tina sudah siap hari ini. Di sekolahnya akan ada lomba senam poco-poco. Bapak Guru sudah mengajarkan senam ini kepada Tina dan teman-temannya. Pada awalnya, senam poco-poco biasa dilakukan oleh tentara dan polisi setiap pagi.
Senam poco-poco tidak susah. Tina sudah berlatih bersama teman-temannya. Semua sudah menghafal gerakannya.
Tina harus melangkah ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri. Setelah itu, Tina harus melangkah ke belakang dan kembali lagi ke depan.
Tina senang bisa ikut lomba senam poco-poco. Senam poco-poco dilakukan oleh beberapa orang secara bersama-sama.
Manakah yang termasuk manfaat senam yang dilakukan bersama-sama?
Pilih jawaban lebih dari satu!
Menjaga kekompakan antarteman.
Membuat hati riang gembira.
Menjadi lebih bersemangat.
Menambah pintar dan cerdas.
Hasil panen paling tinggi ditunjukkan pada tahun?
2016
2018
2017
2019
Olahraga yang paling diminati siswa adalah....
Sepak Bola
Badminton
Bola Voli
Sepeda
“Permisi, boleh kami masuk ke dalam, ya, Pak?”
“Boleh kami lihat kamar mandinya, Bu?”
Pagi itu, sekelompok ibu berseragam biru menyapa warga di setiap rumah di Jalan Mustika.
"Ibuuu (a) Ada pasukan biru!" seru Nuha.
"Oh iya, hari ini hari Minggu pekan kedua, ya?" sahut Ibu.
Nuha beranjak ke pintu depan dan membukakan pintu untuk tamu mereka.
Hari Sabtu lalu, Nuha membantu ayahnya membersihkan halaman rumah. Pagi itu, bak kamar mandi pun sudah dikuras ibunya.
Rumah Nuha siap menerima pasukan biru!
"Eh, Nuha!” sapa Mbak Nurul, salah satu petugas berseragam biru itu.
“Halamannya rapi. Wah, ada pohon serai untuk menghalau nyamuk juga!” Mbak Nurul memuji.
Ibu mempersilakan mbak Nurul masuk. Mereka pun langsung menuju kamar mandi.
Keluar dari sana, Mbak Nurul mengacungkan ibu jarinya. Nuha tersenyum. Tak ada kartu kuning hari ini.
"Jangan lupa ikut gerebek jentik minggu depan ya, Bu?" pesan Mbak Nurul sebelum meninggalkan rumah.
Ibu menganggukkan kepala.
“Apa gerebek jentik itu, Bu?” tanya Nuha.
“Oh, itu kerja bakti membersihkan selokan, taman, dan lapangan agar tidak ada sarang nyamuk,” jawab Ibu.
“Kita, kan, mau mencegah demam berdarah atau penyakit dari nyamuk lainnya,” lanjutnya.
Rasanya Nuha tak sabar menunggu minggu depan.
Di mana Nuha dan keluarganya tinggal?
Pilihlah jawaban yang tepat!
Berapa lama telur komodo akan menetas?
Dua bulan.
Empat bulan.
Delapan bulan.
Pilihlah jawaban yang tepat!
Cerita di atas menceritakan tentang….
makanan Komodo
bayi Komodo
pulau Komodo
AYO MENCARI CAPUNG
Ibu Guru memberi tugas kepada Sukma dan Trisna
Mereka diminta untuk mengamati serangga
Mereka berdiskusi tentang hewan apa saja yang termasuk jenis serangga
Trisna mengatakan bahwa salah satu contoh serangga adalah capung
“Ayo, kita mencari capung!” ajak Trisna
“Memangnya capung serangga?” jawab Sukma
“Iya,” Trisna meyakinkan Sukma
Mereka pergi ke lapangan untuk menangkap capung
Mula-mula mereka belum berhasil menangkap capung
Namun, tiba-tiba Sukma berteriak
“Hai, lihat! Ada sarang laba-laba!"
"Yuk, kita gunakan untuk menangkap capung!”
Sukma dan Trisna menggunakan sarang laba-laba untuk menangkap capung
“Hup!” Mereka berhasil menangkap capung dengan sarang laba-laba itu
Sukma dan Trisna mengamati capung tangkapan mereka
Mereka pun berhasil membuktikan bahwa capung termasuk jenis serangga
Menurut mereka, capung termasuk serangga karena
sayapnya ada 4 badannya beruas-ruas matanya unik, dan jumlah kakinya 6
Dengan hati gembira, Sukma dan Trisna menyerahkan tugas mereka kepada Ibu Guru
Siapa yang mengajak Sukma mengamati capung?
(a)
AYO MENCARI CAPUNG
Ibu Guru memberi tugas kepada Sukma dan Trisna
Mereka diminta untuk mengamati serangga
Mereka berdiskusi tentang hewan apa saja yang termasuk jenis serangga
Trisna mengatakan bahwa salah satu contoh serangga adalah capung
“Ayo, kita mencari capung!” ajak Trisna
“Memangnya capung serangga?” jawab Sukma
“Iya,” Trisna meyakinkan Sukma
Mereka pergi ke lapangan untuk menangkap capung
Mula-mula mereka belum berhasil menangkap capung
Namun, tiba-tiba Sukma berteriak
“Hai, lihat! Ada sarang laba-laba!"
"Yuk, kita gunakan untuk menangkap capung!”
Sukma dan Trisna menggunakan sarang laba-laba untuk menangkap capung
“Hup!” Mereka berhasil menangkap capung dengan sarang laba-laba itu
Sukma dan Trisna mengamati capung tangkapan mereka
Mereka pun berhasil membuktikan bahwa capung termasuk jenis serangga
Menurut mereka, capung termasuk serangga karena
sayapnya ada 4 badannya beruas-ruas matanya unik, dan jumlah kakinya 6
Dengan hati gembira, Sukma dan Trisna menyerahkan tugas mereka kepada Ibu Guru
Hewan apa yang Sukma dan Trisna tangkap?
Kupu-kupu
Capung
Belalang
TAMAN BERMAIN ANAK
Namaku Doni dan rumahku di Jakarta Pusat
Rumahku sangat dekat dengan Monas
Sayangnya halaman rumahku tidak seluas halaman Monas
Aku bahkan tidak memiliki halaman rumah
Di sekeliling rumahku hanya ada tembok tetangga
Di depan rumahku jalan sempit dan ramai
Untunglah, di dekat rumahku ada taman bermain yang sangat luas
Di sini aku bisa berkumpul dan bermain bersama teman-teman
Bermain ayunan, jungkat-jungkit, juga sepak bola
Rumah Doni sangat dekat dengan…
(a)
TAMAN BERMAIN ANAK
Namaku Doni dan rumahku di Jakarta Pusat
Rumahku sangat dekat dengan Monas
Sayangnya halaman rumahku tidak seluas halaman Monas
Aku bahkan tidak memiliki halaman rumah
Di sekeliling rumahku hanya ada tembok tetangga
Di depan rumahku jalan sempit dan ramai
Untunglah, di dekat rumahku ada taman bermain yang sangat luas
Di sini aku bisa berkumpul dan bermain bersama teman-teman
Bermain ayunan, jungkat-jungkit, juga sepak bola
Klik pada pilihan jawaban yang tepat!
Mengapa Doni bermain bola di taman?
Rumah Doni tidak memiliki halaman yang luas
Di depan rumah bersama dengan teman-teman
Doni lebih senang bermain di rumah teman
AYO MENCARI CAPUNG
Sukma dan Trisna mendapat tugas sains dari Ibu Guru untuk mengamati serangga.
Mereka berdiskusi tentang hewan apa saja yang termasuk jenis serangga.
Trisna mengatakan bahwa salah satu contoh serangga adalah capung.
“Ayo, kita mencari capung!” ajak Trisna.
“Memangnya capung serangga?” jawab Sukma.
“Iya,” Trisna meyakinkan Sukma.
Mereka pergi ke lapangan yang terdapat banyak capung.
Mula-mula mereka belum berhasil menangkap capung.
Namun tiba-tiba Sukma berteriak,
“Hai, lihat! Ada sarang laba-laba!
Yuk, kita gunakan untuk menangkap capung!”
Sukma dan Trisna membuat sarang laba-laba untuk menangkap capung.
“Hup!” Mereka berhasil menangkap capung dengan sarang laba-laba itu.
Sukma dan Trisna mengamati capung tangkapan mereka dan
berhasil membuktikan bahwa capung memang termasuk jenis serangga, karena:
Sayapnya ada 4. Badannya beruas-ruas. Matanya unik. Jumlah kakinya 6.
Dengan hati gembira, Sukma dan Trisna menyerahkan
hasil pengamatan serangga mereka kepada Ibu Guru.
Klik pada pilihan jawaban yang tepat!
Apa kegiatan Sukma dan Trisna sebelum pergi ke lapangan untuk mencari serangga?
Berencana untuk menangkap capung.
Membuat jaring laba-laba.
Pergi ke halaman sekolah.
Kalian boleh klik lebih dari satu pilihan jawaban!
Makhluk apa saja yang hidup di bumi?
Hewan.
Gedung.
Manusia
Mela mempunyai teman baru di kelasnya
Namanya Arini
Mela ingin mengajak Arini bermain sepeda di taman kota
Sayangnya, Arini belum tahu letak taman kota
Kemudian, Mela membuat sebuah denah untuk Arini
Klik pada satu pilihan jawaban!
Menurut denah tersebut, di mana letak taman kota?
Di samping rumah Mela
Di seberang masjid
Di seberang toko buku
Mela mempunyai teman baru di kelasnya. Namanya Arini. Mela ingin mengajak Arini bermain sepeda di taman kota. Sayangnya, Arini belum tahu letak taman kota. Mela membuat sebuah denah untuk Arini.
Klik pada satu pilihan jawaban!
Sekolah terletak di jalan....
Jalan Pelajar
Jalan Nasional
Jalan Ahmad Yani
Klik pada satu pilihan jawaban!
Siapa yang membuat bumi sakit?
Hewan.
Manusia.
Matahari.
Klik pada satu pilihan jawaban!
Mengapa Bumi berterima kasih pada anak-anak itu? Karena mereka telah ....
hidup di bumi
bermain di bumi
merawat bumi
Senam Poco-Poco
Tina sudah siap hari ini
Di sekolahnya akan ada lomba senam
Senam poco-poco namanya
Bapak Guru yang mengajarkan senam ini
Tina sudah berlatih bersama teman-temannya
Senam poco-poco tidak susah
Semua sudah hafal gerakannya
Tina harus melangkah ke kanan, lalu kembali lagi ke kiri
Setelah itu, melangkah ke belakang dan kembali lagi ke depan
Tina senang bisa ikut lomba senam poco-poco
Siapakah yang akan berlomba senam poco-poco di sekolah?
Tina.
Tina dan teman-temannya
Bapak Guru
Tina dan Bapak Guru
Mela mempunyai teman baru di kelasnya. Namanya Arini.
Mela ingin mengajak Arini bermain sepeda di taman kota.
Sayangnya, Arini belum tahu letak taman kota.
Mela membuat sebuah denah untuk Arini.
Klik pada beberapa pilihan jawaban!
Menurut kamu, mana judul yang paling cocok untuk tulisan itu?
Denah Menuju Taman Kota
Mencari Taman Kota
Denah Kota Kita
Menurut poster itu, kapan waktu yang baik untuk menggosok gigi?
Setiap selesai makan
Setiap sebelum makan
Setiap sebelum tidur
