wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ATS Socious Logos X

Total questions: 20

Worksheet time: 1hrs 14mins

Name
Class
Date
1.

Sebutan untuk kaum kelas atas yang menguasai alat Produksi bagi masyarakat Eropa adalah...

(a)  

2.

Sebutan bagi Kaum Kelas bawah yang tidak memilik alat-alat Produksi pada masyarakat Eropa adalah...

(a)  

3.

Karl Marx merupakan tokoh pemikir yang menyusun teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik, Teori yang disusunnya disebut (a)  

4.

Alca Tertarik untuk mengadakan Penelitian mengenai Fenomena LGBT, Ia ingin mengetahui apa yang menyebabkan LGBT marak di masyarakat . Dalam penelitiannya Alca melakukan observasi ke lapangan dan mengadakan pendekatan dengan komunitas LGBT tersebut, untuk mendapatkan data dan informasi yang akurat. Hal yang dilakukan Alca berkaitan dengan ciri sosiologi, yaitu (a)  

5.

Belakangan ini sedang marak permasalahan mengenai Polusi Udara khususnya di Perkotaan, Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, Para sosiolog banyak mengadakan observasi untuk mencari sebab serta akibat dari permasalahan Polusi Udara. Berdasarkan hasil survei didapatkan bahwa penyebab Polusi udara diantaranya adalah berasal dari asap kendaraan bermotor dan Pencemaran asap serta limbah pabrik. Dari Polusi udara ini juga menyebabkan penyebaran penyakit yang sangat berdampak bagi kesehatan masyarakat.

Observasi yang dilakukan mengenai permasalahan polusi udara menunjukkan ciri sosiologi yaitu...

(a)  

6.

Paradigma Sosiologi yang membahas mengenai perilaku individu yang menimbulkan akibat atau perubahan dalam tindakan selanjutnya adalah (a)  

7.

Berdasarkan gambar disamping, menunjukkan Peran dan Fungsi Sosiologi sebagai (a)  

8.

Pemerintah mengungkap beberapa alasan dibalik terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja
Pemerintah mengklaim melakukan berbagai upaya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja demi menurunkan jumlah pengangguran dan menampung pekerja baru serta mendorong pengembangan koperasi dan UMKM.
Menurut Hasil Survei, Indonesia masih membutuhkan penciptaan kerja yang berkualitas dengan empat alasan. Empat alasan tersebut yaitu; pertama, jumlah angkatan kerja pada Februari 2022 sebanyak 144,01 juta orang atau naik 4,20 juta orang dibanding Februari 2021. Kedua, penduduk yang bekerja sebanyak 135,61 juta orang, di mana 81,33 juta orang alias 59,97 persen bekerja pada kegiatan informal. Ketiga, pandemi covid-19 berdampak kepada 11,53 juta orang atau 5,53 persen penduduk usia kerja. Rinciannya, pengangguran 0,96 juta orang, bukan angkatan kerja 0,55 juta orang, tidak bekerja 0,58 juta orang, dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja 9,44 juta orang. Keempat, dibutuhkan kenaikan upah yang pertumbuhannya sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan produktivitas pekerja.

Berdasarkan narasi diatas dapat disimpulkan ,Fungsi dan Peran Sosiologi sebagai (a)  

9.

Gambar disamping, menunjukkan Permasalahan masyarakat yang dikaji dalam Cabang Ilmu Sosiologi (a)  

10.

Konsep yang membagi peran sesuai dengan gender menjadi salah satu alasan mengapa Indonesia bisa menjadi negara fatherless.

Konsep yang familiar dimana ayah bertugas mencari nafkah dan ibu mengurus urusan domestik termasuk mengurus anak, Rupanya, hal tersebut menjadi salah satu penyebab utama anak Indonesia banyak kehilangan sosok ayah dalam proses tumbuh kembangnya.

Hal ini sejalan dengan laporan State of the World’s Fathers yang menyebutkan jika para ayah diharapkan bekerja ke luar rumah untuk mencari nafkah,

Faktor tersebut, melahirkan faktor lain yang juga menjadi penyebab seorang anak bisa mengalami fatherless, seperti pernikahan jarak jauh, orang tua terlalu sibuk, hingga orang tua bercerai.

Dapat disimpulkan, penyebab utama fenomena fatherless adalah alasan ekonomi, sosial, dan budaya, Budaya patriarki yang masih sangat melekat di Indonesia membuat peran ayah yang juga dibutuhkan dalam pengasuhan anak perlahan menjadi hilang, dan seolah-olah, ayah tidak memiliki waktu untuk ‘hadir’ karena harus mencari nafkah.

Berdasarkan narasi diatas, Permasalahan tersebut merupakan permasalahan yang dikaji dalam cabang ilmu Sosiologi (a)  

11.

Ibu Renata memiliki bakat memasak, Setiap Pagi Ia melakukan aktivitas memasak untuk menyiapkan bekal anak-anaknya, Hal yang dilakukan Ibu Renata adalah sebuah Tindakan Individu. Suatu hari Ibu Renata mencoba mempublikasikan bakat memasaknya dengan membuat konten memasak, konten tersebut di posting melalui akun media sosial nya, agar masyarakat dapat mengetahui resep masakan dan tutorial memasak yang dilakukan ibu Renata, Dari konten tersebut Ibu Renata mendapat banyak follower, like dan juga komentar dari postingannya. Hal yang dilakukan Ibu Renata termasuk (a)  

12.

Gambar disamping merupakan Bentuk Gejala sosial atas dasar Tindakan yang dilakukan oleh Kelompok , yang disebut (a)  

13.

Tayangan film anime membuat beberapa orang menjadi terinspirasi untuk bisa tampil dan meniru karakter yang ada di film tersebut. Tak hanya film anime yang ditayangkan di tv swasta saja, adanya teknologi yang semakin canggih membuat pencinta anime semakin mudah mengakses berbagai tayangan anime Jepang yang beragam. Budaya Jepang ternyata cukup diminati di Indonesia, bahkan di Bandung terdapat kumpulan komunitasnya yang bernama Komunitas Cosplay Bandung. Komunitas Cosplay Bandung ternyata sudah cukup lama lahir di Bandung.

Adi Wiguna adalah satu di antara beberapa anggota cosplay yang sudah cukup lama aktif di komunitas ini. Adi mengatakan, komunitas cosplay sudah ada sejak 2010 di mana saat itu peminat cosplay belum ramai seperti sekarang. Cosplay adalah sebuah hobi yang nge-trend di kalangan pencinta budaya anime Jepang.

Pelaku cosplay biasanya disebut cosplayer, mereka hobi menggunakan pakaian, aksesoris, dan riasan wajah seperti tokoh dalam anime, manga, game, dan film kartun.

Berdasarkan narasi diatas, dapat dikategorikan sebagai bentuk gejala sosial dalam Pengelompokan sosial berdasarkan (a)  



14.

Seperti diketahui pawai ogoh-ogoh di Bali digelar setiap tahun sekali, pawai ini hampir bisa kita temukan di seluruh pelosok desa dan kota dalam rangkaian upacara Ngerupuk (Pengrupukan) yang dilaksanakan sehari sebelum Hari Raya Nyepi.

Pawai ogoh-ogoh tersebut tentunya tidak asing lagi bagi penduduk lokal, tetapi akan cukup spesial bagi wisatawan yang sedang liburan di pulau Dewata Bali, bisa menyaksikan budaya dan tradisi unik masyarakat Bali dari dekat.elain untuk ritual juga sebagai hiburan, di Bali momen ini biasanya sangat ditunggu oleh kaum muda untuk bisa mengekspresikan jiwa seninya, serta para kaum dewasa, anak-anak dan bahkan wisatawan antusias untuk menyaksikan momen tersebut.Untuk menghindari gesekan dalam pawai ogoh-ogoh di Bali, apalagi peserta arak-arakan didominasi oleh para remaja yang memiliki tingkat emosional tinggi, pemerintah dan desa setempat biasanya memberlakukan kebijakan dan aturan ketat.

Seperti rute-rute yang sudah ditentukan, arak-arakan sesuai nomer urut dan juga menentukan titik keramaian tempat ogoh-ogoh tersebut beratraksi serta melibatkan aparat polisi dan juga pecalang (polisi adat).

Pecalang sebagai perangkat adat dalam sebuah desa atau Banjar adat di pulau Dewata Bali, sangat dihormati dan disegani, sehingga prosesi yang melibatkan orang banyak tersebut bisa berjalan baik.

Berdasarkan narasi diatas, dapat dikategorikan bahwa pawai ogoh-ogoh pada masyarakat Bali, termasuk bentuk gejala sosial dalam pengelompokan sosial berdasarkan (a)  

15.

Menurut Aristoteles , Masyarakat tidak terbentuk dengan sendirinya, Ada Interaksi dan Timbal Balik yang membentuk masyarakat itu sendiri. Hal ini menandakan bahwa Masyarakat bukan merupakan sesuatu yang diam (statis ) melainkan sesuatu yang terus bergerak atau disebut (a)  

16.

Peristiwa yang mengawali Lahirnya Sosiologi yang terjadi pada masyarakat Eropa, Adalah Perubahan yang terjadi pada masyarakat yaitu Perubahan dari tenaga Manusia , mejadi Tenaga Mesin. Perubahan ini disebut (a)  

17.

Sekaten merupakan salah satu upacara tradisional yang berkembang di dalam kehidupan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta.  Upacara Sekaten adalah upacara tradisional yang diselenggarakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad S.A.W. Upacara ini diselenggarakan secara periodik satu tahun sekali yaitu setiap tiap tanggal 5 sampai 11 Rabi’ul Awal (atau dalam kalender Jawa disebut bulan Mulud). Upacara sekaten tersebut ditutup pada tanggal 12 Rabi’ul Awal dengan menyelenggarakan upacara Garebeg Mulud.

            Upacara Sekaten pada hakekatnya adalah suatu tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Pada mulanya, upacara tersebut diselenggarakan tiap tahun oleh raja-raja di Tanah Hindu, berwujud selamatan atau sesaji untuk arwah para leluhur. Namun dalam perkembangannya, Upacara Sekaten sebagai sarana untuk menyebarkan agama Islam melalui kegiatan kesenian gamelan. Penyebarluasan agama Islam menggunakan media berupa kesenian gamelan karena masyarakat saat itu menggemari kesenian Jawa dengan gamelannya. Sehingga, untuk memperingati Maulid Nabi   Muhammad SAW tidak  lagi dengan kesenian rebana, melainkan dengan kesenian gamelan.

Berdasarkan narasi diatas , Upacara Sekaten merupakan Bentuk Gejala Sosial (a)  

18.

Sosiologi memiliki peran dan fungsi untuk membantu memberikan informasi dan data terkait dengan Permasalahan masyarakat , mulai dari Penyebab permasalahan, dampak Permasalahan dan Kebutuhan dalam Permasalahan masyarakat . Hal ini merupakan salah satu tahap yang dilakukan sosiologi pada perannya dalam pembangunan. Yaitu tahap

(a)  

19.

Kebijakan Relokasi yang dilakukan Pemerintah, Ternyata dirasa kurang efektif , Karena yang terjadi di lapangan banyak warga yang tidak mau direlokasi dan tetap bertahan di tempat tinggal asalnya. Melihat hasil kebijakan tersebut , maka diperlukan alternatif kebijakan lainnya yang dirasa lebih efektif untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Berdasarkan narasi diatas dapat dikategorikan tahap yang dilakukan pemerintah dalam Pembangunan adalah tahap (a)  

20.

Suku Baduy meminta pemerintah untuk memutus koneksi internet di wilayah mereka untuk meminimalkan "dampak negatif" dari dunia maya, kata para petinggi suku tersebut pada Jumat (9/6).elompok Baduy Dalam meminta pihak berwenang untuk menutup akses internet atau mengalihkan menara telekomunikasi terdekat sehingga sinyal tidak sampai ke mereka, menurut surat yang dilihat oleh AFP. Permintaan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meminimalisasi dampak negatif telepon pintar terhadap masyarakat kami,” tulis perwakilan Baduy.

Mereka berpendapat menara telekomunikasi yang dibangun di dekat wilayah mereka dapat mengancam kehidupan mereka dan moral anak muda yang mungkin tergoda untuk menggunakan internet.

Berdasarkan narasi diatas, Permasalahan yang terjadi dalam masyarakat Baduy, dapat dikategorikan sebagai Permasalahan yang dikaji dalam cabang Imu Sosiologi (a)