wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Ajaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri

Total questions: 15

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Punarbhava adalah padanan dari kata Saṃsāra, yang mempunyai arti lahir kembali (reinkarnasi). Punarbhava atau Saṃsāra sangat berhubungan erat dengan Karma Phala; sebab kelahiran seseorang akan ditentukan melalui . . . . .

a)

Karma Wasana

b)

Rajin melaksanakan Puja Tri Sandhya

c)

Sembahyang setiap hari

d)

Banyaknya Yadnya yang dihaturkan

e)

Berbakti kepada orang tua

2.

Sebelum bersatunya Ātmān dan Brahman, manusia akan terus berreinkarnasi secara berkala. Jadi, saat menjelma sebagai manusia lah yang dikatakan paling utama; sebab dengan menjelama sebagai manusia akan dapat memilah mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk, serta dapat melakukan suatu perbuatan-perbuatan baik supaya bisa mecapai penyatuan dengan Tuhan atau yang dalam bahasa jawa kuno disebut sebagai . . . . .

a)

Amor Ing Acintya

b)

Manunggaling Kawula Gusti

c)

Satyam Sivam Sundaram

d)

Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti

e)

Vasudhaiva Kutumbakam

3.

Manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Akan tetapi, itu masih merupakan sebuah rahasia. Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri tersebut. Uraian tentang rahasia kelahiran tersebut tertuang dalam śloka . . . . .

a)

Bhagavad Gītā. IV. 9

b)

Bhagavad Gītā. IV. 7

c)

Bhagavad Gītā. VI. 7

d)

Bhagavad Gītā. VI. 9

e)

Bhagavad Gītā. V. 9

4.

Dalam pustaka suci Slokantara. 68 disebutkan: “karma phala ngaran ika palaning gawe hala hayu” yang mengandung arti bahwa karma phala adalah hasil (phala) dari baik buruknya suatu perbuatan (karma). Hukum karma (karma phala) ini sesungguhnya sangat berpengaruh terhadap baik buruknya semua makhluk, sesuai dengan . . . . .

a)

Perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup

b)

Perbuatan baik dan perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup

c)

Perbuatan baik yang dilakukan semasa hidup

d)

Tidak melakukan perbuatan apa-apa

e)

Berbuat baik hanya pada saat tertentu

5.

Realita Punarbhava disebabkan oleh Karma Phala !

Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan ajaran Punarbhava sebagai wahana memperbaiki kualitas diri adalah . . . . .

a)

Kelahiran sebagai manusia merupakan suatu anugerah

b)

Kelahiran sebagai manusia sangat penting

c)

Manusia memiliki peran penting dalam kehidupan

d)

Semua makhluk di dunia saling melengkapi

e)

Semua makhluk di dunia saling membutuhkan

6.

Manusia memiliki lima lapisan badan yang wajib diketahui dalam upaya meningkatkan kualitas diri yang disebut dengan Pañca Maya Kosa. Untuk dapat meningkatkan kualitas diri tersebut, dapat dilakukan dengan cari berdisiplin untuk selalu berpikir yang baik dan suci. Dalam konsep ajaran Pañca Maya Kosa, hal itu disebut dengan istilah . . . . .

a)

Anna-maya kosa

b)

Prana-maya kosa

c)

Wijnana-maya kosa

d)

Mano-maya kosa

e)

Ananda-maya kosa

7.

Kelahiran manusia ke dunia ini (mayapada) disebabkan karena adanya ikatan antara perbuatan masa lalu (atita), masa kini (wartamana), dan berhubungan dengan masa yang akan datang (nagata). Dalam konsep hukum karma (Karma Phala), terdapat tiga kategori kausalitas yang menentukan bagaimana nantinya kehidupan seseorang akan berlangsung. Jika kita ber-karma wasana baik pada kehidupan terdahulu dan hasilnya kita nikmati sekarang disebut dengan . . . . .

a)

Prarabdha Karma Phala

b)

Anumana Karma Phala

c)

Kryamana Karma Phala

d)

Pratyaksa Karma Phala

e)

Sancita Karma Phala

8.

Rahasia tentang kelahiran hanya diketahui oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Manusia terlahir ke dunia secara berulang-ulang adalah untuk memperbaiki karmanya, maka itu tampaklah ia dalam keadaan yang berbeda-beda dari satu kelahiran ke kelahiran berikutnya. Hal diuraikan pada pustaka suci . . . . .

a)

Swetaswaiara Upanisad V.21

b)

Swetaswaiara Upanisad V.12

c)

Bhagavad Gītā. VI. 9

d)

 Bhagavad Gītā. VI. 7

e)

Bhagavad Gītā. IV. 7

9.

Punarbhava wajib dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki karma dengan cara berbuat baik, bukan malah sebaliknya. Maka dari itu hendaknya seseorang selalu berbuat baik, misalnya dengan cara selalu berpikir yang baik (positive thinking), berkata yang baik (positive speaking), berperilaku yang baik (positive doing), dan menjaga kebersamaan melalui gotong royong (equality). Dalam agama Hindu, semua konsep tersebut tertuang dalam sebuah ajaran yang disebut dengan . . . . .

a)

Tri Kaya Parisudha

b)

Tri Hita Karana

c)

Tat Tvam Asi

d)

Pañca Śraddhā

e)

Catur Marga

10.

Hakikat hukum karma adalah perbuatan atau karma yoga yang sama pentingnya dengan jalan pengetahuan, karena perbuatan dipandang sebagai sesuatu yang penting dari kehidupan. Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan hakikat hukum karma tersebut adalah . . . . .

a)

Perjuangan kebajikan untuk menundukkan kejahatan

b)

Perjuangan kebajikan untuk kebahagiaan

c)

Perjuangan kebajikan untuk kesejahteraan

d)

Perjuangan kebajikan untuk kemakmuran

e)

Perjuangan kebajikan untuk kebersamaan

11.

Dua sifat, yaitu “keinginan dan kemarahan” adalah penyebab kelahiran kembali (Punarbhava). Akan tetapi, ketika mereka yang mampu mengendalikan dua sifat tersebut dan tekun melakukan pemujaan dengan penuh keyakinan, maka kualitas diri akan semakin meningkat. Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan hakikat Punarbhava tersebut adalah . . . . .

a)

Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab penderitaan

b)

Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab keterikatan hidup

c)

Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab kesengsaraan

d)

Sifat “loba dan iri hati” penyebab kesengsaraan

e)

Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab kelahiran kembali

12.

Hukum karma adalah hukum alam semesta yang telah ditetapkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa !

Berikut ini, pernyataan yang wajib dilaksanakan, serta sesuai dengan manfaat dan nilai yang diperoleh dari penghayatan hukum karma pada ajaran Punarbhava adalah . . . . .

a)

Disiplin untuk selalu berpikir kebahagiaan

b)

Disiplin untuk selalu berpikir yang bersih dan suci

c)

Disiplin untuk selalu berpikir, berkata, dan berbuat jujur

d)

Disiplin untuk selalu berkata yang baik

e)

Disiplin dan rajin bekerja

13.

Punarbhava dan Karma Phala merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Dalam perputaran ini, Ātmā mengalami keberadaannya di dalam tiga tempat yang disebut Tri Loka. Tempat dimana manusia dan makhluk hidup lainnya dapat menjalankan karma wasana-nya sesuai dengan kodratnya adalah . . . . .

a)

Pada Bvah Loka

b)

Pada Svah Loka

c)

Pada Bhur Loka

d)

Pada Svarga Loka

e)

Pada Siva Loka

14.

Setelah manusia mati, Ātmā-nya berada di alam sana dan tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menikmati buah karmanya. Apabila sewaktu hidupnya di dunia karma baiknya lebih banyak, maka setelah mati Ātmā-nya akan lebih lama tinggal di . . . . .

a)

Bhur Loka

b)

Bvah Loka

c)

Svarga Loka 

d)

Neraka Loka

e)

Svah Loka

15.

Dalam proses kelahiran dan kematian yang berulang-ulang itu (reinkarnasi), semua makhluk hidup mengalami penyusutan atau penurunan kualitas. Manusia pada era “Kerta Yuga” (Satya Yuga) memiliki kualitas yang amat baik, sehingga era ini disebut juga sebgai . . . . .

a)

Zaman Keemasan

b)

Zaman Perunggu

c)

Zaman Perak

d)

Zaman Besi

e)

Zaman Kuningan