NEW
Font size
WorksheetsAjaran Punarbhawa sebagai Wahana Memperbaiki Kualitas Diri
Total questions: 15
Worksheet time: 15mins
Punarbhava adalah padanan dari kata Saṃsāra, yang mempunyai arti lahir kembali (reinkarnasi). Punarbhava atau Saṃsāra sangat berhubungan erat dengan Karma Phala; sebab kelahiran seseorang akan ditentukan melalui . . . . .
Karma Wasana
Rajin melaksanakan Puja Tri Sandhya
Sembahyang setiap hari
Banyaknya Yadnya yang dihaturkan
Berbakti kepada orang tua
Sebelum bersatunya Ātmān dan Brahman, manusia akan terus berreinkarnasi secara berkala. Jadi, saat menjelma sebagai manusia lah yang dikatakan paling utama; sebab dengan menjelama sebagai manusia akan dapat memilah mana perbuatan baik dan mana perbuatan buruk, serta dapat melakukan suatu perbuatan-perbuatan baik supaya bisa mecapai penyatuan dengan Tuhan atau yang dalam bahasa jawa kuno disebut sebagai . . . . .
Amor Ing Acintya
Manunggaling Kawula Gusti
Satyam Sivam Sundaram
Ekam Sat Wipra Bahuda Wadanti
Vasudhaiva Kutumbakam
Manusia tetap memiliki tujuan untuk mencapai kesempurnaan menyatu dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Akan tetapi, itu masih merupakan sebuah rahasia. Rahasia kelahiran yang berulang-ulang ke dunia disebabkan oleh karma wasana dari suatu kehidupan yang lain, sebelum seseorang mengetahui hakikat sang diri tersebut. Uraian tentang rahasia kelahiran tersebut tertuang dalam śloka . . . . .
Bhagavad Gītā. IV. 9
Bhagavad Gītā. IV. 7
Bhagavad Gītā. VI. 7
Bhagavad Gītā. VI. 9
Bhagavad Gītā. V. 9
Dalam pustaka suci Slokantara. 68 disebutkan: “karma phala ngaran ika palaning gawe hala hayu” yang mengandung arti bahwa karma phala adalah hasil (phala) dari baik buruknya suatu perbuatan (karma). Hukum karma (karma phala) ini sesungguhnya sangat berpengaruh terhadap baik buruknya semua makhluk, sesuai dengan . . . . .
Perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup
Perbuatan baik dan perbuatan buruk yang dilakukan semasa hidup
Perbuatan baik yang dilakukan semasa hidup
Tidak melakukan perbuatan apa-apa
Berbuat baik hanya pada saat tertentu
Realita Punarbhava disebabkan oleh Karma Phala !
Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan ajaran Punarbhava sebagai wahana memperbaiki kualitas diri adalah . . . . .
Kelahiran sebagai manusia merupakan suatu anugerah
Kelahiran sebagai manusia sangat penting
Manusia memiliki peran penting dalam kehidupan
Semua makhluk di dunia saling melengkapi
Semua makhluk di dunia saling membutuhkan
Manusia memiliki lima lapisan badan yang wajib diketahui dalam upaya meningkatkan kualitas diri yang disebut dengan Pañca Maya Kosa. Untuk dapat meningkatkan kualitas diri tersebut, dapat dilakukan dengan cari berdisiplin untuk selalu berpikir yang baik dan suci. Dalam konsep ajaran Pañca Maya Kosa, hal itu disebut dengan istilah . . . . .
Anna-maya kosa
Prana-maya kosa
Wijnana-maya kosa
Mano-maya kosa
Ananda-maya kosa
Kelahiran manusia ke dunia ini (mayapada) disebabkan karena adanya ikatan antara perbuatan masa lalu (atita), masa kini (wartamana), dan berhubungan dengan masa yang akan datang (nagata). Dalam konsep hukum karma (Karma Phala), terdapat tiga kategori kausalitas yang menentukan bagaimana nantinya kehidupan seseorang akan berlangsung. Jika kita ber-karma wasana baik pada kehidupan terdahulu dan hasilnya kita nikmati sekarang disebut dengan . . . . .
Prarabdha Karma Phala
Anumana Karma Phala
Kryamana Karma Phala
Pratyaksa Karma Phala
Sancita Karma Phala
Rahasia tentang kelahiran hanya diketahui oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa. Manusia terlahir ke dunia secara berulang-ulang adalah untuk memperbaiki karmanya, maka itu tampaklah ia dalam keadaan yang berbeda-beda dari satu kelahiran ke kelahiran berikutnya. Hal diuraikan pada pustaka suci . . . . .
Swetaswaiara Upanisad V.21
Swetaswaiara Upanisad V.12
Bhagavad Gītā. VI. 9
Bhagavad Gītā. VI. 7
Bhagavad Gītā. IV. 7
Punarbhava wajib dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki karma dengan cara berbuat baik, bukan malah sebaliknya. Maka dari itu hendaknya seseorang selalu berbuat baik, misalnya dengan cara selalu berpikir yang baik (positive thinking), berkata yang baik (positive speaking), berperilaku yang baik (positive doing), dan menjaga kebersamaan melalui gotong royong (equality). Dalam agama Hindu, semua konsep tersebut tertuang dalam sebuah ajaran yang disebut dengan . . . . .
Tri Kaya Parisudha
Tri Hita Karana
Tat Tvam Asi
Pañca Śraddhā
Catur Marga
Hakikat hukum karma adalah perbuatan atau karma yoga yang sama pentingnya dengan jalan pengetahuan, karena perbuatan dipandang sebagai sesuatu yang penting dari kehidupan. Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan hakikat hukum karma tersebut adalah . . . . .
Perjuangan kebajikan untuk menundukkan kejahatan
Perjuangan kebajikan untuk kebahagiaan
Perjuangan kebajikan untuk kesejahteraan
Perjuangan kebajikan untuk kemakmuran
Perjuangan kebajikan untuk kebersamaan
Dua sifat, yaitu “keinginan dan kemarahan” adalah penyebab kelahiran kembali (Punarbhava). Akan tetapi, ketika mereka yang mampu mengendalikan dua sifat tersebut dan tekun melakukan pemujaan dengan penuh keyakinan, maka kualitas diri akan semakin meningkat. Berikut ini, pernyataan yang sesuai dengan hakikat Punarbhava tersebut adalah . . . . .
Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab penderitaan
Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab keterikatan hidup
Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab kesengsaraan
Sifat “loba dan iri hati” penyebab kesengsaraan
Sifat “keinginan dan kemarahan” penyebab kelahiran kembali
Hukum karma adalah hukum alam semesta yang telah ditetapkan oleh Ida Sang Hyang Widhi Wasa !
Berikut ini, pernyataan yang wajib dilaksanakan, serta sesuai dengan manfaat dan nilai yang diperoleh dari penghayatan hukum karma pada ajaran Punarbhava adalah . . . . .
Disiplin untuk selalu berpikir kebahagiaan
Disiplin untuk selalu berpikir yang bersih dan suci
Disiplin untuk selalu berpikir, berkata, dan berbuat jujur
Disiplin untuk selalu berkata yang baik
Disiplin dan rajin bekerja
Punarbhava dan Karma Phala merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Dalam perputaran ini, Ātmā mengalami keberadaannya di dalam tiga tempat yang disebut Tri Loka. Tempat dimana manusia dan makhluk hidup lainnya dapat menjalankan karma wasana-nya sesuai dengan kodratnya adalah . . . . .
Pada Bvah Loka
Pada Svah Loka
Pada Bhur Loka
Pada Svarga Loka
Pada Siva Loka
Setelah manusia mati, Ātmā-nya berada di alam sana dan tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali hanya menikmati buah karmanya. Apabila sewaktu hidupnya di dunia karma baiknya lebih banyak, maka setelah mati Ātmā-nya akan lebih lama tinggal di . . . . .
Bhur Loka
Bvah Loka
Svarga Loka
Neraka Loka
Svah Loka
Dalam proses kelahiran dan kematian yang berulang-ulang itu (reinkarnasi), semua makhluk hidup mengalami penyusutan atau penurunan kualitas. Manusia pada era “Kerta Yuga” (Satya Yuga) memiliki kualitas yang amat baik, sehingga era ini disebut juga sebgai . . . . .
Zaman Keemasan
Zaman Perunggu
Zaman Perak
Zaman Besi
Zaman Kuningan
