WorksheetsAsesmen Sumatif Bahasa Indonesia
Total questions: 15
Worksheet time: 9mins
Dalam sebuah cerita yang berjudul "Petualangan Sang Pahlawan," terdapat seorang tokoh utama bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pemuda yang cerdas dan pemberani. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang damai di tengah hutan. Suatu hari, desanya diserang oleh sekelompok perampok yang kejam. Ahmad memutuskan untuk melawan mereka dan menyelamatkan desanya. Dengan pedangnya yang tajam, dia bertarung dengan perampok-perampok itu dengan gagah berani.
Apa nama tokoh utama dalam cerita "Petualangan Sang Pahlawan"?
Adi Adi
Budi
Ahmad
Candra
Dalam sebuah cerita yang berjudul "Petualangan Sang Pahlawan," terdapat seorang tokoh utama bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pemuda yang cerdas dan pemberani. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang damai di tengah hutan. Suatu hari, desanya diserang oleh sekelompok perampok yang kejam. Ahmad memutuskan untuk melawan mereka dan menyelamatkan desanya. Dengan pedangnya yang tajam, dia bertarung dengan perampok-perampok itu dengan gagah beran
Beri tanda centang √ benar/salah pada pernyataan dibawah ini.i.
Ahmad adalah tokoh utama dalam cerita "Petualangan Sang Pahlawan."
Ahmad adalah pemuda yang sombong dalam cerita.
Desa Ahmad diserang oleh perampok dalam cerita.
Ahmad memutuskan untuk melawan mereka dan menyelamatkan desanya
Apa senjata yang digunakan Ahmad dalam pertarungan melawan perampok-perampok?
(a)
Dalam sebuah cerita yang berjudul "Petualangan Sang Pahlawan," terdapat seorang tokoh utama bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pemuda yang cerdas dan pemberani. Ia tinggal di sebuah desa kecil yang damai di tengah hutan. Suatu hari, desanya diserang oleh sekelompok perampok yang kejam. Ahmad memutuskan untuk melawan mereka dan menyelamatkan desanya. Dengan pedangnya yang tajam, dia bertarung dengan perampok-perampok itu dengan gagah berani.
Apa yang dilakukan Ahmad untuk melawan perampok-perampok itu?
Ia melarikan diri ke kota lain
Ia meminta bantuan dari sahabatnya
Ia bertarung dengan gagah berani menggunakan pedangnya
Ia menyerah kepada perampok-perampok itu
Teks narasi adalah…
suatu karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktunya.
jenis tulisan yang berfokus pada penjelasan rinci tentang karakteristik fisik, visual, atau sensori dari suatu subjek.
salah satu jenis teks nonfiksi yang memuat informasi atau paparan tentang sebuah maksud atau tujuan.
Semua benar
Beri tanda centang √ pada kolom benar/salah sesuai pernyataan Ciri-ciri teks narasi di bawah ini.
Penyampaian cerita: Teks narasi berfokus pada menceritakan suatu peristiwa atau kisah dengan mengikuti alur kronologis. Ini mencakup pengenalan karakter, latar belakang, konflik, klimaks, dan penyelesaian.
Urutan waktu: Lingkungan atau latar tempat di mana cerita berlangsung dijelaskan dengan detail agar pembaca dapat membayangkan tempat tersebut.
Teks narasi menggunakan bahasa yang menggambarkan dengan jelas peristiwa, karakter, dan latar tempat untuk menghidupkan cerita
Deskripsi latar: Lingkungan atau latar tempat di mana cerita berlangsung dijelaskan dengan detail agar pembaca dapat membayangkan tempat tersebut.
Bacalah teks narasi berikut: "Pada suatu sore yang cerah, Maria dan teman-temannya pergi ke taman bermain. Mereka bermain ayunan, perosotan, dan taman panjat. Semua anak-anak tertawa bahagia sepanjang sore itu."
Apa yang dilakukan oleh Maria dan teman-temannya pada sore itu?
Mereka pergi ke sekolah.
Mereka pergi ke pantai.
Mereka pergi ke taman bermain.
Mereka bermain di hutan.
Cerita "Hemat Kertas, Sayangi Pohon":
Di sebuah sekolah kecil di pinggiran hutan, Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam. Setiap hari, dia datang ke sekolah dengan membawa bekal makan siang dalam kotak makanan yang dapat digunakan berulang kali, sambil memegang pulpen yang bisa diisi ulang. Teman-temannya sering bertanya padanya tentang alasannya, dan dia dengan senang hati menjelaskan tentang pentingnya hemat kertas dan sayangi pohon.
Di samping itu, ada juga Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan. Dia sering mengadakan proyek-proyek sekolah yang berfokus pada pelestarian alam. Salah satu proyek favoritnya adalah penanaman pohon di sekitar sekolah. Dengan semangatnya, dia mengajarkan siswanya bagaimana mengurangi penggunaan kertas dan menggunakan teknologi untuk menggantikan buku-buku teks yang konsumsi kertasnya tinggi.
Namun, bukan hanya di sekolah, pelestarian alam juga diperjuangkan oleh Ibu Maya, seorang pejuang lingkungan yang tinggal di dekat hutan. Ibu Maya adalah anggota aktif dalam kelompok pelestari alam di kotanya. Dia sering mengorganisir kegiatan pembersihan hutan, kampanye penyelamatan hutan, dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dia juga berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, termasuk sekolah Rani, untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya hemat kertas dan menjaga kelestarian hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, mereka berkontribusi pada pelestarian pohon-pohon dan hutan-hutan yang sangat berharga bagi kehidupan kita.
Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut ?
Rani
Pak Budi
Ibu Ria
Ibu Maya
Cerita "Hemat Kertas, Sayangi Pohon":
Di sebuah sekolah kecil di pinggiran hutan, Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam. Setiap hari, dia datang ke sekolah dengan membawa bekal makan siang dalam kotak makanan yang dapat digunakan berulang kali, sambil memegang pulpen yang bisa diisi ulang. Teman-temannya sering bertanya padanya tentang alasannya, dan dia dengan senang hati menjelaskan tentang pentingnya hemat kertas dan sayangi pohon.
Di samping itu, ada juga Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan. Dia sering mengadakan proyek-proyek sekolah yang berfokus pada pelestarian alam. Salah satu proyek favoritnya adalah penanaman pohon di sekitar sekolah. Dengan semangatnya, dia mengajarkan siswanya bagaimana mengurangi penggunaan kertas dan menggunakan teknologi untuk menggantikan buku-buku teks yang konsumsi kertasnya tinggi.
Namun, bukan hanya di sekolah, pelestarian alam juga diperjuangkan oleh Ibu Maya, seorang pejuang lingkungan yang tinggal di dekat hutan. Ibu Maya adalah anggota aktif dalam kelompok pelestari alam di kotanya. Dia sering mengorganisir kegiatan pembersihan hutan, kampanye penyelamatan hutan, dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dia juga berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, termasuk sekolah Rani, untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya hemat kertas dan menjaga kelestarian hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, mereka berkontribusi pada pelestarian pohon-pohon dan hutan-hutan yang sangat berharga bagi kehidupan kita.
Siapa saja tokoh dalam cerita tersebut ?
Rani
Pak Budi
Ibu Ria
Ibu Maya
Cerita "Hemat Kertas, Sayangi Pohon":
Di sebuah sekolah kecil di pinggiran hutan, Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam. Setiap hari, dia datang ke sekolah dengan membawa bekal makan siang dalam kotak makanan yang dapat digunakan berulang kali, sambil memegang pulpen yang bisa diisi ulang. Teman-temannya sering bertanya padanya tentang alasannya, dan dia dengan senang hati menjelaskan tentang pentingnya hemat kertas dan sayangi pohon.
Di samping itu, ada juga Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan. Dia sering mengadakan proyek-proyek sekolah yang berfokus pada pelestarian alam. Salah satu proyek favoritnya adalah penanaman pohon di sekitar sekolah. Dengan semangatnya, dia mengajarkan siswanya bagaimana mengurangi penggunaan kertas dan menggunakan teknologi untuk menggantikan buku-buku teks yang konsumsi kertasnya tinggi.
Namun, bukan hanya di sekolah, pelestarian alam juga diperjuangkan oleh Ibu Maya, seorang pejuang lingkungan yang tinggal di dekat hutan. Ibu Maya adalah anggota aktif dalam kelompok pelestari alam di kotanya. Dia sering mengorganisir kegiatan pembersihan hutan, kampanye penyelamatan hutan, dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dia juga berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, termasuk sekolah Rani, untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya hemat kertas dan menjaga kelestarian hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, mereka berkontribusi pada pelestarian pohon-pohon dan hutan-hutan yang sangat berharga bagi kehidupan kita.
Sikap Rani dalam cerita diatas adalah…
seorang pejuang sampah yang tinggal di dekat hutan
siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam
mendorong untuk berpikir positif
hobi dan minatnya untuk lingkungan.
Cerita "Hemat Kertas, Sayangi Pohon":
Di sebuah sekolah kecil di pinggiran hutan, Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam. Setiap hari, dia datang ke sekolah dengan membawa bekal makan siang dalam kotak makanan yang dapat digunakan berulang kali, sambil memegang pulpen yang bisa diisi ulang. Teman-temannya sering bertanya padanya tentang alasannya, dan dia dengan senang hati menjelaskan tentang pentingnya hemat kertas dan sayangi pohon.
Di samping itu, ada juga Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan. Dia sering mengadakan proyek-proyek sekolah yang berfokus pada pelestarian alam. Salah satu proyek favoritnya adalah penanaman pohon di sekitar sekolah. Dengan semangatnya, dia mengajarkan siswanya bagaimana mengurangi penggunaan kertas dan menggunakan teknologi untuk menggantikan buku-buku teks yang konsumsi kertasnya tinggi.
Namun, bukan hanya di sekolah, pelestarian alam juga diperjuangkan oleh Ibu Maya, seorang pejuang lingkungan yang tinggal di dekat hutan. Ibu Maya adalah anggota aktif dalam kelompok pelestari alam di kotanya. Dia sering mengorganisir kegiatan pembersihan hutan, kampanye penyelamatan hutan, dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dia juga berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, termasuk sekolah Rani, untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya hemat kertas dan menjaga kelestarian hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, mereka berkontribusi pada pelestarian pohon-pohon dan hutan-hutan yang sangat berharga bagi kehidupan kita.
Beri tanda centang √ pada kolom benar salah sesuai pernyataan cerita diatas.
Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam.
Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan
Ibu Maya, seorang yang tidak suka memelihara lingkungan yang tinggal di dekat hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas
Cerita "Hemat Kertas, Sayangi Pohon":
Di sebuah sekolah kecil di pinggiran hutan, Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam. Setiap hari, dia datang ke sekolah dengan membawa bekal makan siang dalam kotak makanan yang dapat digunakan berulang kali, sambil memegang pulpen yang bisa diisi ulang. Teman-temannya sering bertanya padanya tentang alasannya, dan dia dengan senang hati menjelaskan tentang pentingnya hemat kertas dan sayangi pohon.
Di samping itu, ada juga Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan. Dia sering mengadakan proyek-proyek sekolah yang berfokus pada pelestarian alam. Salah satu proyek favoritnya adalah penanaman pohon di sekitar sekolah. Dengan semangatnya, dia mengajarkan siswanya bagaimana mengurangi penggunaan kertas dan menggunakan teknologi untuk menggantikan buku-buku teks yang konsumsi kertasnya tinggi.
Namun, bukan hanya di sekolah, pelestarian alam juga diperjuangkan oleh Ibu Maya, seorang pejuang lingkungan yang tinggal di dekat hutan. Ibu Maya adalah anggota aktif dalam kelompok pelestari alam di kotanya. Dia sering mengorganisir kegiatan pembersihan hutan, kampanye penyelamatan hutan, dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dia juga berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, termasuk sekolah Rani, untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya hemat kertas dan menjaga kelestarian hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, mereka berkontribusi pada pelestarian pohon-pohon dan hutan-hutan yang sangat berharga bagi kehidupan kita.
Bagaimana Watak dari Ibu Maya ?
(a)
Cerita "Hemat Kertas, Sayangi Pohon":
Di sebuah sekolah kecil di pinggiran hutan, Rani adalah salah satu siswa yang paling berdedikasi dalam pelestarian alam. Setiap hari, dia datang ke sekolah dengan membawa bekal makan siang dalam kotak makanan yang dapat digunakan berulang kali, sambil memegang pulpen yang bisa diisi ulang. Teman-temannya sering bertanya padanya tentang alasannya, dan dia dengan senang hati menjelaskan tentang pentingnya hemat kertas dan sayangi pohon.
Di samping itu, ada juga Pak Budi, guru mereka yang selalu mendorong siswanya untuk berpikir tentang dampak positif yang dapat mereka berikan pada lingkungan. Dia sering mengadakan proyek-proyek sekolah yang berfokus pada pelestarian alam. Salah satu proyek favoritnya adalah penanaman pohon di sekitar sekolah. Dengan semangatnya, dia mengajarkan siswanya bagaimana mengurangi penggunaan kertas dan menggunakan teknologi untuk menggantikan buku-buku teks yang konsumsi kertasnya tinggi.
Namun, bukan hanya di sekolah, pelestarian alam juga diperjuangkan oleh Ibu Maya, seorang pejuang lingkungan yang tinggal di dekat hutan. Ibu Maya adalah anggota aktif dalam kelompok pelestari alam di kotanya. Dia sering mengorganisir kegiatan pembersihan hutan, kampanye penyelamatan hutan, dan penyuluhan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga alam. Dia juga berkolaborasi dengan sekolah-sekolah, termasuk sekolah Rani, untuk mengedukasi anak-anak tentang pentingnya hemat kertas dan menjaga kelestarian hutan.
Bersama-sama, Rani, Pak Budi, dan Ibu Maya menjadi contoh nyata tentang bagaimana kita semua dapat berperan dalam menjaga alam dengan cara sederhana seperti hemat kertas. Dengan tindakan-tindakan kecil ini, mereka berkontribusi pada pelestarian pohon-pohon dan hutan-hutan yang sangat berharga bagi kehidupan kita.
Cerita diatas menceritakan tentang….
Pentingnya kesehatan lingkungan
Pentingnya menghemat kertas agar hutan terlindungi
Penebangan hutan secara liar
Memilah-milah sampah agar kebersihan terjaga
Bacalah teks narasi berikut: "Di dalam hutan yang gelap dan misterius, burung hantu duduk diam di ranting pohon. Matanya yang tajam memperhatikan segala gerakan di bawahnya. Tiba-tiba, dia terbang ke bawah dan menangkap seekor tikus yang berusaha melintasinya."
Apa yang dilakukan oleh burung hantu dalam teks ini?
Bermain dengan tikus.
Membangun sarang di atas pohon.
Memperhatikan gerakan di bawahnya dan menangkap tikus.
Terbang ke langit biru.
Perhatikan Pernyataan berikut ini.
Unsur-unsur dalam teks narasi adalah
Beri tanda centang √ pada beberapa jawaban-jawaban yang tepat.
Tema
Adat
Alur
Tokoh
