wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MAWAS DIRI 1

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Seorang pasien datang ke laboratorium X dengan membawa sampel dan form pemeriksaan. Pada form pemeriksaan tersebut tercentang pemeriksaan jumlah leukosit. Sampel yang dibawa pasien adalah sampel darah yang sudah beku (tabung tutup merah). Apa tindakan

ATLM pada kasus tersebut ?

a)

Menjelaskan kepada pasien untuk disampling ulang

karena sampel tidak bisa digunakan.

b)

Menjelaskan kepada pasien bahwa sampel tersebut

tidak bisa digunakan

2.

Seorang pasien datang ke laboratorium X ingin melakukan pemeriksaan hemoglobin atas permintaan sendiri. Kemudian ATLM melakukan sampling menggunakan tabung dengan antikoagulan K2EDTA. Setelah proses sampling ATLM tidak segera menghomogenkan sampel dan menyebabkan adanya bekuan pada sampel tersebut. Bagaimana sikap mawas diri yang paling tepat untuk kasus tersebut ?

a)

Menggunakan sampel tersebut untuk pemeriksaan

hemoglobin

b)

Meminta maaf kepada pasien atas kesalahannya dan melakukan sampling ulang

3.

Seorang perawat datang laboratorium dengan membawa sampel dan form pemeriksaan dari ruangan rawat inap. ATLM menerima form tersebut dan mencocokkan form pemeriksaan dengan identitas sampel. Pada form tercentang pemeriksaan jumlah trombosit namun sampel dibawa oleh perawat adalah sampel dengan antikoagulan natrium sitrat (tabung tutup biru). Apa tindakan ATLM pada kasus tersebut?

a)

Menolak permintaan perawat karena sampel tidak

sesuai

b)

Meminta perawat kembali keruangan dan mengambil

sampel ulang

4.

Seorang perawat datang ke laboratorium dengan membawa sampel dan form pemeriksaan dari ruangan rawat inap. Pada form pemeriksaan tercentang pemeriksaan jumlah trombosit. ATLM mencocokkan form pemeriksaan dengan identitas sampel namun identitas pasien dan form pemeriksaan berbeda. Apa tindakan ATLM pada kasus tersebut ?

a)

Mengkonfirmasi data pada perawat ruangan

b)

Melanjutkan pemeriksaan sesuai data di tabung sampel

5.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit spesimen darah EDTA menggunakan hematology analyzer metode electrical impedance. Hasil jumlah trombosit yang didapatkan adalah 75.000 sel/ul. Sebelum mengeluarkan hasil ATLM tersebut melakukan validasi dengan melakukan pemeriksaan secara duplo dan melakukan pemeriksaan apusan darah tepi. Mengapa perlu dilakukan validasi pada kasus diatas?

a)

Metode yang digunakan tidak sensitif pada trombosit

raksasa

b)

Metode yang digunakan tidak sensitif pada sel muda

6.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan darah lengkap menggunakan alat hematology analyzer dari seorang pasien anak usia 7 tahun dengan diagnosa demam berdarah. Pada pemeriksaan tersebut diperoleh jumlah trombosit 55.000 sel/µL darah. Berdasarkan hasil tersebut petugas ATLM melanjutkan tugasnya sesuai Prosedur. Apakah tindakan yang harus dilakukan petugas ATLM pada kasus diatast?

a)

konfirmasi hasil pemeriksaan dengan apusan darah

tepi

b)

Melakukan pengambilan darah ulang

7.

Seorang ATLM di puskesmas akan melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit. Pada saat pengambilan sampel darah proses pengambilan tidak segera berhasil. Hasil pemeriksaan hitung jumlah trombosit yang dilaporkan ke dokter menunjukan hasil yang rendah sehingga dokter mengkonfirmasi kembali kepada petugas ATLM. Bagaimana sikap mawas diri yang paling tepat untuk kasus tersebut?

a)

Menginformasikan kepada dokter tentang kesalahan

proses pengambilan darah

b)

Memastikan sudah bekerja sesuai SOP

8.

Hasil pengukuran kadar hemoglobin metode Sahli diperoleh pencapaian warna senyawa asam hematin yang diencerkan dengan aquades mencapai warna sama dengan warna standar menunjukkan skala pada angka 15,2. Cara kerja pemeriksaan sudah sesuai SOP. Pasien yang diperiksa adalah ibu usia 30 th, tekanan darah 110/70 mmHg. Setelah dikonfirmasi dengan nilai hematokritcara mikro diperoleh nilai hematokrit 32%. Apa faktor yang memberi kesalahan pada pemeriksaan

hemoglobin tersebut?

a)

Standar hb warnanya pucat

b)

Tidak membilas pipet Hb

9.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan BBS atas permintaan dokter. Metode yang digunakan adalah metode westergren asli dengan antikoagulan Na-Citral 3,8%. Apakah yang menjadi kelebihan metode pada kasus tersebut ?

a)

Tidak mempengaruhi tingkat sedimentasi

karena bersifat isotonis dengan darah sehingga

tidak merusak komponen dari darah

b)

bersifat hipotonis sehingga tidak merusak komponen

darah

10.

Seorang ATLM diminta melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit untuk keperluan diagnosa. Ketika akan dilakukan pengambilan sampel darah, terdapat kedala dalam hal komunikasi. Bagaimanakah tindak lanjut dalam kasus tersebut ?

a)

Petugas berkomunikasi melalui keluarga pasien yg ada

b)

Petugas mengunakan bahasa isyarat untuk

berkomunikasi

11.

Seorang ATLM diminta melakukan pemeriksaan hitung jumlah trombosit. Sampel yang digunakan berasal dari pasien perempuan dengan dugaan DBD. Didapatkan hasil 300.000 per cmm darah dengan metode flowcitometry. Apakah tindak lanjut dalam kasus tersebut ?

a)

Dikonsulkan kemudian dilakukan pemeriksaan ulang

b)

Dilakukan penundaan pemeriksaan setelah 2 jam

12.

Seorang ATLM diminta untuk melakukan pemeriksaan hitung jumlah eritrosit metode automatic hamatology analayzer flowcitometry. Sampel yang didapat segera dilakukan perhitungan namun mengalami lisis sehingga pemeriksaan terpaksa dihentikan. Apakah penyebab masalah dalam kasus tersebut ?

a)

Proses pengiriman sampel melalui kurir

b)

Proses pengambilan darah tidak steril

13.

Seorang perempuan datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter untuk pemeriksaan hematokrit. ATLM melakukan pemeriksaan secara duplo agar didapatkankan hasil yang valid. Dari kedua pemeriksaan didapatkan selisih lebih dari 2%. Apakah tindakan yang paling tepat dalam kasus tersebut?

a)

Melakukan pemeriksaan hematoktokrit ulangan

b)

Melaporkan kasus kepada dokter penanggung jawab

14.

Seorang pasien laki-laki datang ke laboratorium dengan membawa surat rujukan dari dokter untuk pemeriksaan hematokrit. ATLM melakukan pemeriksaan menggunakan metode mikrohematokrit. Setelah disentrifugasi, dilakukan pembacaan. Apakah tindakan awal yang dilakukan ATLM dalam kasus tersebut?

a)

Menyiapkan skala hematokrit yang terkalibrasi

b)

Meletakkan batas eritrosit dan dempul pada garis

bawah papan skala

15.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hematokrit pada suatu sampel. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode mikrohematokrit. ATLM melakukan mengambilan darah kapiler pada pasien. Tindakan apakah yang paling tepat dalam kasus tersebut?

a)

Memipet darah kapiler menggunakan pipet

mikrohematokrit dengan garis merah

b)

Mengambil pipet mikrohematokrit dengan ujung

berwarna biru

16.

Pada penentuan hematokrit yang dilakukan dengan cara manual dengan metode mikrohematokrit, darah dihisap melalui tabung kapiler kamudian disumbat dengan menggunakan lilin, selanjutnya diputar dengan centrifuge mikrohematokrit. Pada saat akan dikeluarkan dari centrifuge ternyata darah didalam tabung mikrohematokrit tumpah/ kosong. Apa yang dilakukan untuk menghindari hal tersebut?

a)

melatakkan ujung tabung sumbat dekat dengan

centrifuge

b)

meletakkan ujung tabung yang diberi sumbat

pada bagian luar

17.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan terhadap pasien laki-laki yang didiagnosis dokter anemia normositik normokrom dengan Hb 5,3 mg/dL. Ditemukan bentuk Rouleoux pada hapusan darah tepi, , beberapa di antaranya ditemukan bentuk flaming cells dengan inti tidak di pusat (eksentrik) dan sitoplasma merah keunguan. Ukuran dan bentuk sel bervariasi termasuk flaming cells dan sel myeloma. Bagimanakah kemungkinan hasil LED pasien tersebut?

a)

Akan memberikan Hasil yang sangat tinggi diantara

penyakit lain

b)

Akan memberikan hasil tinggi berbanding terbalik

dengan Hb

18.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan LED terhadap penderita Tuberculosis untuk melakukan pemeriksaan darah rutin, urin rutin dan tambahan permintaan LED selama 2 jam .  Pasien tersebut telah didiagnosis menderita TBC dan telah mengkonsumsi obat anti tuberculosis selama satu bulan. Apa kemungkinan penyebab kondisi tersebut?

a)

Mengetahui tingkat pengobatan yang terjadi berdasarkan kadar fibrinogen melaui LED

b)

Mengetahu kesesuai jenis obat yang diberikan

19.

Seorang ATLM di puskesmas akan melakukan pemeriksaan hitung jumlah leukosit. Pada pemeriksaan hitung jumlah leukosit, darah ditambahkan, diencerkan dan di cat dengan larutan turk kemudian sel - selnya dihitung dalam kamar hitung dibawah mikroskop. Apakah fungsi dari zat penambah tersebut?

a)

Sel turk akan meliliskan sel lain selain leukosit

b)

Agar leukosit mudah menyerapa warna larutan turk

20.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang didiagnosis anemia hemolitik. Hasil pegukuran jumlah eritrosit dan leukosit mengalami peningkatan, berdasarkan tersebut dilakukan verifikasi dengan SADT. Hasil dengan manual menunjukan peningkatan dan ditemukan eritrosit berinti. Apakah cara paling akurat untuk perhitungan tersebut tersebut?

a)

Melakukan koreksi perhitungan eritrosit berinti dari

hasil SADT

b)

Melakukan perhitungan leukosit manual karena turk

tidak akan melisikan eritrosit meskipun bukan leukosit

21.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan indek eritrosit seorang ibu hamil. Hasil pemeriksaan nilai indeks

eritrosit dapat diketahui bahwa gambaran morfologi eritrosit pasien adalah mikrostik hipokrom. Apakah yang paling mungkin menyebabkan kondisi tersebut?

a)

Terjadi kehilangan zat besi dalam waktu yang lama

b)

Terjadi defisiensi vitamin B12/asam folat

22.

ATLM akan melakukan pemeriksaan kadar haemoglobin untuk memutuskan perlu atau tidaknya tindakan transfusi bagi penderita. Seorang TLM harus melakukan pemeriksaan dengan cepat dan tepat. Apakah tindakan professional untuk kasus tersebut ?

a)

Melakukan metode paling cepat dan akurat

b)

Merujuk ke laboratorium terdekat

23.

Seorang ATLM menerima form untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap terhadap pasien terduga demam berdarah. Hasil pemeriksaan tidak menunjukan penurunan jumlah trombosit yaitu 80.000 sel/ul. Setelah dipastikan bahwa tidak terdapat kode eror/flag pada alat. Sehingga diskusi dengan kepala laboratorium dilakukan verifikasi terhadap pemeriksaan tersebut dengan hitung trombosit manual dan SADT. Apakah alasan untuk pengulangan pemeriksaan tersebut?

a)

Pemeriksaan trombosit dengan alat tidak spesifik

terhadap giant trombosit

b)

Kelemahan alat otomatis tidak sensitive terhadap

fragmentasi

24.

ATLM mendapat tugas untuk melakukan screening kejadian anemia pada remaja pada sekolah di kabupaten yang sama. ATLM kan melakukan pemriksaan dengan menggunakan metode POCT atau dengan metode otomatis. Hasil koordinasi dengan supervisor lab bahwa pemeriksaan akan dilakukan menggunakan metode POCT. Apakah alasan pemilihan metode tersebut?

a)

Alasan karena parameter hanya pemeriksaan Hb saja

b)

Jarak yang jauh dengan laboratorium klinik

25.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan lain. Tahapan Persiapan yang dilakukan ATLM adalah mempersiapkan tutup tabung berwarna biru terang dan selanjutnya ungu. Tahapan pertama yang digunakan ATLM adalah mengambil darah dengan tabung berwarna biru. Apakah alasan urutan penggunaan tahapan tersebut?

a)

Urutan sampling berdasarkan kemudahan

sampling

b)

Urutan sampling merujuk pada fungsi penggunaan tabung vakum

26.

Seorang perempuan berumur 30 tahun datang ke laboratorium untuk pemeriksaan hematocrit. ATLM melakukan pemeriksaan tersebut secara manual dengan metode mikrohematokrit. Prosedur dilakukan dengan memasukan darah ke dalam pipa kapiler, kemudian dilakukan sentrifugasi. Ada 2 pipa kapiler untuk mikrohematokrit, ada yang tanda merah dan ada yang tanda biru. Apakah makna dari pipa kapiler tanda biru?

a)

Tanpa antikoagulan

b)

Terdapat antikoagulan K3EDTA

27.

Seorang ATLM menerima spesimen darah pasien DBD. Pemeriksaan yang diminta yaitu hematokrit. Metode pemeriksaan yang tersedia di laboratorium yaitu secara mikrohematokrit. Setelah tabung mikrohematokrit disentrifuge selama 5 menit pada 16.000 rpm, dilakukan pembacaan dengan menggunakan skala hematokrit. Bagian manakah yang diukur untuk pemeriksaan tersebut ?

a)

Tinggi lapisan sel darah merah

b)

Tinggi lapisan plasma

28.

Seorang ATLM menerima specimen darah dari pasien dengan diagnosa anemia defisiensi besi. Dokter meminta dilakukan pemeriksaan indeks eritrosit sebagai diagnose penunjang. Dari hasil pemeriksaan

laboratorium didapatkan kadar MCV:76 fl, MCH:26 pg, MCHC: 33%. Bagaimana gambaran anemia dari hasil pemeriksaan tersebut ?

a)

Mikrositik Hipokrom

b)

Normositik normokrom

29.

Seorang ibu membawa anak perempuan berumur 12 tahun dengan diagnosis sementara demam berdarah dengue. Dokter meminta pemeriksaan hitung jumlah trombosit terhadap pasien tersebut. Selanjutnya ATLM mengambil sampel darah pasien kemudian dilakukan pemeriksaan dengan metode hematology analyzer. Dari hasil pemeriksaan didapatkan nilai trombosit 20.000 sel per ul darah. Apakah pendapat atau tindakan ATLM terkait hasil pemeriksaan laboratorium tersebut?

a)

Mengulang tes jumlah trombosit menggunakan metode

yang sama

b)

Mengulang taksiran jumlah trombosit secara manual

dengan apusan darah tepi

30.

Seorang perempuan usia 28 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan pusing, mata berkunang-kunang. Dokter meminta melakukan pemeriksaan darah rutin metode manual. Pada saat pemeriksaan hemoglobin 9 gr/dl, hasil didapat tidak singkron dengan jumlah sel eritrosit 5,0 juta sel/mm3. Langkah apa yang harus dilakukan oleh seorang ATLM ?

a)

Melakukan pemeriksaan ulang Hb dengan metode

cyanmethemoglobin

b)

Tetap melaporkan hasil tersebut dengan catatan

metode yang digunakan metode sahli

31.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan darah lengkap. Hasil pemeriksaan darah lengkap pasien menggunakan alat otomatis menunjukkan adanya hasil Mean Corpuscular Volume (MCV) 110 fL dan Mean Corpuscular Hemoglobin (MCH) 29 pg. Bagaimana karakteristik

eritrosit berdasarkan kasus tersebut?

a)

Normokromik makrositik

b)

Hipokromik mikrositik

32.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) menggunakan sampel darah sitrat. Darah sitrat dibuat dengan perbandingan 4 bagian darah vena ditambah 1 bagian natrium sitrat 3,8%. Percampuran darah dan Na Sitrat selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung westergreen dan didiamkan dengan tegak lurus selama 60 menit. Apa yang akan terjadi jika volume Na Sitrat terlalu banyak pada prosedur kasus tersebut?

a)

Hasil LED akan tinggi palsu

b)

Pengendapan eritrosit akan melambat

33.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) berdasarkan formulir permintaan pemeriksaan dari dokter dari seorang pasien perempuan dewasa. Pada saat hasil keluar didapatkan nilai LED yang tinggi dari batas normal. Saat melihat hasilnya pasien mengkonfirmasi hasil tersebut kepada ATLM yang bertugas. Apa yang harus dilakukan ATLM berdasarkan kasus tersebut?

a)

Menyarankan pasien untuk berkonsultasi dengan

dokternya

b)

Menginfokan penyakit yang mungkin dialami pasien

34.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Prosedur dilakukan dengan memasukkan darah EDTA yang diencerkan dengan NaCl 0,85% pada perbandingan 4:1. Sampel darah yang telah diencerkan selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung westergreen hingga skala 0. Tabung diletakkan pada rak untuk didiamkan secara tegak lurus selama 60 menit untuk selanjutnya dibaca tinggi plasma yang terbentuk. Pada saat proses menunggu terlihat warna plasma lebih merah dari biasanya. Apa yang harus dilakukan ATLM berdasarkan kasus tersebut?

a)

Bekonsultasi dengan dokter

b)

Mengulangi prosedur pemeriksaan

35.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED). Prosedur dilakukan dengan memasukkan darah EDTA hingga angka 0 pada tabung wintrobe. Selanjutnya tabung dibiarkan secara tegak lurus selama 60 menit. Hasil dibaca dengan cara melihat salah satu tinggi skala lapisan plasma. Bagaimana cara membaca tinggi lapisan plasma sesuai tabung pada kasus tersebut?

a)

Dengan melihat tinggi plasma berdasarkan skala 0

dari atas

b)

Menggunakan perbandingan antara skala bawah dan atas

36.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan darah lengkap. Hasil darah lengkap seorang pasien menunjukkan jumlah trombosit di bawah normal. Selanjutnya ATLM tersebut melakukan pemeriksaan konfirmasi dengan menggunakan pengamatan mikroskopis hapusan darah tepi. Bagaimana karakteristik sel yang seharusnya diamati pada mikroskop tersebut?

a)

Granula halus merah keunguan

b)

Merupakan sel agranulosit

37.

Seorang ATLM sedang melakukan pemeriksaan hitung jumlah sel dengan menggunakan Improved Neubauer. Reagen yang digunakan untuk pengenceran adalah rees ecker. Setelah selesai dilakukan prosedur pengenceran perhitungan sel dilakukan dibawah mikroskop. Sel apakah yang akan terlihat pada mikroskop jika menggunakan reagen tersebut?

a)

Trombosit saja

b)

Trombosit dan eritrosit

38.

Seorang pasien remaja dirujuk oleh dokter untuk melakukan pemeriksaan darah lengkap. Saat akan diambil darahnya oleh ATLM yang bertugas, pasien terlihat pucat, lemas dan berkeringat dingin karena takut melihat jarum. Bagaimana sikap professional seorang ATLM berdasarkan kasus tersebut?

a)

Menunggu pasien tenang dan siap untuk diambil

darahnya

b)

Meminta pasien untuk menutup mata saat pengambilan

darah

39.

Seorang ATLM mendapat permintaan pemeriksaan kadar simpanan besi tubuh dan darah lengkap dari dokter pada seorang pasien remaja putri yang sering mengeluh dada berdebar-debar serta pusing bila berdiri lama. Dokter menyarankan melakukan pemeriksaan kadar simpanan besi tubuh dan darah lengkap karena pada remaja putri sering terjadi anemia defisiensi besi. Bagaimanakah karakteristik eritrosit pada kasus tersebut?

a)

Hipokromik mikrositik

b)

Hipolromik makrositik

40.

Seorang ATLM di puskesmas harus melakukan prosedur pemeriksaan perhitungan sel leukosit segera. Pada saat akan melakukan prosedur pemeriksaan diketahui ternyata reagen turk yang biasa digunakan untuk pengenceran sudah kadarluarsa dan tidak ada lagi stoknya di laboratorium. Apakah yang harus dilakukan oleh ATLM berdasarkan kasus tersbut?

a)

Mengganti dengan asam asetat glasial yang ada

b)

Melakukan perhitungan tanpa pengenceran

41.

Seorang ATLM akan melakukan pengambilan sampel darah vena pada pasien perempuan berusia 25 tahun. Saat akan proses pengambilan darah pasien terlihat pucat dan berkeringat dingin, setelah dikonfirmasi ternyata pasien memiliki ketakutan pada jarum dan darah. Apa sikap profesionalisme ATLM pada kasus tersebut?

a)

Langsung melakukan flebotomi vena tanpa melakukan konfirmasi pemeriksaan

b)

Berkomunikasi dengan pasien dengan suara jelas

dibantu gerakan tubuh

42.

Seorang ATLM akan melakukan pengambilan sampel darah vena pada pasien perempuan berusia 25 tahun. Saat akan proses pengambilan darah pasien terlihat pucat dan berkeringat dingin, setelah dikonfirmasi ternyata pasien memiliki ketakutan pada jarum dan darah. Apa sikap profesionalisme ATLM pada kasus tersebut?

a)

Menunggu pasien untuk tenang dan didampingi

kerabatnya

b)

Meminta pasien untuk mengatur nafas dan segera

tenang

43.

Risa bekerja sebagai ATLM di laboratorium Rumah Sakit. Formulir pemeriksaan labotorium yang masuk terdapat permintaan segera melakukan pengabilan darah pada pasien di ruang rawat inap. Kondisi penyakit pasien tersebut mengharuskan untuk beristirahat penuh. Pada saat akan dilakukan pengambilan darah vena pasien dalam keadaan tidur. Tindakan apa yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?

a)

Pasien dibangunkan dengan pelan kemudian dilakukan

sampling

b)

Meminta kepada perawat penjaga untuk mengambilkan

darah di saat pasien sudah bangun

44.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan darah lengkap terhadap pasien terduga Demam Berdarah.

Hasil pemeriksaan menggunakan alat hematology analyzer didapatkan jumlah trombosit 90000/ul darah. Apa yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?

a)

Melakukan pemeriksaan konfirmasi Sediaan darah Tepi

b)

Menyerahkan hasil kepada dokter Penanggung jawab

45.

Seorang pasien anemia sedang menjalani terapi. ATLM diminta dokter yang merawat melakukan pemeriksaan laboratorium guna mengetahui perkembangan terapi anemianya dengan hitung jumlah retikulosit. Pemeriksaan hitung jumlah retikulosit memerlukan pewarnaan khusus. Metode pewarnaan apakah yang paling sering digunakan untuk mewarnai dan menghitung retikulosit ini ?

a)

Pewarnaan Supravital

b)

Pewarnaan Romanowsky

46.

Seorang ATLM di Puskesmas melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah pada sampel darah pasien

Remaja usia 15 tahun dengan keluhan lemah, letih dan lesu. Faktor apa saja yang dapat menyebabkan hasil tinggi palsu pada pemeriksaan LED ?

a)

Posisi rak LED, getaran dan pipet yang kotor

b)

Jenis antikoagulan, jenis larutan pengencer dan

teknik penghisapan

47.

Dewi adalah seorang ATLM di Laboratorium X melakukan tindakan plebotomi terhadapa pasien wanita berusia 35 tahun. Wanita tersebut membawa lembar pemeriksaan dari dokter dengan parameter pemeriksaan adalah Hitung Sel darah lengkap, Hemoglobin, Laju endap Darah, dan Morfologi eritrosit. Manakah tabung vacutainer yang digunakan untuk menampung darah pasien tersebut?

a)

Tabung tutup merah

b)

Tabung tutup ungu

48.

Ketika bekerja di laboratorium, salah satu hal yang dapat mengganggu pemeriksaan adalah spesimen yang lipemik karena dapat mengganggu pembacaan spektrofotometri, interaksi analit yang diperiksa, juga mengganggu reaksi antigen-antibodi. Mendeteksi lipemia pada spesimen darah lengkap (Whoole Blood) lebih sulit dibandingkan pada serum, sehingga lipemia pada whole blood seringkali tidak terdeteksi. Hasil pemeriksaan yang sangat terpengaruh oleh spesimen yang lipemik adalah?

a)

Nilai hematokrit

b)

nilai Hemoglobin

49.

Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan indeks eritrosit dengan alat haematology analyzer. Namun pada saat alat dihidupkan alat tidak dapat digunakan. Hitung indeks eritrosit akan dilakukan secara manual. Apa yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk bisa menghitung Indeks eritrosit tersebut?

a)

Melakukan pemeriksaan Hemoglobin, hematokrit dan

hitung jumlah eritrosit

b)

Melakukan pemeriksaan Hemoglobin, hematokrit dan

hitung jumlah trombosit

50.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan trombosit pada pasien yang terdiagnose DBD. Karena sampel pasien adalah cito yang artinya harus segera dikerjakan, dan ATLM tersebut terburu-buru, maka dia melakukan kesalahan pada tahap analitik. Apa kesalahan yang dilakukan pada kasus tersebut?

a)

Penghitungan sel terulang

b)

Kesalahan pegetikan hasil

51.

Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan hitung sel eritrosit secara manual. Setelah mendapatkan sampel darah kemudian ATLM tersebut mengambil pipit thoma dengan beads merah. Lalu memipet darah kemudian memipet larutan hayem. Apa langkah selanjut nya pada kasus tersebut?

a)

Membuang 3 tetesan pertama

b)

Mencampur hingga homogen

52.

Seorang ATLM akan melakukan pemeriksaan LED metode westergren kepada pasien rawat inap. Sebelum sampling darah, identifikasi pasien harus dilakukan agar tidak terjadi kesalahan. Apa yang sebaiknya dilakukan pada proses tersebut?

a)

Menyesuaikan identitas pada pergelangan tangan

b)

Menanyakan identitas kepada pasien

53.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hematokrit pada pasien dengan diagnose anemia. metode yang digunakan adalah makro hematokrit atau metode wintrobe. ATLM mengisi tabung wintrobe sampai skala teratas, kemudian dimasukkan ke dalam sentrifuse. Berapa kecepatan dan waktu yang dibutuhkan untuk pemeriksaan di atas?

a)

3000 rpm, 20 menit

b)

3000 rpm, 30 menit

54.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hematokrit dengan menggunakan metode mikro hematokrit. Sampel yang digunakan adalah darah kapiler, karena sedikit tergesa ATLM tersebut keliru mengambil pipa kapiler atau tabung hematokrit. Apa yang pertama kali harus dilakukan oleh ATLM tersebut?

a)

Marah-marah kepada pasien

b)

Meminta maaf kepada pasien

55.

Seorang ATLM di ruang sampling darah akan melakukan tindakan flebotomi kepada pasien diagnose DBD dengan permintaan pemeriksaan di formulir yaitu salah satunya adalah Trombosit. Pembuluh darah vena yang terlihat dan teraba oleh petugas terindentifikasi kecil dan agak dalam. Apakah langkah selanjutnya yang harus dilakukan oleh ATLM tersebut?

a)

Menggunakan jarum butterfly

b)

Menggunakan lanset

56.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan hemoglobin dengan cara mencampur HCl dan darah. Kemudian dari hasil mencampur darah dan HCL dibaca dengan cara membandingkan larutan standar. Cara ini tidak tepat 100% karena kelemahannya adalah pada cara pembacaannya yang melalui visual biasa. Apa tindakan yang dapat menyebabkan kesalahan pada pemeriksaan diatas?

a)

Tidak membersihkan alat yang akan digunakan

b)

Pembacaan di tempat pencahayaan yang bagus

57.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Hemoglobin metode POCT dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat. POCT bukanlah pengganti layanan laboratorium konvensional, melainkan layanan tambahan untuk laboratorium klinik. Apa kelebihan metode tersebut?

a)

Pemeriksaan dapat dilakukan secara mandiri

b)

Pemeriksaan masih menggunakan prosedur yang invasif

58.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah(LED). Proses pengendapan sel eritrosit pada pemeriksaan LED dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan, yaitu fase penggumpalan, pengendapan dan pemadatan. Apa yang terjadi pada fase ketiga dalam proses tersebut?

a)

Pengendapan eritrosit yang sangat lambat

b)

Sel eritrosit membentuk rouleoux

59.

Seorang ATLM melakukan pemeriksaan Laju Endap Darah (LED) dengan metode westergreen. Untuk melakukan pemeriksaan tersebut maka perlu dilakukan pencampuran darah dengan antikoagulan. Jika perbandingan darah dan antikoagulan tidak sesuai dengan prosedur maka akan mempengaruhi pemeriksaan tersebut. Apa faktor yang mempengaruhi pemeriksaan tersebut?

a)

Ukuran eritrosit yang normal

b)

Jumlah eritrosit darah yang kurang dari normal

60.

Seorang ATLM menerima sampel darah dengan permintaan pemeriksaan jumlah Eritrosit. Metode yang digunakan adalah metode manual dengan menggunakan bilik hitung Improved Neubauer. Pada metode tersebut digunakan reagensia yang dapat mewarnai dan melisiskan sel-sel lain selain trombosit. Apa reagensia yang dapat digunakan untuk pemeriksaan diatas ?

a)

Rees Ecker

b)

Hayem