NEW
Font size
WorksheetsMateri : Teks Anekdot
Total questions: 15
Worksheet time: 21mins
Berikut yang bukan merupakan ciri-ciri teks anekdot adalah…
Mengandung pesan moral
Ceritanya lucu dan menarik
Menggelitik dan mengesankan
Bersifat menyindir dan mengesankan
Bersifat objektif dan bahasanya lugas
Berikut urutan struktur teks anekdot yang tepat adalah…
Orientasi - evaluasi - komplikasi - penegasan
Komplikasi- orientasi- evaluasi-penegasan
Komplikasi- orientasi - evaluasi
Orientasi - komplikasi - evaluasi
Evaluasi - orientasi - komplikasi
Cermati kutipan teks anekdot berikut.
Di tempat parkir motor sebuah kantor, Pak Eko terheran-heran ketika melihat Pak Giri terlihat pucat dan berkali-kali bilang, “Untung… untung tidak nabrak!”
Dilihat dari strukturnya, kutipan teks anekdot tersebut termasuk bagian…
Evaluasi
Orientasi
Abstrak
penegasan
komplikasi
Bacalah teks berikut!
Seorang tukang susu menjadi sangat kaya dengan cara yang tidak jujur. Dia harus menyebrangi sungai setiap hari untuk mencapai kota tempat tinggal pelanggannya. Dia mencampur air sungai dengan susu yang dia jual untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Suatu hari, dia berkeliling menagih uang pembayaran susu kepada pelanggannya untuk merayakan pernikahan putranya. Dengan keuntungan yang banyak, dia membeli banyak pakaian mewah dan hiasan emas yang berkilauan. Namun, saat menyebrangi sungai untuk pulang, perahu terbalik dan semua pembeliannya yang mahal itu ditelan sungai. Saat itu, dia mendengar suara yang berasal dari sungai, “Jangan menangis. Apa yang hilang darimu hanyalah keuntungan yang didapat dengan menipu pelanggan.”
Pesan moral yang ingin disampaikan pengarang melalui teks anekdot tersebut adalah…
Kematangan emosi menentukan keberhasilan seseorang.
Kejujuran merupakan sikap yang harus dimiliki oleh semua orang.
Keuletan pedagang akan mendatangkan keuntungan yang besar.
Pedagang harus mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya.
Jika ingin untung, pedagang harus memiliki trik atau cara khusus.
Bacalah teks berikut!
Seorang tukang susu menjadi sangat kaya dengan cara yang tidak jujur. Dia harus menyebrangi sungai setiap hari untuk mencapai kota tempat tinggal pelanggannya. Dia mencampur air sungai dengan susu yang dia jual untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Suatu hari, dia berkeliling menagih uang pembayaran susu kepada pelanggannya untuk merayakan pernikahan putranya. Dengan keuntungan yang banyak, dia membeli banyak pakaian mewah dan hiasan emas yang berkilauan. Namun, saat menyebrangi sungai untuk pulang, perahu terbalik dan semua pembeliannya yang mahal itu ditelan sungai. Saat itu, dia mendengar suara yang berasal dari sungai, “Jangan menangis. Apa yang hilang darimu hanyalah keuntungan yang didapat dengan menipu pelanggan.”
Kalimat yang menunjukkan bagian komplikasi teks anekdot adalah…
Kalimat ke-1 paragraf ke-1
Kalimat ke-1 paragraf ke-2
Kalimat ke-2 paragraf ke-1
Kalimat ke-2 paragraf ke-2
Kalimat ke-3 paragraf ke-2
Berikut yang tidak termasuk kaidah kebahasaan teks anekdot adalah…
Kata kerja aksi
Kalimat perintah
Pertanyaan retoris
Majas perbandingan
Konjungsi urutan waktu
Bacalah kutipan berikut!
Dengan cekatan, Pak Tami melanjutkan pekerjaannya. Ternyata, dia membuat semacam baliho besar dari tripleks dan papan bekas pintu, lalu membawanya ke pinggir sungai ujung desa yang dekat dengan pabrik tempat Pak Rudi bekerja. Tanpa diduga, ternyata Pak Rudi sedang berada tidak jauh dari Pak Tami.
Konjungsi urutan waktu yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah…
Dengan
Sedang
Dari
Lalu
Dan
Bacalah kutipan berikut!
Dengan cekatan, Pak Tami melanjutkan pekerjaannya. Ternyata, dia membuat semacam baliho besar dari tripleks dan papan bekas pintu, lalu membawanya ke pinggir sungai ujung desa yang dekat dengan pabrik tempat Pak Rudi bekerja. Tanpa diduga, ternyata Pak Rudi sedang berada tidak jauh dari Pak Tami.
Kata kerja aksi dalam kutipan teks tersebut adalah…
Melanjutkan, membuat
Membawa, cekatan
Membawa, berada
Membuat, baliho
Cekatan, berada
Berikut yang merupakan kalimat tanya retoris adalah…
Jon, kenapa kamu tidak memakai sarung tangan?
Siapakah yang hari ini tidak masuk sekolah karena sakit?
Hai orang miskin, kenapa kamu pecahkan piala mahal itu?
Jika bersih, lingkungan pun menjadi nyaman, bisa dimengerti?
Bukankah bermain sepak bola bisa membuat badan kita sehat?
Bacalah dengan seksama teks anekdot berikut!
Surat
Seorang lelaki muda sedang memotong rumput di halaman rumahnya. Tiba-tiba, tetangganya, seorang lelaki tua, keluar dari rumah dan langsung pergi ke kotak surat. Dia membukanya, lalu membanting penutup kotak surat itu dan kembali ke dalam rumah.
Beberapa saat kemudian, dia keluar lagi dari rumahnya dan membuka kotak surat, kemudian membantingnya lagi. Dengan marah, dia kembali ke rumah. Selang beberapa waktu, dia keluar lagi, berjalan ke kotak surat, membukanya, dan kemudian membantingnya lebih keras dari sebelumnya.
Bingung dengan tindakan tetangganya, lelaki muda itu bertanya, “Apakah ada yang salah, Pak?”
Lelaki tua itu menjawab, “Pasti ada! Komputer baruku yang bodoh itu terus berkata, ‘You got mail!”
Lelaki muda itu tersenyum sambil berkata, “Coba Bapak matikan saja komputer baru yang bodoh itu,” lalu dia beranjak sambil geleng-geleng.
Inti cerita teks anekdot tersebut adalah…
Lelaki tua yang mudah marah.
Kepedulian hidup bertetangga.
Lelaki muda yang kasihan melihat lelaki muda.
Seseorang yang mendapatkan kiriman surat.
Orang bodoh yang tidak menyadari kebodohannya.
Bacalah dengan seksama teks anekdot berikut!
Surat
Seorang lelaki muda sedang memotong rumput di halaman rumahnya. Tiba-tiba, tetangganya, seorang lelaki tua, keluar dari rumah dan langsung pergi ke kotak surat. Dia membukanya, lalu membanting penutup kotak surat itu dan kembali ke dalam rumah.
Beberapa saat kemudian, dia keluar lagi dari rumahnya dan membuka kotak surat, kemudian membantingnya lagi. Dengan marah, dia kembali ke rumah. Selang beberapa waktu, dia keluar lagi, berjalan ke kotak surat, membukanya, dan kemudian membantingnya lebih keras dari sebelumnya.
Bingung dengan tindakan tetangganya, lelaki muda itu bertanya, “Apakah ada yang salah, Pak?”
Lelaki tua itu menjawab, “Pasti ada! Komputer baruku yang bodoh itu terus berkata, ‘You got mail!”
Lelaki muda itu tersenyum sambil berkata, “Coba Bapak matikan saja komputer baru yang bodoh itu,” lalu dia beranjak sambil geleng-geleng.
Majas ironi yang terdapat dalam teks anekdot tersebut adalah
Dengan marah, dia kembali ke rumah.
Coba Bapak matikan saja komputer baru yang bodoh itu.
Seorang lelaki muda sedang memotong rumput di halaman rumput.
Dia membukanya, lalu membanting penutup kotak surat itu dan kembali ke dalam rumah.
Tiba-tiba, tetangganya, seorang lelaki tua, keluar dari rumah dan langsung pergi ke kotak surat.
Kalimat berikut yang tidak menggunakan konjungsi urutan waktu adalah…
Setelah menyelesaikan tugasnya, Bagus bergegas pulang.
Anda ingin menyelesaikan masalah atau menambah masalah?
Pak Yayat mengajarinya membuat kerajinan, lalu mempromosikannya.
Semenjak berhenti bekerja, Yono kerap merepotkan orang tuanya.
Dengan cepat, dia menyelesaikan sarapannya, kemudian berangkat kerja.
Cermati kalimat berikut dengan cermat.
[. . .] menuangkan kopi ke dalam cangkir, Dalijo langsung menyeruputnya
panas-panas, [ . . . ] meletakkannya di dekat piring yang telah kosong.
Konjungsi urutan waktu yang tepat untuk melengkapi rumpang tersebut adalah…
Ketika, setelah
Setelah, ketika
Lalu, kemudian
Selanjutnya, lalu
Setelah, kemudian
Bacalah kutipan teks berikut!
Suatu ketika, seekor kucing hutan tertangkap di jaring pemburu. Seekor tikus yang melihat kucing di jaring mulai bermain-main di sekitar kucing. Seekor luwak yang melihat hal tersebut langsung datang ke lokasi untuk membunuh si tikus. Saat sudah dekat dengan jaring luwak mengangkat kepalanya dan melihat seekor burung hantu di pohon sedang mengambil ancang-ancang untuk menyergapnya. Menyadari situasi tersebut, tikus langsung berpikir, “Pemburu akan mengambil kucing itu dan si luwak pasti akan mendapatkan aku. Lebih parah lagi, burung hantu yang ada di sana justru akan menyantap kami berdua.”
Akhirnya, tikus berkata kepada kucing, “Aku bisa memotong jaring jika kamu berjanji akan menyelamatkanku dari luwak dan burung hantu.” Kucing pun setuju. Tikus mulai memotong jaring perlahan-lahan dan membebaskan kucing. Ketika pemburu semakin mendekat, kucing itu berhasil lari, begitu pula dengan tikus dan luwak. Burung hantu sangat kecewa melihat mangsanya melarikan diri ke tempat aman.
Beberapa hari kemudian, kucing hutan itu lapar. Dia pergi ke lubang tikus dan memintanya keluar untuk bermain. Namun, tikus itu menjawab, “Aku mencari persahabatan dan menyelamatkanmu untuk menyelamatkanku. Sekarang, kamu pulang saja.”
Kalimat perintah dalam teks anekdot tersebut adalah…
Sekarang, kamu pergi saja.
Suatu ketika, seekor kucing hutan tertangkap di jaring pemburu.
Seekor tikus yang melihat kucing di jaring mulai bermain-main di sekitar kucing.
Seekor luwak yang melihat hal tersebut langsung datang ke lokasi untuk membunuh si tikus.
Aku bisa memotong jaring jika kamu berjanji untuk menyelamatkanku dari luwak dan burung hantu.
Bacalah kutipan teks berikut!
Suatu ketika, seekor kucing hutan tertangkap di jaring pemburu. Seekor tikus yang melihat kucing di jaring mulai bermain-main di sekitar kucing. Seekor luwak yang melihat hal tersebut langsung datang ke lokasi untuk membunuh si tikus. Saat sudah dekat dengan jaring luwak mengangkat kepalanya dan melihat seekor burung hantu di pohon sedang mengambil ancang-ancang untuk menyergapnya. Menyadari situasi tersebut, tikus langsung berpikir, “Pemburu akan mengambil kucing itu dan si luwak pasti akan mendapatkan aku. Lebih parah lagi, burung hantu yang ada di sana justru akan menyantap kami berdua.”
Akhirnya, tikus berkata kepada kucing, “Aku bisa memotong jaring jika kamu berjanji akan menyelamatkanku dari luwak dan burung hantu.” Kucing pun setuju. Tikus mulai memotong jaring perlahan-lahan dan membebaskan kucing. Ketika pemburu semakin mendekat, kucing itu berhasil lari, begitu pula dengan tikus dan luwak. Burung hantu sangat kecewa melihat mangsanya melarikan diri ke tempat aman.
Beberapa hari kemudian, kucing hutan itu lapar. Dia pergi ke lubang tikus dan memintanya keluar untuk bermain. Namun, tikus itu menjawab, “Aku mencari persahabatan dan menyelamatkanmu untuk menyelamatkanku. Sekarang, kamu pulang saja.”
Nilai kehidupan yang terdapat dalam teks anekdot tersebut adalah…
Persahabatan hendaknya dijaga dan jangan sampai mengingkari janji.
Jangan mudah percaya kepada orang lain, apalagi jika baru kenal.
Sebaiknya berhati-hati dalam pergaulan agar tidak membahayakan diri sendiri
Hendaknya kita selalu waspada terhadap segala kemungkinan.
Jangan berani membuat janji jika tidak yakin bisa menepati.
