Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MENGHINDARI PERKELAHIAN ANTAR PELAJAR XI SMKN 4 JEMBER

Total questions: 25

Worksheet time: 16mins

Name
Class
Date
1.

Bentuk tindakan kekerasan atau agresi yang dilakukan oleh suatu kelompok pelajar dengan kelompok pelajar lain yang berusaha untuk menyingkirkan pihak lawan dengan menghancurkan atau membuat pihak mereka tidak berdaya adalah makna...

a)

Perkelahian antar ibu-ibu

b)

Perkelahian antar pelajar

c)

Perkelahian antar Mahasiswa

d)

Perkelahian antar Kampung

2.

Kenakalan pelajar atau remaja, menurut Sarlito W. Sarwono adalah tindakan oleh seseorang yang belum dewasa yang sengaja melanggar hukum dan yang diketahui oleh anak itu sendiri bahwa jika perbuatannya itu sempat diketahui oleh petugas hukum ia bisa dikenai hukuman. para pelajar yang terlibat dalam perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng yang memiliki aturan dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti oleh anggotanya, termasuk berkelahi, melukai, mencuri dan tindak pidana yang lain termasuk kedalam jenis kenakalan remaja...

a)

Delikuensi Pandemik

b)

Delikuensi Kondisional

c)

Delikuensi Sistematik

d)

Delikuensi Situasional

3.

Perkelahian pelajar yang disebabkan karena faktor salah pergaulan. Pelajar yang terbiasa bergaul dengan pelajar yang tukang tawuran, anak yang malas belajar, suka mencuri, bolos belajar, maka semua itu menjadi perekat bagi pelajar yang awalnya baik-baik saja dikenal dengan istilah...

a)

Male Phenomenon

b)

Social Disorganization

c)

Strain

d)

Differential Association

4.

Perilaku menyimpang, termasuk perkelahian pelajar, harus segera dihentikan, jangan dianggap remeh dan lumrah, agar tidak terjadi skala yang lebih besar. Ingat kebakaran besar, dimulai dari titik api yang kecil. beberapa upaya pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya adalah...

a)

Mengunci pintu pagar sekolah agar siswa tidak keluar dari lingkungan sekolah untuk melakukan tindakan perkelahian antar pelajar.

b)

Bentuk siswa untuk mencintai mata pelajaran dan mendapatkan nilai bagus, agar tidak memikirkan tentang perkelahian antar pelajar

c)

Beri kesempatan yang banyak agar pelajar dapat mengembangkan segala minat, bakat dan potensinya.

d)

Memaksimalkan pantauan CCTV agar siswa terpantau aman dan tidak melakukan pelanggaran.

5.

Minimal ada 5 penanganan terhadap pelajar yang menyimpang, berikut yang tidak termasuk

penanganan terhadap perilku pelajar yang menyimpang adalah...

a)

Keikhlasan

b)

Kejujuran

c)

Kepercayaan

d)

Kemurnian Hati

6.

Islam mengambil sudut pandang yang berbeda tentang perkelahian pelajar. semua perbuatan (baik dan buruk) menjadi tanggung jawab masing masing individu (Manusia). Dalam Hukum Islam, Kapan Manusia bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri?

a)

Pada Usia Baligh

b)

Umur 17-18 Tahun

c)

Usia SMP

d)

Saat sudah menikah

7.

Apapun alasannya, mengambil jalan kekerasan, tidak dibenarkan dalam Islam. Tindakan kekerasan itu, bukan perwujudan dari Islam. sebagai pelajar muslim, kita semua diingatkan dengan visi dan misi Islam sebagai agama yang damai, santun, dan menjadi rahmat untuk semesta alam (Islam yang rahmatan lil ‘ālamin). bagaimana islam mengatur cara kita untuk membela kebenaran?

a)

mengutamakan kekerabatan, jika tidak memiliki hubungan kekerabatan tidak perlu kita bela meskipun benar.

b)

Menggunakan iming - iming hadiah harta / uang

c)

Dengan cara yang keras agar tidak terlihat lemah

d)

Menggunakan cara-cara yang benar

8.

Bagaimana sikap anda jika diajak dalam sebuah perkelahian/tawuran antar pelajar?

a)

Menolak dengan pertimbangan Islam sebagai agama kita akan menghukum kita dengan memasukkan ke neraka.

b)

Menolak tanpa pertimbangan apapun, karena Islam melarang untuk berbuat kerusakan dan tindakan merugikan diri sendiri dan orang lain.

c)

Menolak dengan pertimbangan jika menrima jakan tersebut, akan mendapatkan teguran, hukuman dari sekolah

d)

Menerima tanpa pertimbangan apapun, karena Islam memerintahkan untuk membela diri dengan cara yaang lebih keras.

9.

Bagaimana sikap anda jika melihat dan berada di situasi perkelahian antar pelajar?

a)

Menghindar agar Citra/ image/nama baik kita sebagai pelajar yang baik tidak tercoreng

b)

Menghindar dari situasi tersebut dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan/kepolisian

c)

Menghindar dan menjauh dari situasi tersebut agar tidak dituduh terlibat dalam situasi tersebut.

d)

ikut serta dalam situasi tersebut karena pelajar memang identik dan biasa melakukan hal tersebut.

10.

وَمَآ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ Terkait Perkelahian antar pelajar Ayat ini menegaskan bahwa...

a)

Setiap pelajar harus mengutamakan berbuat baik dan membantu teman dalam perkelahian antar pelajar.

b)

Setiap pelajar wajar jika terlibat perkelahian antar pelajar, karena usia pelajar memang harus menunjukkan kekuatan fisik.

c)

Setiap pelajar harus mengutamakan berbuat baik dan melaksanakan sholat lima waktu

d)

Setiap pelajar harus menciptakan kedamaian menjauhi tindakan kekerasan

11.

Apa yang menjadi alasan utama para pelajar Muslim meraih banyak prestasi dalam pendidikan?

a)

Karena mereka ingin mendapatkan pengakuan dunia.

b)

Karena Islam mendorong mereka untuk hidup bermanfaat bagi orang lain.

c)

Karena mereka ingin mencapai popularitas di kalangan teman-teman sekolah.

d)

Karena mereka ingin menjadi orang terkaya di dunia.

e)

Karena mereka hanya fokus pada kecantikan fisik.

12.

Mengapa perkelahian antarpelajar atau remaja dan tawuran pelajar dianggap sebagai masalah serius dalam dunia pendidikan?

a)

Karena perkelahian antarpelajar dan tawuran pelajar adalah bagian alami dari pengalaman sekolah.

b)

Karena perkelahian antarpelajar dan tawuran pelajar selalu diatur dan diawasi oleh pihak sekolah.

c)

Karena perkelahian antarpelajar dan tawuran pelajar membantu mengembangkan keterampilan sosial pelajar.

d)

Karena perkelahian antarpelajar dan tawuran pelajar dapat menyebabkan kekerasan fisik dan merupakan bentuk kenakalan remaja.

e)

Karena perkelahian antarpelajar dan tawuran pelajar tidak memiliki dampak apa pun pada lingkungan sekolah.

13.

Apa yang bisa dilakukan oleh sekolah dan pihak berwenang untuk mengatasi masalah perkelahian antarpelajar dan tawuran pelajar?


a)

Mengabaikan masalah ini dan membiarkan pelajar menyelesaikannya sendiri.

b)

Mengadakan kompetisi antarpelajar untuk mendorong perkelahian yang sehat.

c)

Memberikan ruang pertemuan antarpelajar untuk melakukan perkelahian yang lebih aman.

d)

Mengambil tindakan preventif, seperti edukasi tentang konflik, pemahaman diri, dan kerjasama antarpelajar.

14.

Apa yang dimaksud dengan Delikuensi Situasional dalam konteks kenakalan remaja, seperti perkelahian pelajar?

a)

Perkelahian yang terjadi karena pelajar memiliki aturan dan kebiasaan tertentu yang harus diikuti oleh anggotanya.

b)

Perkelahian yang terjadi karena adanya situasi yang mengharuskan mereka untuk berkelahi, sering kali untuk memecahkan masalah.

c)

Perkelahian yang terjadi secara spontan tanpa alasan yang jelas.

d)

Perkelahian yang hanya terjadi di dalam sekolah.

e)

Perkelahian yang terjadi karena keinginan untuk mencuri barang-barang.

15.

Apa yang membedakan Delikuensi Sistematik dari Delikuensi Situasional dalam kenakalan remaja?


a)

Delikuensi Sistematik tidak melibatkan anggota geng, sedangkan Delikuensi Situasional melibatkan anggota geng.

b)

Delikuensi Sistematik melibatkan perkelahian di luar sekolah, sedangkan Delikuensi Situasional terjadi di sekolah.

c)

Delikuensi Sistematik melibatkan perencanaan dan organisasi, sedangkan Delikuensi Situasional terjadi secara spontan.

d)

Delikuensi Sistematik hanya terjadi pada pelajar yang memiliki catatan kenakalan sebelumnya, sedangkan Delikuensi Situasional terjadi pada pelajar yang tidak memiliki catatan kenakalan.

e)

Delikuensi Sistematik selalu melibatkan tindak pidana, sedangkan Delikuensi Situasional tidak.

16.

Seorang pelajar SMK sering terlibat dalam perkelahian dengan pelajar dari sekolah lain. Menurut konsep "Differential Association," bagaimana pengaruh pergaulan yang salah dapat memengaruhi perilaku perkelahian pelajar ini?

a)

Pengaruh pergaulan yang salah tidak memiliki dampak pada perilaku perkelahian pelajar.

b)

Pengaruh pergaulan yang salah dapat membuat pelajar ini lebih cenderung berperkelahian karena ia memiliki banyak teman yang mendukung perilaku tersebut.

c)

Pengaruh pergaulan yang salah hanya memengaruhi pelajar yang belum pernah berperkelahian sebelumnya.

d)

Pengaruh pergaulan yang salah membuat pelajar ini lebih suka beraktivitas di luar sekolah daripada terlibat dalam perkelahian.

e)

Pengaruh pergaulan yang salah membuat pelajar ini menjadi lebih patuh terhadap aturan sekolah.


17.

Sebuah sekolah di daerah perkotaan melaporkan peningkatan kasus perkelahian pelajar. Berdasarkan konsep "Social Disorganization," apa yang mungkin menjadi salah satu faktor penyebab peningkatan ini?

a)

Pelajar di sekolah tersebut memiliki aturan yang sangat ketat yang mencegah perkelahian.

b)

Orang tua pelajar di sekolah tersebut sangat terlibat dalam pendidikan anak-anak mereka.

c)

Sekolah tersebut memiliki program bimbingan yang sangat efektif untuk mencegah perkelahian.

d)

Lingkungan di sekitar sekolah mengalami penurunan pranata budaya yang menopang harmoni sosial.

e)

Pelajar di sekolah tersebut memiliki hiburan yang cukup, sehingga mereka tidak tertarik untuk berperkelahian.

18.

Bagaimana faktor pengembangan pribadi melalui pendidikan di sekolah dapat berkontribusi dalam pencegahan perilaku menyimpang, seperti perkelahian pelajar?

a)

Pengembangan pribadi melalui pendidikan tidak memiliki dampak pada pencegahan perilaku menyimpang.

b)

Pengembangan pribadi melalui pendidikan membantu pelajar mengontrol gejolak jiwanya dan mencegah melampiaskan ke hal-hal negatif.

c)

Pengembangan pribadi melalui pendidikan hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai akademis pelajar.

d)

Pengembangan pribadi melalui pendidikan hanya terjadi di luar sekolah.

e)

Pengembangan pribadi melalui pendidikan hanya bergantung pada faktor keluarga.


19.

Mengapa penting membentuk banyak organisasi atau lembaga yang mewadahi aktivitas pelajar atau anak, seperti Kelompok Belajar atau Karang Taruna, dalam upaya pencegahan perilaku menyimpang?


a)

Organisasi semacam itu hanya bertujuan untuk meningkatkan nilai akademis pelajar.

b)

Organisasi semacam itu tidak memiliki dampak nyata pada pencegahan perilaku menyimpang.

c)

Organisasi semacam itu memberikan pelajar kesempatan untuk bersosialisasi, tetapi tidak memengaruhi perilaku mereka.

d)

Organisasi semacam itu memberikan pelajar tempat untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, sehingga meningkatkan kepercayaan diri.

e)

Organisasi semacam itu hanya bertujuan untuk menghasilkan anggota dengan keterampilan tertentu.

20.

Mengapa penting untuk tidak menyamaratakan potensi anak dan memberikan mereka kesempatan untuk membuat keputusan atas kesadaran sendiri?

a)

Memberikan kesempatan untuk membuat keputusan sendiri membantu anak menemukan jati dirinya dan merasa memiliki kontrol atas hidupnya.

b)

Menyamaratakan potensi anak merupakan metode yang lebih efektif dalam pengembangan anak.

c)

Menyamaratakan potensi anak dapat mencegah terjadinya iri hati di antara saudara-saudara.

d)

Menyamaratakan potensi anak dapat meningkatkan persaingan dan perselisihan di antara mereka.

e)

Memberikan kesempatan untuk membuat keputusan sendiri dapat membuat anak menjadi terlalu mandiri.

21.

Seorang pelajar merasa kesulitan menghadapi masalah di sekolah dan ingin mencari bantuan. Bagaimana konsep "Kepercayaan" berperan dalam penanganan pelajar ini?

a)

Pelajar harus berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa mencari bantuan.

b)

Kepercayaan tidak memiliki peran dalam penanganan pelajar yang menghadapi masalah.

c)

Pelajar seharusnya hanya percaya kepada teman-temannya, bukan kepada guru atau orang dewasa.

d)

Pelajar harus memiliki kepercayaan kepada pihak-pihak yang bisa membantunya, seperti wali kelas, guru agama atau guru-guru lain

e)

Pelajar seharusnya hanya mencari bantuan dari pihak luar sekolah.

22.

Mengapa konsep "Kemurnian Hati" penting dalam penanganan pelajar yang mengalami masalah?

a)

Pelajar harus selalu memiliki kemurnian hati agar masalahnya bisa diatasi.

b)

Kemurnian hati tidak memiliki peran dalam penanganan masalah pelajar.


c)

Kemurnian hati membantu pelajar percaya bahwa penanganan masalah tidak bersyarat dan tulus.

d)

Kemurnian hati hanya relevan dalam konteks urusan keagamaan.

e)

Kemurnian hati hanya relevan jika pelajar mencari bantuan dari teman-temannya.

23.

Mengapa dalam Islam, pengambilan jalan kekerasan tidak dibenarkan?

a)

Karena Islam adalah agama yang tidak mengizinkan umatnya untuk membela kebenaran.

b)

Karena Islam mengingatkan umatnya untuk menggunakan cara-cara yang benar dalam membela kebenaran, dan tidak mengorbankan prinsip-prinsip keagamaan yang telah disepakati bersama.

c)

Karena Islam mengizinkan pengambilan jalan kekerasan hanya jika orang merasa tersinggung.

d)

Karena Islam mengajarkan bahwa kekerasan adalah satu-satunya cara untuk mencapai tujuan yang benar.

e)

Karena Islam adalah agama yang mendukung tindakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah.

24.

Islam melalui sebuah Piagam yang disusun oleh Rasulullah S.A.W. mampu menghadirkan kedamaian, ketenteraman dan harmoni yang tidak menimbulkan luka, apalagi merusak. Sebuah manajemen hidup yang saling berdampingan secara harmonis antar satu sama lain, tanpa perlu mengorbankan nyawa, melukai fisik dan jiwa, merusak harta benda, dan prinsip-prinsip keagamaan yang sudah disepakati bersama. Piagam yang dimaksud bernama...

a)

Piagam Makkah

b)

Piagam Madinah

c)

Piagam Jakarta

d)

Piagam Quraisy

25.

Bukan persoalan mudah untuk menjawab problematika tersebut, namun yang terpenting adalah komitmen semua umat Islam, sebagai seorang pelajar muslim, memerankan visi dan misinya dengan benar di tengah problematika dunia yang semakin kompleks sejalan dengan risalah Islam seperti yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah S.A.W. Sekarang ini, Islam dihadapkan pada problema besar, yakni membumikan sekaligus mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta. persoalan yang segera muncul adalah apa kiat dan strateginya, sehingga Islam itu benar-benar mampu menjawab realitas problematika kemanusian, damai untuk semua, dan menebar keselamatan dan ketenteraman untuk sesama? berikut yang tidak termasuk diantara sikap dan perilaku pelajar muslim dalam mewujudkan Islam sebagai rahmat bagi alam semesta

a)

Menyaring informasi yang diterima baik dari media sosial ataupun secara langsung (Lisan)

b)

Ikut terlibat dalam perkelahian dan tawuran pelajar sebagai bagian dari identitas pelajar yang wajar.

c)

Membangun kesadaran kedewasaan dengan membantu pekerjaan orangtua dirumah.

d)

Memanfaatkan usia remaja/muda dengan cara menyusun rencana masa depan untuk berwirausaha atau melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.