wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PTS PKN XI 2023

Total questions: 60

Worksheet time: 3hrs 34mins

Name
Class
Date
1.
Soekarno menjelaskan bahwa kebangsaan di sini bukan dalam arti sempit, tetapi dalam arti luas yakni, nationale staat. Soekarno kemudian memberikan definisi “bangsa” dengan mengutip pendapat Ernest Renan, yaitu “kehendak akan bersatu, Orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu”. Soekarno juga mengutip pendapat Otto Bauer yang mendefinisikan bangsa “adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib”. Namun, kedua definisi ini dirasa oleh Soekarno tidak cukup untuk menggambarkan kebangsaan Indonesia. Pasalnya, Soekarno memberikan contoh bangsa Minangkabau. Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga. Namun, hal tersebut hanyalah satu bagian kecil dari satu kesatuan. Pendek kata, Soekarno menjelaskan bahwa bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya, tetapi harus menjadi satu kesatuan seluruh manusia Indonesia yang berbangsa-bangsa dan tinggal di pulau-pulau Indonesia. Soekarno menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah……..
a)
Bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama
b)
Satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya
c)
Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
d)
Sesama bangsa Jawa merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
e)
Sesama bangsa Sumatra merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
2.
Bangsa Amerika dan Eropa merasa lebih hebat dibandingkan dengan bangsa Asia dan Afrika karena mereka pemenang perang dunia kedua, menggangap rendah bangsa lain jangan sampai masuk ke alam berpikir Bangsa Indonesia, menurut Soekarno menganggap rendah bangsa lain disebut dengan…..
a)
Chauvinisme
b)
Patriotisme
c)
Nasionalisme
d)
Cinta Tanah Air
e)
Pahlawan
3.
Bangsa Amerika dan Eropa merasa lebih hebat dibandingkan dengan bangsa Asia dan Afrika karena mereka pemenang perang dunia kedua, menggangap rendah bangsa lain jangan sampai masuk ke alam berpikir Bangsa Indonesia, Berikut pidato Soekarno dalam perumusan Pancasila“Jangan kita berdiri diatas azas demikian, tuan-tuan, jangan berkata, bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulia, serta meremehkan bangsa lain. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia”. Pemikiran ini yang mendasari usul Soekarno dalam perumusan Pancasila yang disebut dengan konsep…..?
a)
Internasionalisme/Perikemanusiaan
b)
Ketuhanan
c)
Demokrasi
d)
Kerakyatan/Musyawarah
e)
Kesejahteraan
4.
Prinsip usulan Soekarno bahwa dialam Indonesia merdeka tidak ada kemiskinan, tidak ada ibu yang menangis karena tidak mampu membelikan susu untuk anaknya, tidak ada Bapak yang menangis karena tidak mampu membayar sekolah anaknya, Prinsip ini disampaikan dalam Perumusan Pancasila yang disebut dengan
a)
Kesejahteraan Sosial
b)
Internasionalisme/Perikemanusiaan
c)
Ketuhanan
d)
Demokrasi
e)
Kerakyatan/Musyawarah
5.
Prinsip ini berkaitan dengan paham nasionalisme. Nasionalisme dalam negara Indonesia merdeka berbeda dengan usaha rakyat sewaktu mendirikan negara Syailendera Sriwijaya (600-1400), juga berbeda dengan kerajaan Majapahit (1293-1525). Bagi Yamin, paham atau falsafah tentang kedatuan atau keprabuan sebagaimana pada masa Sriwijaya dan Majapahit tidak dapat diberlakukan dalam negara Indonesia. Sebuah negara, menurut Yamin, berkaitan dengan tanah air, bangsa, kebuda yaan, dan kemakmuran. Ia ibarat setangkai bunga yang berhubungan dengan dahan, daun, dan cabang. Karena itu, Yamin menyarankan agar tatanan negara Indonesia berbeda dengan negara luar, karena aturan-aturan dasar negara Indonesia perlu merujuk kepada tradisi, adat, agama, dan otak Indonesia, bukan meru juk kepada negara lain. Prinsip ini disampaikan Yamin dalam perumusan Pancasila yang disebut dengan
a)
Peri Kebangsaan
b)
Perikemanusiaan
c)
Periketuhanan
d)
Perikerakyatan
e)
Perikesejahteraan
6.
Yamin mengatakan bahwa pergerakan Indonesia merdeka tidak saja berkaitan dengan perlawanan terhadap penjajah, melainkan juga upaya untuk menyusun masyarakat baru dalam suatu negara. Tujuan Indonesia merdeka sudah sama artinya dengan dasar kemanusiaan yang berupa dasar kedaulatan rakyat atau kedaulatan negara. Kedaulatan rakyat Indonesia dan Indonesia merdeka berdasarkan peri kemanusiaan yang universal, berisikan tentang humanisme dan internasionalisme bagi segala bangsa. Dasar peri kemanusiaan adalah dasar hukum internasional dan peraturan kesusilaan sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Dasar dari usulan Yamin ini adalah . . . .
a)
Peri kemanusiaan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri ketuhanan
d)
Peri kerakyatan
e)
Peri kesejahteraan
7.
Yamin hanya mengatakan bahwa bangsa Indonesia merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu, Dasar dari usulan Yamin ini adalah . . . .
a)
Peri ketuhanan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri kerakyatan
e)
Peri kesejahteraan
8.
Yamin memberikan ilustrasi cukup panjang usulan ini. Yamin banyak merujuk kepada kitab suci umat Islam, al-Qur’an. Ketika membahas tentang permusyawaratan, Yamin mengutip ayat al-Qur’an surat As-Syuara ayat 38, juga merujuk kepada sejarah Nabi Muhammad dan para sahabat, yang kesemuanya dijadikan dasar perlunya permusyawaratan. Yamin juga mengambil dasar permusyawaratan dari sifat-sifat peradaban asli Indonesia (prasejarah), di mana nenek moyang kita sudah terbiasa melakukan musyawarah. Dasar dari usulan Yamin ini adalah
a)
Peri kerakyatan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri ketuhanan
e)
Peri kesejahteraan
9.
Tidak banyak yang dijelaskan Yamin mengenai kesejahteraan rakyat ini. Ia hanya mengatakan bahwa perubahan besar yang terjadi dalam diri bangsa Indonesia berhubungan langsung dengan dilantiknya negara baru. Selain itu, mengenai kehidupan ekonomi sosial bangsa Indonesia, Mohammad Yamin membicarakan persoalan tentang kesejahteraan rakyat atau keadilan sosial yang dikaitkan dengan daerah negara. Secara puitis, Yamin mengatakan bahwa Garuda Negara Indonesia yang hendak terbang membumbung tinggi melalui daerah yang terhampar dari Gentingan kra di Semenanjung Melayu dan Pulau Weh di puncak utara Sumatera sampai ke kandang Sampan Mangio di kaki Gunung Kinabu dan Pulau Palma Sangihe di sebelah utara Sulawesi. Prinsip ini disebut dengan…..
a)
Peri kesejahteraan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri ketuhanan
e)
Peri kerakyatan
10.
Persatuan hidup, persatuan kawulo dan gusti, persatuan antara dunia luar dan dunia batin, antara mikro kosmos dan makrokosmos, antara pemimpin dan rakyatnya. Soepomo sangat menekankan adanya persatuan pemimpin dengan rakyatnya. Karena itulah, pejabat negara, menurut Soepomo, ialah pemimpin yang bersatu-jiwa dengan rakyat, dan para pejabat negara itu senantiasa memegang teguh persatuan dan keseimbangan dalam masyarakatnya. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan
a)
Persatuan
b)
Kekeluargaan
c)
Keseimbangan Lahir dan Batin
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
11.
Karakteristik sosial bangsa Indonesia adalah kekeluargaan, sehingga hal ini perlu menjadi dasar bagi Indonesia merdeka. Soepomo mengkritik apa yang disebutnya “kebudayaan Barat”. Menurut Soepomo, orang Barat berpegang pada prinsip perseorangan (individualisme). Individualisme ini yang menyebabkan bangsabangsa Eropa pada keangkaramurkaan, ia dapat bersaing dengan sangat keras dan saling menjatuhkan. Sementara, orang Timur tidak mengenal individualisme. Dalam budaya Timur, sebagaimana Indonesia, semua orang dianggap seba gai anggota keluarga. Semua pekerjaan dijalankan secara bersama-sama. Oleh karena itu, negara Indonesia merdeka harus diselenggarakan atas dasar kekeluargaan dan gotong-royong. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan
a)
Kekeluargaan
b)
Persatuan
c)
Keseimbangan Lahir dan Batin
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
12.
Setiap manusia, menurut Soepomo, dalam pergaulan sosial memiliki kewajiban hidup (dharma) sendiri menurut kodrat alamnya, yang kesemuanya itu ditujukan untuk mencapai keseimbangan lahir dan batin. Batin di sini berkaitan dengan agama, keyakinan, atau kepercayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia, yang dapat menjadikan petunjuk jalan dalam kehidupannya. Sementara lahir berarti hal-hal tampak, ragawi, dan fisikal. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan . . . .
a)
Keseimbangan Lahir dan Batin
b)
Persatuan
c)
Kekeluargaan
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
13.
Menurut Soepomo, masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan musyawarah sejak dahulu kala. Karena itu, pemimpin negara Indonesia, menurut Soepomo, hendaknya bermusyawarah dengan rakyatnya, atau dengan kepala-kepala keluarga dalam desa, agar terwujud pertalian antara pemimpin dan rakyat. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan . . . .
a)
Musyawarah
b)
Persatuan
c)
Kekeluargaan
d)
Keseimbangan Lahir dan Batin
e)
Keadilan rakyat
14.
Perdebatan mengenai hubungan antara agama dan negara turut mewarnai sidang BPUPK kala itu. Para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia berbeda pendapat soal ini. Sebagian menghendaki Islam menjadi dasar negara, sebagian lainnya berpandangan bahwa negara Indonesia tidak perlu menjadikan agama sebagai dasar negara. Soekarno dan Hatta, misalnya, adalah tokoh yang berpandangan bahwa negara Indonesia tidak dapat didasarkan kepada Islam. Sementara itu, Moh. Natsir, Ki Bagus Hadikusumo, dan KH. Wahid Hasyim memandang bahwa Islam harus menjadi dasar negara. Dibawah ini tokoh yang menghendaki bahwa Islam harus menjadi dasar negara adalah
a)
Moh. Natsir dan Kibagus Hadikusumo
b)
Soekarno dan Ki Bagus Hadikusumo
c)
Hatta dan Soekarno
d)
KH. Wahid Hasyim dan Soekarno
e)
Moh. Natsir dan Hatta
15.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Ketuhanan
b)
Kemanusiaan
c)
Persatuan
d)
Musyawarah
e)
Keadilan
16.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Instrumental dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
UUD Pasal 29 (1) dan (2)
b)
Ketuhanan
c)
Kemanusiaan
d)
Tidak melakukan penistaan Agama
e)
Saling menghormati sesama manusia
17.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Tidak melakukan penistaan Agama
b)
Ketuhanan
c)
Kemanusiaan
d)
UUD Pasal 29 (1) dan (2)
e)
Saling menghormati sesama manusia
18.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Keadilan
b)
Musyawarah
c)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
d)
Tidak bergaya hidup mewah.
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
19.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Instrumental dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
b)
Keadilan
c)
Musyawarah
d)
Tidak bergaya hidup mewah.
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
20.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Tidak bergaya hidup mewah.
b)
Keadilan
c)
Musyawarah
d)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
21.
Soekarno menjelaskan bahwa kebangsaan di sini bukan dalam arti sempit, tetapi dalam arti luas yakni, nationale staat. Soekarno kemudian memberikan definisi “bangsa” dengan mengutip pendapat Ernest Renan, yaitu “kehendak akan bersatu, Orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu”. Soekarno juga mengutip pendapat Otto Bauer yang mendefinisikan bangsa “adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib”. Namun, kedua definisi ini dirasa oleh Soekarno tidak cukup untuk menggambarkan kebangsaan Indonesia. Pasalnya, Soekarno memberikan contoh bangsa Minangkabau. Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga. Namun, hal tersebut hanyalah satu bagian kecil dari satu kesatuan. Pendek kata, Soekarno menjelaskan bahwa bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya, tetapi harus menjadi satu kesatuan seluruh manusia Indonesia yang berbangsa-bangsa dan tinggal di pulau-pulau Indonesia. Soekarno menyimpulkan bahwa bangsa Indonesia adalah……..
a)
Bangsa Indonesia bukanlah sekadar satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama
b)
Satu golongan orang yang memiliki keinginan untuk bersama dan bersatu dengan golongannya
c)
Sesama bangsa Minangkabau merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
d)
Sesama bangsa Jawa merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
e)
Sesama bangsa Sumatra merasa satu kesatuan, merasa satu keluarga.
22.
Bangsa Amerika dan Eropa merasa lebih hebat dibandingkan dengan bangsa Asia dan Afrika karena mereka pemenang perang dunia kedua, menggangap rendah bangsa lain jangan sampai masuk ke alam berpikir Bangsa Indonesia, menurut Soekarno menganggap rendah bangsa lain disebut dengan…..
a)
Chauvinisme
b)
Patriotisme
c)
Nasionalisme
d)
Cinta Tanah Air
e)
Pahlawan
23.
Bangsa Amerika dan Eropa merasa lebih hebat dibandingkan dengan bangsa Asia dan Afrika karena mereka pemenang perang dunia kedua, menggangap rendah bangsa lain jangan sampai masuk ke alam berpikir Bangsa Indonesia, Berikut pidato Soekarno dalam perumusan Pancasila“Jangan kita berdiri diatas azas demikian, tuan-tuan, jangan berkata, bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulia, serta meremehkan bangsa lain. Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia”. Pemikiran ini yang mendasari usul Soekarno dalam perumusan Pancasila yang disebut dengan konsep…..?
a)
Internasionalisme/Perikemanusiaan
b)
Ketuhanan
c)
Demokrasi
d)
Kerakyatan/Musyawarah
e)
Kesejahteraan
24.
Prinsip usulan Soekarno bahwa dialam Indonesia merdeka tidak ada kemiskinan, tidak ada ibu yang menangis karena tidak mampu membelikan susu untuk anaknya, tidak ada Bapak yang menangis karena tidak mampu membayar sekolah anaknya, Prinsip ini disampaikan dalam Perumusan Pancasila yang disebut dengan
a)
Kesejahteraan Sosial
b)
Internasionalisme/Perikemanusiaan
c)
Ketuhanan
d)
Demokrasi
e)
Kerakyatan/Musyawarah
25.
Prinsip ini berkaitan dengan paham nasionalisme. Nasionalisme dalam negara Indonesia merdeka berbeda dengan usaha rakyat sewaktu mendirikan negara Syailendera Sriwijaya (600-1400), juga berbeda dengan kerajaan Majapahit (1293-1525). Bagi Yamin, paham atau falsafah tentang kedatuan atau keprabuan sebagaimana pada masa Sriwijaya dan Majapahit tidak dapat diberlakukan dalam negara Indonesia. Sebuah negara, menurut Yamin, berkaitan dengan tanah air, bangsa, kebuda yaan, dan kemakmuran. Ia ibarat setangkai bunga yang berhubungan dengan dahan, daun, dan cabang. Karena itu, Yamin menyarankan agar tatanan negara Indonesia berbeda dengan negara luar, karena aturan-aturan dasar negara Indonesia perlu merujuk kepada tradisi, adat, agama, dan otak Indonesia, bukan meru juk kepada negara lain. Prinsip ini disampaikan Yamin dalam perumusan Pancasila yang disebut dengan
a)
Peri Kebangsaan
b)
Perikemanusiaan
c)
Periketuhanan
d)
Perikerakyatan
e)
Perikesejahteraan
26.
Yamin mengatakan bahwa pergerakan Indonesia merdeka tidak saja berkaitan dengan perlawanan terhadap penjajah, melainkan juga upaya untuk menyusun masyarakat baru dalam suatu negara. Tujuan Indonesia merdeka sudah sama artinya dengan dasar kemanusiaan yang berupa dasar kedaulatan rakyat atau kedaulatan negara. Kedaulatan rakyat Indonesia dan Indonesia merdeka berdasarkan peri kemanusiaan yang universal, berisikan tentang humanisme dan internasionalisme bagi segala bangsa. Dasar peri kemanusiaan adalah dasar hukum internasional dan peraturan kesusilaan sebagai bangsa dan negara yang merdeka. Dasar dari usulan Yamin ini adalah . . . .
a)
Peri kemanusiaan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri ketuhanan
d)
Peri kerakyatan
e)
Peri kesejahteraan
27.
Yamin hanya mengatakan bahwa bangsa Indonesia merdeka adalah bangsa yang berkeadaban luhur, dan peradabannya memiliki Ketuhanan Yang Maha Esa. Tuhan akan melindungi negara Indonesia merdeka itu, Dasar dari usulan Yamin ini adalah . . . .
a)
Peri ketuhanan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri kerakyatan
e)
Peri kesejahteraan
28.
Yamin memberikan ilustrasi cukup panjang usulan ini. Yamin banyak merujuk kepada kitab suci umat Islam, al-Qur’an. Ketika membahas tentang permusyawaratan, Yamin mengutip ayat al-Qur’an surat As-Syuara ayat 38, juga merujuk kepada sejarah Nabi Muhammad dan para sahabat, yang kesemuanya dijadikan dasar perlunya permusyawaratan. Yamin juga mengambil dasar permusyawaratan dari sifat-sifat peradaban asli Indonesia (prasejarah), di mana nenek moyang kita sudah terbiasa melakukan musyawarah. Dasar dari usulan Yamin ini adalah
a)
Peri kerakyatan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri ketuhanan
e)
Peri kesejahteraan
29.
Tidak banyak yang dijelaskan Yamin mengenai kesejahteraan rakyat ini. Ia hanya mengatakan bahwa perubahan besar yang terjadi dalam diri bangsa Indonesia berhubungan langsung dengan dilantiknya negara baru. Selain itu, mengenai kehidupan ekonomi sosial bangsa Indonesia, Mohammad Yamin membicarakan persoalan tentang kesejahteraan rakyat atau keadilan sosial yang dikaitkan dengan daerah negara. Secara puitis, Yamin mengatakan bahwa Garuda Negara Indonesia yang hendak terbang membumbung tinggi melalui daerah yang terhampar dari Gentingan kra di Semenanjung Melayu dan Pulau Weh di puncak utara Sumatera sampai ke kandang Sampan Mangio di kaki Gunung Kinabu dan Pulau Palma Sangihe di sebelah utara Sulawesi. Prinsip ini disebut dengan…..
a)
Peri kesejahteraan
b)
Peri Kebangsaan
c)
Peri kemanusiaan
d)
Peri ketuhanan
e)
Peri kerakyatan
30.
Persatuan hidup, persatuan kawulo dan gusti, persatuan antara dunia luar dan dunia batin, antara mikro kosmos dan makrokosmos, antara pemimpin dan rakyatnya. Soepomo sangat menekankan adanya persatuan pemimpin dengan rakyatnya. Karena itulah, pejabat negara, menurut Soepomo, ialah pemimpin yang bersatu-jiwa dengan rakyat, dan para pejabat negara itu senantiasa memegang teguh persatuan dan keseimbangan dalam masyarakatnya. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan
a)
Persatuan
b)
Kekeluargaan
c)
Keseimbangan Lahir dan Batin
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
31.
Karakteristik sosial bangsa Indonesia adalah kekeluargaan, sehingga hal ini perlu menjadi dasar bagi Indonesia merdeka. Soepomo mengkritik apa yang disebutnya “kebudayaan Barat”. Menurut Soepomo, orang Barat berpegang pada prinsip perseorangan (individualisme). Individualisme ini yang menyebabkan bangsabangsa Eropa pada keangkaramurkaan, ia dapat bersaing dengan sangat keras dan saling menjatuhkan. Sementara, orang Timur tidak mengenal individualisme. Dalam budaya Timur, sebagaimana Indonesia, semua orang dianggap seba gai anggota keluarga. Semua pekerjaan dijalankan secara bersama-sama. Oleh karena itu, negara Indonesia merdeka harus diselenggarakan atas dasar kekeluargaan dan gotong-royong. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan
a)
Kekeluargaan
b)
Persatuan
c)
Keseimbangan Lahir dan Batin
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
32.
Setiap manusia, menurut Soepomo, dalam pergaulan sosial memiliki kewajiban hidup (dharma) sendiri menurut kodrat alamnya, yang kesemuanya itu ditujukan untuk mencapai keseimbangan lahir dan batin. Batin di sini berkaitan dengan agama, keyakinan, atau kepercayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia, yang dapat menjadikan petunjuk jalan dalam kehidupannya. Sementara lahir berarti hal-hal tampak, ragawi, dan fisikal. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan . . . .
a)
Keseimbangan Lahir dan Batin
b)
Persatuan
c)
Kekeluargaan
d)
Musyawarah
e)
Keadilan rakyat
33.
Menurut Soepomo, masyarakat Indonesia sudah terbiasa melakukan musyawarah sejak dahulu kala. Karena itu, pemimpin negara Indonesia, menurut Soepomo, hendaknya bermusyawarah dengan rakyatnya, atau dengan kepala-kepala keluarga dalam desa, agar terwujud pertalian antara pemimpin dan rakyat. Konsep ini dikemukakan Soepomo dalam perumusan Pancasila disebut dengan . . . .
a)
Musyawarah
b)
Persatuan
c)
Kekeluargaan
d)
Keseimbangan Lahir dan Batin
e)
Keadilan rakyat
34.
Perdebatan mengenai hubungan antara agama dan negara turut mewarnai sidang BPUPK kala itu. Para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia berbeda pendapat soal ini. Sebagian menghendaki Islam menjadi dasar negara, sebagian lainnya berpandangan bahwa negara Indonesia tidak perlu menjadikan agama sebagai dasar negara. Soekarno dan Hatta, misalnya, adalah tokoh yang berpandangan bahwa negara Indonesia tidak dapat didasarkan kepada Islam. Sementara itu, Moh. Natsir, Ki Bagus Hadikusumo, dan KH. Wahid Hasyim memandang bahwa Islam harus menjadi dasar negara. Dibawah ini tokoh yang menghendaki bahwa Islam harus menjadi dasar negara adalah
a)
Moh. Natsir dan Kibagus Hadikusumo
b)
Soekarno dan Ki Bagus Hadikusumo
c)
Hatta dan Soekarno
d)
KH. Wahid Hasyim dan Soekarno
e)
Moh. Natsir dan Hatta
35.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Ketuhanan
b)
Kemanusiaan
c)
Persatuan
d)
Musyawarah
e)
Keadilan
36.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Instrumental dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
UUD Pasal 29 (1) dan (2)
b)
Ketuhanan
c)
Kemanusiaan
d)
Tidak melakukan penistaan Agama
e)
Saling menghormati sesama manusia
37.
Ketuhanan Yang Maha Esa, UUD 1945 Pasal 29: (1) Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. (2) Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. • Tidak melakukan penistaan dari suatu agama seperti melakukan pembakaran rumah-rumah ibadah. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Tidak melakukan penistaan Agama
b)
Ketuhanan
c)
Kemanusiaan
d)
UUD Pasal 29 (1) dan (2)
e)
Saling menghormati sesama manusia
38.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Dasar dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Keadilan
b)
Musyawarah
c)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
d)
Tidak bergaya hidup mewah.
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
39.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Instrumental dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
b)
Keadilan
c)
Musyawarah
d)
Tidak bergaya hidup mewah.
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
40.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, UUD 1945, Pasal 34: (1) Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara. (2) Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat dan memberdayakan masyarakat yang lemah dan tidak mampu sesuai dengan martabat kemanusiaan. (3) Negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak. Suka melakukan perbuatan dalam rangka mewujudkan kemajuan dan keadilan sosial. Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. • Tidak bergaya hidup mewah.. Analisislah Paragraf diatas berdasarkan Nilai Dasar, Nilai Instrumental dan Nilai Praksis Pancasila. Nilai Praksis dari pargaraf diatas adalah . . . . .
a)
Tidak bergaya hidup mewah.
b)
Keadilan
c)
Musyawarah
d)
UUD 1945, Pasal 34 (1) (2) (3)
e)
Negara mengembangkan sistem jaminan sosial bagi seluruh rakyat
41.

Terdapat dua fungsi utama ideologi dalam masyarakat menurut Ramlan Surbakti yaitu sebagai tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai bersama oleh suatu masyarakat dan sebagai?

a)

pemersatu masyarakat

b)

pemberi struktur kognitif

c)

pedoman tentang cara hidup

d)

sekumpulan ide/gagasan

e)

keyakinan yang dianut oleh masyarakat

42.

Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut:

(1) Memberikan struktur kognitif atau pengetahuan

(2) Memberikan orientasi dasar dengan membuka wawasan serta tujuan dalam kehidupan manusia

(3) Memberikan norma-norma yang menjadi pedoman

(4) Memberikan bekal dan jalan bagi seseorang untuk menentukan identitasnya,

(5) Memberikan pedoman tentang cara hidup

Pernyataan yang tidak termasuk enam fungsi ideologi menurut Soerjanto Poespowardojo ditunjukan nomer?

a)

(1)

b)

(2)

c)

(3)

d)

(4)

e)

(5)

43.

Berdasarkan beberapa pendapat para ahli mengenai ideologi, terdapat beberapa unsur yang memberi batasan tentang ideologi. Berikut yang bukan termasuk unsur tersebut adalah?

a)

Dianut oleh masyarakat

b)

Tersusun secara sistematis

c)

Bersumber dari pikiran manusia

d)

Mempunyai tujuan dan arah yang jelas

e)

Tujuan atau cita-cita yang hendak dicapai masyarakat

44.

Salah satu fungsi ideologi adalah menjadi kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu, masyarakat, dan bangsa untuk?

a)

mencapai tujuan

b)

kehidupan yang sejahtera

c)

mencapai ketertiban masyarakat

d)

berpikir, melangkah, dan bertindak

e)

memajukan bangsa serta mencapai tujuan nasional

45.

Apakah yang dimaksud dengan philosophische grondslag?

a)

Dasar yang dapat mewadahi, menampung, dan memfasilitasi keberadaan agama dan kepercayaan di Indonesia

b)

Dasar yang kuat, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk Indonesia merdeka

c)

Ciri khas bangsa Indonesia, baik dalam berperilaku, bertindak, maupun berpikir

d)

Negara yang meniadakan perbedaan antar golongan masyarakat

e)

Indonesia Merdeka

46.

Wujud dari nilai Instrumental Pancasila adalah …..

a)

Undang-undang dan peraturan pemerintah

b)

Kenyataan hidup sehari-hari

c)

Peraturan kelompok

d)

Terlepas dari pengaruh perubahan ruang dan waktu

e)

Peraturan pribadi

47.

Bagaimana keterkaitan antara Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan Sila Kemanusiaan yang Adil dan beradab?

a)

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan kebebasan beragama, sementara Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusi

b)

A.    Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan bahwa semua warga negara harus memiliki satu keyakinan agama yang sama, sementara Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan perlakuan adil terhadap semua warga negara

c)

A.    Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menekankan persatuan bangsa di bawah satu Tuhan, sementara Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan penghormatan terhadap budaya dan adat istiadat

d)

A.    Sila Ketuhanan Yang Maha Esa mengharuskan semua warga negara beribadah pada hari-hari suci, sementara Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menekankan norma-norma etika yang baik

e)

Tidak ada keterkaitan antara Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Sila Kemanusiaan yang Adil dan beradab

48.

  Apa yang membedakan ideologi Pancasila dari ideologi komunisme?

a)

Pancasila menekankan persatuan dan kesatuan bangsa, sementara komunisme mengadvokasi kepemilikan kolektif atas sumber daya

b)

Pancasila menekankan hak-hak individu, sementara komunisme menekankan kepentingan kolektif

c)

Pancasila memandang kebebasan berpendapat sebagai hak asasi manusia, sementara komunisme sering kali menghambat kebebasan berpendapat

d)

Pancasila menolak adanya kelas sosial, sementara komunisme mengadvokasi persamaan ekonomi di antara semua warga negara

e)

Pancasila menekankan perwakilan rakyat dalam proses pengambilan keputusan, sementara komunisme sering kali mengadopsi sistem otoriter

49.

Di bawah ini, manakah tindakan yang mencerminkan penerapan Sila Keadilan Sosial dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Memilih teman berdasarkan latar belakang agama atau suku

b)

Memberikan bantuan kepada tetangga yang sedang kesulitan ekonomi

c)

Memaksakan pendapat pribadi tanpa memperhatikan kepentingan bersama

d)

Mengabaikan peraturan lalu lintas saat berkendara

e)

Memberikan hak suara pada saat pemilu

50.

Dinamika perumusan pancasila diwarnai dengan banyaknya anggota BPUPK yang turut menyampaikan pidato pada sidang pertama yang membahas tentang dasar negara Indonesia merdeka. Diskusi dan saling menanggapi, bahkan saling sanggah, terjadi selama persidangan. Para pejuang dan pendiri bangsa Indonesia berbeda pendapat soal ini. Sebagian menghendaki negara Islam menjadi dasar negara, sebagian lainnya berpandangan bahwa negara Indonesia tidak perlu menjadikan agama sebagai dasar negara. Tokoh yang dikenal sebagai Nasionalis-Islam ialah …..

a)

Ki Bagus Hadi kusumo, Soepomo, M. Natsir

b)

Ir. Soekarno, Ki Bagus Hadi kusumo, KH Abdul Wahid Hasyim, M. Natsir

c)

Moh. Hatta, KH Abdul Wahid Hasyim, M. Natsir

d)

Ki Bagus Hadi kusumo, KH Abdul Wahid Hasyim, Moh. Hatta

e)

Ki Bagus Hadi kusumo, KH Abdul Wahid Hasyim, M. Natsir

51.

Dalam UUD NRI 1945 Pasal 19

1)   Anggota Dewan Perwakilan Rakyat dipilih melalui pemilihan umum

2)   Susunan Dewan Perwakilan Rakyat diatur dengan undang-undang

3)   Dewan Perwakilan Rakyat bersidang sedikitnya sekali dalam setahun

Dari isi pasal tersebut tersirat bahwa pasal 19 merupakan nilai ….. sila ke ….

a)

Nilai Instrumental, sila ke 5

b)

Nilai Dasar, sila ke 4

c)

Nilai Praksis sila ke 3

d)

Nilai Instrumental, sila ke 4

e)

Nilai Praksis sila ke 5

52.

Tindakan pemerintah dalam memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan merupakan contoh implementasi dari prinsip sila?

a)

Kemanusiaan yang adil dan beradab

b)

Ketuhanan

c)

Demokrasi terpimpin

d)

Kedilan Sosial

e)

Persatuan Indonesia

53.

Bagaimana ciri-ciri utama Ideologi Liberalisme dalam konteks politik?

a)

Mengutamakan kontrol penuh pemerintah dalam ekonomi

b)

Menekankan kebebasan individu, hak asasi manusia, dan demokrasi

c)

Menganjurkan penghapusan kepemilikan pribadi

d)

Memandang bahwa negara harus mengendalikan semua aspek kehidupan warganya

e)

Pemerintahan yang otoriter dan totaliter

54.

Apa yang dimaksud dengan istilah "Pancasila sebagai Meja Statis"?

a)

Pancasila merupakan landasan tetap yang tidak dapat diubah dalam kehidupan berangsa dan bernegara

b)

Pancasila adalah ideologi yang selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan zaman

c)

Pancasila hanya berlaku untuk generasi saat ini dan tidak dapat diwariskan kepada generasi mendatang

d)

Pancasila hanya berlaku di tingkat pemerintahan pusat dan tidak relevan di daerah-daerah

e)

Pancasila bersifat terbuka dan dapat diinterpretasikan ulang sesuai dengan kebutuhan masyarakat

55.

Mengapa konsep "Pancasila sebagai Leitstar Dinamis" penting dalam konteks perkembangan sosial, politik, dan ekonomi?

a)

Karena mengabaikan nilai-nilai tradisional dan budaya

b)

Karena memungkinkan adaptasi terhadap perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat

c)

Karena mengabaikan kepentingan politik

d)

Karena membatasi kebebasan individu

e)

Karena memaksakan satu interpretasi tunggal dari Pancasila

56.

Bagaimana Pancasila dapat berfungsi sebagai panduan dalam menghadapi perkembangan dan tantangan baru?

a)

Dengan membatasi interpretasi Pancasila hanya pada pengertian aslinya

b)

Dengan mengabaikan perkembangan dan tantangan baru.

c)

Dengan memisahkan Pancasila dari kehidupan sehari-hari

d)

Dengan mengadopsi ideologi asing sebagai panduan baru

e)

Dengan menginterpretasikan ulang Pancasila sesuai dengan konteks dan kebutuhan baru

57.

Apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai "ideologi negara"?

a)

Pancasila adalah satu-satunya agama yang dianut di Indonesia

b)

Pancasila adalah landasan etika dan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia

c)

Pancasila hanya berlaku bagi warga negara yang berasal dari kelompok tertentu

d)

Pancasila adalah partai politik yang berkuasa di Indonesia

e)

Pancasila adalah organisasi sosial yang mengatur kehidupan masyarakat

58.

Perhatikan pernyataan berikut!

1)      Menghormati orang yang lebih tua

2)      Membantu orang lain karena haknya

3)      Meghormati hak-hak orang lain

4)      Meningkatkan kegiatan silaturahmi

Sikap positip terhadap Pancasila, terutama sila kedua dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ditunjukkan pada nomor…..

a)

1. 2 dan 3

b)

1, 2 dan 4

c)

1, 3 dan 4

d)

2, 3, dan 4

e)

2 dan 4

59.

Contoh peran serta siswa dalam mempertahankan pancasila dalam kehidupan sehari-hari di sekolah adalah …..

a)

Melaksanakan piket setiap hari

b)

Melaksanakan semua perintah guru

c)

Menaati tata tertib sekolah

d)

Suka mengalah dalam pergaulan

e)

Ikut dalam kegiatan ronda

60.

Pancasila memiliki nilai politik, sebab Pancasila …..

a)

Dasar negara

b)

Dasar untuk membuat undang-undang dan peraturan perundangan dibawahnya

c)

Dasar dalam kehidupan beragama

d)

Dasar pemikiran berbangsa dan bernegara

e)

Dasar pembentukan lembaga-lembaga negara