NEW
Font size
WorksheetsIMAN ISLAM IHSAN XII PAI SMKN 4 JEMBER
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan adalah makna dari...
Iman
Islam
Ihsan
Ikhlas
Meyakini adanya wujud Allah S.W.T. para malaikatNya, kitab kitabNya, para rasulNya, hari terjadinya kiamat serta qada’ dan qodarNya adalah bentuk dari
Islam
Iman
Ihsan
Ikhlas
Berikut contoh bentuk perilaku Iman yang paling sesuai adalah...
Hilwa seorang siswi kelas 12 SMK meyakini bahwa Al-Qur'an merupakan Kitab Allah S.W.T., Hilwa menutup rambutnya dengan Jilbab, hal ini dia lakukan karena dalam Al-Qur'an Allah memerintahkan untuk melaksanakannya.
Andre percaya dan meyakini keberadaan Malaikat Roqib dan Atid dengan masing-masing tugasnya, saat ulangan PAI berlangsung Andre mencontek dan menanyakan jawaban kepada teman yang duduk disampingnya untuk memberikan jawaban soal ulangan PAI.
Andini meyakini bahwa masa depannya sudah ditentukan oleh Allah S.W.T. melalui Qodho' dan QodarNya, maka dari hal tersebut Andini tidak memasak nasi, karena makanan akan datang sendiri karena Allah S.W.T. sudah mengatur bahwa dia akan mendapatkan makanan tanpa berusaha memasak.
Nesya adalah pencinta Rasulullah S.A.W. karena menurutnya Rasulullah S.A.W. adalah Rasul Allah yang wajib diyakini keberadaannya. dalam kesehariannya perilaku Nesya mencontoh gaya artis-artis Korea, dia hafal lagu-lagu K-POP namun dia tidak hafal bacaan Sholawat dan enggan bersedekah.
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْن
Didalam Q.S. Al-Anfal : 2 tersebut dijelaskan bahwa diantara ciri orang beriman adalah...
orang-orang yang menepati janji dan tidak pernah menyelewengkan tanggung jawab.
Orang yang melaksanakan Sholat, mengeluarkan zakat dan melaksanakan haji dan umroh.
Orang yang jika disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka
orang yang apabila dibacakan ayat Allah maka dia takut dan segera bertaubat.
Kondisi iman bersifat fluktuatif ini karena iman bertempat dalam hati. Dalam bahasa Arab hati dinamai qalb yang artinya bolak-balik dan tidak tetap dalam satu kondisi, sehingga karakter dasar hati adalah berubah-ubah, hati kadang senang, sedih, marah, rindu, cinta, dan benci. Berikut salah satu contoh perilaku yang berkaitan dengan sifat Iman yang Fluktuatif.
Adelia adalah sorang karyawan di sebuah perusahaan yang mengetahui bahwa atasannya melakukan penyelewengan dana perusahaan (Korupsi) namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena takut dikeluarkan dari perusahaan tersebut jika sampai dia membuka masalah tersebut, namun hati adelia tidak suka dengan apa yang diperbuat oleh atasannya tersebut, dia memohon kepad Allah S.W.T. agar masalah ini segera diketahui oleh pihak yang berwenang.
Retno adalah seorang muslimah yang hatinya tidak pernah berhenti dari berdzikir (mengingat kekuasaan Allah S.W.T. ) dan memohon ampun (beristighfar) atas kesalahan yang diperbuatnya tiap waktu.
Bagi Ricko memberitahu dan menegyr secara langsung temannya yang sedang khilaf/lupa saat berbicara tidak pantas/kotor adalah lebih baik dari pada diam dan bersikap apatis.
Cinthia menjaga jarak dengan teman laki-laki yang bukan mahromnya dan lebih intensif dan aktif mengerjakan projek untuk membantu remaja muslimah yang sudah baligh dalam mengenali perannya di organisasi yang diikutinya.
Kata Islam secara bahasa (etimologi) berasal dari kata aslam-yuslim-islam. berikut yang tidak termasuk dari arti kata islam secara bahasa
Keselamatan
Kedamaian
Kemurnian
Kesederhanaan
Islam sebagai agama tidak dapat terlepas dari adanya unsur-unsur pembentuknya berupa rukun Islam, yaitu: 1) Membaca dua kalimat syahadat, 2) Mendirikan salat lima waktu, 3) Menunaikan zakat, 4) Puasa ramadhan, 5) Haji ke Baitullah jika mampu.
maka untuk dikatakan sebagai seorang muslim yang sempurna, maka indikatornya adalah...
Melaksanakan shalat dengan khusu' dan meyakini rukun iman dengan sempurna.
Melaksanakan Salah satu dari lima perkara yang terangkum dalam rukun Islam
Melaksanakan lima perkara yang terangkum dalam rukun Islam
Melaksanakan 4 perkara dari lima perkara (kecuali haji yang hanya dilakukan bagi yang mampu) yang terangkum dalam rukun Islam
Kesadaran yang sedalam-dalamnya bahwa Allah S.W.T. senantiasa hadir atau bersama manusia dimanapun berada adalah makna dari
Ikhlas
Islam
Iman
Ihsan
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa terdapat tiga macam/golongan orang mengamalkan ajaran Islam. dari tiga
Golongan tersebut yang merupakan ciri manusia sempurna (insan kamil) adalah...
orang yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan yaitu orang yang menjalankan kewajiban juga hal yang disunnahkan serta menjauhi
hal yang haram dan yang dimakruhkan serta meninggalkan sesuatu yang dihukumi mubah.
orang yang tak berlebihan yaitu orang yang melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan tetapi
seringkali meninggalkan ibadah sunnah dan melakukan hal-hal yang dimakruhkan
orang yang zalim kepada dirinya sendiri yaitu orang yang berlebihan dalam mengamalkan sebagian kewajiban, serta seringkali
melakukan sesuatu hal yang terlarang
orang yang tunduk patuh terhadap ajaran islam, selalu melaksanakan ibadah sholat dan tidak peduli terhadap tetangga yang sedang membutuhkan bantuannya.
Untuk menapaki jalan insan kamil, terlebih dahulu kita perlu mengingat kembali tentang 4 unsur manusia yaitu jasad/raga, hati, roh dan rasa. Keempat unsur manusia ini harus difungsikan untuk menjalankan kehendak Allah Swt. Hati nurani harus dijadikan rajanya dengan cara selalu mengingat sang Pencipta alam semesta. diantara sifat yang harus dimiliki agar kita menjadi insan kamil adalah dengan mengasah dan belajar memiliki sifat zuhud, contoh perilaku zuhud di jaman sekarang yang bisa diterapkan adalah...
Mensyukuri kesehatan badan dengan tidak begadang.
segera istighfar saat melakukan kesalahan, maksiat dan kekhilafan
Menggunakan HP dengan seperlunya dan untuk hal-hal yang lebih bermanfaat. dan tidak bergantung dengan keberadaanya.
Belajar dalam rangka Mempersiapkan ulangan sekolah, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah S.W.T saat selesai mengerjakan ulangan tersebut.
