wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UTS PROFESI KEPENDIDIKAN

Total questions: 10

Worksheet time: 4mins

Name
Class
Date
1.

Fungsi dan tujuan penetapan kode etik guru adalah sebagai berikut, kecuali...

a)

Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas

b)

Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalm keanggotaan profesi

c)

Sebagai aturan yang mengikat terhadap tanggung jawab profesi, agar tidak berpindah ke profesi yang lain

d)

Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan

2.

1. Etika hubungan guru dengan teman sejawat

2. Etika hubungan guru dengan peserta didik

3. Etika hubungan guru dengan pimpinan

  1. 4. Etika Hubungan guru dengan bangsa dan negara

5. Etika Hubungan guru dengan masyarakat

Manakah yang merupakan pedoman kode etik guru dalam pelaksanaan hubungan proses keprofesionalannya...

a)

1, 4, dan 5

b)

2, 4, dan 5

c)

2, 3, dan 5

d)

1, 3, dan 4

3.

Organisasi profesi adalah sebagai sarana pemersatu anggota seprofesi dalam konteks positif untuk menjadi mitra pemerintah guna menghasilkan kemanfaatan bagi bangsa ditengah tantangan global. Tak hanya itu, organisasi profesi dapat menghimpun kekuatan sumber daya manusia guna memperoleh kekuatan pengembangan kompetensi (Keilmuan dan Keahlian). Jenis jenis organisasi keguruan yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut, kecuali...

a)

Kelompok Serikat Guru Indonesia (KSGI)

b)

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI)

c)

Ikatan Guru Indonesia (IGI)

d)

Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI)

4.

Dalam melaksanakan tugas keprofesionalan dalam UU No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, pada pasal 20 maka guru berkewajiban sebagai berikut:

a)

Memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran tugas keprofesionalan.

b)

Memiliki kebebasan dalam memberikan penilaian dan ikut menentukan kelulusan, penghargaan, dan atau sanksi kepada peserta didik sesuai dengan kaidah pendidikan, kode etik guru, dan peraturan perundang-undangan

c)

Memiliki peran dalam penentuan kebijakan pendidikan.

d)

Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran

5.

Pengembangan sikap profesional tidak berhenti apabila calon guru selesai mendapatkan pendidikan prajabatan. Banyak usaha yang dapat dilakukan dalam rangkapeningkatan sikap profesional keguruan dalam masa pengabdian sebagai guru. Peningkatan diri dapat dilakukan selama dalam masa jabatan melalui kegiatan di bawah ini, kecuali...

a)

Lokakarya

b)

Seminar

c)

Prajabatan

d)

Pelatihan

6.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya adalah mendidik, membimbing, mengajar, menilai, melatih, dan mengevaluasi peserta didik mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan formal. Guru sebagai learning agent (agen pembelajaran) berperan sebagai...

a)

fasilitator, komentaror, dan motivator

b)

motivator, pembimbing, dan komentator

c)

registrator, perekayan pembelajaran, motivator

d)

perekayasa pembejaran, pemberi inspirasi, dan fasilitator

7.

Salah satu fungsi dan tugas guru adalah sebagai seorang fasilitator. Untuk memenuhi kriteria

sebagai fasilitator, ada pendapat yang menyebutkan batasan-batasan yang harus dimiliki guru

tersebut. Batasan-batasan untuk menjadi fasilitator tersebut dijelaskan pada poin-poin berikut, kecuali...

a)

Dapat lebih mendengarkan peserta didik, terutama tentang aspirasi dan perasaannya.

b)

Mampu menerima semua ide peserta didik yang inovatif dan kreatif, bahkan yang

sulit sekalipun yang mereka rasakan benar.

c)

Tidak berlebih mempertahankan pendapat dan keyakinannya atau kurang terbuka.

d)

Dapat menerima komentar balik (feedback), baik yang bersifat positif maupun negatif, dan menerimanya sebagai pandangan yang konstruktif terhadap diri dan perilakunya.

8.

Menurunnya motivasi belajar pada siswa akibat pelaksanaan belajar daring memang harus ditangani dengan tepat, supaya tidak menyebabkan menurunnya prestasi akademik. Guru sebaiknya mengetahui dan menguasai bagaimana cara untuk meningkatkan motivasi belajar online pada diri para siswa. Upaya menumbuhkan dan meningkatkan motivasi untuk belajar daring atau online pada siswa dapat dilakukan melalui beberapa cara berikut ini:

a)

Gunakan Metode yang Kita Senangi

b)

Ciptakan Suasana Menyenangkan

c)

Ceritakan Pengalaman Belajar Mandiri

d)

Gunakan Fasilitas yang Seadanya

9.

Di Indonesia dan hampir seluruh dunia pada dasarnya melakukan test ujian sekolah hanya mengedepankan mengandalkan Ingatan, lebih tepatnya bersaing Ingatan. Dimana seorang anak sekolah tidak diajarkan untuk berinovasi tetapi lebih fokus mengenai ingatan tentang pelajaran yang diperolehnya. Hal ini menjadikan siswa cenderung tidak termotivasi untuk belajar. Sebagai seorang siswa/mahasiswa ada beberapa hal yang bisa memotivasi untuk belajar antara lain:

a)

Tentukan Tujuan

b)

Santai

c)

Menenangkan Diri

d)

Berfikir Positif

10.

Metode pembelajaran untuk anak hiperaktif, erat kaitannya dengan cara yang dilakukan dalam pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus tersebut. Tentunya, dalam proses belajar tersebut membutuhkan metode pembelajaran /cara tertentu agar dapat membantu prosesnya berjalan efektif, seperti poin-poin yang akan dijelaskan berikut ini terkait metode pembelajaran untuk anak hiperaktif, kecuali...

a)

Penempatan Posisi Belajar Sesuai yang di Inginkan Anak

b)

Membantu Mengorganisasikan/Membuat Agenda Terperinci

c)

Memberikan Waktu serta Kesabaran Ekstra

d)

Menjelaskan/Memberikan Pemahaman sesuai yang dikehendaki oleh Guru