Font size
Worksheetsunsur
Total questions: 26
Worksheet time: 13mins
Hari ini aku sangat bahagia karena ayahku membelikan aku sepatu baru.
Sudut pandang cerita tersebut adalah...
Orang pertama
Orang kedua
Orang ketiga
Orang keempat
Bulan bersinar sempurna menemaniku dalam kesunyian.
Latar waktu cerita tersebut adalah...
Pagi
Siang
Sore
Malam
Riri adalah temanku dari SD. Dia baik dan ceria. Kami saling berbagi suka dan duka, meski terkadang ada juga perselisihan.
Tema cerita tersebut adalah...
Kebaikan
Persahabatan
Perselisihan
Hiburan
Jalan cerita/tahapan cerita disebut juga...
Latar
Tema
Alur
Amanat
Bayu tampak gemetaran, tangannya erat memegang tangan ayahnya. Nafasnya tertahan melihat bayangan hitam besar dihadapannya.
Watak Bayu dalam cerita tersebut adalah...
Pemberani
Penakut
Periang
Penolong
Tiba-tiba petir menyambar si Malin. Berlahan tubuhnya mengeras. "Ibu maafkan aku, aku telah melukai hatimu!" Namun penyesalan itu terlambat. Malin pun menjadi batu.
Amanat cerita tetsebut adalah...
Kita harus saling memaafkan
Jangan berteriak pada ibu
Jangan jadi anak durhaka
Jangan mau jadi batu
Diky berteriak memanggil Hasan unk meminjam pena. Tentu saja bu guru marah dan membuat riuh sekelas.
latar tempat cerita tersebut adalah...
Di sekolah
Di kelas
Di kantin
Di ruang guru
Pesan yang ingin disampaikan penulis dalam sebuah cerita disebut...
Tema
Latar
Alur
Amanat
Berikut ini yang BUKAN unsur cerpen adalah...
Tema
Latar
Audiens
Alur
Nia tinggal bersama neneknya di sebuah gubuk tua. Dia tidak merasa malu meski hidup sederhana.
Sudut pandang cerita tersebut adalah...
Orang pertama
Orang kedua
Orang ketiga
Orang keempat
Pilih satu jawaban yang paling tepat!
ini duduk di pos ronda. Karung teronggok di tiang. Dia menyeka keningnya. Punggung tangannya basah. Ini hari panas sekali. Mungkin pertanda akan hujan. Dia baru sekitar 1 jam mengelilingi perumahan; mencari-cari rongsokan. Karungnya baru terisi seperempat. Di bak sampah tikungan jalan komplek, dia hanya memperoleh beberapa botol minuman plastik. Di bak sampah rumah nomor 9, hanya ada 2 botol plastik minuman ukuran besar (dikutip dari, http://golagongkreatif.com/category/cerpen-gol-a-gong/)Sudut pandang kutipan cerpen di atas adalah *
Orang pertama
Orang kedua
Orang ketiga
Campuran
Kuingin kau berbohong padaku. Seperti yang kau utarakan kemarin, dan kemarin dulu itu. Ketika mentari meredup berpendar di pucuk daun sebelah barat rumah dan ketika kerumunan itu tak lagi bersamamu, kau mulai dengan kisah kebohonganmu yang pertama kepadaku.Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar waktu sore adalah... *
Mentari di sebelah barat
Kemarin dan kemarin lagi
Mulai kisah kebohonganmu
Kuingin kau bohong padaku
Cermati kutipan cerpen berikut! Cairo memasuki musim semi. Pagi yang indah. Langit yang cerah. Orang-orang menatap hari dengan penuh gairah. Bgitu juga Mahmid. Ia melangkah memasuki gerbang Universitas Al Azhar dengan semangat membuncah. Fakultas Dakwah di Nasr City demikian ia cintai. Ia bayangkan hari yang indah penuh barakah. Mata kuliah Sirah Nabawiyyah, Fiqih Dakwah, Fiqh Al Muqaranah, Qiraah Sab’ah, Syaikh Fahmi Abdullah, Syaikh Yahya Ash Shabrawi, Prof. Dr. Abdul Aziz Abdih, teman-teman yang sesemangat, seirama dan se-ghirah. Mencintai rasulullah seutuhnya, tekad membaktikan diri sepenuhnya pada agama Allah. Semuanya menjadi cahaya dalam dada. Menjadi mentari bagi semangatnya. (Dikutip dari, https://d220887.wordpress.com/2008/07/08/cerpen-nyanyian-cinta-oleh-habiburahman-el-shirazy/)Latar waktu dan tempat yang sesuai dengan kutipan di atas adalah ….
Cairo di pagi hari
Cairo di musim panas
Cairo di siang hari
Cairo di musim gugur
Cermati kutipan cerpen berikut!Ia hanya selalu yakin bisa membayar. Allah Mahakaya. Sudah tiga puluh lamaran ia kirimkan ke tempat-tempat yang teriklankan di koran Ahram membuka lowongan. Namun tidak satu pun panggilan ia dapatkan, apalagi pekerjaan. Sementara ini, untuk memenuhi kebutuhan harian, ia berjualan buku-buku, majalah dan kaset-kaset islami di depan masjid Ramsis. Ia tidak bisa menggelar dagangannya setiap waktu. Sebab harus berbagi dengan jam kuliah. Boleh dikata ia punya kesempatan serius menjajakan dagangannya hanya pada hari Jumat. Ketika kuliah libur. Keuntungannya menjual buku tak seberapa. Watak tokoh dalam kutipan cerita pendek di atas adalah …. *
Pasrah
Putus asa
Pantang menyerah
Semangat belajar
Zahra memutuskan untuk membuat bisnis kartu ucapan. Bisnis kartu ucapan dianggap menjadi solusi paling bagus. Sebab menurut dia sejak pandemi Covid-19, orang-orang tidak dapat bertemu dan bercengkrama. Komunikasi pun sekarang beralih kepada telepon dan video call. Kartu ucapan bisa menjadi hal yang menarik, karena selain mereka tidak perlu bertemu, kartu ucapan menjadi hal yang sangat spesial untuk didapatkan, bukan? Hal tersebut pertanda bahwa mereka menyayangi satu sama lain. Bahkan, beruntungnya lagi Zahra tidak perlu keluar banyak modal. Karena Ia hanya membutuhkan kemampuannya dia dengan berbagai macam model pengerjaan kartu ucapan. (Dikutip dari, https://www.republika.co.id/berita/qdehgg282/ini-bukan-impian-zahra)Amanat yang sesuai dengan kutipan cerita pendek di atas adalah …
Jangan pernah menyerah dan putus asa.
Opsion kartu ucapan sangat dibutuhkan pada masa pandemi.
Peluang bisnis kartu ucapan
Kartu ucapan adalah bisnis yang menjanjikan
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.10 Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.
Anisa dilarang menikah sama kakak dan mamanya
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko
Keinginan Mama agar Anita hidup bahagia
"Akhir-akhir ini kamu kok kelihatan tidak begitu suka dengan hidangan makan siang Ibu. Kenapa nak?"tanya Ibu sambil membelai Sandi lembut.
Dari kutipan cerita tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa watak Ibu adalah ...
penyabar
penasaran
perhatian
pemarah
Di kelas, tadi, Beningya sudah sibuk membayang-bayangkan gambar apakah kartu pos Mama kali ini? Hingga Bu Guru menegurnya karena terus-terusan melamun.
(Dikutip dari cerpen "Kartu Pos dari Surga)
Watak tokoh Beningya dalam kutipan cerpen tersebut adalah....
A. suka menghayal
B. cerdas
C. pemberani
D. peduli
Ketukan di pintu membuat Marwan bangkit dan ia mendapati Beningnya berdiri sayu menenteng kotak kayu. Itu kotak kayu pemberian Ren. Kotak kayu yang dulu juga dipakai Ren menyimpan kartu pos dari Ayahnya. Marwan melirik jam dinding kamarnya. Pukul 11.20.
Sudut pandang pengarang pada kutipan cerpen tersebut....
A. sudut pandang orang ketiga
B. sudut pandang orang pertama
C. sudut pandang orang kedua
D. sudut pandang campuran
Pukul 11.20
“Enggak bisa tidur, ya? Mo tidur di kamar Papa?”
Besok Papa bisa antar Beningnya enggak?” tiba-tiba anaknya bertanya.
“Ngantar ke mana? Pizza Hut?”
Beningnya menggeleng.
“Ke mana?”
“Ke rumah Pak Pos.”
Latar tempat kutipan cerpen tersebut....
A. kamar tidur
B. dapur
C. ruang tamu
D. ruang makan
Aku sungguh tidak mengerti, bagaimana seseorang bisa yakin akan sesuatu tanpa dasar-dasar yang jelas. Aku merasa pemikiran tentang tamu benar-benar menggangguku. Jangan-jangan tamu yang akan datang benar-benar membawa bencana.
Watak tokoh Aku pada kutipan cerpen "Ada Kupu-kupu Ada Tamu" yaitu....
A. penakut
B. pemarah
C. ragu-ragu
D. tidak percaya pada tahayul
Kemudian mendadak muncul puluhan, ratusan, bahkan mungkin ribuan kupu-kupu aneka warna berterbangan dan memenuhi pandanganku. Istriku berteriak dan memegang tanganku, kurasakan pegangannya terlepas dan tak kudengar lagi suaraku sendiri.
Latar suasana pada kutipan cerpen tersebut yaitu....
A. damai
B. ketakutan
C. sedih
D. sepi
“Siti, aku minta maaf. Selama ini aku selalu memusuhimu hanya karena kamu tidak mau memberi jawaban saat ulangan. Aku merasa bersalah. Ternyata kamu sahabat sejatiku. Meskipun aku sudah menyakitimu, kau tetap mau menolongku saat aku kecelakaan,”kata Dina sambil mengulurkan tangan ketika sampai di rumah.
Pesan pada cerpen tersebut yaitu....
A. Jangan hanya mengaku sahabat ketika mendapat jawaban saat ulangan.
B. Jangan percaya kepada teman.
C. Sayangilah temanmu seperti kamu menyayangi keluargamu.
D. Tolonglah orang lain meskipun ornag tersebut pernah menyakitimu.
Berikut yang bukan termasuk unsur intrinsik cerita pendek
tema
tokoh
amanat
latar budaya pengarang
“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”
Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….
sombong
rendah hati
penakut
jujur
(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.
Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….
(1)
(3)
(4)
(5)
