wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 2 Teks Cerita Sejarah

Total questions: 20

Worksheet time: 41mins

Name
Class
Date
1.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

Seorang laki-laki bernama Toba yang hidupnya sederhana tidak memiliki keluarga, hal yang Toba lakukan hanya memancing untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

 

Penggalan tersebut merupakan bagian

a)

Pengenalan situasi

b)

Pengungkapan peristiwa

c)

Menuju konflik

d)

Puncak konflik

e)

Penyelesaian

2.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

 

Pada suatu hari saat memancing Toba mendapati kail pancingnya menangkap ikan yang besar. Namun Toba terkejut saat mendapati ikan besar tersebut berubah menjadi seorang wanita cantik.

 

Penggalan tersebut merupakan bagian:

a)

Pengenalan situasi

b)

Pengungkapan peristiwa

c)

Konflik

d)

Puncak konflik

e)

Penyelesaian

3.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

Akhirnya dia memutuskan pulang untuk makan, sampai di tengah jalan dia menemukan anaknya sedang tidur dengan bekal di sampingnya. Ketika dibangunkan Samosir mengaku telah memakan habis bekalnya dan tertidur disana.Alangkah marahnya Toba mendengar anaknya yang masih bersikukuh merasa dirinya benar. Hingga akhirnya tak sengaja dia melanggar sumpahnya dengan berujar bahwa Samosir adalah anak ikan.

Penggalan tersebut merupakan bagian:

a)

Pengungkapan peristiwa

b)

Konflik

c)

Puncak konflik

d)

Penyelesaian

e)

Koda

4.

Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat!

Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?”

Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.”

Hm?”

“Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”

 

Fakta sejarah yang terdapat dalam penggalan di atas adalah …   

a)

Keadaan Majapahit

b)

Perjuangan Ronggo Lawe

c)

Perjuangan Gajah Mada

d)

Kerajaan Taruma negara

e)

Perjuangan Diponegoro

5.

Bacalah penggalan teks sejarah dengan cermat!

Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?”

Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.”

Hm?”

“Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”

Hal menarik yang bisa diteladani terdapat dalam penggalan di atas adalah …

a)

tanggung jawab pemimpin

b)

perjuangan mencapai kemerdekaaan

c)

menghargai pimpinan sebelum bertindak

d)

menjaga persatuan

e)

menyatukan rakyat

6.

Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut!

“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan 

Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000)

 

Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah ….

a)

Agama

b)

Moral

c)

Pendidikan

d)

Budaya

e)

Estetika

7.

Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut!

“Juga Sang Adipati Tuban Arya Teja Tumenggung Wilwatikta tidak bebas dari ketentuan 

Maha Dewa. Sang Hyang Widhimerestui barang siapa punya kebenaran dalam hatinya. Jangan kuatir. Kepala desa! Kurang tepat jawabku kiranya? Ketakutan selalu jadi bagian mereka tak selalu berani mendirikan keadilan. Kejahatan selalu jadi bagian mereka yang tak berani yang mengingkari kebenaran mereka melanggar keadilan. Dua-duanya busuk, dua-duanya sumber keonaran di muka bumi ini….” Dan ia teruskan wejangannya tentang kebenaran dan keadilan dan kedudukannya di tengah-tengah kehidupan manusia dan para dewa. (Pramudya Ananta Toer, Mangir, Jakarta,KPG,2000)

Amanat dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah ...

a)

Perbuatan dosa dan dusta sama-sama akan melanggar keadilan.

b)

Janganlah berbuat dusta karena akan menutup kesucian hati nurani.

c)

Jangan takut membela kebenaran, karena sama buruknya dengan kejahatan.

d)

Segala amalan akan diperhitungkan di hari akhir, sehingga senantiasa berbuat baik.

e)

Seseorang yang memeliki kebenaran dalam hatinya akan selalu direstui Sang Kuasa.

8.

Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut!

Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadi di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.

 

Sudut pandang.penceritaan di atas adalah….

a)

Orang ke tiga tak sertaan

b)

Orang pertama pelaku utama

c)

Orang ke tiga pelaku utama

d)

Orang ke tiga serba tahu

e)

Orang pertama pelaku sampingan

9.

Cermatilah pengalan cerita sejarah berikut!

Di depan Ratu Biksunu Gayatri yang berdiri, Sri Gitarja duduk bersimpuh. Emban tua itu melanjutkan tugasnya, kali ini untuk Sekar Kedaton Dyah Wiyat yang terlihat lebih tegar dari kakaknya, atau boleh jadi merupakan penampakan dari sisi hatinya yang tidak bisa menerima dengan tulus pernikahan itu. Ketika para ibu Ratu menangis yang menulari siapapun untuk menangis, Dyah Wiyat sama sekali tidak menitihkan air mata. Manakala menatap segenap wajah yang hadi di ruangan itu, yang hadir dan melekat di benaknya justru wajah Rakrian Tanca. Ayunan tangan Gajah Mada yang menggenggam keris di dada keris di tangan prajurit tampan itu masih terbayang di kelopak matanya.

Nilai yang mendominasi dalam kutipan teks sejarah tersebut adalah ….

a)

Moral

b)

Agama

c)

Pendidikan

d)

Budaya

e)

Estetika

10.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

Dalam terdiam yang sekilas begini, dia menemukan jawaban yang cerdik. Yaitu, dia anggap lebih baik bertanya, meminta pendapat atau saran dari Danurejo II. “Dus apa saran Tuan?”

Mersa diakajeni, Danurejo II menjawab lurus, “Sebetulnya, melawan kompeni disadari Sri Sultan sebagai menimba air dengan keranjang.

” Hm?”

“Tapi. Seandainya terjadi persatuan yang menggumpal antara rakyat Yogyakarta dan rakyat Surakarta, bagaimanapun hal itu bisa menjadi kekuatan yang tidak terduga.”

Makna peribahasa ” Bagai menimba air dengan keranjang” adalah …

a)

Perbuatan yang tidak perlu dilakukan.

b)

Pekerjaan sia-sia.

c)

Perbuatan yang bodoh.

d)

Pekerjaan orang yang tidak cerdas.

e)

Perbuatanorang-orang zaman dahulu.

11.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

PengangkataninimemangbanyakterpengaruholehbujukanDaraPetak(1).Mendengar akan pengangkatan patih ini merahlah muka Adipati Ronggo Lawe(2).Ketika mendengar berita ini dia sedang makan, seperti biasa dilayani oleh keduaorang istrinya yang setia, yaitu Dewi Mertorogo dan Tirtowati(3). Mendengar beritaitu dari seorang penyelidik yang datang menghadap pada waktu sang Adipati sedangmakan,RonggoLawamarahbukanmain(4).Nasiyangsudahdikepalnyaitudibantingkeataslantaidankarenadalamkemarahantadisangadipatimenggunakanajikedigdayaannya,makanasisekepalituamlaskedalamlantai(5).Kemudian terdengar bunyi berkerotok dan ujung meja diremasnya menjadi hancur(6). (Kemelut di Maja Pahit, SH Mintarja)

Ungkapan ….merahlah muka… pada penggalan tersebut adalah ….

a)

Malu

b)

Bangga

c)

Marah

d)

Kecewa

e)

Sedih

12.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

Pengangkatan ini memang banyak terpengaruh oleh bujukan Dara Petak (1).

Mendengar akan pengangkatan patih ini merahlah muka Adipati Ronggo Lawe (2).

Ketika mendengar berita ini dia sedang makan, seperti biasa dilayani oleh kedua orang istrinya yang setia, yaitu Dewi Merto rogo dan Tirtowati (3).

Mendengar beritaitu dari seorang penyelidik yang datang menghadap pada waktu sang Adipati sedang makan,Ronggo Lawe marah bukan main (4).

Nasi yang sudah dikepalnya itu dibanting keatas lantai dan karena dalam kemarahan tadi sang adipati menggunakan aji kedigdayaannya, maka nasi sekepa litu amlas ke dalam lantai(5). Kemudian terdengar bunyi berkerotok dan ujung meja diremasnya menjadi hancur (6).

(Kemelut di Maja Pahit, SH Mintarja)

Ciri bahwa penggalan tersebut menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu terdapat pada kalimat….

a)

1 dan 3

b)

2 dan 3

c)

3 dan 4

d)

4 dan 5

e)

5 dan 6

13.

Penggunaan kata kerja mental terlihat dari penggunaan kata ….

a)

Berpikir

b)

Dilayani

c)

Menghadap

d)

Dibanting

e)

Berkerotok

14.

Cermatilah penggalan teks cerita sejarah berikut!

Prajurit-prajurit yang telah diperintahkan membersihkan gedung bekas asrama telah menyelesaikan tugasnya.

Kata telah diperintahkan pada kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan ….

a)

Menggunakan kata yang menyatakan urutan

b)

Menggunakan kalimat bermakna lampau.

c)

Menggunakan kata kerja material

d)

Menggunakan kalimat langsung

e)

Menggunakankatasifat

15.

Bacalah pengggalan cerita sejarah berikut!

Jan Willem van Rijnst bergerak menyamping, membuka tangan kanannya, memberi isyarat kepada Danurejo untuk masuk dan duduk. Agaknya untuk penampilan yang berhubungan dengan bahasa Belanda beschaafdheid yang lebih kurang bermakna 'tata krama santun sesuai peradaban: alih-alih Jan Willem van Rijnst sangat peduli, dan hal itu merupakan sisi menarik darinya yang jali di antara sisi-sisi lain yang menyebalkan.

 

Kaidah kebahasaan yang menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, atau peristiwa terlihat pada kutipan …

a)

sangat peduli

b)

memberi isyarat

c)

bergerak menyamping

d)

membuka tangan kanannya

e)

bermakna' tata krama santun sesuai peradaban

16.

Cermatilah penggalan berikut!

Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan Kendit Galih tentang masalah itu.

 

Kalimat tersebut menunjukkan kaidah kebahasaan yang menyatakan ….

a)

bermakna lampau

b)

kalimat langsung

c)

kalimat tidak langsung

d)

kata kerja lampau

e)

kata kerja mental

17.

Cermatilah penggalan berikut!

Ndilalah sifat-sifat Jan Willem van Rijnst ini bagai pinang dibelah dua dengan sifat- sifat Danurejo II yang bagai kedelai di pagi tempe di sore.

 

Peribasa bagai pinang dibelah dua artinya ….

a)

kembar

b)

sama

c)

mirip

d)

hampir sama

e)

sama persis

18.

Berikut adalah sumber yang bisa dijadikan dasar dalam menulis teks cerita sejarah pribadi, kecuali….

a)

Biografi

b)

Biodata

c)

Peristiwa sejarah

d)

Ulasan tokoh

e)

Riwayat hidup

19.

Berikut yang bukan langkah-langkah dalam menyusun teks cerita sejarah adalah ...

a)

Menentukan tema

b)

Membuat kerangka

c)

Mencari ide pokok

d)

Mencari literature

e)

Mengembangkan teks

20.

Berikut merupakan syarat penyusunan kerangka kecuali ….

a)

kronologis,

b)

sebab akibat,

c)

tindakan tokoh,

d)

urutan tempat,

e)

kapan peristiwa terjadi