NEW
Font size
WorksheetsTeks Fiksi Cerpen
Total questions: 20
Worksheet time: 13mins
Apa yang dimaksud dengan struktur plot dalam teks fiksi cerpen?
Gaya bahasa yang digunakan dalam cerita
Urutan peristiwa dalam novel
Urutan peristiwa dalam cerita
Latar waktu dan tempat cerita yang digambarkan
Bagaimana cara mendeskripsikan setting dalam teks fiksi cerpen?
Mendeskripsikan tempat, waktu, dan suasana dalam cerita.
Mendeskripsikan tema cerita dalam cerita.
Mendeskripsikan alur cerita dalam cerita.
Mendeskripsikan karakter utama dalam cerita.
Apa yang dimaksud dengan sudut pandang narasi dalam teks fiksi cerpen?
Sudut pandang narasi dalam teks fiksi cerpen adalah sudut pandang dari mana cerita diceritakan.
Sudut pandang narasi dalam teks fiksi cerpen adalah sudut pandang dari mana cerita ditulis.
Sudut pandang narasi dalam teks fiksi cerpen adalah sudut pandang dari mana cerita diilustrasikan.
Sudut pandang narasi dalam teks fiksi cerpen adalah sudut pandang dari mana cerita diadaptasi.
Mengapa pengembangan karakter penting dalam teks fiksi cerpen?
Karakter yang baik dan terperinci membuat cerita lebih menarik dan memungkinkan pembaca terhubung secara emosional.
Cerpen hanya perlu fokus pada alur cerita.
Karakter dalam cerpen tidak penting.
Pembaca tidak perlu terhubung secara emosional dengan karakter dalam cerpen.
Bagaimana cara menggambarkan setting yang kuat dalam teks fiksi cerpen?
Penulis tidak perlu menjelaskan waktu dan suasana tempat cerita.
Penulis hanya perlu memberikan deskripsi fisik karakter utama.
Penulis perlu menjelaskan secara detail lokasi, waktu, dan suasana tempat cerita berlangsung.
Penulis hanya perlu memberikan gambaran umum tentang lokasi cerita.
Apa perbedaan antara sudut pandang orang pertama dan orang ketiga dalam narasi teks fiksi cerpen?
Sudut pandang orang pertama adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif tokoh utama yang menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya'. Sudut pandang orang ketiga adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif pengamat yang menggunakan kata ganti 'dia' atau 'mereka'.
Sudut pandang orang pertama adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif tokoh utama yang menggunakan kata ganti 'kamu' atau 'mereka'. Sudut pandang orang ketiga adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif pengamat yang menggunakan kata ganti 'aku' atau 'saya'.
Sudut pandang orang pertama adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif tokoh utama yang menggunakan kata ganti 'dia' atau 'mereka'. Sudut pandang orang ketiga adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif pengamat yang menggunakan kata ganti 'kamu' atau 'saya'.
Sudut pandang orang pertama adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif tokoh utama yang menggunakan kata ganti 'kamu' atau 'mereka'. Sudut pandang orang ketiga adalah ketika cerita diceritakan dari perspektif pengamat yang menggunakan kata ganti 'kamu' atau 'mereka'.
Pernyataa di bawah ini yang menunjukkan perbedaan cerpen dan novel adalah ….
Novel tidak ada konflik sedangkan cerpen ada konflik
Novel bercerita tentang seorang tokoh sedang cerpen bercerita tentang pengalaman hidup
Cerpen bercerita tidak sampai menimbulkan perubahan nasib, sementara novel sebaliknya
Cerpen dan novel masing-masing mempunyai tema
Salah satu unsur Instrinsik cerpen adalah …
Klimaks
Latar/Setting
Sajak
Majas
Pada teks cerpen, pembaca dapat mengetahu karakter atau watak pelaku cerita dalam ...
Orientasi
Komplikasi
Evaluasi
reorientasi
Struktur teks cerpen adalah
Orientasi - komplikasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - evaluasi - resolusi - koda
Abstrak - orientasi - komplikasi - resolusi - interpretasi
koda-orientasi-komplikasi-resolusi-abstrak
Struktur yang berisi pengenalan latar cerita berkaitan dengan waktu, ruang, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen terdapat dalam ....
orientasi
komplikasi
deskripsi umum
koda
Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...
berbagai kerumitan bermunculan
konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi
nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca
konflik mencapai sebuah selesaian atau lerai
Di bawah ini adalah ciri-ciri cerpen, kecuali....
Alur sederhana
Habis dibaca sekali duduk
Tidak lebih dari 10 halaman
Perwatakan tokoh dilukiskan secara mendalam
Berikut adalah kalimat bermajas personifikasi, kecuali....
Suaranya menggelegar bak ledakan gunung berapi.
Lautan mengamuk di malam itu.
Rumput bergoyang tertipu angin senja.
Matahari mengintip dari celah gunung.
Berikut yang termasuk karakteristik tokoh adalah....
Antagonis, tritagonis, figuran
Tritagonis, protagonis, tokoh sentral
Antagonis, tritagonis, protagonis
Tokoh utama, pembantu, figuran
1. Kompilkasi
2. Orientasi
3. Abstrak
4. Evaluasi
5. Koda
6. Resolusi
Urut-urutan struktur teks cerpen yang benar adalah…
1,2,3,4,5,6
2,6,5,4,3,1
3,2,1,4,6,5
4,5,6,3,2,1
Kartini pernah merasakan bangku sekolah hingga tamat pendidikan dasar. Karakternya yang haus akan ilmu pengetahuan membuatnya ingin terus melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. ………………., ayahnya tidak memberikan izin Kartini melanjutkan sekolah.
Konjungsi yang tepat untuk bagian yang rumpang di atas adalah …
Karena
Sayangnya
Dan
Bahkan
Bacalah cerpen di bawah ini !
“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah.
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah........
Anisa dan handoko tidak jadi menikah
Anisa dilarang menikah oleh mama dan kakanya
Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko
Keinginan mama agar anisa hidup bahagia
Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawab nya, wajah saya menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang mengatakan “saya tukang batu”
Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah
Pembohong
Pemalu
Pendiam
Penakut
Bacalah penggalan cerpen ini dengan saksama!
(1) la seorang yang tak suka kepada keramaian. (2) la senang duduk dalam kamarnya menyendiri, mengarang cerita, menulis syair, atau berpikir. (3) Yang belakangan inilah paling sering diperbuatnya. (4) Maklum, orang tak setiap hari bisa mengarang. (5) Apalagi orang seperti dia yang kerap kali duduk-duduk saja, terpisah dari dunia ramai. (6) Tapi pikirannya produktif dan makin banyak kertas yang ditulisinya. (7) Istrinya suka akan tabiatnya yang demikian itu.
(Tikus dan Manusia, Trisno Sumarjo)
Kalimat pembuktian watak tokoh yang rajin terdapat pada nomor...
(1) dan (2)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(4) dan (5)
