NEW
Font size
WorksheetsPAI BP- FOYA FOYA HASAD- RIYA
Total questions: 30
Worksheet time: 10mins
Salahsatu cara untuk menghindari foya-foya, riya, sum'ah, takabur dan hasad adalah tawadlu.
Benar
Salah
Foya-foya disebut juga dengan israf (berlebihan) dan tabzir ( boros )
Benar
Salah
Riya itu dibagi menjadi 2 yakni : Riya Niat dan Riya Perbuatan
Benar
Salah
Gambar ini merupakan contoh perbuatan....
Foya-poya
Sum'ah
Riya
Takabur
Menyisakan makanan atau minuman dan membuangnya adalah contoh perbuatan Israf dan Tabdzir dalam hal...
Berbicara
Makanan
Penampilan
Niat
" saya ini orang kaya dan terhormat lho... "
Perkataan tersebut merupakan salah satu contoh agar didengar oleh orang lain yang termasuk perbuatan...
Riya
Hasad
Takabur
Sum'ah
Merendahkan, meremehkan dan menganggap orang lain berada dibawahnya adalah ciri sifat
Takabur
Hasad
Riya
Sum'ah
Merasa diri tidak senang melihat orang lain bahagia dan berusaha menghilangkannya adalah sifat Hasad.
Benar
Salah
Sesungguhnya sifat hasad ini dapat memakan kebaikan seperti halnya api memakan kayu bakar.
Benar
Salah
1. Riya ( ingin dilihat orang)
2. Sum'ah ( ingin didengar orang)
3. Takabur ( Sombong diri / tingi hati)
4. Hasad ( iri atau dengki)
Dari keempat sifat tersebut yang lebih cocok dengan gambar adalah
Nomor 1
Nomor 2
Nomor 3
Nomor 4
1. Perhatikan pernyataan berikut!
Allah melarang hamba-Nya dalam menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu yang tidak diperlukan dan tidak bermanfaat. Allah juga sangat tidak menyukai hamba-Nya yang mempergunakan harta secara berlebihan karena orang yang mempergunakan harta secara berlebihan merupakan saudaranya setan.
Berdasarkan pernyataan diatas, perilaku yang dimaksud adalah...
Takabur
Sum`ah
Tabzir
Riya`
Hasad
Islam melarang umatnya berperilaku tercela, di antaranya adalah memperlihatkan dan menceritakan amalan kepada seseoran agar mendapatkan pujian serta sanjungan. Dalam Islam, perilaku tersebut dikenal dengan istilah...
takabur dan sum'ah
riya' dan fitnah
hasad dan tabzir
riya' dan sum'ah
Dibawah ini yang bukan termasuk perilaku tercela adalah...
berfoya-foya
dermawan
riya'
sum'ah
takabur
Salah satu contoh yang memiliki sifat riya` ialah...
rajin dalam beribadah karena Allah Swt.
beramal didasari niat tulus
melakukan sesuatu tanpa harus ada imbalan
menjalankan dengan senang dan sukarela
rajin beribadah karena ingin dipuji
Perhatikan pernyataan di bawah ini!
1) Kebahagiaan adalah tujuan utamanya.
2) Giat beribadah dan bertambah semangat jika mendapat pujian atau sanjungan.
3) Berperilaku konsumtif.
4) Tidak pernah merasa puas.
5) Merendahkan orang lain dan menganggap dirinya lebih besar.
Dari pernyataan diatas, contoh hidup berfoya-foya ditunjukan pada nomor...
1,2,dan 3
1,3,dan 4
2,3,dan 4
2,4,dan 3
3,4,dan 3
Perhatikan hadis di bawah ini!
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ الله وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ؟ قَالَ الرِّياَءُ
Hadis di atas menerangkan tentang...
sifat riya`
sifat sum`ah
sifat hasad
sifat takabur
sifat berfoya-foya
Orang takabur tidak mau mengikuti dan mematuhi ajaran yang dibawa oleh para nabi. Para nabi dianggap tak lebih dari sekadar manusia biasa yang hanya berkawan dengan orang-orang yang miskin dan lemah. Bagi mereka, tidak mungkin Allah memberikan wahyu-Nya kepada orang-orang demikian. Teks diatas menjelaskan tentang...
definisi takabur
dalil naqli takabur
contoh takabur
dampak negatif takabur
cara menghindari takabur
Segera mengikis benih-benih kesombongan di dalam hati yang setiap saat diembuskan oleh setan, yaitu dengan cara membaca istigfar manakala kita menyadari telah berbuat sombong. Hal tersebut merupakan salah satu cara menghindari sifat...
riya`
sum`ah
berfoya-foya
takabur
hasad
Perasaan orang yang memiliki sifat hasad ketika orang lain memperoleh kenikmatan dari Allah Swt. adalah...
senang hati
sakit hati
percaya diri
berpikir positif
damai
Orang yang memiliki sifat takabur merasa...
dirinya sendiri besar
orang lain besar
dirinya sendiri kecil
malas dalam beramal
tentram dalam menjalani hidup
Nabi mengajarkan, bahwa tidak boleh ada hasad kecuali dalam dua perkara, yaitu...
orang yang tampan kemudian mengumbar ketampanannya dan orang yang memiliki harta kemudian menafkahkan di jalan Allah
orang yang memiliki lahan luas yang bekerja kemudian membelanjakan uang hasil dari kerjanya
orang yang memiliki jabatan kemudian menyalahgunakannya dan orang yang memiliki emas perak dan mengumbarnya
orang yang belajar Al-Qur`an kemudian mengajarkannya dan orang yang memiliki harta kemudian menafkahkannya di jalan Allah
orang yang belajar Al-Qur`an kemudian enggan mengajrkannya dan orang yang kaya kemudian menghambur-hamburkan hartanya
Islam secara terang melarang berperilaku israf, yaitu berlebihan dalam memanfaatkan harta meskipun untuk kepentingan bersama, contohnya kecuali...
mengonsumsi makanan yang tidak ada manfaatnya dan justru membahayakan bagi dirinya
kumpul-kumpul yang tidak jelas tujuannya
memberi sumbangan untuk kegiatan hura-hura
tidur larut malam yang tidak ada manfaatnya
mensedekahkan harta yang di punya untuk pembangunan masjid
Dampak negatif orang yang melakukan kebaikan disertai riya` dan sum`ah kecuali...
mempunyai banyak teman
dapat menghapuskan pahala dari ibadah yang dilakukan
berdosa besar
mendapatkan capek semata
tidak akan ikhlas dalam beramal
Takabur berasal dari kata takabbara yang berarti...
rendah hati
sombong
dermawan
optimis
boros
Islam adalah agama yang suci dan sempurna. Oleh karena itu kita wajib untuk menghindarkan diri dari sifat hasad yang dapat mengotori hati dan jiwa kita. Caranya yaitu dengan selalu...
menggunjing teman di belakang
membesarkan diri sendiri
bersikap rendah hati
tertawa diatas penderitaan orang lain
timbulnya keinginan untuk mencelakakan orang lain
Apa perbedaan riya` dan sum`ah...
riya` adalah melakukan ibadah hanya semata-mata karena Allah. Sedangkan sum`ah adalah melakukan ibadah supaya di sanjung sama orang lain
sum`ah adalah melakukan ibadah dengan ikhlas . Sedangkan riya` adalah melakukan ibadah dengan pamrih
ibadah dengan niat supaya mendapat pujian atau penghargaan dari orang lain. Sedangkan sum`ah adalah memberitahukan atau memperdengarkan
amal ibadah yang dilakukan
kepada orang lain
agar dirinya mendapat pujian
atau sanjungan
riya` adalah melakukan kebaikan tanpa ada yang mengetahui karena Allah. Sedangkan sum`ah adalah melakukan ibadah dengan penuh keikhlasan
riya` adalah ibadah karena ingin di puji oleh manusia. Sedangkan sum`ah adalah ibadah dengan ikhlas karena Allah
Perhatikan ayat Al-Qur`an di bawah ini!
إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا ۗ إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ
Ayat Al-Qur`an di atas menerangkan tentang...
hasad
takabur
riya
sum`ah
berfoya-foya
Seorang muslim hendaknya mengetahui penyakit riya` dan sum`ah agar dapat menghindarinya, lalu bagaimana cara menghindari diri dari sifat riya` dan sum`ah, kecuali...
Mengingat dan merenungi akibat riya` dan sum`ah baik di dunia maupun di akhirat
memilih teman dan lingkungan yang relatif bersih dari riya` dan sum`ah
tidak gila hormat dan silau pujian
menyadari bahwa segala sesuatu terjadi atas ketentuan Allah
selalu merasa bahwa dirinya berhak mendapt pujian dari manusia
Harta benda yang dimiliki oleh seseorang berpotensi menjerumuskannya dalam jeratan tipu daya setan. Padahal, harta karunia Allah Swt. tersebut seharusnya digunakan sebagai sarana ibadah. Berikut ini merupakan contoh penggunaan harta yang benar, kecuali ….
disedekahkan untuk fakir miskin
digunakan biaya biaya sekolah
disimpan untuk tabungan hari tua
membeli barang mewah dan unik untuk disimpan
memenuhi kebutuhan keluarga
Perhatikan Q.S al-Isra’ ayat 26-27 berikut ini !
وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا ٢٦
إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا ٢٧
Ayat tersebut berisi pesan-pesan mulia bagi umat Islam. Di antara kandungan ayatnya adalah berisi larangan untuk ….
berbuat aniaya kepada orang lain
menghambur-hamburkan harta
bergaya hidup terlalu hemat
bersifat sombong dan membanggakan diri
memberitakan amal kebaikan kepada orang lain
