NEW
Font size
WorksheetsQuis Teks Anekdot 1 X
Total questions: 20
Worksheet time: 37mins
Teks yang menuturkan cerita singkat dengan menarik dan mengandung unsur humor sekaligus mengandung kritik dan fenomena sosial yang terjadi di masyarakat adalah
Monolog
Lawakan tunggal
Anekdot
Stand up comedy
Sarkasme
Di bawah ini yang termasuk ke dalam definisi dari teks anekdot, kecuali.......
Teks yang bersifat lucu, dan mengkritik orang lain.
Teks yang lucu, mengkritik, dan memiliki pesan moral.
Teks yang di tulis dengan bahasa yang santun serta tidak menyakiti orang lain.
Teks yang semata-mata untuk menghibur dan hanya bersifat lucu saja.
Di bawah ini yang termasuk ke dalam ciri-ciri teks anekdot kecuali.....
Ceritanya lucu dan menarik.
Bersifat menyindir dan mengkritik.
Untuk membully orang lain.
Mengandung pesan moral.
Selain lucu, teks anekdot juga mengandung....
Kritikan atau sindiran.
Saran dan pendapat.
Ucapan terima kasih
Argumen pribadi.
Ciri-ciri teks anekdot diantaranya.....
Bersifat lucu, mengesankan, mengkritik dan memiliki pesan moral.
Bersifat lucu, menggemaskan, mengkritik dan memiliki pesan moral.
Bersifat lucu, mengesankan, mengkritik dan tidak memiliki pesan moral.
Bersifat lucu, membosankan, mengkritik dan memiliki pesan moral.
Apakah stand up comedi dapat dikatakan sebagai teks anekdot?
Iya, tergantung komedi yang disampaikan.
Tidak, karena itu hanya bersifat lucu.
Saya tidak mengetahuinya.
Semua benar.
salah satu tujuan dari teks anekdot yaitu...
melatih berpendapat
menghilangkan stres
mengkritik dan menghibur
mengisi waktu luang
sama-sama memiliki unsur humor atau lucu, hal yang membedakan antara teks anekdot dengan teks humor yaitu...
bahasanya
kaidahnya
fungsinya
unsur-unsurnya
berikut termasuk ciri-ciri teks anekdot kecuali...
bersifat menghibur
mengungkapkan kebenaran
terilhami dari kejadian nyata
bersifat mengejek
Yang merupakan unsur-unsur teks anekdot, kecuali....
Judul
Partisipan
Humor
Kritik
Pujian
Perhatikan teks di bawah ini !
Seorang dosen Fakultas Hukum sedang memberi kuliah Hukum Pidana. Saat tiba sesi tanya jawab si Ali bertanya pada dosen, ”Apa kepanjangan dari KUHP,Pak?” Lalu dosen tidak menjawab sendiri, tetapi dilemparkannya pada si Ahmad. “Saudara Ahmad, coba bantu saya untuk menjawab pertanyaan saudara Ali!” pinta beliau. Dengan tegas si Ahmad menjawab,
“Kasih Uang Habis Perkara, Pak!” tegasnya. Mahasiswa lain tentu tertawa, sedang pak dosen geleng-geleng kepala, seraya menambahkan pertanyaan pada si Ahmad, “Saudara Ahmad, darimana Saudara tahu jawaban itu?” Dasar si Ahmad, pertanyaan tersebut dijawabnya pula dengan tegas, “Peribahasa Inggris mengatakan ‘Pengalaman adalah guru yang terbaik’ begitu, Pak!” Seisi kelas tertawa. Lalu tawa mereda dan kelas kembali tenang.
Kelucuan teks anekdot terdapat pada bagian ...
Dosen sedang memberi kuliah hukum pidana.
Saat sesi tanya jawab antara mahasiswa dan dosen.
Saat Ahmad memplesetkan KUHP menjadi Kasih Uang Habis Perkara.
Para mahasiswa tertawa mendengar jawaban Ahmad.
Para mahasiswa menertawakan keluguan Ahmad menjawab pertanyaan dosen.
Teks anekdot berikut untuk soal nomor 1 dan 2.
Advokat
Suatu sore dua mahasiswa Fakultas Hukum sedang terlibat diskusi kecil. Mereka adalah Fredi dan Ibrahim.
Fredi : Apa kepanjangan dari Advokat?
Ibrahim : Ada duit advokasi All out!
Fredi : Hah…!!
Disadur dari: http://tamao-feryzawa: blogspot.com/2013/09/contoh-anekdot-hukum-politik.html
Aspek kelucuan atau kekonyolan teks tersebut adalah ….
Dua mahasiswa sedang berdiskusi
Diskusi dilakukan pada suatu sore
Pengkreasian kepanjangan advokat
Mereka bernama Fredy dan Ibrahim
Fredi bertanya kepanjangan advokat.
Bagian yang tidak boleh dihilangkan dari cerita teks anekdot adalah ...
Kelucuan dan nilai didiknya
Pelaku dan alurnya
Panjang cerita dan bagusnya
Gaya bercerita
Model tulisannya
salah satu tujuan dari dibuatnya teks anekdot adalah untuk?
mengetahui kemampuan seseorang dalam berkarya
menghibur pembacanya
menghilangkan stress
refreshing dari berbagai kegiatan
menambah pengalaman
Kisah Pemulung
Pada siang hari di sebuah kompleks perumahaan yang kelihatan mewah terjadi perdebatan antara Pak RT dan Pak Pemulung. Masalah yang mereka debatkan adalah hal remeh yaitu di lingkungan perumahan itu, memang sudah banyak ditempel papan dengan tulisan “Pemulung Dilarang Masuk”, tetapi masih saja ada pemulung yang tidak menaati aturan tersebut.
Pak RT : “Pak sedang cari apa di tempat sampah itu?”
Pemulung :“Ya, sudah tentu cari barang bekas atau botol plastik yang dapat didaur ulang.”
Pak RT : “Maaf ya Pak, Bapak dapat baca tulisan yang ada di depan pintu gerbang perumahan ini, tidak?”
Pemulung :“Emang tulisannya apa, Pak?”
Pak RT : “Di papan itu tertulis Pemulung Dilarang Masuk, lantas kenapa Bapak nekat masuk di perumahan ini?”
Pemulung : “Yah, Pak RT ini gimana sih… kalau saya bisa baca tulisan yang di papan itu, tentu saya tidak akan jadi pemulung, Pak!”
Pak RT kemudian terdiam membisu dan berpikir bahwa jawaban pemulung itu ada benarnya juga. Pemulung tadi ternyata buta huruf, jelaslah ia tidak bisa baca papan larangan pemulung.
Dari teks anekdot di atas, makna tersiratnya adalah...
Bacalah dengan cermat kutipan berikut.
Seekor anak harimau bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apakah aku bisa mempunyai uang?”
Ayahnya menjawab, “Tentu saja bisa.”
“Kapan aku bias mempunyai uang?” Tanya anak harimau.
“Kamu akan mempunyai uang setelah kamu diolah menjadi jaket dan dompet,” jawab sang ayah harimau.
Disadur dari: http://www.ketawa.com/2014/06/10182-kapan-buaya-bisa-punya-uang,html
Aspek yang dikritik anekdot tersebut adalah …
Kawasan hutan tempat hidup harimau semakin sempit.
Harimau adalah binatang buas yang berbahaya bagi manusia.
Banyak perburuan harimau untuk diambil kulitnya.
Banyak harimau kelaparan masuk desa dan memangsa manusia.
Habitat harimau di hutan semakin berkurang karena seleksi alam.
Perbedaan anekdot dengan cerpen terletak pada ...
kelucuannya
pelakunya
alurnya
bentuknya
temanya
Suatu hari Budi dalam perjalanan pulang dengan mengendarai sebuah mobil. Saat itu malam hari dan hujan turun dengan lebat. Sial bagi budi, lampu depan mobilnya padam.
Karena tidak ada penerangan yang cukup, Budi mengikuti lampu belakang mobil di depannya.
Tiba-tiba mobil yang diikuti Budi berhenti mendadak, dan mengakibatkan Budi menabrak mobil tersebut.
Budi : "Ini bukan salah saya, salah kamu yang berhenti mendadak!" (sambil menantang)
Sopir : "Itu jelas salahmu!"
Budi : "Kok bisa, jelas-jelas kamu yang berhenti mendadak!" (masih dengan nada menantang)
Sopir : "Kamu kira ini di mana? Di sini kan garasi rumahku!"
Tokoh utama pada kutipan anekdot tersebut adalah ...
Budi
Sopir
Seseorang
Mobil
Orang sial
Kita dapat memahami teks anekdot dan dapat memanfaatkannya sebagai sarana untuk...
Menyelesaikan persoalan-persoalan yang kita hadapi di dunia nyata
Mempertahankan bangsa agar berpegang tegus terhadap Pancasila
Sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis
Menyampaikan kritik terhadap persoalan-persoalan pada bidang-bidang layanan tersebut
Memperoleh ilmu pengetahuan melalui pendidikan
