wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL BAB 5 Ulama di Indonesia yang mendunia

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Gelar Sayyidul Hijaz (Maha Guru jazirah Arab, Saudi Arabia sekarang) diberikan kepada tokoh ulama Indonesia pada gambar tersebut, yaitu ....

a)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

b)

Hamzah Fansuri

c)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

d)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

e)

Abdus Samad bin Abdulllah al-Jawi al-Palimbani

2.

Kitab Sullam al-Munajah, Syarah Safinah al-Shallah merupakan kitab yang dipelajari, dikaji dan ditelaah di pondok pesantren sampai sekarang yang mengupas tentang Fiqhi. Kitab ini merupakan hasil karya dari tokoh ulama Indonesia, yaitu ....

a)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Hamzah Fansuri

d)

Abdus Samad nin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

e)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

3.

Tokoh ulama Indonesia ini berdakwah di Afrika Selatan, beliau dianugerahi pahlawan Nasional Indonesia oleh presiden Soeharto dan mantan presiden Afrika Selatan (Nelson Mandela) menyebutnya dengan "Salah seorang putra Afrika terbaik". Sedangkan dikalangan rakyat Sulawesi Selatan, beliau mendapatkan gelar sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan guru penyelamat kita dari Gowa). Adapun tokoh ulama yang dimaksud adalah ....

a)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

e)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

4.

Kitab Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin merupakan salah satu hasil karya dari tokoh ulama Indonesia, yaitu ...

a)

Syaikh Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

b)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

c)

Hamzah Fansuri

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

5.

Sepanjang Hayat beliau fasih dalam berbagai bahasa selain bahasa Melayu, yaitu bahasa Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab dan Persia. Namun Karya Tulisnya menggunakan bahasa Melayu. Tokoh Ulama ini adalah ....

a)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

d)

Syaikh Hamzah Fansuri

e)

Muhammad Soleh bin Umar al-Samarani

6.

Pada abad ke-17, Beliau adalah negarawan, ahli fiqih, teologi, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah melayu. Bahkan beliau merupakan ulama yang membedakan penafsiran doktrin dan praktik sufi (aliran tasawuf/mistisisme) yang salah dan benar. Tokoh ulama ini adalah ....

a)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

b)

Hamzah Fansuri

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

e)

Syaikh Yusuf Abdul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

7.

Salah satu muridnya menjadi ulama terkenal, yaitu Syaikh Burhanuddin Ulakan (dari Pariaman, Sumatera Barat) yang berdakwah kepada kaum bangsawan kerajaan Pagaruyung. Beliau adalah ulama besar Aceh dengan gelar Tengku Syiah Kuala, dan menjadi rujukan penting/poros sejumlah ulama nusantara. Tokoh ini adalah ...

a)

Hamzah Fansuri

b)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

c)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

e)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

8.

Nama lengkapnya adalah Syaikh Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani al-Jawi asy-Syafi'i. Beliau menjadi salah satu pengajar di Mekkah. Muridnya berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Jawa dan Melayu. Berikut ini yang bukan termasuk murid dari Kiyai Sholeh Darat adalah ....

a)

KH. Amir Idris

b)

RA. Kartini

c)

KH. Ahmad Dahlan

d)

KH. Hasyim Asy'ari

e)

Iskandar Zulkarnain

9.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 1116 H/1704 M. Melanjutkan pendidikan di Negeri Pattani (Thailand Selatan), kemudian memperdalam ilmu ke Arab (Mekkah dan Madinah). Beliau memberikan perhatian besar pada perkembangan sosial, politik, dan keagamaan di Nusantara. Tokoh ini adalah ....

a)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Hamzah Fansuri

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Syaikh Abdurrauf bin Ali al-Singkili

10.

kesuksesan Imam Nawawi al bantani menjadi pengajar dan membuka majelis ilmu sendiri di Masjidil Haram. Semakin hari, murid atau santrinya semakin banyak. Bahkan, beberapa di antara muridnya merupakan pemuda asal Indonesia juga pendiri organisasi Islam di Indonesia yaitu Nadlatul Ulama (NU) yang bernama ...

a)

KH. Ahmad Dahlan

b)

KH. Hasyim Asy’ari

c)

KH. Abdurahman Wahid

d)

KH. Zainuddin MZ