Font size
WorksheetsTeks Cerita Pendek Kelas IX
Total questions: 25
Worksheet time: 33mins
Berikut ini yang bukan merupakan unsur pembangun dalam cerpen adalah ....
judul
tema
latar
alur
Rangkaian peristiwa/kejadian dalam cerita disebut ....
alur
penokohan
sudut pandang
latar
Cara penulis/pengarang menempatkan dirinya di dalam cerita disebut ....
alur
tema
sudut pandang
gaya bahasa
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Maka, pengarang menggunakan sudut padang ....
orang pertama
orang kedua
orang ketiga
orang keempat
Berikut ini adalah karakteristik cerpen, kecuali....
mempunyai satu alur
memusatkan pada satu tokoh
terdiri atas maksimal 5.000 kata
permasalahannya berkisar pada kehidupan sehari-hari
Malam ini Vina tengah menengadahkan kepalanya, berusaha menyapa bulan. (2) Kendati penantiannya telah habiskan lebih dari separuh kesabarannya, bulan tak kunjung membalas sapanya. (3) Rupanya, awanlah yang menghalangi terangnya bulan. (4) Sebenarnya, malam ini terasa lebih dingin dari malam-malam sebelumnya. (5) Namun, entah mengapa dingin itu tak ia rasakan sedikit pun. (6) Mungkin pikiran tentang kejadian tadi siang yang hilangkan rasa itu.
Majas personifikasi terdapat pada kalimat yang ditandai dengan nomor ....
(1) dan (2)
(3) dan (4)
(5) dan (6)
(1) dan (6)
Di sebelah barat kampung ada gunung yang tidak begitu besar, areanya kecil, lebih tepat disebut bukit. Tapi sejak dulu sampai sekarang penduduk kampung menyebutnya dengan Gunung Beser.
Pada kutipan ini terdapat unsur cerpen ……
latar tempat
latar waktu
latar suasana
latar tempat dan waktu
Penentuan peristiwa, menciptakan gambaran visual latar, pengenalan karakter terdapat pada struktur cerpen bagian ….
orientasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
Bertahun-tahun pasukan Belanda dan centeng-centeng demang mengepung Gunung Beser, tetapi Jaya Sakti tidak pernah menyerah.
Berdasarkan kutipan cerita pendek di atas, tokoh Jaya Sakti mempunyai karakter ….
penakut
pemberani
sesumbar
pengecut
Sore itu, Yani sedang duduk di teras. Ia melihat jalan sambil menunggu seseorang. Berdiri sebentar, lalu duduk sebentar. Dia melihat beberapa majalah yang sering diadakan dibuka saat tidak mau dibaca. Dia sudah berada di sana selama setengah jam.
Kutipan teks cerpen termasuk struktur. . .
orientasi
komplikasi
resolusi
rangkaian peristiwa
Tanah di pekuburan umum itu masih basah ketika para pentakziah sudah pulang. Sementara Ogal masih duduk sambil sesekali menyeka air matanya. Ibu yang selama ini paling dia hormati dan cintai, tadi malam telah menghadap Tuhan Yang Maha Esa.
memohon dan berdoa
berserah diri kepada Tuhan
meninggal dunia
merasa tidak berdaya
Ingin rasanya aku berteriak mendengar pertanyaan bodoh adikku ini. Biasanya aku akan bilang, “Ya enggak gitu, bodoh!” Tapi mama sudah melarangku mengatakan kata itu lagi. Katanya, anak baik tidak boleh berkata kasar. “ Priska tidak bodoh, Vin. Dia ingin pintar seperti kamu, “kata Mama
Suasana yang tergambar pada kutipan cerpen tersebut . . .
tegang dan kesal
tegang dan haru
sedih dan kecewa
senang dan tenang
Aku Aku bertanya seperti biasanya. “Biar apa, Ayah?”
“Biar kamu tidak sombong, Zarah,” ujarnya sambil tersenyum, lalu mengecup keningku seperti biasanya.
Di tengah orang-orang yang berlomba-lomba menjadi patung lilin, Ayah adalah salah satu dari sedikit orang yang memilih untuk tetap menjadi manusia.
Watak tokoh ayah pada kutipan cerpen tersebut adalah…
bijaksana
rendah hati
sombong
jujur
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor ….
1
2
3
4
(1) Boleh jadi, itu sikap angkuhnya seorang yang sukses dan kaya menghadapi pemuda kere macam aku. (2) Sebagai pimpinan sebuah bank papan atas di negeri ini, mungkin dia tak rela hati anak gadisnya kupacari. (3) Jadi, amat wajar dia kelihatan tidak suka terhadapku. (4) Apalagi tampangku tidak keren kayak aktor Nicholas Saputra, sementara wajah Mawar memang cakep. (5) Kamu sendiri bilang, Mawar mirip Dian Sastro dengan bodi semampai macam Luna Maya (padahal menurutku, Mawar lebih mirip penyanyi kesukaanmu, Mulan Jamila).
Bukti bahwa watak tokoh ‘dia’ pada kutipan cepen tersebut sombong terletak pada kalimat bernomor .…
(1) dan (2)
(2) dan (3)
(3) dan (4)
(4) dan (5)
Cermati kutipan cerpen berikut!
“Apa-apaan sih, posternya kan jadi sobek!!!” “Maaf, Rin! aku benar-benar gak sengaja!” Rinta sama sekali tidak menggubris pembelaan Anya. Ia masih memandangi poster blur kesayangannya yang kini sudah terbagi dua karena robek. “Rin, maaf ya. aku . . . .” “Aah! Udah! Pulang, sana!” potong Rinta kesal, matanya sudah sembap, hampir nangis. Anya tidak mau memperburuk keadaan. Ia pun langsung keluar dari kamar Rinta dan bergegas pulang.
Kutipan cerita tersebut merupakan bagian….
Pengenalan tokoh
Pemunculan masalah
Klimaks
Penurunan masalah
Ternyata benar, di setiap musibah ada hikmah yang diambil. Kita ikhlas dan bersabar menghadapinya. Aku bisa belajar banyak hal, banyak pengalaman yang yang aku dapat dari sana. Sekarang, walaupun fisikku tidak sempurna, aku bisa menjalani hidup seperti biasa. Aku bekerja di sebuah laundry.
Kutipan tersebut merupakan struktur cerpen bagian....
Orientasi
Komplikasi
Resolusi
Koda
Perhatikan kutipan berikut!
"Kamu mengapa, Du?" tanya kakek dengan sedih. "Maafkan Badu, Kek. Tadi Badu makan mangga yang masih kecil-kecil dan akhirnya Badu sakit perut," kata Badu sambil terisak. "Sudahlah, Du, lain kali tunggulah sampai mangga itu ranum, baru Badu boleh memetiknya."
Amanat penggalan cerpen tersebut adalah...
Jangan melawan kepada orang tua
Kita harus menuruti nasihat orang tua
Janganlah memetik mangga sembarangan
Janganlah makan mangga yang masih kecil.
Bacalah kutipan berikut dengan cermat!
Sudah hampir jam satu malam, ketakutan menyerangku. Aku ingin menelepon ke rumah, tapi kupastikan Mak Yem menunggu ayah di rumah sakit. Tiba-tiba aku merasa bersalah, ini sebuah egoisme. Aku dan Yu Ning kejar karir dan selalu lupa kalu masih punya ayah yang harus kami perhatikan. Selalu lupa menelepon beliauhanya untuk mengucapkan, “Halo”. Padahal, sebelum keberangkatanku ke Jakarta, ayah bilang, “Kalian berdua memilih karir di Jakarta. Tak seorang pun memang ingin bersama laki-laki tua sepertiku. Aku tahu tidak ada yang harus disalahkan, setiap anak pasti mencari sarangnya yang baru. Tapi, sesekali teleponlah aku. Itu sudah lebih dari cukup.”
Amanat kutipan cerita di atas adalah ...
jangan sia-siakan kesempatan untuk meraih sukses karir
orangtua harus mendukung anaknya untuk mencapai karirnya
Kesempatan tidak akan pernah datang dua kali dalam hidup
sesukses apapun selalu ingat dan memperhatikan orangtua
Bacalah teks berikut dengan saksama!
Brek! Via menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Air matanya meleleh membasahi bantal. Hati Via betul-betul terluka mendengar omongan Bi Jum.
“Lho, kenapa menangis?” tanya eyang putri cemas. Beliau meletakkan obat dan segelas air putih di meja.
Via diam tidak menjawab. Isaknya semakin jelas terdengar.
“Eyang, benarkah bunda tidak mau mengurus Via?” tanyanya terpatah-patah.
“Siapa bilang?”
“Tadi di puskesmas Bi Jum bercerita kepada orang. Katanya, bunda tidak mau mengurus Via.
Pengarang pada kutipan tersebut menggunakan sudut pandang ...
orang pertama pelaku utama
orang pertama pelaku sampingan
orang kedua
orang ketiga
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan tersebut adalah ....
ramah, telaten, dermawan
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
cermat, pelit, perhitungan
Apa yang dimaksud dengan cerpen?
Cerita yang amat sangat panjang, hingga ratusan halaman
Karya sastra berbentuk prosa bersifat fiksi, ceritanya cenderung singkat dan padat
Karya sastra yang ceritanya diperankan oleh tokoh hewan
Karya sastra yang hanya ceritanya bersifat fakta
Sebutkan nilai-nilai yang terdapat pada teks cerpen!
Jam menunjukkan pukul 07.15. Matahari tampak tersenyum tanpa malu. Pak Guru sudah memulai pembelajaran sejak seperempat jam yang lalu. Namun, tiba-tiba pintu diketuk dari luar. Angga dengan wajah kusut bagai baju belum disetrika datang terlambat.
“Rajin sekali kamu, jam segini baru datang ke sekolah,” kata Pak Guru datar.
“Maaf, Pak, saya tadi bangun terlalu siang.”
“Ya, sudah sekarang kamu tutup pintunya dari luar, ya.”
Tentukan majas yang terdapat pada penggalan cerpen di atas. . .
Kegagalanku berakhir ketika aku diterima di jurusan sastra Jepang. Aku menekuni pendidikan tinggi di universitas dengan sepenuh hati. Adanya kendala finansial memotivasiku untuk mencari pekerjaan sambilan di samping kuliah.Sepertinya Dewi Fortuna sedang memihak padaku. Pada suatu hari, saudaraku, Mbak April, datang kepadaku. Dia berkata padaku, “Runa, aku mau membuat toko pakaian. Kebetulan di samping kantor lamaku ada kios kosong. Bagaimana kalau kita patungan dan menjual pakaian di sana?”Ia datang dan mengajakku berpatungan untuk membuka sebuah usaha. Kemudian, kami mulai menjalani bisnis pakaian. Ternyata, usaha kami mendapatkan hasil yang gemilang.
Tokoh “aku” yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah …
seorang pelajar
Runa
penjual pakaian
Ibu
