wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PH 3 CERITA PENDEK KELAS 9F

Total questions: 40

Worksheet time: 41mins

Name
Class
Date
1.

Nama lain tema adalah...

a)

Plot

b)

Alut

c)

Topik

d)

Sudut pandang

2.

Unsur pembangun cerpen adalah...

a)

Instrinsik

b)

Ekstrinsik

c)

Amanat

d)

Instrinsik dan eksyrinsik

3.

Nilai moral yang terdapat dalam cerita tersebut adalah ....

a)

Beni segera meminta pertolongan untuk mengobati Heru.

b)

Heru mengakui bahwa dirinya tidak melakukan pemanasan.

c)

Heru meminta maaf kepada pemain tim A karena dia cedera.

d)

Beni tidak mengacuhkan Heru, meskipun ia tahu Heru terkilir.

4.

Apa perbedaan cerpen dan novel?

a)

Cerpen memiliki unsur intrinsik sedangkan novel tidak

b)

Cerpen dan novel mempunyai tokoh utama

c)

Cerpen menceritakan konflik tokoh yang terbatas sedangkan novel menceritakan tokoh yang lebih kompleks

d)

Cerpen tidak bisa habis dibaca dalam sekali duduk. Sedangkan novel bisa dibaca dalam sekali duduk

5.

Di bawah ini yang bukan bagian dari unsur intrinsik cerpen adalah....

a)

Tokoh

b)

Latar

c)

Alur dan Plot

d)

Rima dan irama

6.

Penggambaran watak tokoh dalam cerita pendek tidak dapat dilakukan melalui....

a)

Dialog tokoh

b)

Dialog tokoh lain

c)

Penggambaran fisik tokoh

d)

Komentar pembaca

7.

Berikut ini yang tidak termasuk dalam sudut pandang yang digunakan penulis dalam sebuah cerita pendek adalah....

a)

Sudut pandang orang pertama

b)

Sudut pandang orang ke tiga

c)

Sudut pandang orang pertama pelaku utama

d)

Sudut pandang orang ke empat

8.

Bacalah kutipan cerita berikut!

“Kenapa kamu kesal? Kenapa harus marah?” tanya Ratih. “Mendoakan orang yang sakit kan bagus.”


“Bukan cuma bagus, tapi harus. Masalahnya, apakah yang mereka ucapkan itu benar-benar mereka jalani? Apa pernah kegiatan berdoa untuk kesembuhan bu Siska itu benar-benar mereka lakukan, entah itu di rumah, di masjid, di gereja, di wihara atau di mana pun mereka berada? Atau mereka sekadar mengetikkan kata-kata di keyboard smartphone dan memencet tombol send untuk menyenang-nyenangkan bu Siska? Aku yakin yang mereka lakukan basa-basi belaka!!!”


“Jangan suka curiga….”


“Mereka sendiri yang bicara.”

(Basa-Basi, Jujur Prananto)


Watak tokoh Aku dalam kutipan cerita tersebut digambarkan penulis melalui ….

a)

perbuatan tokoh

b)

cakapan/dialog tokoh

c)

penamaan tokoh

d)

pandangan/dialog tokoh tertentu terhadap tokoh lain

e)

penamaan tokoh

9.

6. Pesan moral yang disisipkan pengarang dalam cerpen

a)

pepatah

b)

petuah

c)

amanat

d)

syair

10.

Berikut ini adalah karakteristik cerpen, kecuali....

a)

mempunyai satu alur

b)

memusatkan pada satu tokoh

c)

terdiri atas maksimal 5.000 kata

d)

permasalahannya berkisar pada kehidupan sehari-hari

11.

Unsur intrinsik cerpen yang membahas watak atau karakteristik tokoh disebut....

a)

tema

b)

alur

c)

tokoh

d)

penokohan

12.

Salah satu hal yang membedakan cerpen dan puisi adalah.…

a)

adanya alur

b)

adanya tema

c)

adanya amanat

d)

adanya imajinasi

13.

Fungsi cerpen yang memberikan nilai moral sehingga pembaca mengerti moral yang baik dan tidak baik untuk dirinya. fungsi tersebut merupakan salah satu fungsi cerpen yaitu menempati fungsi ...

a)

estetis

b)

moralitas

c)

rekreatif

d)

religiusitas

14.

Cermatilah kutipan cerpen berikut!

Karyamin melangkah pelan dan sangat hati-hati. Beban yang menekan pundaknya adalah pikulan yang digantungi dua keranjang batu kali. Jalan tanah yang sedang didakinya sudah licin dibasahi air yang menetes dari tubuh Karyamin dan kawan-kawan, yang pulang balik mengangkat batu dari sungai ke pangkalan material di atas sana. Karyamin sudah berpengalaman agar setiap perjalanannya selamat. Yakni berjalan menanjak sambil menjaga agar titik berat beban dan badannya tetap berada pada telapak kaki kiri atau kanannya. Pemindahan titik berat dari kaki kiri ke kaki kanannya pun harus dilakukan dengan baik. Karyamin harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseimbangan yang sempurna. Senyuman Karyamin, Ahmad Tohari


Amanat yang terkandung pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

Tukang batu harus memperhitungkan tarikan napas serta ayunan tangan demi keseim-bangan yang sempurna.

b)

Pilihlah pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanmu agar kamu merasa tidak terbebani.

c)

Manusia harus senantiasa bersemangat, pantang menyerah, dan belajar dari pengalaman hidup sehingga tidak mengalami kegagalan yang sama.

d)

Tukang batu harus selalu ikhlas, bekerja keras, dan tahan uji.

15.

Perhatikanlah kutipan cerpen berikut!

“Kamu, siswa baru, rupanya pintar, ya?” ejek Indah, ketua kelas. Begitu pula teman-teman yang lainnya mengejek Dita sebagai penyontek ulung.

“Aku tidak menyontek, sungguh! Aku mengerjakan sendiri!” sanggah Dita sembari menekan rasa takut.

“Bohong! Buktinya, waktu kamu duduk di belakang itu hasil ulanganmu jelek!” bentak Indah.

“Ta… Tapi aku tidak menyontek,” kata Dita hampir menangis.

“Sudahlah mana ada pencuri mau mengaku atas perbuatannya,” sela Bambang dengan nada mengejek.

“Begini saja, kalau kamu memang betul-betul tidak menyontek, nanti kalau ada ulangan lagi, kamu harus duduk di kursi paling belakang san aitu, dan buktikan bahwa kamu pun bisa memperoleh nilai sembilan tanpa Melati!” ujar Indah memberi keputusan.


Konflik dalam kutipan cerpen tersebut adalah …

a)

Indah dituduh menyontek ketika ulangan berlangsung.

b)

Banyak siswa menuduh Dita menyontek saat ulangan.

c)

Bambang merasa jengkel dengan sikap Indah terhadap Dita.

d)

Melati memberikan bantuan kepada Dita pada waktu ulangan.

16.

Sifat tokoh ibu Samosir dalam cerita tersebut adalah ....

a)

tegas

b)

tidak patuh

c)

jujur

d)

acuh tak acuh

17.

Maksud pernyataan yang bercetak miring adalah ....

a)

Ibu Samosir tidak ingin Samosir tahu bahwa ia seekor ikan.

b)

Ibu Samosir ingin suaminya memberi tahu masa lalu Samosir.

c)

Ibu Samosir tidak ingin suaminya mengetahui identitasnya.

d)

Ibu Samosir ingin Samosir tahu bahwa ia seekor ikan.

18.

Keteladanan tokoh yang dapat dicontoh dari cerita tersebut adalah ....

a)

Ibu Samosir mau hidup sederhana bersama seorang petani.

b)

Sang ayah memenuhi janjinya untuk menjaga rahasia istrinya.

c)

Ibu Samosir menurut saat dinasihati oleh sang petani.

d)

Samosir patuh terhadap perintah ibu untuk mengantar makanan.

19.

Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana ...

a)

a. Pengarang menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca

b)

b. Berbagai kerumitan bermunculan

c)

c. Konflik mencapai tingkat intensitas tertinggi

d)

d. konflik mencapai sebuah selesaian atau leraian

20.

Nilai-nilai atau pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca dari sebuah teks cerpen terdapat dalam struktur ...

a)

a. Abstrak

b)

b. Evaluasi

c)

c. Resolusi

d)

d. Koda

21.

Mengapa tupai takut kepada lebah?

a)

Tupai takut disengat lebah.

b)

Lebah hendak merusak rumah tupai.

c)

Tupai mencari makanan.

d)

Lebah marah karena diganggu tupai.

22.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Tema yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Sosial

b)

Politik

c)

Pendidikan

d)

Agama

23.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Latar suasana yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Menakutkan

b)

Mengenaskan

c)

Mengharukan

d)

Menegangkan

24.

“Kang, kita harus benar-benar pergi dari sini?” Tanya Siti Halimah di sela tangisnya.

“Tentu saja. Seperkasa apa pun perlawanan kita, ternyata tetap kalah melawan yang berkuasa. Kita ini hanya wong cilik, orang iskin,” sahut Karjan sembari melihat rumah Lik Paijan yang siap diruntuhkan.

Teriakan Lik Paijan masuh terdengar menyayat hati. Lelaki tua itu merebut tali yang mengikat seekor sapi miliknya. Wajahnya memerah seperti nyaris terbakar, suaranya melengking-lengking menolak pengosongan rumahnya. Tetapi, pelawanan Lik Paijan pun percuma saja. Beberapa petugas berbadan tegap mengangkat tubuhnya. Melihat itu, tangis Siti Halimah semakin pecah. Dia mendekap Satriya Piningit lebih erat.

“Akhirnya kita harus pergi dari rumah kita sendiri, Kang. Pergi dari kampong yang membesarkan kita,” ucap Siti Halimah getir.

“Iya, mau tak mau kita harus mengalah. Gusti Allah tidak tidur, Bune. Di tempat lain, semoga kita mendapat ladang rezeki yang lebih baik lagi,” ujar Karjan.


Sudut pandang dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

Orang pertama tunggal

b)

Orang ketiga tunggal

c)

Orang ketiga jamak

d)

Campuran

25.

Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.


Latar tempat pada cerita di atas adalah...

a)

di bawah pohon rindang.

b)

di perkampungan.

c)

di hutan rimba.

d)

di jalan pedasaan.

26.

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.


Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

sore hari, terminal

b)

siang hari, perjalanan

c)

siang hari, terminal

d)

pagi hari, perjalanan

27.

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Pagi ini cuaca begitu cerah sehingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Tokoh “aku” dalam kutipan tersebut merupakan sudut pandang ….

a)

orang pertama pelaku sampingan

b)

orang pertama pelaku utama

c)

orang ketiga serba tahu

d)

orang kedua

28.

Di pegunungan itu terdapat beberapa sayauran yang di tanam. Udara dalam pegunungan sangat sejuk dan menenangkan. Apalagi pada senja hari di pegunungan masih terasa asri.

Latar waktu dalam penggalan cerpen tersebut adalah .…

a)

di pegunungan

b)

senja hari

c)

menenangkan

d)

sejuk

29.

Air mukɑ sukri kembɑli murɑm, seperti ɑwɑn mendung yɑng bergerɑk-gerɑk cepɑt menutupi bulɑn purnɑmɑ.

Kalimat diatas mengandung majas ....

a)

perumpamaan

b)

metafora

c)

personifikasi

d)

litotes

30.

Kami terdiam, si terhukum dikeluarkan dari rumah. Tangannya diikat. Orangnya besar, tinggi, berkumis, dan berjangkut tebal. Mulutnya ganas dan matanya berkilat-kilat.


Si terhukum dalam cerpen di atas menggambarkan sebagai seorang ....

a)

pemberani

b)

bengis

c)

penakut

d)

berjiwa kerdil

31.

Difa selalu beruntung bak Dewi Fortuna menyertainya.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

ironi

b)

metafora

c)

simile

d)

personifikasi

32.

Ibunya bekerja membanting tulang demi menghidupi kesepuluh anaknya.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

personifikasi

b)

simile

c)

ironi

d)

metafora

33.

Di dalam ruangan yang menyeramkan itu, dinding-dindingnya menatapku tajam.


Kalimat tersebut mengandung majas....

a)

personifikasi

b)

ironi

c)

metafora

d)

simile

34.

Daun kelapa itu, melambai-lambai diterpa oleh angin kencang.

Digolongkan majas ....

a)

Personifikasi

b)

Simile

c)

Repetisi

d)

Litotes

35.

Pagi hari di Pantai Padang Galak itu, ombak-ombak saling bekejaran dengan ditiupi angin kencang.

Digolongkan Majas ....

a)

Metonimia

b)

Sarkasme

c)

Personifikasi

d)

Hiperbola

36.

Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang, keadaanku sekarang bagaikan telur di ujung tanduk.

Digolongkan Majas ....

a)

Metonimia

b)

Simile/asosiasi

c)

Personifikasi

d)

Hiperbola

37.

Panas teriknya raja siang membuatku malas untuk beraktivitas.

Digolongkan majas ....

a)

Ironi

b)

Sarkasme

c)

Metafora

d)

Simile/ Asosiasi

38.

Pada zaman dahulu, hidup seekor burung merak yang angkuh. Suatu hari, ia bertemu dengan seekor burung bangau. Merak ingin memamerkan bulunya yang indah kepada bangau. Ia merentangkan bulunya di bawah sinar matahari untuk membuat bangau kagum.


Watak burung merak pada cerita di atas adalah...

a)

rendah hati

b)

baik hati

c)

angkuh

d)

usil

39.

Di sekolah, Edo selalu mendapat nilai 100 saat ulangan. Ia dikenal sebagai siswa yang berprestasi. Setiap pulang sekolah, Edo selalu mengulang pelajaran yang sudah dipelajarinya di sekolah.


Watak tokoh Edo dalam penggalan cerita di atas adalah...

a)

malas

b)

rajin

c)

baik

d)

pemberani

40.

Perhatikan gambar di atas!

Berdasarkan gambar tokoh di atas, kira - kira judul yang cocok sesuai cerita fiksi tersebut adalah ......

a)

Kancil yang Cerdik

b)

Buaya yang Penurut

c)

Si Kancil

d)

Kancil dan Buaya