NEW
Font size
WorksheetsKuis Cerita Pendek
Total questions: 15
Worksheet time: 37mins
(1)"Apakah peranku bagimu, silumankah aku?" tak ada jawabmu, hanya angin berdesir di sekeliling kita. (2)Bulan pucat tak bisa menyembunyikan senyumanmu demi melihat kerutan di dahiku. (3)Biarlah menjadi rahasia alam akan apa yang kita rasakan ini. (4)Jangan lagi memaknainya, menanyakannya atau mengharapkannya esok hari.
Bukti bahwa kutipan cerpen tersebut berlatar malam hari terdapat pada nomor …
(1)
(2)
(3)
(4)
Berikut merupakan struktur teks cerpen adalah kecuali....
Orientasi
Penyelesaian
Resolusi
Komplikasi
Pengarang menempatkan dirinya sebagai "aku" di dalam cerita. Artinya pengarang menggunakan sudut padang ....
Orang Pertama
Orang Kedua
Orang Ketiga
Orang Keempat
Unsur pembangun cerpen dari dalam, antara lain sebagai berikut, kecuali ...
Alur
Latar
Penokohan
Nilai Kehidupan
Setiap saat anak-anak selalu bemain di lapangan. Anak laki-laki bermain sepakbola, anak perempuan bermain lompat tali. Semua tampak gembira kecuali tuning. Ia hanya memerhatikan kami dari balik pohon besar. “Kenapa Tuning tidak kita ajak main?” usulku. Isna langsung melotot, “ Apa kamu mau ketularan kutu rambutnya?” “belum ingusnya yang menjijikan itu,” tambah Heppy. Teman-teman ramai komentar, semua menjelek-jelekan Tuning. Sejak itu, aku tidak berani usul lagi untuk mengajak Tuning bermain bersama.
Konflik pada cerita anak tersebut adalah …
Tokoh aku dijauhi teman-temanya
Tuning tidak diajak bermain oleh teman-temannya karena penyakitan
Teman-teman Tuning membenci Aku karena penyakitan
Tokoh aku malu bermain dengan Tuning
Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.
(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")
Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....
halte depan sekolah
terminal
halte
halte depan rumah
Pengarang menggunakan panggilan nama "Dino" di dalam cerita. Artinya pengarang menggunakan sudut pandang ....
Orang Pertama
Orang Kedua
Orang Ketiga
Orang Keempat
Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.
(M. Zuhri, "Kandang Merpati")
Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....
Tokoh
Latar Waktu
Latar Tempat
Penokohan
Kelihatan seorang kakek berjalan bersama cucunya seorang gadis belia yang cantik. Mereka duduk di bawah pohon yang rindang. Gadis itu meminta kakeknya menceritakan riwayat hidupnya, siapa sebenarnya kedua orang tuanya dan di mana mereka sekarang. Sang kakek terdiam sebentar, kemudian mulailah ia bercerita. “Delapan belas tahun yang lalu, seorang pemuda kota berjalan-jalan ke desa ini. Ia terpikat gadis cantik bunga desa ini, dan mereka pun menikah. Gadis cantik itu adalah putri kakek satu-satunya.
Latar tempat pada cerita di atas adalah...
di bawah pohon rindang
di perkampungan
di hutan rimba
di jalan pedasaan
Di dalam ruangan yang menyeramkan itu, dinding-dindingnya menatapku tajam.
Kalimat tersebut mengandung majas....
Personifikasi
Ironi
Metafora
Simile
Rapi sekali seragammu yang tak pernah disetrika itu, terlihat seperti kertas yang diremas-remas.
Kalimat tersebut mengandung majas....
Metafora
Ironi
Personifikasi
Simile
... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.
"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"
"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."
(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")
Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....
rajin, pemarah, teliti
ceroboh, malas, kaya
ramah, telaten, dermawan
cermat, pelit, perhitungan
Ibunya bekerja membanting tulang demi menghidupi kesepuluh anaknya.
Kalimat tersebut mengandung majas....
Personifikasi
Simile
Ironi
Metafora
Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.
Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …
sore hari, terminal
siang hari, perjalanan
siang hari, terminal
pagi hari, perjalanan
Bagian dalam teks cerpen di mana masalah mencapai titik puncaknya disebut dengan....
Rangkaian Peristiwa
Orientasi
Resolusi
Komplikasi
